Anda di halaman 1dari 13

klasifikasi

Tubipora musica
Kingdom : Animalia
Phylum : Cnidaria
Class : Anthozoa
Subclass : Alcyonaria
Order : Stolonifera
Family : Tubipoidae
Genus : Tubipora
Species : Tubipora musica

Tulisanku
Minggu, 15 Desember 2013
LAPORAN AKU^.^ ( I )

LAPORAN PRAKTIKUM
AVERTEBRATA AIR
PHYLUM COELENTERATA
Oleh:
ERMA DARMAYANTI
C1K012017

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
UNIVERSITAS MATARAM
2013

Hal yang demikian agar mahasiswa. Hewan ini memiliki pola organisasi tubuh yang agak sederhana. dibandingkan dengan kelompok hewan Vertebrata. Phylum coelenterata merupakan salah satu phylum yang termasuk dalam kelompok Avertebrata yang sangat perlu untuk dipelajari. Praktikan.1 Latar Belakang Avertebrata merupakan golongan hewan yang termasuk ke dalam kelompok yang tidak mempunyai tulang belakang atau penyokong tubuh. : Asisten Praktikum. khususnya mahasiswa Perikanan memiliki pemahaman mengenai semua hal yang bekaitan dengan phylum . PENDAHULUAN 1. MUHSIN C1K010050 ERMA DARMAYANTI C1K012017 Tanggal Pengesahan : 04 April 2013 ACARA I BAB I.Halaman Pengesahan Laporan Praktikum Avertebrata Air Phylum Coelenterata ini telah selesai disusun oleh : Nama : Erma Darmayanti Nim : C1K012017 Mengetahui. Hewan syang digolongkan ke dalam kelompok Avertebrata ini sebagian atau seluruh hidupnya berada di dalam air.

Apabila dalam perairan tersebut banyak terdapat phylum ini. TINJAUAN PUSTAKA Dinding tubuh phylum coelenterata terdiri atas tiga lapisan. baik itu masalah sel yang dimiliki oleh phylum coelenterata. Melakukan identifikasi hewan avertebrata 2. Coelenterata memiliki suatu rongga yang dinamakan dengan rongga usus (Gastrovasculer). Coelenterata merupakan spesies yang memiliki arti penting. Sisa metabolisme biasanya . Coelenterata merupakan tempat hidup ikan dan biota laut lainnya sehingga hal tersebut sangat mempengaruhi budidaya yang dilakukan di suatu tempat. maka perairan tersebut pasti akan di datangi oleh biota-biota laut lainnya. Rongga tersebut digunakan sebagai ususnya dan sebuah mulut sebagai alat untuk menelan mangsanya.coelenterata. 2002). cara phylum coelenterata bereproduksi dan masih banyak lagi. karena memiliki manfaat yang sangat besar bagi manusia maupun biota laut lainnya. gastrodermis merupakan lapisan yang paling dalam dan membatasi rongga pencernaan. Sehingga hal tersebut akan memberikan dampak yang baik untuk budidaya. 1.2 Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum ini adalah : 1. serta terdapat tentakel sebagai alat penangkap mangsanya. selain itu coelenterata juga dapat di gunakan sebagai bahan kosmetik untuk melengkapi kebutuhan manusia sehari-hari. yaitu lapisan epidermis yang merupakan lapisan paling luar. termasuk ikan. fungsi dan kehidupan hewan avertebrata air BAB II. Manusia memanfaatkannya sebagai bahan makanan. Pertukaran gas terjadi secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh. Khususnya bagi biota laut lainnya yaitu di manfaatkan sebagai tempat hidup mereka. Mengetahui struktur. sebagai tempat mereka berlindung dari seranganserangan pemangsa lainnya. Mengetahui ciri-ciri hewan avertebrata air 3. Alat pernapasan dan alat ekskresi pada phylum coelenterata khususnya tidak ada. serta mesoglea yang terletak antara lapisan epidermis dan gastrodermis (Sugiarti.

