Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN RENCANA PRAKTIKUM

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN II

Nama : FAJAR STYAWAN
Nim

: DBC 114 052

Kelas : I
Modul : I (Dasar Pemrograman Berorientasi Objek)

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2015

tidak dapat diakses dari luar (enkapsulasi). Kelas didefinisikan dengan keyword class. masalah akan dibagi menjadi fungsi-fungsi yang lebih kecil. Methods merupakan fungsi yang mengakses status internal sebuah objek dan biasanya merupakan “member functions” pada C++. Attributes merupakan data yang menggambarkan status internal sebuah objek dan biasanya merupakan “member variables” pada C++. TUJUAN Setelah menyelesaikan modul ini. dan juga sebagai “state”. sedangkan pada pemrograman berorientasi objek (PBO) setiap masalah diselesaikan dengan cara dibagi ke dalam objek–objek. dapat diakses dari luar. dan Member functions yaitu Methods yang dipanggil sebagai response terhadap pesan. Berikut ini merupakan gambaran mengenai objek. Fungsi Constructor dipanggil saat membuat objek dari kelas dan tidak memiliki tipe balikan. DASAR TEORI Perbedaan pemrograman tradisional dan berorientasi objek adalah pada cara menelesaikan suatu permasalahan. II. mahasiswa diharapkan mampu:  Memahami dasar-dasar pemrograman berorientasi obyek  Memahami enkapsulasi  membuat kelas dan objek II. Mode Akses akses yang ada pada kelas ada tiga yaitu private yang merupakan default mode akses dan dapat diakses oleh member functions. Pada pemrograman tradisional dalam memecahkan suatu masalah.MODUL I DASAR PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK I. dan disebut juga “behavior”. Pada PBO dilakukan pembungkusan data (attributes) dan fungsi (behavior) ke paket yang disebut kelas. public 2 yang dapat diakses oleh setiap Accessible fungsi dalam program. Kelas (Class) terdiri dari model objek yang memiliki atribut (data members) dan Behaviors (member functions). Fungsi Constructor merupakan member function khusus yang menginisialisasi data members dan memiliki nama yang sama dengan nama kelas. dan protected yang biasanya digunakan untuk pewarisan . memanipulasi atribut. .

void mengubahGir(int). putaran = p.h> class Sepeda { public: Sepeda(int. void tampilInfo(). int gir. int g) { kecepatan = k. LANGKAH KERJA 1. Berikut ini merupakan format dari member functions. Buatlah program seperti di bawah ini! #include<iostream. void mengerem(). }. NilaiBalikan NamaKelas::NamaFungsi( ){ … } Member functions yang didefinisikan di dalam kelas tidak membutuhkan scope resolution operator dan nama kelas III. int. int putaran. } . private: int kecepatan. int).h> #include<conio. gir = g. void mengubahPutaran(int). int p.Member functions yang didefinisikan di luar kelas dilakukan dengan menggunakan binary scope resolution operator (::) yang berfungsi untuk “mengikat” nama fungsi ke nama kelas dan mengindentifikasi fungsi dari suatu kelas tertentu. Sepeda::Sepeda(int k.

} int main() { Sepeda sepeda1(10. sepeda3(35. } 2.h> .tampilInfo().tampilInfo().void Sepeda::mengubahPutaran(int p) { putaran = p.tampilInfo(). } void Sepeda::tampilInfo() { cout<< "Gir : " << gir << endl << "Kecepatan : " <<kecepatan<< endl << "Putaran : " << putaran << endl. sepeda3.5).. } void Sepeda::mengubahGir(int g) { gir = g." . getch().80. sepeda2(4.60.12.3). } void Sepeda::mengerem() 3 { cout<< "Kecepatan dan putaran berkurang . sepeda1..1). return 0. Buatlah program seperti di bawah ini! #include<iostream. sepeda2.

second = ( s >= 0 && s < 60 ) ? s : 0.h> class Time { public: Time(). void printUniversal(). int minute. minute = ( m >= 0 && m < 60 ) ? m : 0. } void Time::printStandard() { cout << ( ( hour == 0 || hour == 12 ) ? 12 : hour % 12 ) .#include<iomanip. int second.h> #include<conio. int m. void printStandard(). int ). } void Time::printUniversal() { cout<< setfill( '0' ) << setw( 2 ) << hour << ":" <<setw( 2 ) << minute << ":" <<setw( 2 ) << second. int s ) { hour = ( h >= 0 && h < 24 ) ? h : 0. void setTime( int. }. int. } void Time::setTime( int h. Time::Time() { hour = minute = second = 0. private: int hour.

return 0. getch().printUniversal(). t. cout<< "\nStandard time: ". cout<< "The initial universal time is ". t. t. t. } int main() { Time t.printStandard().printUniversal(). cout<< "\nThe initial standard time is ".printUniversal(). 27.printStandard(). cout<< endl. t. dan K = (2 x panjang) + (2 x lebar) + (2 x tinggi). cout<< "\n\nAfter attempting invalid settings:" << "\nUniversal time: ". dengan rumus V = panjang x lebar x tinggi. } 3. t. 6 ).printStandard(). t.setTime( 99.4 << ":" <<setfill( '0' ) << setw( 2 ) << minute << ":" <<setw( 2 ) << second <<( hour< 12 ? " AM" : " PM" ). 99 ).setTime( 13. 99. Buatlah sebuah program untuk menghitung volume dan keliling sebuah kotak. t. cout<< "\nStandard time after setTime is ". Program tersebut harus memiliki setidaknya 1 . cout<< "\n\nUniversal time after setTime is ".

(satu) buah Class dan 1 (satu) buah Constructor. III. .