Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN FISIOLOGI “SPIROMETRI”

Dasar Teori
Berbagai aktivitas sel yang ditujukan untuk mempertahankan hidup pasti memerlukan
energi, misalnya untuk sintesis protein dan transportasi aktif menembus membran plasma.
Sel-sel tubuh memerlukan pasokan O2 secara terus-menerus untuk menunjang reaksi-reaksi
kimia yang menghasilkan energi. Sedangkan CO2 yang dihasilkan oelh reaksi-reaksi tersebut
harus dikeluarkan dari tubuh derngan kecepatan yang sama dengan pembentukannya
sehingga tidak terjadi peningkatan pH yang membahayakan, dalam hal ini untuk
mempertahankan keseimbangan asam-basa.
Respirasi atau pernapasan melibatkan seluruh proses yang menyebabkan pergerakan
pasif O2 dari atmosfer ke jaringan untuk menunjang metabolisme sel, serta pergerakan pasif
CO2 selanjutnya yang merupakan produk sisa metabolisme dari jaringan ke atmosfer.1
Sistem pernapasan ikut berperan dalam homeostasis dengan mempertukarkan O2 dan
CO2 antara atmosfer dan darah. Darah mengangkut O 2 dan CO2 antara sistem pernapasan dan
jaringan. Sistem pernapasan mencakup saluran pernapasan yang berjalan ke paru, paru itu
sendiri, dan struktur-struktur toraks (dada) yang terlibat menimbulkan gerakan udara masukkeluar paru melalui saluran pernapasan. Saluran pernapasan adalah saluran yang mengangkut
udara antara atmosfer dan alveolus, tempat pertukaran gas-gas antara udara dan darah dapat
berlangsung. Saluran pernapasan berawal dari saluran hidung yang berjalan ke faring
kemudian ke laring dan trakea dan berujung pada cabang terkecil yaitu bronkiolus.
Pada orang dewasa sehat, rata-rata jumlah maksimum udara yang dapat dikandung
oleh kedua paru adalah sekitar 5,7 liter pada pria dan 4,2 liter pada wanita. Secara normal,
selama proses bernapas biasa, paru tidak pernah mengalami pengembangan maksimum atau
penciutan yang mendekati volume minimumnya. Perubahan volume paru yang terjadi selama
bernapas dapat diukur dengan menggunakan spirometer. Pada dasarnya, spirometer terdiri
dari sebuah tong berisi udara yang mengapung dalam wadah berisi air. Sewaktu sesorang
menghirup dan menghembuskan udara ke dalam tong tersebut melalui selang yang
menghubungkan mulut ke wadah udara, tong akan naik dan turun di wadah air.
Volume dan kapasitas paru dapat ditentukan dengan :

Volume tidal (TV) : merupakan volume udara yang diinspirasikan dan diekspirasikan di
setiap pernapasan normal dan jumlahnya sekitar 500 ml.

Jumlahnya kira-kira 5800 ml. Jumlah pada laki-laki normalnya sekitar 4600 ml dan pada perempuan sekitar 3100  ml. Volume residual (RV) : merupakan volume udara yang masih tersisa di dalam paru-paru  setelah kebanyakan ekspirasi kuat. Kapasitas vital (Vital Capacity. . Kapasitas residual fungsional (Functional Residual Capacity. Volume cadangan ekspirasi (Expiratory Reserve Volume. gunakan pegangan tangan disamping bejana untuk membawa bejana. Kapasitas paru total (Total Lung Capacity. FRC) : merupakan jumlah udara yang tersisa di dalam paru-paru pada akhir ekspirasi normal. selalu gunakan pipa mulut disposable yang baru setiap pergantian OP. dan dapat diperoleh dair jumlah TV + IRV + ERV + RV. IRV) : merupakan volume tambahan udara yang dapat diinspirasikan diatas volume tidal normal dan jumlahnya kira-  kira 3000 ml. Tekan sungkup putih perlahan-lahan ke bawah untuk meyakinkan penempatannya di dasar bejana biru. Jumlahnya kira-kira 2300 ml. c. TLC) : merupakan volume maksimal pengembangan paru-paru dengan usaha inspirasi yang sebesar-besarnya. yaitu jumlah udara yang dapat dihirup oleh seseorang mulai dari tingkat ekspirasi normal  dan mengembangkan paru-parunya sampai jumlah mkasimal. Jumlahnya sekitar 1200 ml. Kapasitas inspirasi (Inspiratory Capacity. Persiapan: a. diperoleh dari jumlah  ERV + RV. Volume cadangan inspirasi (Inspiratory Reserve Volume. dapat diperoleh dari jumlah ERV + TV + IRV. VC) : merupakan jumlah udara maksimum yang dapat dikeluarkan dari paru-paru seseorang setelah ia mengisinya sampai batas maksimal dan kemudian mengeluarkan sebanyak-banyaknya. ERV) : merupakan jumlah udara yang masih bisa dikeluarkan dengan ekspirasi kuat setelah akhir suatu ekspirasi tidal yang  normal. Isi bejana biru dengan air sampai tanda garis pengisian. Persiapan dan Cara Kerja 1. Jumlahnya sekitar 3500 ml. b. Manfaat pengukuran berbagai volume dan kapasitas peru lebih dari sekedar untuk pengetahuan akademik. IC) : diperoleh dari penjumlahan TV + IRV. Masukkan pipa mulut yang disposable ke ujung pipa plastik yang fleksibel. Jumlahnya kira-kira 1100 ml.

