Anda di halaman 1dari 24

BAB II

SERAT OPTIK

2.1 Umum

Pada tahun 1880 Alexander Graham Bell menciptakan sebuah sistem
komunikasi cahaya yang disebut photo-phone dengan menggunakan cahaya matahari
yang dipantulkan dari sebuah cermin suara-termodulasi tipis untuk membawa
percakapan, pada penerima cahaya matahari termodulasi mengenai sebuah fotokondukting sel-selenium, yang merubahnya menjadi arus listrik, sebuah penerima
telepon melengkapi sistem. Photophone tidak pernah mencapai sukses komersial,
walaupun sistem tersebut bekerja cukup baik.
Penerobosan besar yang membawa pada teknologi komunikasi serat optik
dengan kapasitas tinggi adalah penemuan Laser pada tahun 1960, namun pada tahun
tersebut kunci utama di dalam sistem serat praktis belum ditemukan yaitu serat yang
efisien. Baru pada tahun 1970 serat dengan loss yang rendah dikembangkan dan
komunikasi serat optik menjadi praktis. Serat optik yang digunakan berbentuk
silinder seperti kawat pada umumnya, terdiri dari inti serat (core) yang dibungkus
oleh kulit (cladding) dan keduanya dilindungi oleh jaket pelindung (buffer coating).
Ini terjadi hanya 100 tahun setelah John Tyndall, seorang fisikawan Inggris,
mendemonstrasikan kepada Royal Society bahwa cahaya dapat dipandu sepanjang
kurva aliran air. Dipandunya cahaya oleh sebuah serat optik dan oleh aliran air adalah
peristiwa dari fenomena yang sama yaitu total internal reflection.
5
Universitas Sumatera Utara

Teknologi serat optik selalu berhadapan dengan masalah bagaimana caranya
agar lebih banyak informasi yang dapat dibawa, lebih cepat dan lebih jauh
penyampaiannya dengan tingkat kesalahan yang sekecil-kecilnya. Informasi yang
dibawa berupa sinyal digital, digunakan besaran kapasitas transmisi diukur dalam 1
Gb.km/s yang artinya 1 milyar bit dapat disampaikan tiap detik melalui jarak 1 km.
Berikut adalah beberapa tahap sejarah perkembangan teknologi serat optik:
1. Generasi Petama ( mulai tahun 1970)
2. Sistem masih sederhana dan menjadi dasar bagi sistem generasi berikutnya terdiri
dari :
a. Encoding: Mengubah input (misal suara) menjadi sinyal listrik.
b. Transmitter: Mengubah sinyal listrik menjadi gelombang cahaya
termodulasi, berupa LED dengan panjang gelombang 0, 87 μm.
c. Serat Silica: Sebagai pengantar gelombang cahaya.
d. Repeater: Sebagai penguat gelombang cahaya yang melemah di jalan.
e. Receiver: Mengubah gelombang cahaya termodulasi menjadi sinyal listrik,
berupa foto-detektor.
f. Decoding: Mengubah sinyal listrik menjadi ouput (misal suara).
3. Repeater bekerja dengan merubah gelombang cahaya menjadi sinyal listrik
kemudian diperkuat secara elektronik dan diubah kembali menjadi gelombang
cahaya.
4. Pada tahun 1978 dapat mencapai kapasitas transmisi 10 Gb.km/s.

6
Universitas Sumatera Utara

2. Terbuat dari kaca (glass) yang berdiameter antara 2μm-125μm.2. Cladding merupakan selubung dari core. Inti (core) Bagian yang paling utama dinamakan bagian inti (core). Cladding Cladding berfungsi sebagai cermin yaitu memantulkan cahaya agar dapat merambat ke ujung lainnya.1 Struktur Dasar Kabel Serat Optik Struktur serat optik terdiri dari[1]: 1. Dengan adanya cladding ini cahaya dapat merambat dalam core serat optik. Diameter cladding antara 5μm-250μm. dalam hal ini tergantung dari jenis serat optiknya. dimana gelombang cahaya yang dikirimkan akan merambat dan mempunyai indeks bias lebih besar dari lapisan kedua. Gambar 2.2 Struktur Dasar Kabel Serat Optik Serat optik terbuat dari bahan dielektrik yang berbentuk seperti kaca (glass). Di dalam serat inilah energi listrik diubah menjadi cahaya yang akan ditransmisikan sehingga dapat diterima di ujung unit penerima (receiver) melalui transducer.1 dapat dilihat struktur dasar kabel serat optik[1]. hubungan indeks bias antara core dan cladding akan 7 Universitas Sumatera Utara . Pada Gambar 2. Cladding terbuat dari bahan gelas dengan indeks bias yang lebih kecil dari core.

