Anda di halaman 1dari 14

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Akhlak Dan Tasawuf

Disususun Oleh
Kelompok

11

Prodi

D3 FARMASI

Tingkat/Semester

1/1

Nama Anggota

1. Ervan Dwi Kurniawan


2. Endah Kusumawati
3. Estu Husna Ardini

(30314040)
(30314056)
(30314042)

FAKULTAS FARMASI
INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI
2014

Kata Pengantar

Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
atas

karunia

serta

hidayah

Nya,

menyelesaikan makalah Pendidikan

sehingga

kami

Agama Islam

dapat

Tentang

Akhlak Dan Tasawuf ini tepat pada waktunya.


Dalam penulisan dan penyusunannya kami tidak mengalami
kendala yang berarti. Tentu saja hal ini tidak lepas dari adanya
bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu kami

menyampaikan

terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :


1 Ibu Siti Mahmudah, S.Pd., M.Pd selaku dosen pembimbing.
2 Teman-teman D3 Farmasi Tingkat I Semester I
3 Serta
seluruh
pihak
yang
turut
berperan
hingga
terselesaikannya laporan ini dengan baik.
Meskipun telah berusaha dengan segenap kemampuan,
namun kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu kami sangat berharap adanya kritik
dan saran yang membangun dari pihak manapun demi perbaikan
dimasa yang akan datang.
Akhir kata kami ucapkan selamat membaca. Semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya para mahasiswa IIK
dan masyarakat pada umumnya.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Kediri,

05

Desember

2014

Penulis

AKHLAK DALAM ISLAM


1. Pengertian Akhlak
Manusia terdiri dari unsur jasmani dan rohani, di dalam
kehidupannya ada masalah material (lahiriah), spiritual (batiniah)
dan akhlak. Ketika seeorang tidak mempunyai unsur rohani maka
dia akan mati, sebaliknya apabila tidak mempunyai jasmani
maka

tidak

dapat

disebut

manusia.

Dan

sejalan

dengan

kehidupan tersebut, problema yang bersifat material tidak


bersifat tetap. Seperti ketika manusia menginginkan sesuatu
yang bersifat materi maka ketika ia mendapatkannya bukan
kepuasan yang dirasakan, mungkin puas tapi hanya sementara,
setelah itu ia akan merasa kurang sehingga akan terus mencaricari untuk memenuhi kebutuhan itu. Namun hal itu dapat
diminimalisir

dengan

adanya

unsur

spiritual

yang

dapat

membendung dan dapat memberi batasan-batasan akan hal


yang baik dan yang buruk.Tindakan untuk memenuhi kebutuhan
itu dapat juga dinamakan akhlak ketika berhubungan dengan
agama
Kata akhlak berasal dari bahasa arab, yaitu jama dari kata
khuluqun yang secara etimologis bermakna tabiat, budi pekerti,
adat dan kebiasaan. Sedangkan pendekatan lain bisa dari kata
khalaqa

sangat

erat

kaitannya

dengan

kata

khaliq

yang

menciptakan dan makhluk yang diciptakan. Dari sini ada korelasi


hubungan yang baik antara khaliq (Tuhan) dengan makhluk
(manusia).
Definisi akhlak secara terminologis :
1.
Ibnu Maskawaih menjelaskan bahwa akhlak adalah
keadaan gerak jiwa yang mendorong manusia untuk
melakukan perbuatan-perbuatan tanpa ia memikirkan.

2.

Al-Ghazali

akhlak

adalah

keadaan

jiwa

yang

menumbuhkan perbuatan dengan mudah dilakukan


tanpa perlu berfikir lebih lama.
Ahmad Amin, akhlak adalah

3.

kehendak

yang

dibiasakan.
Jadi,

dari

semua

pendapat

diatas

dapat

disimpulkan :
akhlak dalam islam adalah sesuatu yang menentukan
batas antara yang baik dan buruk, antara terpuji dan
tercela, tentang perkataan atau perbuatan manusia lahir
dan batin.
Model akhlak yang yang harus kita contoh dan teladani
adalah akhlak Rasulullah Muhammad SAW. Sesuai firman Allah
SWT

dalam

(Muhammad)

QS.

Al-Qalm,

benar-benar

(68):4,
berbudi

Sesungguhnya,
pekerti

Engkau

(khuluqin)

yang

luhur. Karena itu, Rasulullah SAW merupakan teladan bagi umat


manusia dalam mewujudkan akhlak mahmuda, akhlak yang
islami.

Hal

ini

dipertegas

dalam

QS.

