Anda di halaman 1dari 2

Nama : Seruni Wahidiniawati

NIM : 1137040063
Pada percobaan kali ini dilakukan penentuan kalsium karbonat pada kulit telur dengan
menggunakan metode titrasi kompleksometri. Titrasi kompleksometri yaitu titrasi
berdasarkan pembentukan persenyawaan kompleks (ion kompleks atau garam yang sukar
mengion), kompleksometri merupakan jenis titrasi dimana titran dan titrat saling
mengkompleks membentuk hasil berupa kompleks. Syarat terbentuknya kompleks adalah
tingkat kelarutan yang tinggi. Sebagian besar titrasi kompleksometri mempergunakan
indikator yang juga bertindak sebagai pengompleks, kompleks logam biasanya memiliki
warna yang berbeda dengan pengompleksnya sendiri, indikator demikian disebut indikator
metalokromat. Kalsium karbonat berupa serbuk, putih, tidak berbau, tidak berasa, stabil di
udara. Penentuan kalsiumkarbonat diawali dengan pembakuan EDTA. EDTA bukan standar
primer, oleh karena itu larutan EDTA dibakukan dengan larutan ion Mg 2+. Pada pembakuan
ini padatan MgSO4.7H2O ditimbang sebanyak 0,6 gram kemudian dilarutkan dalam labu
takar 250 mL kemudian dipipet 25 mL dan dimasukan ke dalam labu titrasi kemudian
ditambah larutan buffer pH 10. Pembakuan ini dilakukan pada pH 10 karena larutan ini
berada pada kondisi basa. Indikator yang digunakan adalah EBT ( Erio Chrom Black.T)
penggunaan indikator ini karena EBT optimal pada pH 5-11 dan apabila EBT ditambah
larutan ion yang mengandung magnesium maka akan mengubah warna larutan dari merah
muda menjadi biru yang digunakan sebagai titik akhir titrasi. Kemudian larutan MgSO4
dititrasi dengan EDTA dengan warna titik akhir titrasi biru. Volume rata rata EDTA yang
digunakan adalah 23,15 mL. Berdasarkan perhitungan, diketahui konsentrasi EDTA yaitu
0,0108 N. Reaksi yang terjadi pada saat penambakuan EDTA yaitu:
Mg2+ (aq) + HO- MgO- (aq) + H+ (aq)
Mg (aq) + H2Y2- (aq) MgY2- (aq) + 2H+ (aq)
MgO- (aq) + H2Y2- (aq) MgY2- (aq) + HO2+ + H+ (aq)
Praktikum kedua dilakukan penentuan kandungan kalsium karbonat yang ada pada
kulit telur. Kulit telur yang digunakan adalah kulit telur ayam. Yang pertama dilakukan adalah
preparasi sampel. Kulit telur dibersihkan agar terpisah dari membran nya, kemudian kulit
telur di oven pada suhu 105 C, tujuan dari pengovenan yaitu agar kulit telur mudah untuk
digerus. Kemudia kulit telur di gerus sampai halus, tujuan penggerusan ini agar kulit telur
menjadi partikel partikel yang kecil sehingga mudah untuk di larutkan. Kemudian sampel
ditimbang sebanyak 3 gram, ditambah aqua DM dan 50 mL HCl 6M, larutan HCl digunakan
sebagai pelarut karena kalsium larut dalam asam, hal ini di tandai dengan terbentuknya
gelembung gas pada saat pelarutan kulit telur menggunakan HCl. Kemudian larutan disaring
tujuan penyaringan agar larutan terpisah dari pengotor. Kemudian larutan di encerkan dalam
labu takar 250 mL, lalu dipipet 25 mL pada labu takar 100 mL dan diencerkan kembali.
Pengenceran ini bertujuan agar larutan mempunyai kelarutan yang tinggi. Setelah diencerkan,
larutan kemudian di pipet 5 mL ke labu titrasi dan ditambahkan 2 mL NaOH 4M.
Penambahan NaOH bertujuan sebagai pembuat suasana basa NaOH dan juga sebagai penetral
sampel yang telah dilarutkan oleh HCl. Kemudian di tambah indikator murexid karena
indikator ini akan mengkompleks ion Ca menjadi CaIn. Setelah ditambahkan indikator

menjadi warna ungu dan setelah dititrasi dengan EDTA berubah warna menjadi biru yang
menandakan sebagai titik akhir titrasi. Reaksi yang terjadi adalah:
Ca2+(aq) + H2Y2-(aq) CaY2-(s) + 2H+ (aq)
Berdasarkan praktikum, volume EDTA rata rata yang digunakan adalah 8,85 mL.
Setelah dilakukan perhitungan, didapatkan kadar CaCO3 dalam kulit telur yaitu 1,416 %.
Pada praktikum kemungkinan terjadi kesalahan sehingga hasil yang didapat kurang akurat.
Kesalahan bisa terjadi pada saat titrasi atau pada saat pembacaan buret dan penentuan warna
akhir titrasi.

Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:

Diketahui kadar kalsium karbonat pada kulit telur yaitu 1,416 % dalam 5 mL sampel
Diketahui konsentrasi EDTA yaitu 0,0108 N

Daftar Pustaka
Day.Jr .RA dan Underwood. 2001. Analisis Kuantitatif. Jakarta: Erlangga
Harnanto, Ari. 2003. Kimia Analitik jilid 3. Jakarta: Setia Aji
Harjadi, W. 1993. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta: Gramedia Pustaka
S.M, Khopkar. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: Universitas Indonesia
Soedarmadji, slamet. 1990. Teknik Analisis. Yogyakarta: Liberty
G, svehla. 1985. Buku Teks Kuantitatif Makro dan Mikro. Jakarta: Kalman Media Pustaka
Tim laboraturium kimia analitik II. 2015. Modul Praktikum Kimia Analitik II. Bandung:
UIN Sunan Gunung Djati