yaitu single-mode fibers dan multi-mode fibers. Pada Gambar 2. 1490 nm dan 1550 nm. Serat ini sering dipakai dalam pesawat telepon dan TV (televisi) kabel. Jenis serat ini digunakan untuk mentransmisikan satu sinyal dalam setiap serat. 3. Single-mode Fibers Single-mode Fibers mempunyai inti sangat kecil (yang memiliki diameter sekitar 9x10-6 meter atau 9 mikro meter).3 Jenis-jenis Serat Optik Berdasarkan keperluan yang berbeda-beda. 1. pada Gambar 2. 8 Universitas Sumatera Utara . Berfungsi untuk melindungi serat optik dari kerusakan.2 dapat dilihat bagaimana perambatan gelombang terjadi pada sistem single-mode fibers[1]. SMF (single-mode fibers) bekerja oleh light source laser diode yang berfungsi menkonversi sinyal elektrik menjadi sinyal cahaya. (yaitu mempengaruhi besarnya sudut kritis).2 dapat dilihat perambatan gelombang cahaya pada Singel-mode Fibers. 2. LD cocok digunakan untuk aplikasi jarak jauh beserta data rates yang tinggi. maka serat optik dibuat dalam dua jenis utama yang berbeda. Jaket (coating) Coating berfungsi sebagai pelindung mekanis pada serat optik dan identitas kode warna terbuat dari bahan plastik.mempengaruhi perambatan cahaya pada core. serta diaplikasikan pada panjang gelombang 1310 nm.

Gambar 2.3 dapat dilihat bagaimana perambatan gelombang terjadi pada sistem multi-mode fibers[1]. Serat ini digunakan untuk mentransmisikan banyak sinyal dalam setiap serat dan sering digunakan pada jaringan komputer dan Local Area Networks (LAN).5 mikro meter) dan mentransmisikan cahaya inframerah (panjang gelombang 850-1300 nm) dari lampu light-emitting diodes (LED) dan pada Gambar 2.35x10-5 meter atau 63.2 Perambatan Gelombang pada Single-mode Fibers 2. yaitu: 9 Universitas Sumatera Utara .Gambar 2.3 Perambatan Gelombang pada Multi-mode Fibers Multi-mode Fibers di kelompokkan menjadi dua. Multi-mode Fibers Multi-mode Fibers mempunyai ukuran inti lebih besar (berdiameter sekitar 6.

Gambar 2. b)Multi-mode Step Index Fibers 10 Universitas Sumatera Utara . cahaya merambat karena difraksi yang terjadi pada core sehingga rambatan cahaya sejajar dengan sumbu serat.4 dapat dilihat bagaimana perambatan gelombang terjadi pada sistem multi-mode graded index fibers[1]. Dan dibuat dari bahan silica glass dengan harga yang lebih mahal dari serat optik multi-mode step index fibers karena proses pembuatannya lebih sulit[1].a) Multi-mode Graded Index Fibers Pada jenis serat optik ini. core multi-mode graded index fibers terdiri dari sejumlah lapisan gelas yang memiliki indeks bias yang berbeda. Akibatnya dispersi waktu berbagai mode cahaya yang merambat berkurang sehingga cahaya akan tiba pada waktu yang bersamaan. Pada Gambar 2. Memiliki ukuran diameter core antara 30-60 μm. lebih kecil dari multi-mode step index fibers. indeks bias tertinggi terdapat pada pusat core dan berangsur-angsur turun sampai ke batas core-cladding. Dispersi minimum sehingga baik jika digunakan untuk jarak menengah.4 Perambatan Gelombang pada Multi-mode Graded Index Fibers Pada multi-mode graded index fibers ini.

