Anda di halaman 1dari 10

Wajah Membiru disertai Sesak Nafas

Arwi Wijaya
10.2012.294 / B2
arwi.wijaya@civitas.ukrida.ac.id
Falkutas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510 Telp. 021-56942061 Fax. 021-5631731
Pendahuluan
Pernapasan adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan dua proses yang berbeda
tetapi saling berhubungan: pernapasan seluler dan pernapasan mekanik. Pernapasan seluler
adalah proses di mana sel memperoleh energi melalui pemecahan molekul organik.
Pernapasan mekanik adalah proses melalui mana kebutuhan oksigen diserap dari atmosfir ke
dalam sistem vaskular darah dan proses melalui mana karbon dioksida dikeluarkan ke
atmosfir. Pernapasan mekanik terjadi di dalam sistem pernapasan.
Sistem pernapasan atau respirasi merupakan proses pengambilan O2 (oksigen) dari
atmosfer ke dalam sel-sel tubuh untuk proses metabolisme tubuh dan memproduksi serta
mengeluarkan CO2 (karbondioksida) yang dihasilkan sel-sel hasil metabolisme tubuh ke
atmosfer bersama dengan air. Sistem pernafasan mencakup paru dan sistem saluran
bercabang yang menghubungkan tempat pertukaran gas dengan lingkungan luar. Udara
digerakan melalui paru oleh suatu mekanisme ventilasi, yang terdiri atas rongga toraks, otot
interkostal, diafragma, dan komponen elastis jaringan paru. Secara fungsional, strukturstruktur tersebut membentuk bagian konduksi sistem yang tersusun atas rongga hidung,
nasofaring, laring, trakea, bronkus, dan sebagian bronkiolus yaitu bronkiolus terminalis.
Saluran bagian konduksi ini pada umumnya berifat kaku dan selalu terbuka. Proses
pertukaran gas sendiri pada paru-paru sudah mulai terjadi pada bronkiolus respiratorius dan
utamanya terjadi di alveoli. Alveoli merupakan tempat utama bagi fungsi utama paru, yaitu
pertukaran O2 dan CO2 antara udara yang dihirup dan darah, berstruktur mirip kantung yang
membentuk sebagian besar bagian paru.1
Struktur Sistem Pernapasan
Hidung (Nasal)
Hidung merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai alat pernapasan dan indra penciuman.
Berbentuk pyramid disertai dengan suatu akar dan dasar yang tersusun dari kerangka kerja
tulang pada bagian batang, kartolago hialin pada cuping hidung, jaringan fibroareolar dan
1

Dari setiap dinding lateral. maksila. Vestibulum adalah bagian paling anterior dan paling lebar di setiap rongga hidung. Kulit hidung memasuki nares yang berlanjut ke dalam vestibulum dan memiliki kelenjar keringat. spenoidalis. ethmoid. ke dalam perluasaan sebelah posterior hiatus semilunaris. Terdapat empat pasang sinus paranasalis yaitu sinus frontalis. juga terdapat glandula nasalis yang sekretnya berfungsi untuk melembabkan udara. Di dekatnya terletak lekuk tengkorak depan dan atap orbita. Conchae terdiri atas conchae nasalis superior. Derajat meluasnya sinus ke dalam tulang dahi. medius. inferior dimana meatus nasi superior. Sinus-sinus ini dilapisi oleh epitel respiratorik yang lebih tipis dengan sedikit sel goblet. 1 Sinus Paranasalis Sinus paranasalis adalah rongga yang menghubungkan tulang tengkorak dengan kavum nasi. kelenjar sabasea. ethmoidalis. Terdapat lubang hidung sebagai tempat masuk udara yaitu nares anterior (lubang hidung depan) dan nares posterior (lubang hidung belakang). Di dalam lamina propia conchae terdapat pleksus venosus yang dikenal sebagai badan pengembang (swell bodies) yang berperan untuk menghangatkan udara. terdapat tiga tonjolan bertulang disebut conchae. dan maxillaris. medius. Sementara kulit luar dipalisi oleh epitel berlapis