Anda di halaman 1dari 4

I.

Pengertian Goodwill
Dalam bisnis, goodwill mengacu kepada aktiva tak berwujud milik sebuah
perusahaan yang tercipta dari faktor - faktor yang menguntungkan seperti lokasi,
kualitas produk, reputasi, dan keahlian manajerial.Goodwill memungkinkan sebuah
perusahaan menghasilkan tingkat pengembalian atas investasi yang seringkali
melebihi tingkat pengembalian normal perusahaan lainnya dalam bisnis yang sama.
Prinsip - prinsip akuntansi yang diterima umum membolehkan pencatatan goodwill
dalam akun hanya jika goodwill tersebut ditentukan secara objektif oleh
transaksi.Sebuah contoh transaksi yang membolehkan pencatatan goodwill adalah
pembelian atau penjualan perusahaan.Goodwill harus diamortisasi selama estimasi
umur manfaatnya, yang tidak boleh melebihi 40 tahun.
Goodwill adalah salah satu unsur dari urusan perusahaan,yang termasuk dalam
kelompok benda bergerak tak bertubuh atau benda immateriel .Goodwill itu baru
ada pada perusahaan yang berkembang baik, sehingga mendapat laba atau biasa
disebut perusahaan yang mempunyai goodwill.
Mr.SJ. Fockema Andrea (dalam buku Rechtsgelereed Handwoorenboek) menyatakan
goodwill adalah suatu benda ekonomis yang tak bertubuh, yang terjadi pada antara
perusahaan dengan para langganan dan kemungkinan perkembangan yang akan
datang.
Goodwill dapat dipindah tangankan bersama dengan urusan perusahaan dan
menjelma dalam balance sebagai laba/keuntungan dan bukan bentuk
kerugian.Membahas goodwill adalah membicarakan kemajuan perusahaan.
Goodwill suatu perusahaan terjadi sebagai akibat dari adanya hubungan baik,
management baik, cara mengatur jalannya perusahaan yang sistematis dan efisien,
pemilihan tempat penjualan strategis, pemasangan iklan yang tepat dan menarik
pelanggan, pemilihan bahan dasar yang tepat, baik dan murah, hasil produksi baik,
memenuhi selera konsumen dan harga murah, pelayan perusahaan yang menarik
para pembeli dan lain - lain, semedikian rupa sehingga perusahaan dapat menarik
laba yang banyak.
perusahaan yang memiliki goodwill dapat dipindah tangankan dengan harga yang
tinggi, memperoleh untung banyak, dan sahamnya dapat dijual dengan harga yang
tinggi pula pada bursa saham.

II. Perlakuan Akuntansi Goodwill yang berlaku di Indonesia untuk saat ini
Perlakuan goodwill menggunakan pendekatan kapitalisasi - amortisasi untuk
pencatatan goodwill.Sebagai aktiva, goodwill harus diamortisasi selama perioda
kemanfaatannya.Goodwill diamortisasi dan dibukukan sebagai beban secara

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan penurunan jumlah arus kas yang dihasilkan. dan peraturan perundangan. 22 Paragraf 39 berikut ini: Goodwill harus diamortisasi sebagai beban selama masa manfaatnya.up) kembali pada periode selanjutnya.amortisasi. kecuali periode yang lebih panjang tetapi tidak lebih dari 20 tahun dapat digunakan apabila terdapat dasar yang tepat. perubahan situasi persaingan dan hukum.Kelebihan/keistimewaan tersebut bisa karena perusahaan memiliki reputasi manajemen yang sangat bagus.Salah satu pelaporan keuangan yang berlaku baik dikalangan ekonomi maupun dunia bisnis yang cakupannya internasional. saldo goodwill segera diturunkan (write .Periode amortisasi goodwill tidak boleh lebih dari lima tahun.Mengenai perioda amortisasi goodwill dan metoda apa yang harus digunakan dijelaskan dala PSAK No. 45 Penurunan (impairment) nilai goodwill dapat disebabkan berbagai faktor seperti trend ekonomi yang tak menguntungkan. yang oleh karenanya menjadi dinilai lebih oleh pihak lain. Goodwill adalah kelebihan .Sejalan dengan perkembangan tersebut bahwa tidak jauh dari pengaruh kondisi ekonomi.Dalam mengamortisasi harus digunakan metoda garis lurus. letaknya strategis dan lain .Dalam keadaan tersebut. maka bagian jumlah yang tidak dipulihkan tersebut tanggung jawab sebagai beban pada periode yang bersangkutan.sistematis selama manfaatnya.kelebihan. Selain menggunakan pendekatan kapitalisasi .down) tidak boleh dinaikkan (write . dan apabila terdapat indikasi bahwa jumlah tersebut tidak dapat sepenuhnya atau sebagian di pulihkan (recovered) dari ekspektasi manfaat keekonomian dimasa yang akan datang. sosial. kecuali terdapat metoda lain yang dianggap lebih tepat pada keadaan tertentu. keistimewaan yang dimiliki perusahaan. Perlakuan Goodwill Fersi IFRS Dalam perkembangan akuntansi dewasa ini sangat cepat dalam praktek maupun teori. 44 saldo yang belum diamortisasi harus dievaluasi setiap tanggal neraca.Hal ini di jelaskan dalam PSAK No. menghasilkan suatu produk unggul yang sulit dicari pesaingnya.lain.Dengan memastikan perkecualian (exaption) dan pengecualian (exemtion) . III. IFRS mensyaratkan suatu perusahaan untuk menaati setiap standar efektif pada tanggal pelaporan atas laporan keuangan yang pertama sesuai dengan IFRS.down) dan diakui sebagai beban.Setiap penurunan nilai (write . standar ini juga mengharuskan adanya pengujian penurunan (impairment) nilai terhadap nilai saldo goodwill yang belum diamortisasi setiap tanggal neraca.Penurunan nilai goodwill tersebut harus diakuki beban pada periode yang bersangkutan.22 paragraf 44 dan 45 berikut ini. politik dan budaya di suatu tempat tersebut.