5. Atenuasi pada saat pengiriman tetap besar. Pada serat optik ini terjadi perubahan indeks bias dengan segera atau lazim dimana dengan diameter core yang besar digunakan untuk menikkan efisiensi coupling pada sumber cahaya yang tidak koheren seperti LED.Serat optik ini pada dasarnya mempunyai diameter core yang besarnya 50 400 µm dan diameter cladding sebesar 125-500 µm. sehingga hanya baik digunakan untuk menyalurkan data dengan kecepatan rendah dan jarak dekat[1].4 Sistem Relay Serat Optik Sistem relay serat optik terdiri dari transmitter (membuat dan menulis dalam sandi sinyal cahaya). Gambar 2.5 Prinsip Kerja Serat Optik Multi-mode Step Index Fibers 2. regenerator optik (diperlukan untuk menaikkan sinyal jika serat digunakan pada jarak yang jauh) dan receiver optik (menerima dan menguraikan sandi sinyal cahaya)[4]. serat optik (menghubungkan sinyal cahaya). 11 Universitas Sumatera Utara . terlihat seperti pada Gambar 2.

Konektor juga harus dapat dipasang dan dilepas dengan mudah dari peralatan.2 Konektor Konektor adalah peralatan mekanik yang ditempatkan di ujung akhir kabel serat optik.1 Transmitter Transmitter berfungsi untuk menerima dan mengarahkan cahaya melalui peralatan optikal kemudian dirubah ke dalam rangkaian yang benar. receiver. Bergantung pada kealamian sinyal. Dengan fitur ini konektor menjadi berbeda dengan sambungan (splice)[4]. Konektor dapat dibongkar-pasang.4. di mana sebagian 12 Universitas Sumatera Utara . Peralatan yang paling sering digunakan sebagai sumber cahaya transmitter adalah Light Emitting Diode (LED) dan Laser Diode (LD)[4]. Secara fisik transmitter mirip dengan serat optik dan biasanya mempunyai lensa untuk memfokuskan cahaya ke dalam serat. Pada transmitter menyediakan informasi cahaya penjuru (bearing light) dari kabel serat optik melalui konektor.2. Konektor harus mengarahkan dan mengumpulkan cahaya.4. Pada dasarnya transmitter mengubah input sinyal listrik ke dalam modulasi cahaya untuk transmisi serat optik. konektor harus menghilangkan efek-efek pergeseran sudut dan lateral dan juga menjaga bahwa kedua ujung fiber akan saling menutup dengan sempurna. Untuk memastikan didapatkannya rugi yang rendah. sumber cahaya. 2. hasil cahaya termodulasi mungkin akan berjalan on-off atau linier dengan intensitas bervariasi. Bermacam-macam rancangan telah digunakan untuk membuat konektor-konektor semacam ini. Hal ini merupakan titik kunci. atau kerangka mesin.

Konektor ini mengistimewakan 13 Universitas Sumatera Utara . Konektor menandai sebuah tempat dalam sambungan data serat optik setempat dimana daya sinyal dapat hilang dan BER (Bit Error Rate) atau keandalan dapat dipengaruhi oleh koneksi mekanik. menanggapi pancaran sumber optik transmitter dan detector optic receiver. aslinya didesain oleh Nippon Electric Corp. Bionik. salah satu jenis konektor yang paling awal digunakan dalam sambungan data serat optik. 2. D4. Dengan konektor ini. Konektor jenis ini sekarang jarang digunakan. Konektor optik merupakan salah satu perlengkapan kabel serat optik yang berfungsi sebagai penghubung serat[4]. Konektor ini menawarkan penempatan yang sangat tepat untuk kabel single-mode fibers.0 mm. Konektor yang digunakan dengan kabel serat optik kaca[4]: 1. tutup tepat di atas landasannya. Ketika steker ini dimasukkan ke dalam akhir tirus stop kontak berarti menempatkan kabel serat optik dalam posisi tepat. digunakan untuk kabel single-mode fibers. Perbedaan utamanya adalah diameter landasan 2. sisanya terpandu cincin dan memutar masuk ke dalam selongsong tergulung untuk menjamin koneksi. Konektor bionik memiliki selongsong tirus (tapered sleeve) yang merupakan harga mati untuk kabel serat optik. penguncian dan penyelesaian PC (Physical Contact) nya. Konektor ini mirip dengan konektor listrik dalam hal fungsi dan tampilan luar tetapi konektor pada serat optik memiliki ketelitian yang lebih tinggi.adalah lebih berhasil dari pada yang lain. FC/PC. 3. konektor ini sangat mirip dengan konektor FC (Fiber Connector) dalam hal berkas pemasangannya.