gepeng bertanduk bersama dengan kelenjar keringat dan kelenjar sebasea. Sinus paranasalis berhubungan langsung dengan rongga hidung melalui lubang-lubang kecil.2  Sinus frontalis bermuara melalui infundibulum berbentuk corong. inferior merupakan jalan udara rongga nasal yang terletak dibawah conchae. Mukus yang dihasilkan dalam sinus ini terdorong ke dalam hidung sebagai akibat dari aktivitas sel-sel epitel bersilia. epitelnya tidak berlapis tanduk lagi dan akan beralih menjadi epitel respiratorik sebelum memasuki fossa nasalis.2 Rongga Hidung Rongga hidung kiri dan kanan terdiri atas dua struktur: vestibulum di luar dan rongga hidung (fossa nasalis) di dalam. sangat bervariasi dan biasanya sinus ini tidak simetris. Di dalam vesibulum. Rongga hidung berada didalam tengkorak yang dipisahkan oleh septum nasi oseosa. dan sfenoid tengkorak. Septum nasi membagi hidung menjadi sisi kiri dan sisi kanan rongga nasal.otot skelet. Lamina proprianya mengandung sedikit kelenjar kecil dan menyatu dengan periosteum dibawahnya. 2 . dan vibrisae yang menyaring partikel-partikel besar dari udara inspirasi. Terletak bilateral di tulang frontal.

Sinus spenoidalis bermuara dari recessus sphenopalatina rongga hidung. meluas di bawah orbita dan dasarnya dipisahkan dari akar gigi-gigi molar dan premolar oleh sebuah lempeng tulang. Osteum faringeum tuba eustachii (auditorik) menghubungkan nasofaring dengan telinga tengah. Kelompok medius (bullar) bermuara ke meatus nasi medius. Bagian posteriornya terdapat jaringan limfoid untuk membentuk tonsila faringea. sebagian besar epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. lekuk tengkorak depan  dan rongga hidung dan terpisah dari alat-alat ini oleh lamela-lamela yang setipis kertas. Ke arah caudal laringofaring dilanjutkan sebagai oesofagus. kuneiformis dan komikulata. Epitel  penyusunnya merupakan epitel bertingkat toraks bersel goblet.5 cm yang merentang dari bagian dasar tulang tengkorak sampai esofagus. Laringofaring mengelilingi mulut esofagus dan laring. Sinus maksilaris (antrum) bermuara ke dalam meatus nasi medius melalui hiatus semi lunaris. Kelompok anterior (sinus infundibular) bermuara ke dalam ductus nasolacrimalis. Kelompok posterior bermuara di meatus nasi superior. Atap sinus spenoidalis  dibentuk oleh sela tursika pada dasar tengkorak. Tersusun atas epitel berlapis gepeng tanpa  lapisan tanduk. orofaring. merupakan gerbang untuk sistem respiratorik selanjutnya. Tuba ini berfungsi untuk menyetarakan tekanan udara pada kedua sisi gendang telinga. Faring Faring merupakan tabung muskular berukuran 12. dan posterior. Faring terbagi menjadi nasofaring. Batas-batasnya adalah orbita. medius.2  Nasofaring berada di sebelah dorsal hidung dan sebelah cranial palatum molle. dan laringofaring. dimana pada orofaring terdapat tonsila palatina. Laringofaring memiliki epitel bervariasi. dipisahkan oleh sebuah sekat sagital. Laring Laring adalah saluran kaku yang pendek untuk udara antar faring dengan trakea. Sinus ethmoidalis terbagi atas sinus ethmoidalis anterior. kadang-kadang sekat ini tidak lengkap. Faring merupakan ruangan di belakang cavum nasi yang menghubungkan traktus digestivus dan traktus respiratorius. krikoid. yang semuanya dihubungkan oleh 3 . Orofaring terbentang mulai dari palatum molle sampai tepi atas epiglotis atau setinggi corpus vertebra cervical 2 dan 3 bagian atas. Dindingnya diperkuat oleh kartilago hialin berupa tiroid. aritenoid dan kartilago elastis yang lebih kecil berupa epiglotis.

