Anda di halaman 1dari 48

OSTEOMYELITIS

OLEH:
MUHAMMAD ADHITYA WICAKSONO

OSTEOMYELITIS

DEFINISI
 Merupakan

Infeksi atau
peradangan yang terjadi pada
tulang dan medula spinalis

 Etiologi

: Stafilokokus,
Streptokokus, Pneumokokus,
Salmonela, Jamur dan Virus

Predileksi

: femur (distal), tibia
(proksimal), humerus, radius, dan
Ulna (proksimal & distal) dan
vertebrae.

Penyebaran
1.
2.
3.

:

Hematogen (berasal dari fokus yang jauh
seperti kulit, tenggorokan)
Kontaminasi dari luar (fraktur terbuka,
operasi pada tulang)
Perluasan infeksi jaringan dari tulang
didekatnya.

PATOFISIOLOGI Kuman bersarang dalam spongiosa metafisis tulang ▼ Pus Abses ▼ Menjalar ke arah diafisis dan korteks ▼ *Mengangkat / menembus korteks ▼ Meluas dibawah periosteum ▼ Pada tempat tertentu membentuk fokus infeksi sekunder/nekrosisluas .

* Mengangkat periosteum ▼ reaksi periosteal (terbentuknya tulang baru) ▼ Tulang akan tampak lebik opaque dan dikenali sebagai sklerosis. .

Gambaran Radiologis 1. Akut      Pembengkakan jaringan lunak Pergeseran jaringan lunak subkutis Densitas tulang berkurang (rarefaction)/batas kabur Elevasi periosteal Terdapat fokus destruksi yang kecilkecil .

lusen dengan batas tegas dikelilingu zona sklerotik. Kronis  Sekuestrum (bangunan dense dikelilingi lusentulang yang mati dikelilingi oleh pus)  Involucrum (pembentukan tulang baru di sekitar tulang yang mengalami destruksi)  Korteks menebal/sklerotik dan berkelok-kelok  Kanalis medularis menyempit hingga gambaran medula menghilang  Brodie’s abcess (di dalam spongiosa dekat ujung tulang  abses bulat/oval. bisanya tanpa sekuester dan tanpa elevasi periosteal.2. .

ANATOMI .

.

Periosteal reaction .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

OSTEOARTHRITIS .

lutut.  Lebih sering menyerang sendi yang menahan berat badan : panggul.Definisi  Penyakit degeneratif yang terjadi pada sendi dengan ciri khas hilangnya kartilago sendi dan adanya formasi tulang baru. tumit. . sendi pada jari-jari.

Etiologi Multifaktorial terutama dipengaruhi oleh:  Faktor lingkungan  Gaya hidup  Genetik .

hiperparatiroidism)  Obat-obatan ( kolkisin. didapat)  Kelainan hematologi atau endokrin (hemofilia. indometasin.Faktor Resiko  Kelainan neurologis (diabetik neuropati)  Deformitas tulang (kongenital. sterois)  obesitas .

Patofisiologi  Penyempitan celah sendi karena penipisan rawan sendi dan pembentukan osteofit  Erosi terus menerus pada korteks di sendi tersebut akan menimbulkan lesi seperti kista subkondral dekat sendi .

.

pada korpus tumbuh penulangan baru  Osteofit) 1.Gambaran Radiologis  Penyempitan celan sendi  Tulang Porotik (korpus menjadi lebih pipih. 3. . Dapat ditemukan penyempitan diskus intervertebralis. Lipping : menjauhi diskus kearah korpus Spur formation : ke arah diskus seperti taji ayam Bridging antara osteofit yang satu dengan yang lainnya. 4. 2.

.

.

.

lokus pada ujung metafisis tulang panjang .OSTEOSARKOMA  Definisi : tumor ganas primer asal sel mesenkim tulang berupa pertumbuhan tidak terkendali dari osteoklas dan osteoblas dengan prognosis yang buruk  Epidemiologis : terjadi pada usia 10-25 tahun  Predileksi : paling sering terjadi di daerah lutut .