ST. Konektor ini mengistimewakan tutup tergulung dan perumahan. 5. Ada dua versi konektor ini.posisi yang dapat dilokasikan derajatnya dan sebuah stop kontak tergulung. Meskipun demikian beberapa penjualan (vendor) menawarkan penyambungan yang dapat terhubung secara tidak permanen sehingga 14 Universitas Sumatera Utara . pendahulu konektor ST (Straight Tip). 2. SMA. suatu jenis bayonet terkunci mirip dengan konektor BNC (Bayonet Neil Concelmen). Konektor ini digunakan baik untuk kabel single-mode fibers maupun multi-mode fibers. Kedua konektor ini terkunci dan memuat pegas serta dapat ditarik dan diputar.3 Penyambungan (Splicing) Sambungan (splice) adalah peralatan untuk menghubungkan satu kabel sarat optik dengan yang lainnya secara permanen. konektor ini digunakan secara eksklusif untuk kabel serat optik guna menekan harga dan mempermudah penerapannya. Sering digunakan pada penerapan dengan tanpa penggosokan atau epoxy (sambungan dari suatu komposisi dengan satu oksigen dan dua atom karbon dalam ikatan segitiga). Konektor ini dapat ditarik dan didorong dengan tab pengunci. yaitu ST dan ST2. 4.4. 6. Splice merupakan perlengkapan tetap yang menyambung konektor. Metode penempatannya juga mudah. Konektor ini digunakan secara luas karena mempunyai kemampuan yang baik dalam hal memasukkan maupun mengeluarkannya dari kabel serat optik dengan cepat dan mudah. Konektor Kabel Serat Optik.

dan secara harfiah sebagai titik perantara antara transmitter dan receiver[4]. Dua sambungan tembaga dapat digabungkan dengan solder atau dengan konektor yang mempunyai kerut atau terpatri ke kawat. tetapi tidak ada yang cukup panjang untuk memuaskan permintaan panjang sambungan. pengawatan tertutup. penginstalan sambungan 10 km dapat dikerjakan dengan beberapa sambungan bersama. syarat untuk sambungan serat optik dan sambungan kawat sangat berbeda. Pada pandangan pertama akan terpikir bahwa penyambungan dua kabel secara serat optik bersama adalah seperti menghubungkan dua kawat.dapat diputus untuk perbaikan atau penyusunan kembali. Penginstal akan puas atas keperluan jarak dan tidak perlu membeli kabel serat optik yang baru. Hal ini diminta sehingga semua cahaya yang berdekatan dipasangkan dari satu kabel serat 15 Universitas Sumatera Utara . Penginstal jaringan kerja mungkin mempunyai penemuan inventaris beberapa kabel serat optik. Kabel serat optik mungkin mempunyai sambungan bersama untuk sejumlah alasan. pemasang. Padahal. Hal ini terjadi karena pabrik kabel hanya menawarkan kabel dengan panjang terbatas.Istilah sambungan ini dapat membingungkan[4]. Tujuannya adalah untuk menciptakan kontak mendalam antara dua titik kontak untuk mendapatkan sedikit garis hambatan melintas persimpangan.Biasanya 1 km sampai 6 km. Di pihak lain. Splice diminta pada pintu masuk dalam bangunan. Salah satunya adalah untuk mendapatkan sambungan panjang partikular. menghubungakan dua kabel serat optik memerlukan penjajaran yang tepat untuk pasangan inti serat atau titik di dalam kabel single-mode fibers.