Trakea menjadi relaks selama menelan untuk mempermudah phase makanan dan memungkinkan esofagus menonjol ke dalam lumen trakea. mukosa laring menjulurkan dua pasang lipatan ke lumen laring. Setelah memasuki paru. otot berkontraksi untuk menyempitkan lumen trakea dan melonggarkan materi pada pasase udara. yang sebagian besar dilapisi epitel respiratorik yang dibawahnya banyak kelenjar seromukosa. Epiglotis yang terjulur keluar dari tepian laring.20 cincin kartilago hialin berbentuk c menjaga agar lumen trakea tetap terbuka. terdapat sejumlah besar kelenjar seromukosa menghasilkan mukus encer dan di submukosa. Pada beberapa titik permukaan laringeal di epiglotis.ligamen. Jika udara dipaksa masuk di antara lipatan-lipatan tersebut. dengan lapisan elastis yaitu jaringan fibroelastis dan ligamentum anulare yang mencegah peregangan berlebih di lumen. meluas ke dalam faring dan memiliki lapisan pars lingualis dan pars laringeal. berbagai tegangan pita suara tersebut menghasilkan berbagai jenis suara. vena. Ujung terbuka dari cincin kartiago ini terdapat di permukaan posterior trakea. Di bawah epitel terdapat kelenjar campuran mukosa dan serosa di lamina propria. bronkus primer menyusur kebawah dan keluar dan membentuk tiga bronkus sekunder dalam paru kanan dan dua buah di paru kiri. pergerakan kartilago ini oleh otot rangka berperan pada produksi suara selama fonasi dan epiglotis berfungsi sebagai katup untuk mencegah masuknya makanan yang ditelan melalui trakea. trachealis) dan suatu lembar jaringan fibroelastis yang melekat pada perikondrium. dan 4 . dan pembuluh limfe. Seluruh permukaan lingual dan bagian apikal permukaan laringeal ditutupi oleh epitel berlapis gepeng. epitelnya beralih menjadi epitel bertingkat toraks bersel goblet. Selain menjaga agar jalan napas terbuka. Pada refleks batuk. yaitu plica vestibularis atau pita suara palsu. Pasangan atas.vocalis.1 Percabangan Bronkus Trakea terbagi menjadi dua bronkus primer yang memasuki paru di hilus beserta arteri. Di lamina Propria. Keseluruhan organ dikelilingi oleh lapisan adventisia. Semua struktur dan ruang di saluran napas di atas pita suara terlibat dalam memodifikasi resonansi suara. 16 .1 Trakea Trakea adalah saluran dengan panjang 12-14 cm dan dilapisi mukosa respiratorik khas. Pasangan lipatan bawah membentuk plica vokalis atau pita suara sejati. Di bawah epiglotis. Otot tersebut mengatur ketegangan setiap pita tersebut beserta ligamenya. menghadap esofagus dan dihubungkan oleh suatu berkas otot polos (m. Lipatinlipatan tersebut dilapisi oleh epitel paralel dan berkas otot rangka m.