yang hampir seluruhnya hidup dilautan dan kebanyakan menghuni perairan pantai sehingga menimbulkan bahaya bagi perenang (Oemardjati. 1980). Nematosista ini sering berkelompok membentuk “baterai” untuk menangkap mangsa dan melindungi hewan itu (Kasijan.dalam bentuk amonia juga dibuang secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh (Barnes.2. biasanya terdapat diperairan dangkal. Coelenterata mempunyai sel penyengat yang dinamakan nematosista (nematocyst). Polip ini umumnya hidup secara soliter atau menyendiri. 2000). karena dia melekat jadi tidak dapat bergerak bebas. METODE PRAKTIKUM 3. tetapi jumlah terbesar terdapat di tentakel. 2004). Coelenterata hidup melayang-layang di perairan ( Idun. BAB III. Sisa makanan yang tidak dicerna akan dikeluarkan melalui mulut yang juga berfungsi sebagai anus (Brotowidjoya. Phylum coelenterata kebanyakan hidup dilaut. tetapi ada pula yang membentuk koloni. Coelenterata pada salah satu kelasnya yaitu hydrozoa yang jumlahnya kurang lebih 2. Alat dan Bahan Praktikum 3. Kelas scypozoa yang memiliki jumlah species yang lebih dikenal dengan nama ubur-ubur. Nematosista terdapat hampir disekujur badannya. Coelenterata memakan zooplankton yang di lemahkan terlebih dahulu menggunakan nematosisnya yang terdapat pada tentakelnya. yang menjadi alat untuk menyerang dan mempertahankan diri. Pada fase medusa.1. makanan yang dicerna secara intraseluler didalam rongga gastrovaskuler. tanggal 02 maret 2013 di Laboratorium Perikanan Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram. 2009). Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa.700 jenis. 3. Daur hidup Coelenterata mengalami fase polip dan fase medusa. Pada fase polip hidupnya menempel di batuan perairan.2. 2009). dan melekat pada substrat.1 Alat-alat Praktikum Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah : .

2.2. 1. Disiapkan alat dan bahan praktikum Digambar masing-masing karang dn diberikan keterangan pada setiap gambar.2. 2. Untuk memperbesar suatu objek yang diamati. Fungsi Objek pengamatan Objek pengamatan Objek pengamatan Objek pengamatan 3. Acropora sp. 4. 1.1. Fungia sp . Nama Bahan Favites sp. 3.3. Untuk menggambar bagian dorsal dan ventral pada karang yang diamati 3.No. Bahan-Bahan Praktikum Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah : No. Nama Alat Bak preparat Kaca pembesar Pensil dan Kertas HVS Fungsi Untuk menampung bahan-bahan yang digunakan. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. 4. Diidentifikasikan tiap-tiap bahan praktikum Diklasifikasikan tiap-tiap bahan praktikum BAB IV. Tubifora musica Fungia sp. 3. 3. Hasil Praktikum Tabel 4. 2.1. Prosedur Praktikum Adapun langkah-langkah kerja pada praktikum ini addalah sebagai berikut : 1.

anatomi. salah satu spesies yang diamati yaitu Fungia sp. dimana Fungia sp dapat dilihat dari segi morfologi. Tubuh Fungia sp terdapat skeleton yang dibuat oleh epidermis (ektoderm) dari CaCO3 dan bentuknya seperti mangkuk. fisiologi serta hal-hal lainnya. Mulut 3. panjang tubuh sekitar 7 – 10 cm. Tubuh terbagi menjadi 3 bagian utama. Tubuh radial simetris dengan warna putih keruh. 2. tetapi ada juga yang berukuran raksasa hingga 1 meter. Septa 2.com/ coral// favide Ciri – Ciri : Seperti jamur pada umumnya Mulut menghadap ke atas Terdapat septa pada tubuhnya Berbentuk seperti mangkuk Makanannya berupa detritus 1. yaitu bagian cakram pedal atau . Dalam praktikum ini. 5. Tubuh radial simetris dengan warna tubuh putih kekuningan. Dari segi morfologi Fungia sp merupakan karang yang berbentuk seperti jamur.poppe-images. Bagian oral agak melebar seperti corong yang dihiasi dengan rangkaian tentakel.GAMBAR DORSAL KLASIFIKASI Phylum : Coelenterata Class : Antozoa Subclass : Zhoantaria Ordo : Madreporaria Family : Fungiidae Genus : Fungia Spesies : Fungia sp Nama local : Karang Jamur GAMBAR VENTRAL KETERANGAN GAMBAR 1.tentakel yang membentuk seperti daun bunga. 4. 3. Aboral GAMBAR LITERATUR http://www.