4 Receiver Optical receiver (penerima optik) seperti pelaut di dek kapal penerima sinyal.2 dB. Untuk alasan ini maka penting dilakukan untuk hanya menggunakan ukuran serat yang sesuai dengan sistem yang diberikan.optik melintasi persimpangan ke kabel serat optik lainnya. Pada dasarnya receiver optik mengubah modulasi cahaya yang datang dari serat optik kembali ke bentuk asalnya.05 dB. Karena jumlah cahaya pada serat optik sangat kecil. Receiver menggunakan fotosel fotodioda untuk mendeteksi cahaya. 16 Universitas Sumatera Utara . memerlukan sedikit atau tanpa peralatan dan menawarkan kerugian sekitar 0. 2. Oleh karena itu receiver optik dapat dengan mudah diisi kembali. menguraikannya dan mengirim sinyal listrik ke komputer lain. Teknik ini memerlukan biaya tinggi. Receiver optik berfungsi mengambil sinyal cahaya digital yang masuk.Teknik ini lebih mudah diterapkan di lapangan. televisi atau telepon. menggunakan pancaran listrik untuk mematri dua kabel serat optik bersama-sama. Kebutuhan akan ketepatan penjajaran menciptakan tantangan bagi desainer sambungan. Teknik ini memerlukan orang yang ahli dan berpengalaman karena penjajaran kabel serat optik membutuhkan komputer terkontrol untuk mencapai kerugian sesedikit mungkin yaitu 0. Ada dua jenis prinsip sambungan[4]: 1. Sambungan Fusi. 2. Sambungan Mekanik. semuanya menggunakan elemen biasa. receiver optik biasanya menggunakan penguat internal yang tinggi.4.

5 cm. Dalam kasus ini. Meskipun begitu. dapat melewatkan cahaya dengan bebas. 17 Universitas Sumatera Utara . “Ketidaksesuaian” receiver baru dipertimbangkan jika ada cukup banyak kehilangan dalam serat dengan tambahan 5-10 dB pasangan cahaya ke dalam serat multi-mode fibers hanya digunakan untuk memberikan kesempatan untuk mencapai operasi yang pantas. Begitu juga jika pasangan transmitter/receiver yang didesain untuk multimode fibers digunakan pada single-mode fibers maka tidak cukup cahaya yang dapat mencapai receiver.4. Inti serat optik terbuat dari kaca sangat murni yang memiliki sedikit kerugian. cahaya yang melewati pinggiran dan masuk ke kaca.5 Konsep Kerugian dalam Serat Optik Kerugian di sini terjadi karena cahaya berjalan melewati serat. 2. melewati beberapa centimeter. Hasil keluaran terlalu banyak atau tidak ada sinyal sama sekali.Sebagai contoh. Kaca jendela yang bening. memiliki ketebalan 0. ini merupakan kasus yang ekstrim dan tidak normal[4]. pasangan transmitter/receiver didesain untuk penggunaan single-mode fibers.25 sampai 0. Mengingat cahaya menempuh jarak puluhan kilometer atau lebih. Jadi hanya sedikit cahaya yang mampu melewati puluhan kilometer kaca jendela[4]. maka kemurnian kaca pada inti serat harus sangat tinggi. Untuk menilai kemurnian kaca digunakan sistem perbandingan dengan kaca jendela biasa. bagian tembus pandang. tetapi digunakan dengan multi-mode fibers sehingga sejumlah besar cahaya pada keluaran serat akan memenuhi receiver dan kemudian menyebabkan beberapa distorsi sinyal keluaran (kelebihan sumber cahaya).

Sumber kerugian yang lain dalam serat disebabkan karena bengkok yang berlebihan yang mana menyebabkan cahaya meninggalkan area inti serat. 2. semakin kecil kerugian. Core dari kabel serat optik menyerap 18 Universitas Sumatera Utara . 2.5 Redaman Serat Optik Tahanan dari konduktor tembaga menyebabkan hilangnya sebagian dari energi listrik yang mengalir dari suatu kabel. sedangkan untuk single-mode fibers adalah ribuan MHz per km. harus diperhatikan ketika menggunakan multi-mode fibers. apakah digunakan sebagai lebar jalur maksimum atau digunakan dalam jangkauan sinyal sistem transmisi titik ke titik[5]. kabel serat yang dapat mendukung lebar jalur 500 MHz pada jarak 1 km hanya mampu mendukung 250 MHz pada jarak 2 km dan 100 MHz pada jarak 5 km[5]. Semakin kecil radius pembengkokan. Dengan bertambahnya panjang serat maka lebar jalurnya akan berkurang secara proporsional. Karena single-mode fibers sebagai lebar jalur tinggi.Kerugian merupakan hasil utama dari perambatan acak dan penyerapan ketidakmurnian kaca. Standart multi-mode fibers adalah ratusan MHz per km.6 Lebar Jalur Serat Optik Jenis lebar jalur untuk serat optik yang umum memiliki jangkauan sedikit MHz per km untuk inti serat yang sangat besar. Sebagai contoh. Oleh karena itu pembengkokan di sepanjang kabel serat optik harus memiliki radius sekecil mungkin[4]. Meskipun demikian.4. faktor pengurangan lebar jalur sebagai fungsi panjang ini tidak menjadi masalah utama ketika menggunakan serat jenis ini.