di bagian samping dibatasi oleh otototot intercostalis externus dan internus pada rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat.  Bronkiolus sebagai jalan napas intralobular berdiameter 5 mm atau kurang. arteri.masing-masing memasok sebuah lobus paru. Antara selaput 5 . tetapi pada tepi muara alveolus. pada setiap bronkus primer bercabang-cabang dengan setiap cabang yang mengecil sehingga tercapai diameter sekitar 5 mm. Di lamina propria bronkus terdapat berkas menyilang otot polos yang tersusun spiral. Incisura ini membagi paru-paru kiri atas menjadi dua lobus yaitu lobus suprior dan lobus inferior. Lamina propria juga mengandung serat elastin dan memiliki banyak kelenjar mukosa dengan saluran yang bermuara dalam lumen bronkus. epitel bronkiolus menyatu dengan sel-sel alveolus gepeng. disebut pleura. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis. Sebagai bagian konduksi bronkiolus akan terus berjalan sampai di bronkiolus terminalis. dan nervus intercostalis juga ikut memparsarafi bagian rongga dada ini. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis). Mukosa bronkiolus respiratorius secara struktur sama dengan mukosa bronkiolus terminalis kecuali dindingnya yang diselingi banyak alveolus tempat terjadinya pertukaran gas. Pada paru-paru kiri terdapat incisura yaitu incisura obligus.4  Bronkus. epitelnya masih epitel bersilia. Bronkus tersier membentuk bronkus yang semakin kecil dengan cabang terminal yang disebut bronkiolus terminalis. Bronkus lobaris ini terus bercabang dan membentuk bronkus tersier. Paru-paru kanan memiliki dua insisura yaitu incisura obligue dan incisura interlobularis sekunder. tetapi makin memendek dan sederhana menjadi selapis silindris bersilia. Vena. Bagian bronkiolus respiratorius dilapisi oleh epitel kuboid bersilia dan sel clara. Mukosa bronkus besar secara struktur sama dengan mukosa trakea. terbentuk setelah generasi kesepuluh percabangan dan tidak memiliki kartilago maupun kelenjar dalam mukosanya. kecuali pada susunan otot polos dan kartilagonya. Bronkiolus respiratorius berfungsi sebagai daerah peralihan antara bagian konduksi dan bagian respiratorik sistem pernafasan. Paru-paru terdiri atas dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. 3 Paru-paru Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas. Pada bronkiolus yang lebih besar.3.

5 Alveolus Alveolus merupakan evaginasi mirip kantong di bronkiolus respiratorius. terutama serat elastin dan kolagen. ductus alveolaris. karena perubahan tekanan parsial CO 2 disebabkan gangguan respirasi. Paru-paru berstruktur seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan dalam yang sangat lebar untuk pertukaran gas. PH darah akan naik atau yang disebut alkalosis jika pCO 2 turun (alkalosis respiratorik primer) atau jika HCO3. yang dipendarahi oleh sejumlah besar jalinan kapiler tubuh. Dinding rongga pleura bersifat permeabel terhadap air dan zat-zat lain. pneumosit tipe 2 untuk sekresi surfaktan.7 6 .naik (alkalosis metabolik primer) (respirologi). Satu septum intreralveolar memiliki sel dan matriks ekstrasel jaringan ikat. Umumnya. setiap dinding terletak di antara dua alveolus yang bersebelahan sehingga disebut sebagai septum interalveolus. sel alveolar fagosit berupa dust cell atau sel debu dan endotel kapiler yang melapisi membran kapiler paru.Sejumlah besar matriks serat elastin dan kolagen memberikan sokongan pada duktus dan alveolusnya. Ductus alveolaris dilapisi oleh sel alveolus gepeng yang sangat halus. yaitu proses perubahan yang bersifat metabolik. Dinding sel alveolus sendiri terdiri atas pneumosit tipe 1. Pada paru-paru juga terdapat ductus alveolaris dan alveolus.40 atau di antara 7. Di lamina proprianya yang mengelilingi tepian alveolus terdapat anyaman sel otot polos. Perubahan pCO2 akan menyebabkan perubahan pH darah. berlangsung pertukaran O2 dan CO2 antara udara dan darah. Secara struktural. karena perubahan konsentrasi ion bikarbonat yang disebabkan gangguan metabolisme.6 Keseimbangan Asam Basa (Asidosis Alkalosis) Ph darah arteri normal adalah kurang lebih 7. dan sakus alveolaris.luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru.45.35 – 7.2. Dan proses perubahan yang bersifat respiratorik. Di dalam struktur mirip mangkuk ini. yang menghilang di sakus alveolaris. Struktur dinding alveolus dikhususkan untuk memudahkan dan memperlancar difusi antara lingkungan luar dan dalam. PH darah akan turun atau yang disebut asidosis jika pCO 2 naik (asidosis respiratorik primer) atau jika HCO 3turun (asidosis metabolik primer). Proses perubahan ph ada dua macam. Cairan pleura berasal dari plasma darah yang masuk secara eksudasi. alveolus menyerupai kantong kecil yang terbuka pada satu sisinya. Pada dinding alveolus terdapat lubang yang memungkinkan udara mengalir dari satu alveolus ke alveolus lain yang dikenal sebagai stigma alveolaris. Alveoli bertangung jawab atas terbentuknya struktur berongga pada paru. yang mirip dengan saran lebah.