Acropora sp GAMBAR DORSAL KLASIFIKASI Phylum : Coelenterata .bagian kaki. Fungia sp tidak memilki alat eksresi khusus. sebagai tempat untuk wisata. Sedangkan kalau dilihat dari segi anatomi Fungia sp memiliki gastrovaseculer yang dimulai dengan mulut.2. Fungia sp memiliki peranan atau manfaat yang sangat penting diantaranya yaitu sebagai tempat hidupnya ikan-ikan yang banyak dibutuhkan manusia untuk pangan. Dalam proses pencernaan yaitu dilakukan secara ekstraseluler dan intraseluler. dan lain-lain. sehingga manusia dapat hidup di daerah dekat pantai. Sebagai “benteng” pelindung pantai dari kerusakan yang disebabkan oleh gelombang atau ombak laut. ikan ekor kuning. Infundibulum serta saluran-saluran lain dilapisi oleh gastrodermis. Fungia sp biasanya berkoloni dan berkembang ke samping. Letak mulut pada Fungia sp tidak langsung berhubungan kerongkongan sebelah dalam. Dalam hal pernapasan baik pemasukan O2 maupun keluar Co2 berlangsumg secara difusi osmosis secara langsung melalui semua permukaan tubunya. Gonadnya berasal dari lapisan gastrodermal. Bentuk fisiologi yang dimiliki oleh Fungia sp yaitu terdiri dari sistem reproduksi dimana Spermatozoa pada jantan dipancarkan masuk kedalam air lalu berenang – renang mencari tubuh betina. Habitat atau tempat hidup Fungia sp yaitu di air laut hangat dan jernih dengan meletakkan diri pada suatu obyek yang terdapat pada dasar laut. Saluran stomodeum itu disepanjang sisanya dilengkapi alur cincin yang bersilia disebut siphonoglyph. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan cara bertunas. 4. Dinding rongga anteron mengadakan pelipatan secara konsentris yang biasa disebut septa. Antara bagian cakram pedal dengan bagian skapus dihubungkan oleh bagian yang disebut limbus. mulut dihubungkan dengan colenteron oleh suatu saluran yang berbentuk seperti tabung yang disebut stomodeum. Sedang antara skapus dengan bagian cakram oral dihubungkan oleh bagian yang disebut collar.2. seperti ikan kerapu. bagian kolumna atau skapus atau bagian batang tubuh dan bagian cakram oral atau kapikulum. Acropora sp Tabel 4. Batas antara ektoderm dan endoderm ialah pada batas stomodeum dan infundibulum. Epitelium yang melapisi stomodeum berasal dari ektoderm. ikan baronang. Rongga coelenteron dibagi menjadi bersekat-sekat oleh enam buah septa atau mesentris sehingga terbentuklah enam ruang.

Acropora . Mulut 4. Tidak memiliki kolumela. Hidrant 2. Melekat pada substrat. Bentuk mengerak (encrusting) dan submasif jarang ditemukan. KETERANGAN GAMBAR 1. 5.com/ favidae : Anthozoa : Zhoantaria : Madreporaria : Acroporidae : Acropora : Acropora sp : Acropora. Polip hanya muncul di malam hari. 2. Batang primer 5. Memiliki dua tipe korait yaitu : axial koralit dan radial koralit.Classc Subclass Ordoc Family Genus Spesies Nama local GAMBAR VENTRAL GAMBAR LITERATUR http://www. 3. Memiliki tentakel seperti duri.poppe-images. 4. Polypnya terlihat seperti batang. Dinding koralit terpisah dengan konestum (koralit memilki dinding masing-masing). Beberapa spesies yang dikenal sebagai meja karang dan bercabang Elkhorn karang. yaitu dari morfologinya merupakan koloni yang sangat umum dijumpai dalam bentuk bercabang. Aboral Ciri – Ciri : coral 1. Memiliki mulut pada setiap polyp. Dalam praktikum ini dapat diketahui bahwa bagian-bagian dari Acropora sp. Hidupnya berkoloni Acropora sp adalah genus karang scleractinian di phylum coelenterata. Polyp 3. meja dan bersemak-semak.