Redaman tergantung dari beberapa keadaan.1 Faktor Intrinsik Ada beberapa faktor intrinsik dari serat optik yang menyebabkan redaman.sebagian dari energi cahaya. Selain itu.1.5. desain & komposisi fiber.1 Absorption (penyerapan) Peristiwa ini terjadi akibat ketidak murnian bahan fiber optik yang digunakan. Tapi besarnya koefisien ini bukan merupakan nilai yang mutlak.4 dB/km untuk panjang gelombang 1310 nm dan 0. kabel serat optik harus mempunyai koefisien redaman 0.5. karena harus mempertimbangkan proses pabrikasi. untuk panjang gelombang 1550. Tetapi yang utama adalah bahwa redaman tergantung pada panjang gelombang dari cahaya yang digunakan[5]. yaitu[5]: 2. Hal ini dinyatakan dalam redaman kabel. Satuan yang digunakan untuk redaman serat optik adalah dB/km.25 dB/km.17 sampai 0.4 dB/km untuk panjang gelombang 1550 nm. Redaman itu dapat terjadi karena adanya dua faktor yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.3 sampai 0. Bila cahaya menabrak sebuah partikel dari unsur yang tidak murni maka sebagian 19 Universitas Sumatera Utara . dan desain kabel.0653E.5 dB/km untuk panjang gelombang 1310 nm dan 0. koefisien redaman mungkin juga dipengaruhi spektrum panjang gelombang yang diperoleh dari hasil pengukuran pada panjang gelombang yang berbeda[5]. Untuk itu terdapat range redaman yang masih diizinkan yaitu 0. 2. Menurut rekomendasi ITU-T G.

Absorpsi resonansi ion (Gambar 2. Ini menyebabkan photon bergetar secara acak dan menyebabkan panas.9999%. Absorpsi ultraviolet.7). Ada tiga faktor yang turut menimbulkan rugi absorpsi pada serat optik yaitu absorpsi ultraviolet. disebabkan oleh elektron valensi dari bahan silica.6 menunjukkan rugi-rugi penyerapan pada serat optik. Namun rugi-rugi absorpsi antara 1 dan 1000 dB/km tetap saja lumayan besar. dimana serat optik menyerap cahaya dan mengubahnya menjadi panas. Gambar 2. 3. 2. absorpsi inframerah. Ion OH ini terdapat pada molekul air yang terperangkap pada kaca saat 20 Universitas Sumatera Utara . Gambar 2. adalah hasil dari penyerapan photon-photon cahaya oleh atom-atom molekul inti kaca.6 Rugi-rugi Penyerapan Rugi-rugi ini analog dengan disipasi daya pada kabel tembaga. Ionisasi tersebut sama saja dengan rugi cahaya total dan tentu saja menimbulkan rugi-rugi transmisi pada serat optik. Cahaya mengionisasi elektron valensi tersebut menjadi konduktor. Untuk mengatasinya digunakan kaca yang benar-benar murni yang diperkirakan kemurniannya sampai 99.dari cahaya tersebut akan terserap. 1. Absorpsi inframerah. dan absorpsi resonansi ion. disebabkan oleh ion-ion OH pada bahan penyusunnya.

tembaga. Mengingat bahan21 Universitas Sumatera Utara .1. 2. material-material penyusun inti maupun cladding memiliki dampak terhadap transmisi sinyal dalam serat optik. Biasanya scattering ini terjadi pada lokasi-lokasi tertentu saja di dalam bahan.5.proses pembuatannya. Gambar 2. Meskipun inti maupun cladding memiliki bahan penyusun dasar yang sama. yaitu kurang dari satu panjang gelombang cahaya.5. namun inti memiliki indeks bias yang lebih besar dari cladding dengan adanya bahan aditif yang ditambahkan dalam material penyusun inti. cladding dan coating.7 Molekul-molekul air yang terdapat dalam inti Glass[5]. dan ukuran daerah yang terkena pengaruh perubahan efek terpencarnya cahaya sangat kecil. dan chromium. Masing-masing bagian serat optik ini terbentuk dari berbagai macam material yang berbeda. Absorpsi ion juga dapat disebabkan oleh molekul besi. Akan tetapi secara alami.3 Rugi-rugi pada Core dan Cladding Struktur serat optik terdiri dari 3 komponen yaitu core.1.2 Scattering (penghamburan) Terjadi akibat adanya berkas cahaya yang merambat dalam materi dipancarkan/dihamburkan ke segala arah dikarenakan struktur materi yang tidak murni. 2.