08 unit. Jalan udara sampai ke sel dibagi menjadi 2. paru akan berusaha menciptakan keadaan hipoventilasi sehingga CO2 tertimbun dan pCO2 naik.dan HCO3-. Pada proses asidosis yang baru saja terjadi.7 Pada asidosis metabolik. Sedangkan yang mengalami pertukaran udara dengan kapiler darah.03 unit. setiap perubahan sebesar 10 mmHg akan terjadi perubahan darah sebesar 0. Sedangkan pada alkalosis metabolik.sedangkan ekspirasi +1 mmHg. perubahan pCO2 sebesar 10 mmHg hanya menurunkan pH darah sebesar 0. setiap perubahan pCO2 sebesar 10 mmHg akan menurunkan pH darah sebesar 0. menurunnya pCO 2 akan meningkatkan pH darah. akan terdapat peningkatan harga anion gap atau anion gap melampaui angka normal. Proses pernafasan dibagi menjadi 2. Sebaliknya pada alkalosis respiratorik.akan turun. dengan demikian pH akan naik kembali. Karena pCO2 naik.. Perjalanan udara berjalan dari tekanan yang tinggi ke tekanan yang rendah.turun. dari bronkiolus respiratorius sampai alveolus.3 unit pada proses kronik. Pada keadaan ini dibedakan apakah terdapat peningkatan anion gap atau tidak. Perbedaan tekanan intra alveolar saat inspirasi sebesar -1 mmHg dari udara luar. Yang merupakan ruang rugi adalah dari hidung sampai ke bronkiolus terminalis.terjadinya peningkatan anion HCO3. Anion HCO3- turun karena kehadiran anion lain. yaitu: 1 Pernafasan seluler: metabolisme intra sel yang terjadi di mitokondria termasuk konsumsi 2 okesigen dan produksi CO2 selama pengambilan energi dari molekul nutrient. Sebagai upaya kompensasi. sedangkan pada proses asidosis yang telah lama terjadi dan telah terdapat hasil upaya ginjal untuk mengompensasi. yaitu bagian yang mengalami pertukaran udara dan yang tidak (hanya merupakan saluran  ruang rugi). konsentrasi HCO3.8 7 . Karena anion HCO3. Jalan nafas atau udara dari lingkungan luar sampai terjadi pertukaran udara sampai ditingkat sel ditentukan oleh tekanan gas yang bersangkutan di tempat tempat yang dilewati.Proses asidosis respiratorik terjadi jika terdapat akumulasi CO 2 sehingga terjadi peningkatan pCO2. Kejadian ini diakibatkan oleh hilangnya ion H+. pH darah akan turun. Anion gap adalah perbedaan antara umlah muatan ion positif pada Na+ dan jumlah muatan ion negatif pada Cl.08 unit pada proses akut dan 0.7 Mekanisme Pernapasan Fungsi utama pernafasan adalah untuk menyediakan oksigen bagi sel sel tubuh dalam proses metabolik.8 Pernafasan eksternal: urutan jalan kejadian masuknya udara dari udara luar sampai ke sel tubuh. yang kemudian dihasilkan zat sisa CO 2 yang akan dikeluarkan lagi ke udara.