Patofisiologi Osteosarkoma  Osteosarkoma terjadi karena osteoblas dan osteoklas tumbuh tak terkendali sehingga terjadi pertumbuhan dan perusakan sel yang abnormal Tumor tumbuh menggantikan jaringan metafisis Merusak medulla Merusak korteks Erosi korteks .

akan membentuk dinding dari luar  reaksi periosteal  Invasi tumor melalui lapisan permukaan tulang akan mengangkat atau memisahkan periosteum dari korteks  kalsifikasi antara lapisan periosteum yang terangkat dengan korteks  segitiga Codman (periosteum yang terangkat bertemu dengan kontur korteks dari luar)  Dinding dari reaksi periosteal terdorong keluar dan jebol  sel tulang keluar ke jaringan lunak  gambaran kalsifikasi di jaringan lunak  Periosteum .

Gambaran Radiologis Osteosarkoma  Dibagi 1)     ke dalam 3 tipe : Bentuk Osteolitik (Osteoklastik) Tumor tumbuh dari ujung metafisis ke arah diafisis Sedikit reaksi periosteal dan ada destruksi korteks Batas tidak tegas dan ada gambaran segitiga Codman Pada segitiga Codman terjadi kalsifikasi dan pembengkakan .

2)    Bentuk Osteogenik (Osteoblastik) Gambaran tumor tampak lebih putih dengan batas ireguler Terjadi kalsifikasi jaringan lunak  densitas meningkat Reaksi periosteal  sunray (garis-garis tipis seperti sinar yang tegak lurus aksis tulang) dan sunburst (seperti ledakan matahari) appearance 3) Bentuk Campuran .

mineralized osteoid within the soft tissues adjacent to the bone.Radiograph of the femur in a patient with osteosarcoma shows a typical Codman triangle (arrow) and more diffuse. .

. including Codman triangles (white arrow). the aggressive periosteal changes.Lateral radiograph of the distal femur in a child with osteosarcoma involving the metaphysis and metadiaphysis. and the large soft tissue mass (black arrow). Note the abnormal texture and mild sclerosis of the distal femoral shaft.

Anteroposterior (AP) radiograph of the proximal tibia in a child with osteosarcoma involving the metaphysis. Scalloping of the cortex is observed inferior to this area. The tumor is densely sclerotic. with amorphous mineralized osteoid shown in the soft tissues (arrow). Note that the tumor appears to be superiorly . but an area of lucency and cortical destruction is shown proximally on its lateral margin.

Anteroposterior (AP) radiograph in a patient with osteosarcoma of the proximal humerus. . Note the extensive soft tissue mass containing a considerable amount of mineralized osteoid.

Note the extensive cortical destruction. aggressive periosteal changes. .Anteroposterior (AP) radiograph of the shoulder in a patient with osteosarcoma of the scapula. and soft tissue ossification of the acromion and upper scapula.

berasal dari komponen tulang (osteosit) dan komponen tulang rawan (kondrosit).OSTEOKONDROMA  Definisi : tumor tulang yang bersifat jinak. .  Daerah predileksi : tulang panjang di daerah metafisis terutama sekitar lutut.

Tumor Pembesaran tulang dengan korteks dan spongiosa yang utuh Membesar  benjolan menyerupai bunga kol (cauliflower)*  Tumor akan tumbuh dari metafisis. kondrosit : bunganya . tetapi pertumbuhan tulang yang memanjang maka makin lama tumor akan mengarah ke diafisis tulang *osteosit : batangnya .Patofisiologi Osteokondroma  Tumor terjadi karena pertumbuhan abnormal dari osteosit dan kondrosit di metafisis.

Gambaran Radiologis Osteokondroma  Letak biasanya pada tulang panjang terutama di sekitar sendi lutut (articulatio genu)  Foto polos genu tampak penonjolan tulang yang menjauhi sendi dengan korteks dan spongiosa masih normal .

bunga  lusen)  Terkadang inhomogen tampak kalsifikasi berupa bercak opak (kondral yang mengalami kalsifikasi) . Penonjolan tulang (eksostosis) seperti bunga kol dengan osteosit sebagai tangkai dan kondrosit sebagai bunganya  Densitas penonjolannya (tangkaiopak .

.

TERIMAKASIH .