Al-Ahzab,

(33):21,

Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan


yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat)
Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak menyebut
Allah. Bahkan Nabi sendiri dalam sabdanya menjelaskan,
Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.
(HR. Akhmad)
Dalam ilmu akhlak dijelaskan bahwa kebiasaan yang baik
harus diperhatikan dan disempurnakan, serta kebiasaan yang
buruk harus dihilangkan, karena merupakan factor yang sangat
penting dalam membentuk karakter manusia berakhlak
Al-Ghozali menjelaskan bahwa mencapai akhlak yang baik
ada tiga cara :
1.

Akhlak merupakan anugrah dan Rahmat Allah, yakni orang


memiliki akhlak baik secara alamiah (bi-althabi;ah wa al-

fitroh). Sesuatu yang diberikan Allah kepada seseorang


2.

sejak ia dilahirkan.
Mujahadah, Selalu berusaha keras untuk merubah diri
menjadi baik dan tetap dalam kebaikan, serta menahan diri

3.

dari sikap putus asa.


Riyadloh, adalah melatih diri secara spiritual untuk
senantiasa dzikir (ingat) kepada Allah.

2. Indikator Manusia Berakhlak


Indikator manusia berakhlak (husn al-khuluq) adalah
tertanamnya iman dalam hati dan teraplikasikannya dalam
perilaku. Sebaliknya manusia yang tidak berakhlak (sualkhuluq) adalah manusia yang ada nifaq (kemunafikan dalam
hatinya. Nifaq adalah sikap mendua terhadap Allah. Tidak ada
kesesuaian antara hati dan perbuatan.
Ahli tasawuf mengemukakan bahwa indikator
manusia berakhlak, antara lain adalah : (1) memiliki
budaya malu dalam berinteraksi dengan sesamanya, (2) tidak
menyakiti orang lain, (3) banyak kebaikannya, (4) jujur dalam
ucapannya, (5) tidak banyak bicara tetapi banyak berbuat, (6)
penyabar, (7) tenang, (8) hatinya selalu bersama Allah,(9) suka
berterima kasih,(10) ridha terhadap ketentuan Allah, (11)
bijaksana, (12) berhati-hati dalam bertindak, (13) disenangi
teman dan lawan, (14) tidak pendendam, (15) tidak suka
mengadu domba,(16) sedikit makan dan tidur,(17) tidak pelit
dan hasad, (18) cinta dan benci karena Allah.
3. Akhlak dan Aktualisasinya Dalam Kehidupan
Manusia di dalam kehidupannya tidak mungkin dapat
hidup sendirian saja, manusia membutuhkan bantuan dari
manusia lain agar dapat hidup di dunia ini. Ini adalah salah satu
sifat manusia, yaitu makhluk sosial. Karena manusia saling

membutuhkan, manusia akan hidup berdampingan dengan


manusia lain dalam suatu kelompok yang disebut masyarakat.
Agar terjalin suatu masyarakat yang baik, tanpa rasa
permusuhan dan makmur, manusia harus bertindak dengan
menggunakan akhlak yang baik. Akhlak pada manusia terbagi
menjadi beberapa bagian, yaitu akhlak terhadap Allah SWT,
akhlak terhadap sesama manusia dan juga akhlak terhadap
lingkungan hidupnya.
Aktualisasi akhlak dalam kehidupan di golongkan menjadi
3 yaitu :
Akhlak terhadap Allah SWT.
Akhlak terhadap manusia
Aklhlak terhadap lingkungan
Akhlak terhadap Allah SWT.
Di dalam Al-Quran, terdapat bermacam ayat-ayat yang
menerangkan bagaimana kita berakhlak terhadap Allah SWT.
Ayat-ayat tersebut antara lain :
a.

QS Al Baqarah,2: 25 memerintahkan kita agar mensyukuri


nikmat Allah SWT

b.

QS An Nahl : 19 memerintahkan agar kita malu jika berbuat


dosa

c.

QS Al Huud : 56 menerangkan bahwa Allah adalah tempat


kita meminta

d.

QS Yusuf : 87 memerintahkan agar kita optimis terhadap


pertolongan dari Allah SWT

e.

QS Fushilat : 22-23 memerintahkan agar kita senantiasa


berbaik sangka (husnudzan) kepada Allah SWT

f.

QS Al Anam : 160 memerintahkan agarkita yakin akan janjijanji Allah

Akhlak terhadap sesama manusia.