di darah 40 mmHg O2 masuk ke jaringan melalui 2 jalur. maka difusi akan sukar. Tekanan gas: 1 Di paru paru : . Maka O2 lebih cepat mendifusi daripada CO2 . dan ion bikarbonat (70%). Udara yang masuk ini kemudian melewati jalan nafas. Setelah CO2 sampai ke alveoli. kemudian ke eritrosit dan berikatan dengan hemoglobin. maka terjadilah proses ekspirasi. Otot diafragma dirangsang oleh n. diafragma berbentuk kubah yang luas permukaannya 250 cm2. dalam alveol gerakan molekul gas dan pencampuran gas dengan cara difusi. pectoralis mayor dan lain lain. Proses difusi berlangsung terus menerus sebab alveol selalu berisi udara sekitar 2500 ml pada ekspirasi tenang dan aliran darah di kapiler paru juga terus menerus. bentuk carbamino Hb (23%).8 Setelah sampai di alveoli.CO2 di alveoli 40 mmHg. di darah 45 mmHg 2 Di jaringan : . Sedangkan untuk inspirasi kuat dibutuhkan otot tambahan seperti sternocleidomatoideus. Phrenicus yang dapat menyebabkan pembesaran rongga dada sekitar 75% oleh diafragma. yaitu larut dalam plasma (7%). Sedangkan dalam keadaan istirahat. yaitu larut dalam plasma dan terikat dengan Hb eritrosit (98.O2 di jaringan 40 mmHg. di darah 95 mmHg . Selanjutnya fase membran terjadi bila membran respirasi tebal. terjadilah proses difusi. akibat kontraksi otot diafragma dan interkostalis eksternus. di darah 40 mmHg . akibat dari relaksasi otot inspirasi sehingga jaringan paru kembali ke kedudukan semula sesudah teregang (daya recoil). Yang pertama adalah fase gas yaitu luas penampang total saluran udara hanya sampai duktus alveolaris.5%). Tiga fase proses difusi gas antara udara alveol dan darah kapiler paru. Jadi CO2 lebih mudah larut dalam air daripada O2. kecepatan difusi bergantung kepada daya larut gas. Sedangkan CO2 di ekspirasikan dengan 3 jalur. untuk ekspirasi kuat dibantu oleh otot intercostalis internus dan otot dinding perut (abdomen).CO2 di jaringan 45 mmHg.6 Difusi terjadi akibat perbedaan tekanan parsial gas. Udara masuk ke dalam paru-paru karena adanya tekanan yang lebih rendah akibat menurunnya otot diafragma.O2 di alveoli 104 mmHg. Akan tetapi. Proses ini adalah proses pasif. sewaktu diastol ventrikel dan waktu menahan nafas difusi terus berlangsung. Yang terakhir adalah fase cairan dimana O2 mendifusi ke plasma. Saat inilah terjadi inspirasi tenang.8 8 .Perjalanan udara : Udara masuk ke hidung  faring  laring  trakea  paru kanan  bronkus kecil  bronkiolus  bronkiolus terminalis  bronkiolus respiratorius  duktus alveolaris  sakus alveolaris  alveolus.