Nilainya secara umum ditentukan melalui penilaian yang didasarkan pada asumsi penilai.Goodwill tidak dapat dinilai secara langsung.Masing Negara . jika nilai wajar telah digunakan untuk sebagian atai seluruh aktiva dan keajiban berdasarkan GAAP sebelumnya. IV.tahun goodwill menjadi salah satu topik yang menjadi kontroversial dalam akuntansi.Penentang pengakuan goodwill mengatakan bahwa harga yang dibayarkan untuk mengakuisisi seringkali ternyata didasarkan pada ekspektasi/harapan yang tidak realistis.GAAP) ke IFRS. jika penilaian ulang secara umum dapat diperbandingkan dengan nilai wajar atau biaya yang didepresiasikan yang disesuaikan dengan indeks harga umum atau khusus. maka nilai wajar ini dapat digunakan sebagai "nilai terpilih". sehingga mengakibatkan penghapusan goodwill dimasa depan. jumlah komparatif termasuk neraca awal untuk periode komparatif. harusnya dinilai ulang dari prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally accepted accounting principles .Neraca IFRS awal pada tanggal transaksi seharusnya mengakui semua aktiva dan kewajiban yang pengakuannya tidak diperkenankan oleh IFRS. IFRS pada tanggal pengukuran. Selama bertahun . IFRS harus diterapkan secara retrospektif.tertentu.Kelompok ini mengatakan bahwa menentukan nilai kini atas kelebihan pengembalian merupakan analogi terhadap nilai menentukan kini atas arus kas masa depan yang tekait dengan aktiva dan proyek lainnya.Masalah pengakuan goodwill mendapat pendukung dan penentang dikalangan kaum profesional.Untuk nilai wajar untuk suatu peristiwa.Oleh karenanya. jika penggabungan usaha sebelum tanggal transaksi tidak dinilai ulang.Pendukung pengakuan goodwill menekankan bahwa goodwill merupakan "nilai tekini atas pengembalian lebih yang dapat dihasilkan oleh perusahaan.Goodwill harus diuji untuk penurunan nilainya setiap tahun serta goodwill tidak boleh diamortisasi. Perlakuan Akuntansi Goodwill di Masing . Setiap aktiva tidak terwujud yang diperoleh tidak berdasarkan IFRS (yang tidak memenuhi syarat sebagai goodwill) harus diklasifikasi ulang Uji penurunan nilai harus dilakukan untuk goodwill serta goodwill yang negatif yang ada harus dikreditkan terhadap ekuitas Pada aktiva tidak berwujud (Intengible asset) jumlah beriut ini dapat digunakan sebagai nilai terpilih.Terkait dengan penggabungan usaha dan goodwill yang dihasilkan. dengan syarat terdapat pasar yang aktif untuk aktiva tersebut yaitu nilai pasar pada tanggal transaksi atau penilaian ulang pada tanggal sebelum transisi. maka : Goodwill akibat pembelian kontingen tertentu yang terjadi sebelum tanggal transisi harus dilakukan penyesuaian.

bahwa goodwill yang dihasilkan dari proses akuisisi harus dikapitalisasi dan diamortisasi secara sistematik selama periode yang tidak boleh lebih dari 20 tahun. . Standar akuntansi di Australia (Australian Accounting Standards 18). sedangkan di beberapa negara lain goodwill dapat diamortisasi dengan periode yang berbeda . dan kebanyakan negara lain melarang hal tersebut. Standar akuntansi di Amerika Serikat memperbolehkan goodwill diamortisasi dan dijadikan beban hanya jika goodwill tersebut mengalami penurunan nilai.Standar akuntansi di Inggris Raya membolehkan perusahaan menggunakan penilai untuk menentukan nilai pasar wajar atas asset tetapnya dan hal tersebut tidak boleh dilakukan di Amerika.beda. Standar akuntansi di Meksiko memperbolehkan perusahaan untuk menyesuaikan nilai persediaannya terhadap laju inflasi.