Akhlak terhadap sesama manusia kemudian dibagi lagi
menjadi bagian-bagian yang lebih spesifik, yaitu :

1) Akhlak terhadap diri sendiri


Sebagai contoh, yang termasuk akhlak terhadap diri sendiri
seperti tidak berusaha menyakiti diri sendiri, tidak merasa
rendah diri, memiliki kepercayaan diri, segera bertaubat
jika

melakukan

kesalahan,

mengevaluasi

diri

jika

melakukan kesalahan, tidak terperangkap dalam hawa


nafsu semata
2) Akhlak terhadap orang lain
Yang termasuk akhlak terhadap

orang

lain

sebagai

contohnya adalah menghargai karya orang lain, menjaga


perasaan

orang

lain,

tidak

menang

sendiri,

tidak

memaksakan kehendak pada orang lain, tidak merampas


hak milik orang lain
3) Akhlak terhadap orang tua
Akhlak terhadap orang tua dalam agam islam dianggap
sangat penting karena agama islam menjunjung tinggi
harkat dan maratabat orang tua. Kita sebagai anak dalam
bersikap terhadap orang tua harus patuh, taat pada setiap
nasihatnya,

tidak

menyakiti

perasaan

oarng

tua,

membahagiakan orang tua kita, merawatnya saat sakit


dan menghibur mereka dikala sedih.
4) Akhlak terhadap masyarakat
Yang termasuk akhlak terhadap
contoh

melakukan

amar

maruf

masyarakat
nahi

sebagai

munkar.

Yang

termasuk amar naruf antara lain zakat, shadaqah, ikut


bekerja bakti dan lain-lain. Yang termasuk nahi munkar
antara lain menjauhi mabuk-mabukan, perjudian, menjauhi
zina dan sebagainya.
Akhlak terhadap lingkungan
Sebagai manusia yang berakhlak, kita wajib menjaga,
mengelola, memelihara lingkungan tempat hidup kita seperti
contohnya

tidak

membuang

sampah

sembarangan,

tidak

merusak hutan, mengurangi pemakain kendaraan bermotor


untuk mencegah global warming, tidak melakukan jual beli
hewan atau tumbuhan yang terancam punah, memanfaatkan
sumber daya alam yang ada dengan efektif dan efisien.
4.

TASAWUF DALAM ISLAM


1. Pengertian Tasawuf
Ajaran tasawuf (sufisme) telah sangat populer selama
berabad-abad dalam dunia islam, hingga sekarang ini. Tasawuf
adalah salah satu bidang kajian studi islam yang memusatkan
perhatiannya pada upaya pembersihan pada aspek batiniah
yang dapat menghidupkan kegairahan akhlak yang mulia. Istilah
tasawuf sendiri berasal dari kata sufi yang mengandung arti
suci. Secara umum kata itu terdiri dari 3 huruf, yaitu shad, wau,
dan fa, dibaca shawafa.
a.

Shawafa berasal dari bahasa arab, yaitu :


Shafwaa atau safwe, yang berarti orang-orang bersih, atau

b.
c.
d.
e.

orang-orang terpilih.
Shuffa, disebut ahlush-shuffah yaitu orang-orang beranda.
Shuuf, yang berarti bulu domba.
Shaaf, yaitu barisan atau deret.
Teoshofie, bahasa Yunani teos bermakna Tuhan, shopos

bermakna hikmat.
2. Latar belakang munculnya tasawuf dalam islam
Faktor Internal
a. Dalam ajaran agama Islam dapat ditemukan ayat-ayat
tertentu yang dapat membawa pada paham tasawuf.
b. Perilaku nabi Muhammad saw. sarat dengan nilai-nilai
sufisme.
Faktor Eksternal
a. Falsafat mistik Pythagoras berpendapat untuk memperoleh
hidup senang di dalam samawi, manusia harus
membersihkan ruh dengan meninggakan hidup materi,
yaitu zuhud, dan pergi berkontemplasi.
b. Falsafat emanasi Plotinus berpendapat bahwa ruh berasal
dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan, untuk dapat
kembali ke tempat asalnya harus terlebih dahulu
dibersihkan.