yaitu otot inspirasi utama untuk respirasi tenang.9 Penyebab dari penumpukan hemoglobin tereduksi bisa karena peningkatan darah pembuluh vena akibat penurunan saturasi oksigen di dalam darah. kuku dan telinga. Otot diafragma.4 Sianosis Sianosis adalah suatu keadaan dimana kulit dan membrane mukosa berwarna kebiruan akibat penumpukan deoksihemoglobin pada pembuluh darah kecil pada area tersebut. M.9 Dalam skenario dikatakan bahwa laki-laki tersebut sesak dan sulit bernafas disertai wajahnya membiru saat sedang mendaki gunung. iliocostalis bawah. pada keadaan ini jumlah saturasi oksigen menurun. M. oblikus abdominis internus. M. Biasanya sianosis sentral ini terdapat pada membrane mukosa dan kulit. rektus abdominis. Sianosis biasanya paling terlihat pada bibir. M. interkostalis ekternus. Penurunan tersebut dapat diakibatkan oleh penurunan laju oksigen tanpa adanya kompensasi dari paru-paru untuk meningkatkan jumlah oksigen tersebut. M. Sianosis muncul biasanya karena kadar hemoglobin tereduksi minimal 5g/dL pada darah arteri. M. longissimus. M. Itu termasuk tipe sianosis sentral. M. scalenus medius. levator costarum. subcostalis.7 Kesimpulan 9 . M. sternocleidomastoideus. iliocostalis atas. latissimus dorsi. scalenus anterior.Otot-otot Pernapasan Otot pernafasan. otot inspirasi tambahan untuk inspirasi kuat dan otot ekspirasi tambahan untuk ekspirasi kuat. Penyebab yang lain mungkin karena pigmen yang abnormal. transversus thoracis. pectoralis minor. Mm. Otot inspirasi utama terdiri atas M. Derajat sianosis ditentukan dari derajat ketebalan kulit yang terlibat. interkostalis internus. Namun tidak semua sianosis ini disebabkan oleh peningkatnan kadar hemoglobin tereduksi. seperti methemoglobin atau sulfhemoglobin pada eritrosit. menurut kegunaannya terbagi menjadi tiga. Adanya penurunan saturasi oksigen merupakan tanda dari penurunan oksigen dalam darah. oblikus abdominis ekternus. M. M. M. Otot inspirasi tambahan terdiri atas M. M. M. seratus anterior. M. Otot ekspirasi tambahan M.sebenarnya derajat keakuratan penilaian sianosis ini sulit ditentukan karena derajat penurunan saturasi oksigen yang dapat menyebabkan sianosis berbeda pada tiap ras. M. pectoralis major. seratus posterior. scalenus posterior.

Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Jakarta : PT. Fauci AS.499-537. Mescher AL. 211-25 6. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 12 thed. h.9-17. 5. 3. 2001.h. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.h. Santoso G. Sistem pernafasan. Daftar Pustaka 1. menyanyi. 25th ed. itu dapat terjadi karena penurunan saturasi oksigen yang disertai penurunan laju oksigen sehingga akan terjadi penumpukan deoksihemoglobin pada pembuluh darah kecil yang menyebabkan wajah laki-laki tersebut membiru. Di dalam skenario diberitahukan bahwa laki-laki tersebut wajahnya kebiruan serta sulit bernapas. Histologi dasar.Sistem Respirasi berfungsi untuk menyediakan permukaan untuk pertukaran gas antara udara dan sistem aliran darah. 4. Histologi dasar Junqueira. 2008.292. Ed 2. Fisiologi manusia : dari sel ke sistem. 9. dan bentuk komunikasi lainnya.Ed 10. Sloane E. Saluran pernapasan sebagai jalur untuk keluar masuknya udara dari luar ke paru-paru. 2007. 10 .Gramedia . Sherwood L. Philadelphia: McGraw-Hill. 2009. Rodwell VW. h 51-62. Biokimia Harper. Carneiro J. 2004. Djojodibroto RD. Ed 17. Jakarta: EGC. 2.355 7. Jakarta: EGC. in: Mescher AL. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. 2009. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Anatomi dan fisiologi untuk paramedis. Pearce E. Granner DK. h. Murray RK. Mayes PA.h.h. 2003. 2006 . Respirologi. et al. 2007.266-77. 8. Selain itu ia sebagai sumber produksi suara termasuk untuk berbicara. Anatomi sistem pernafasan. Junqueira LC. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.