Banyak Acropora tumbuh dengan cepat dan koloni individu dapat melebihi 1 meter di seberang di alam liar.Kebanyakan coklat atau hijau tetapi beberapa berwarna cerah dan mereka karang langka dihargai oleh aquarists. Polip biasanya memperpanjang lebih lanjut di malam hari saat mereka menangkap zooplankton dari air. simbiosis alga yang hidup di karang sel-sel dan menghasilkan energi untuk hewan melalui fotosintesis. Jika kondisi ideal. dan untuk menjaga kadar fosfat dan nitrat mendekati nol mungkin. alkalinitas dan tingkat kalsium. juga dapat dikultur dan tumbuh menjadi koloni baru dari hidup fragmen atau pecahan-pecahan.3. sangat penting untuk mempertahankan pH tinggi. Acropora sp merupakan koloni individu yang dikenal sebagai polip. mencegah pengikisan pantai. Peranan dari Acropora sp atau karang merupakan komponen utama pembentukan ekosistem terumbu karang. tetapi akan mendapatkan keuntungan dari penambahan berbagai jenis nabati dan zooplankton. Banyak ikan karang kecil tinggal di dekat koloni Acropora dan mundur ke dalam rumpun cabang jika terancam. Acropora sp paling umum di temukan di lingkungan terumbu dangkal dengan cahaya terang dan sedang hingga gerakan air yang tinggi. Tubivora musica Tabel 4. Tubivora musica GAMBAR DORSAL KLASIFIKASI Phylum : Coelenterata Class : Anthoza Subclass : Alcyonaria Ordo : Stolanifera Family : Tubifuridae Genus : Tubifora Spesies :Tubifora musica Nama local : Karang Suling . Ekosistem terumbu karang merupakan tempat hidup berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Tingkat pertumbuhan karang Acropora jauh lebih cepat dari pada sebagian besar karang lain. Karang ini memiliki zooxanthellae. yang sekitar 2 mm dan berbagi jaringan dan bersih saraf . tapi ketika mereka tidak terganggu sedikit menonjol.3. Polip dapat menarik kembali ke karang dalam menanggapi gerakan atau gangguan oleh predator mungkin. karang Acropora sp menerima sebagian besar kebutuhan gizi mereka dari fotosintesis. Untuk memaksimalkan tingkat pertumbuhan mereka. Karang dipantai juga sangat bermanfaat sebagai penahan ombak untuk 4.

Tubipora musica melakukan reproduksi secara seksual dan aseksual. Ada yang mencari makan dengan menggunakan tentakel seperti Tubifora musica.Adanya tabung ventrikel jalan keluar masuknya air 4. sehingga terjadi bentuk menyerupai pohon. Spicula tersusun rapat sehingga membentuk pipa yang bercabang-cabang. . dan Favites sp. Peranan atau manfaat Tubipora musica yaitu sama halnya dengan spesies lain yang termasuk dalam phylum coelenterata. yang kemampuan ini juga dimiliki oleh Acropora sp. Reproduksi seksual terjadi dengan pembuahan ovum oleh spermatozoa. Reproduksi aseksual dengan pembentukan tunas (budding).GAMBAR VENTRAL KETERANGAN GAMBAR 1.Polyp aseksual terlihat dari lubang perkembangan polypnya Dalam praktikum ini.Tabung ventrikalnya seperti suling 5. Serta sangat bermanfaat sebagai penahan ombak untuk mencegah pengikisan pantai. Lubang polyp 2. Tubipora musica juga memiliki peranan yang sama pentingnya yaitu merupakan tempat hidup berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Hanya memiliki bentuk polyp.poppe-images.Memiliki sekat yang disebut flat form favida 3. Mulut terletak datar dan dihubungkan dengan rongga pencernaan oleh bagian yang disebut stomodeum. Kemidian ada yang menyaring makanan seperti Fungia sp. Dari keempat spesies memiliki bentuk morfologi yang berbeda-beda. Tubipora musica hidup di laut dan melekat pada dasar laut. Ada pula memiliki garis lingkar tahun yaitu pada Fungia sp yang tidak dimiliki oleh ketiga spesies lainnya. Tubipora musica memiliki skeleton yang tersusun dari spicula berbahan CaCO3. tetapi juga bisa bersimbiosis dengan zooxanthellae agar bisa berfotosintesis.com/ coral/ 2. Aboral GAMBAR LITERATUR Ciri – Ciri: 1. semuanya mengandung zat kapur (CaCO3)..Berwarna merah (cerah) http://www. Flat Form 4. Tabung Ventrikal 3. spesies yang diamati yaitu Tubipora musica. Hidup berkoloni dengan cara gemmatio ke samping. Rongga pencernaan terbagi-bagi oleh adanya sekat radialis.