c. Ajaran Budha dengan faham nirwananya. Untuk mencapai


nirwana, orang harus menunggalkan dunia dan memasuki
hidup kontemplasi.
d. Ajaran Hindu juga mendorong manusia untuk
meninggalkan dunia dan mendekati Tuhan untuk mencapai
persatuan Atman dengan Brahman.
e. Ajaran Nasrani tentang rahib-rahib yang mengasingkan diri
dari kehidupan dunia
Jadi berkembangnya tasawuf dalam dunia Islam adalah
karena ajaran Islam memberi tempat bagi pengembangan sifatsifat yang baik, seperti bertubat, sabar, tawakal, dan ridha atas
apa yang diberikan Allah.
3. Landasan Teologis Tasawuf Dalam Islam
a. Al-Quran mengajarkan manusia untuk: mencintai Tuhan
(QS. Al-Maidah: 54), bertaubah dan mensucikan diri (QS>
At-Tahrim: 8), manusia selalu dalam pandangan Allah
dimana saja (QS. Al-Baqarah: 110), Tuhan memberi cahaya
kepada HambaNya (QS. An-Nur: 35), sabar dalam
bertaqarrub kepada Allah (QS. Ali Imran: 3)
b. Hadis Nabi seperti tentang rahasia penciptaan alam adalah
agar manusia mengenal penciptanya.
c. Praktek para sahabat seperti Abu Bakar Ash-shiddiq, Umar
Ibn Khattab, Usman Ibn Affan, Ali Ibn Abi Talib, Abu Zar AlGhiffari, Hasan Basri, dll.
d. Unsur Non Islam:
a. Nasrani : Cara kependetaan dalam hal latihan jiwa dan
ibadah.
b. Yunani : Unsur filsafat tentang masalah ketuhanan.
c. Hindu/Budha: mujahadah,perpindahan roh dari 1 badan
ke badan yang lain.

HUBUNGAN AKHLAK DAN TASAWUF


Akhlak

dan

Tasawuf

saling

berkaitan.

Akhlak

dalam

pelaksanaannya mengatur hubungan horizontal antara sesama


manusia, sedangkan tasawuf mengatur jalinan komunikasi vertical
antara manusia dengan Tuhannya. Akhlak menjadi dasar dari
pelaksanaan

tasawuf,

sehingga

dalam

prakteknya

tasawuf

mementingkan akhlak.
Jika kata tasawuf dengan kata akhlak disatukan, akan
terbentuk sebuah frase, yaitu tasawuf akhlaki. Secara etimologis,
tasawuf akhlaki bermakna membersihkan tingkah laku atau saling
membersihkan tingkah laku. Tasawuf adalah proses pendekatan diri
pada Tuhan dengan cara mensucikan hati sesuci-sucinya.
Dalam tasawuf akhlaki, sistem pembinaan akhlak menganut 3
cara yaitu :
a. Takhalli
Sebagai langkah pertama yang harus dilakukan oleh
seorang sufi dengan cara mengosongkan diri dari akhlak
tercela serta memerdekakan jiwa dari

hawa nafsu

duniawai.
b. Tahalli
Sebagai upaya mengisi jiwa dengan akhlak yang terpuji.
c. Tajalli
Yaitu terungkapnya cahaya kegaiban atau nur gaib

RELEVANSI AKHLAK DAN TASAWUF

DENGAN KEHIDUPAN
1. Akhlak tasawuf mengajarkan tentang pola hidup yang
seharusnya

dilakukan

manusia

dalam

berbagai

bidang

kehidupan (horizontal-vertikal, lahir-batin).


2. Objek kajian Akhlak tasawuf adalah kehidupan manusia
dalam

rangka

pembentukan

mencapai
perilaku

keseimbangan

manusia,

baik

hidup

melalui

sebagai

individu

maupun anggota masyarakat.


3. Kehidupan masyarakat saat ini penuh dengan penyimpangan
yang berdampak pada kerusakan moralitas dan kekeringan
aspek batin (spiritualitas), sedangkan akhlak memberikan
obat penawar untuk memecahkannya.

Daftar Pustaka

Abdullah Yatimin, Studi Akhlak dalam Perspektif Al-quran, Jakarta:


Amzah, 2007.

Anonymous.2013.Makalah Agama Islam .http://anisachoeriahpaud.blogspot.com/2011/04/makalah-agama-ahlaq.html di akses


pada 18 April 2013
Al Ghazali, Abu Hamid, Ihya Ulumuddin, Beirut; Dar al Fikr, t. th.
Departemen Agama RI. 2001. Buku Teks Pendidikan Agama Islam
Pada Perguruan Tinggi Umum. Jakarta; PT Bulan Bintang.
Ishak, Sholeh. 1990. Akhlak dan Tasawwuf. Bandung; IAIN Sunan
Gunung Jati.
Wahyuddin, dkk. 2009. Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan
Tinggi. Jakarta; PT Gramedia
Riefqi. Muhamad. 2012.Implementasi Ahklak dalam Kehidupan
http://kampuscuy.blogspot.com/2012/06/implementasi-akhlakdalam-kehidupan.html. diakses tanggal 18 April 2013