1. Selain itu. 2. hal ini disebabkan karena berbedanya bahan penyusun core dan cladding itu sendiri. maka baik core maupun cladding juga memiliki komponen pelemahan sinyal. Adanya pembengkokan dengan radius pembengkokan lebih besar dari radius inti serat optik mengakibatkan sebagian sinyal hilang terutama dalam pembengkokan serat optik. Misalnya adalah kondisi lapangan/daerah yang berkelok-kelok dan mengharuskan kabel dipasang dengan pembelokan. Pelemahan sinyal atau rugi-rugi pada core dan cladding adalah berbeda. tekanan secara fisis dari lingkungan maupun kesalahan instalasi juga akan berpengaruh dalam mengubah kondisi fisik serat optik. Perubahan fisik ini biasa disebut bending dan terdiri dari dua jenis macrobending dan microbending: a.8) adalah pembengkokan kabel optik dengan radius pembengkokan yang mempengaruhi banyaknya pelemahan sinyal yang berpropagasi dalam inti.bahan penyusun kedua bagian ini memiliki karakteristik tersendiri.5. Macrobending Pembengkokan makro (Gambar 2. 22 Universitas Sumatera Utara .4 Bending (pembengkokan) Pada saat pemasangan serat optik pada suatu saluran transmisi akan ada beberapa kondisi yang akan mengubah keadaan fisik dari serat optik tersebut.

yaitu[5]: 2. ataupun ketidaksempurnaan bentuk inti dalam kabel optik tersebut.Gambar 2.8 Rugi-rugi Pembengkokan Makro[5] 2.9 Pembengkokan Mikro pada Serat Optik akibat tekanan dari luar kabel[5] 23 Universitas Sumatera Utara .2 Faktor Ekstrinsik Ada beberapa faktor ekstrinsik dari serat optik yang menyebabkan redaman.2.1 Microbending Pembengkokan mikro (Gambar 2. Gambar 2. Adanya perubahan radius inti berakibat sama seperti halnya pembengkokan mikro dimana sinyal yang berpropagasi akan hilang pada saat berpropagasi. seperti tekanan dari luar.9) berasal dari keadaan kabel yang tidak sempurna akibat berbagai pengaruh dari luar kabel.5.5.

Ditunjukkan pada Gambar 2. Rugi-rugi sambungan lebih sering disebabkan pada salah satu masalah-masalah penyambungan yang bias terjadi pada saluran lateral misalignment.2. yaitu: sambungan light source-to-fiber. (a) (b) (c) Gambar 2.5.10 Coupling loses: a) longitudinal misalignment b) lateral misalignment c) angular misalignment Kesemua jenis misalignment ini memiliki prinsip yang sama.2 Copling Losses Pada kabel serat optik. yaitu inti dari serat optik pengirim dengan seat optik penerima tidak bertemu dengan keadaan yang sempurna. coupling losses dapat terjadi pada tiga tipe sambungan optik. . longitudinal misalignment dan sudut angular misalignment.10[5]. Hal ini menunjukkan bahwa rugi-rugi daya yang diakibatkan oleh 24 Universitas Sumatera Utara . dan sambungan fiber-to-photodetector.Pembengkokan mikro yang diakibatkan oleh tekanan dari luar kabel diantisipasi dengan mempergunakan pembungkus yang lebih kuat dan tidak sensitif terhadap pengaruh eksternal. 2. sambungan fiber-to-fiber.

