Anda di halaman 1dari 6

Petroleum system adalah suatu sistem untuk mengakumulasikan hidrokarbon

yang meliputi aspek source rock, maturasi, migrasi, reservoir, trap. Jika salah
satu dari kelima sistem ini tidak ada, maka tidak akan ada akumulasi
hidrokarbon yang baik untuk menjadi sumber daya alam. Salah satu dari ke lima
sistem ini yaitu reservoir dapat dibentuk dari beberapa lingkungan pengendapan
yang khusus, salah satunya adalah lingkungan pengendapan tipe transisi.

Lingkungan pengendapan (sedimentary environment) didefinisikan sebagai suatu tempat
dipermukaan bumi yang kompleks dimana terdapat terdapat kemenerusan batuan sedimen
yang diendapkan. Dapat dibedakan dari wilayah yang lain berdasarkan karakteristik fisika,
kimia, dan biologi didalamnya (Gore, 2004). Faktor fisika dikaitkan dengan proses fisika,
seperti densitas, viskositas, bahan dan medium sedimentasi, energi air laut, energi kinetis pada
angin, turbulensi dan arus ombak. Faktor kimia dikaitkan dengan proses kimia, seperti
perubahan temperatur atau iklim, perubahan salinitas, derajat keasaman-kebasaan (pH), dan
potensial oksidasi-reduksi (eH), sedangkan faktor biologi dikaitkan aktivitas organisme
( struktur perubahan cangkang sebagai sedimen dan material organik (C-H)). Faktor biologi
ini merefleksikan aspek fisika dan kimia suatu endapan, karena organisme sangat dipengaruhi
oleh kondisi tersebut.
Lingkungan pengendapan dicirikan oleh parameter-parameter fisika, kimia, dan
biologi tertentu yang menghasilkan suatu tubuh batuan sedimen dengan sifat-sifat tekstur,
struktur, dan komposisi tertentu (Bogss, 1955). Hasil atau produk dari endapan lingkungan
pengendapan, khususnya lingkungan pengendapan sedimen seperti lingkungan delta, fluvial,
marine, desert, lacustrine dan lingkungan lainnya.
Lingkungan pengendapan yang dominan proses fisikanya terbagi lagi menjadi dua
macam unsur yakni, statis dan dinamis. Unsur statis termasuk kedalam pembahasan
mengenai geometri cekungan; material pengendapan seperti gravel siliklastik, pasir, dan
lempung; kedalaman air; dan temperatur. Unsur dinamis mencakup faktor-faktor seperti
energi dan arah hembusan angin, aliran air, dan es; hujan; d an salju, yang kesemua hal
tersebut mempengaruhi arus dan gelombang.
Lingkungan pengendapan transisi menjadi lingkungan yang bagus untuk
reservoir karena batuan produk dari lingkungan pengendapan transisi biasanya
adalah batuan yang relatif memiliki permeabilitas dan porositas yang baik
karena sudah tertransportasi jauh

material batuan tertransportasi lumayan jauh sehingga ukuran butirannya kecil. sorting nya baik dan porositas dan permeabilitasnya pun menjadi baik. Sebagai contoh reservoir yang baik memerlukan porositas dan permeabilitas yang baik. Permeabilitas adalah kemampuan batuan meloloskan fluida. dan permeabilitas dikatakan baik apabila rongga di batuan saling terhubung sehingga dapat meloloskan fluida.Tinjauan pustaka Pada lingkungan pengendapan transisi dapat menghasilkan produk batuan yang akan menjadi reservoir yang bagus karena transportasi yang relatif jauh dan menjadikan tekstur butirannya cocok dengan reservoir yang baik. Salah satu lingkungan pengendapan transisi adalah delta. Porositas adalah persentasi perbandingan pori pada batuan dibandingkan dengan volume penuh batuan. . di lingkungan pengendapan transisi. Porositas dikatakan baik apabila persentasenya besar.

Pemaparan yang komprehensif mengenai lingkungan pengendapan salah satunya telah dilakukan oleh Crosby (1972). yaitu : 1. 1955). dan biologi didalamnya (Gore. kedalaman air. bahan dan medium sedimentasi. Namun pembagian menurut Crosby tersebut . Hasil atau produk dari endapan lingkungan pengendapan. dan es. lacustrine dan lingkungan lainnya. Unsur dinamis mencakup faktor-faktor seperti energi dan arah hembusan angin. hujan. dan lempung. marine. khususnya lingkungan pengendapan sedimen seperti lingkungan delta. struktur. dan temperatur. Unsur statis termasuk kedalam pembahasan mengenai geometri cekungan. statis dan dinamis. dan potensial oksidasi-reduksi (eH). derajat keasaman-kebasaan (pH). Dapat dibedakan dari wilayah yang lain berdasarkan karakteristik fisika. turbulensi dan arus ombak. karena organisme sangat dipengaruhi oleh kondisi tersebut. Lingkungan pengendapan yang dominan proses fisikanya terbagi lagi menjadi dua macam unsur yakni. Faktor fisika dikaitkan dengan proses fisika. Lingkungan Transisi (Transition) 3. 2004). aliran air. material pengendapan seperti gravel siliklastik. Faktor biologi ini merefleksikan aspek fisika dan kimia suatu endapan. dan salju. viskositas. dan biologi tertentu yang menghasilkan suatu tubuh batuan sedimen dengan sifat-sifat tekstur.Pembahasan Lingkungan pengendapan (sedimentary environment) didefinisikan sebagai suatu tempat dipermukaan bumi yang kompleks dimana terdapat terdapat kemenerusan batuan sedimen yang diendapkan. seperti densitas. fluvial. 1988). Lingkungan Darat (Continental) 2. energi air laut. Lingkungan Laut (Marine) Setiap lingkungan pengendapan utama tersebut dapat terbagi lagi menjadi beberapa sub-lingkungan. perubahan salinitas. dan komposisi tertentu (Bogss. seperti perubahan temperatur atau iklim. kimia. Faktor kimia dikaitkan dengan proses kimia. yang kesemua hal tersebut mempengaruhi arus dan gelombang Terdapat tiga pembagian lingkungan pengendapan utama (Selley. sedangkan faktor biologi dikaitkan aktivitas organisme ( struktur perubahan cangkang sebagai sedimen dan material organik (C-H)). energi kinetis pada angin. desert. pasir. Lingkungan pengendapan dicirikan oleh parameter-parameter fisika. kimia.