67) IC = IRV + TV = 2966. kemudian ekspirasi biasa di spirometer. dengan mengatur cakram penunjuk yang harus berada di sebelah kanan garis penunjuk. d. Bila mengukur volume inspirasi letakkan cakram penunjuk di sebelah kiri garis penunjuk di garis 0 yang terdekat dengan lengan skala. OP melakukan inspirasi biasa di luar. Hasil praktikum 2 Dari pemeriksaan spirometri didapatkan data sebagai berikut. Pakai penjepit hidung. TV = 400. kemudian ekspirasi maksimum di spirometer.d.67 – (533.34 Rata-rata (mL) 533. 4700 ERV = 1700 .66 2966. Nafas biasa. b. kemudian ekspirasi maksimum di spirometer. e.34 + 1166. f. 500 VC = 4500. c. Tempelkan garis penunjuk pada garis 0 yang terdekat dengan ujung lengan skala. 2. OP melakukan inspirasi maksimum di luar.67 3300. Pengukuran VC.01 .TV IRV = VC – ( TV + ERV ) = 4666. Cara Pengukuran: a. 4800. e. Nafas biasa.67 1166.34 4666. Pengukuran TV (Volume Tidal). 700. Pengukuran TV + ERV.67 + 533. OP melakukan inspirasi biasa di luar.

2 Kesimpulan Dari hasil percobaan. Kapasitas tidal adalah jumlah udara yang keluar masuk paru-paru pada pernapasan normal. volume udara paru-paru manusia mencapai 4500 cc.dengan cara meniupkan selang untuk mengukur suatu volume ekspirasi. inspirasi maupun ekspirasi dalam menggunakan sekitar 1500 cc udara pernapasan (expiratory reserve volume = inspiratory reserve volume = 1500 cc).Pembahasan Dalam keadaan normal. kapasitas vital udara yang digunakan dalam proses bernapas mencapai 3500 cc. yang 1000 cc merupakan sisa udara yang tidak dapat digunakan tetapi senantiasa mengisi bagian paru-paru sebagai residu atau udara sisa. kegiatan inspirasi dan ekpirasi atau menghirup dan menghembuskan udara dalam bernapas hanya menggunakan sekitar 500 cc volume udara pernapasan (kapasitas tidal = ± 500 cc).2001. Dalam keadaan luar biasa. Daftar Pustaka 1. Kapasitas vital adalah jumlah udara maksimum yang dapat dikeluarkan seseorang setelah mengisi paru-parunya secara maksimum. Edisi ke-2. Sherwood L. Walaupun demikian. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sloane. Jakarta : EGC. 2. Dalam keadaaan normal. Anatomi dan fisiologi untuk pemula.spirometri merupakan salah satu alat pengukur untuk mengetahui jumlah volume ekspirasi seseorang. E. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Udara ini dikenal sebagai kapasitas total udara pernapasan manusia. dinyatakan bahwa pada data hasil penelitian ini volume paru paru op adalah normal. 2003 .