Berbentuk manguk terbalik 6. Memiliki techa dan koralit Favites sp merupakan salah satu spesies yang diamati dalam praktikum kali ini. Favites sp GAMBAR DORSAL KLASIFIKASI Phylum : Coelenterata Class : Anthozoa Subclass : Zhoantaria Ord : Madreporaria Family : Funidae Genus : Favites Spesies : Favites sp Nama local : Favites GAMBAR VENTRAL KETERANGAN GAMBAR 1.4. Aboral GAMBAR LITERATUR Ciri – ciri : 1. Menempel pada substrat. Pada hewan ini berwarna hitam dengan duri yang hampir sama dengan warna tubuhnya. 5. setengah bulat. Pada ossiculum ada suatu tuber culum dengan spina bersendi yang dapat digerakkan. Bentuk tubuh atau badannya bulat. Septa 4. coral/ favida 4. Memiliki sekat (septa). Techa 2. Favites sp Tabel 4. . Skeleton terdiri atas 10 pasang baris laminae meridionales yang tersusun deret-deret rapat dari satu ujung ke sisi ujung yang lain. Koralit 3. Rangka luar dari kapur.com/ 3.4. Mulut 5. 2.4. Hampir menyerupai lingkaran (bola). karena merupakan phylum dari coelenterata. http://www.poppe-images.

dari laut yang dangkal sampai yang dalam. Favites sp. Biasanya bersembunyi dalam batu-batu. tabung telapak dengan ampula.2. yaitu Hydrozoa. Hewan yang termasuk dalam kelas Hydrozoa contohnya Hydrid. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari hasil praktikum yang tela dilakukan adalah sebagai berikut : 1. 2. Pada phylum coelenterata memiliki dinding tubuh yang terdiri dari dua lapis sel. DAFTAR PUSTAKA . Fhylum coelenterate dibagi menjadi tiga kelas. serta contoh hewan pada Anthozoa yaitu Tubifora musica. Anthozoa. Peranan atau manfaatnya yaitu sama halnya dengan jenis-jenis karang yang lainnya. selain itu juga terdapat mulut yang dilengkapi dengan 5 buah gigi dari mulut diteruskan ke esophagus dan berlanjut ke lambung yang berlobus. Acropora sp. (gastrovasculer) yang berfungsi untuk pencernaan. Scyphozoa.Pada hewan ini terdapat pembuluh sirkular. serta mesoglea yaitu yang terletak diantara epidermis dan gastrodermis. PENUTUP 5. Gerakannya tidak begitu aktif mencakup dengan gerakan duri-duri dan tabung-tabung telapak sisi oral. Lalu ususs berbalik arah dan berakhir sebagai rectum dari esophagus mulai dari sebuah siphon ytang berada dalam dinding lambung dan terus ke posterior. dan contoh hewan yang termasuk dalam kelas Scyphozoa yaitu ubur-ubur. Daur hidup pada phylum coelenterata yaitu polip dan medusa. Habitat Favites sp yaitu dalam air laut. Saran Menyediakan tempat atau kondisi yang nyaman akan memberikan pengaruh terhadap pemahaman materi yang disampaikan dalam melakukan praktikum.1. tetapi ada juga yang bersembunyi di dalam batuan karang. yakni bagian luar yang dinamakan epidermis (ectoderm) dan bagian dalam yang dinamakan gastrodermis (endoderm). Coelenterata merupakan hewan avertebrata air yang memiliki rongga sehingga semua hewan yang termasuk dalam phylum coelenterate memiliki suatu rongga yang dinamakan rongga usus 3. 5. BAB V.

Zoologi Dasar. Zoologi Invertebrata. Djambatan. Avertebrata Air Jilid 1. Brotowidjoyo. Diposkan oleh Erma Darmayanti di 05. Swignyo. Idun. Endang. 1980. 2002. Jakarta Oemardjati.^ ( I ) Mengenai Saya Erma Darmayanti Lihat profil lengkapku Template Watermark. 2004. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Kasijan. R. Biologi. Sri. Universitas Indonesia.54 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Tidak ada komentar: Poskan Komentar Poskan Komentar Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Arsip Blog  ▼ 2013 (1) o ▼ Desember (1)  LAPORAN AKU^. 2009.B. Jakarta. Piladelfia. .D.Jakarta. Jakarta : Penebar Swadaya. 2009. 2000. Saunders Company. S.Barnes. Diberdayakan oleh Blogger.B. Biologi Laut. Erlangga. Sugiarti. Taksonomi Avertebrata. W.