tidak begitu praktis karena mengandung terlalu banyak jenis lingkungan. salah satu lingkungan yang paling cocok ada pada tipe lingkungan transisi.  Delta Front : Merupakan bagian yang lebih ke arah laut dan dicirikan dengan distributary mouth bar. Pada pembentukan batuan reservoar. .  Pro-Delta :Bagian yang paling distal dan sudah mulai memasuki perbatasan dengan laut dangkal. yaitu delta Delta adalah lingkungan transisi yang dicirikan oleh sedimen yang tertransport sampai bagian hilir sungai dan terendapkan pada batas pertemuan antara aliran sungai dan genangan air laut atau danau. Praktisnya klasifikasi lingkungan pengendapan adalah yang memiliki jumlah sub-lingkungan yang sederhana namun dapat digunakan untuk membedakan lingkungan satu dengan lainnya dengan menggunakan interpretasi lingkungan pengendapan yang ada. Delta terbagi menjadi beberapa bagian :  Delta Plain : Terdiri dari distributary channel dan masih terdapat pengaruh sistem fluvial maupun danau.

permeabilitas baik atau besar pada pro delta Lingkungan pegendapan di dominasi oleh laut. terdapat jenis dan jumlah matrik lebih banyak dari delta lain (delta Plain dan Pro delta). permeabilitas sedang pada delta front lingkungan pengendapan didominasi sungai dan laut.Bentuk butirnya Euhedral (bulat baik).pada delta plain lingkungan Pengendapan didominasi sungai. Meghasilkan material-material yang tidak simetris.Sementasinya baik. sortasi dan kebundarannya maka semakin besar harga porositas dan permeabilitasnya. sebaliknya semakin jelek sementasi.Terjadi pada lingkungan sungai. sementasinya jelek.Terdapat jenisdan jumlah matrik lebih sedikit dari delta lain (delta Front dan delta Plain). Semakin baik sementasinya. sortasinya dan kebundarannya maka semakin kecil harga porositas dan permeablitasnya.Sortasinya baikKebundaran baik Porositas jelek atau kecil Permeabilitas jelek atau kecil Kesimpulan Semakin jauh batuan itu tertransport maka semakin baik (halus) ukuran butirnya dan bentuk bentuk butirnya kecuali untuk delta front karena dipengaruhi oleh dua gaya atau lingkungan (aliran sungai dan arus laut) yang arah arusnya berlawanan (bertubrukan). kebundarannya kecuali juga pada delta Front karena ada dua gaya yang mendominasinya (dari aliran sungai dan arus laut). sortasinya. Sehingga materialnya halus. Terjadi pada lingkungan laut dimana material-material yang halus tersebut ditenggelamkan oleh arus karena adanya arus laminasi dan turbulen. sortasinya jelek.porositas baik atau besar . Semakin jauh batuan itu tertranspor maka semakin baik atau besar sementasinya.kebundaran jelek. porositas sedang. Ukuran butirnya sedang. merupakan lingkungan transisi. Ukuran butir kasar.Dimana aliran sungai membawa material-material dari sungai. Pada pro delta Ukuran butirnya Halus. bentuk butirnya Subhedral (bulat tanggung) terdapat jenis dan jumlah matrik lebih banyak dari Pro delta Sementasinya sedangSortasinya sedang kebundaran sedang. . terjadinya dipegaruhi oleh lingkungan sungai dan laut. Dimana aliran sungai membawa material-material kasar bertubrukan dan bertabrakan dengan material-material halus yang dibawa oleh arus laut. bentuk butirnya Anhedral (bulat jelek). Material-material tersebut bercambur dengan lumpur dilaut.

Dengan baiknya sementasi. Jadi yang paling prospek nilai cadangannya adalah pada bagian delta Front karena porositas dan permeabilitasnya. Besar meskipun kemungkinan problem kepasiran besar tapi bisa diatasi dengan pemilihan well completion yang cocok.Semakin besar porositas dan permebilitasnya maka semakin besar kemungkinan terjadinya problem kepasiran karena tingkat sementasinya. sortasi dan kebundaran suatu batuan menyebabkan batuan tersebut mempunyai pori-pori yng kecil dan sulit bagi batuan untuk mengalirkan fluida karena dengan rapatnya atau tertupnya celah pori-pori batuan yang saling berhubungan sehingga porinya kecil dan fluidanya sulit untuk dialirkan. Delta adalah lingkungan pengendapan transisi yang materialnya berasal dari endapan darat dan laut. . sortasinya dan kebundrannya semakin jelek. Proses terbentuknya delta karena adanya gaya Transgresi dan gaya Regresi.