2.2.5.11 Splice pada 2 buah Serat Optik 25 Universitas Sumatera Utara .3 Rugi-rugi pada Konektor dan Splice Suatu saluran transmisi serat optik pasti akan tersambung dengan komponenkomponen lainnya.11 menunjukkan splice pada 2 buah fiber optic[8].misalignment bukan karena perbedaan karakteristik serat optik. konektor serat optik dengan komponen lain seperti sumber cahaya atau penerima. Komponen tersebut antara lain adalah konektor antar serat optik. Selain konektor dan splice juga ada komponen lain yang mungkin ditemui dalam sambungan serat optik. Splice pada dasarnya merupakan penyambung antar serat optik. yaitu repaired splice yang merupakan splice yang diperbaiki dari splice sebelumnya yang mengalami kerusakan atau gangguan lain. Masing-masing misalignment memiliki parameter yang berbeda-beda sehingga perhitungan rugi-rugi setiap misalignment juga berbedabeda. Konektor dalam sambungan serat optik bersifat tidak permanen sehingga dapat dibongkar apabila sudah tidak memenuhi kebutuhan. namun sifat sambungan yang mempergunakan splice adalah permanen. Gambar 2. Gambar 2. namun lebih mengacu kepada kesalahan mekanis yang sangat mungkin terjadi pada instalasi serat optik dalam suatu saluran transmisi.

Sistem komunikasi optik akan berjalan baik dan lancar apabila tidak kekurangan power budget dan rise time budget. kita tidak akan lepas dari perhatian power budget. Sinyal yang berpropagasi dan melalui komponenkomponen ini akan mengalami penurunan daya.Konektor dan splice keduanya memiliki kontribusi terhadap rugi-rugi pada transmisi sinyal optik pada serat. hal inilah yang mengakibatkan biaya bertambah.2. tetap aka nada daya yang dipantulkan kembali kearah kabel pengirim karena ada beda indeks antara inti dari serat optik dengan udara.5. RTB (Rise Time Budget) bertujuan 26 Universitas Sumatera Utara .6 Link Power Budget Dalam suatu komunikasi serat optik.4 Frasnel Reflection Faktor lainnya yang turut memberikan sumbangan rugi-rugi pada suatu transmisi serat optik adalah fresnel reflection. Jarak antar dua serat optik ini memberikan rongga udara diantaranya. dua kabel yang dihubungkan oleh konektor tersebut tidak dihubungkan secara langsung namun diberi sedikit jarak. saat instalasi. Pemilihan konektor yang tidak tepat dapat mengakibatkan pemakaian amplifier yang sangat banyak. Pada umumnya. Fresnel reflection ini merupakan fenomena yang terjadi akibat penggunaan konektor dalam menyambung dua buah serat optik. 2. 2. Hal ini menyebabkan meskipun kedua serat optik memiliki indeks bias yang sama.

power budget dapat 27 Universitas Sumatera Utara .untuk menjamin agar sistem transmisi dapat menyediakan bandwidth yang mencukupi pada bit rate yang diinginkan. Perhitungan dan analisis power budget merupakan salah satu metode untuk mengetahui performansi suatu jaringan. Bit rate dan panjang link total menentukan karakteristik serat optik. dan tentunya berpengaruh pada kapasitas kanal yang diinginkan dari sistem optik. Power budget merupakan suatu hal yang sangat menentukan apakah suatu sistem komunikasi optik dapat berjalan dengan baik atau tidak. Hal ini dikarenakan metode ini dapat digunakan untuk melihat kelayakan suatu jaringan untuk mengirimkan sinyal dari pengirim sampai ke penerima atau dari central office terminal (COT) sampai ke remote terminal (RT). RTB berkaitan erat dengan batasan dispersi suatu sinyal yang dilewatkan pada serat optik. tipe sumber optik (pengirim) dan tipe detector optik (penerima) yang digunakan. Desain link transmisi optik ditentukan oleh bit rate informasi yang ditransmisikan. Karena power budget menjamin agar penerima dapat menerima daya optik sinyal yang diperlukan untuk mendapatkan bit error rate (BER) yang diinginkan. Dengan mengetahui ketiga komponen tersebut. Desain suatu sistem dapat memenuhi persyaratan apabila system gain (Gs) lebih besar atau sama dengan total rugi-rugi. Tujuan dilakukannya perhitungan power budget adalah untuk menentukan apakah komponen dan parameter desain yang dipilih dapat menghasilkan daya sinyal di penerima sesuai dengan tuntutan persyaratan performansi yang diinginkan. panjang link total dan BER yang diinginkan. Daya yang diterima lebih kecil dari daya saturasi yang dapat mengakibatkan distorsi di penerima.

dihitung sehingga dapat diperoleh jarak transmisi maksimum antara pengirim dan penerima. 28 Universitas Sumatera Utara .