Anda di halaman 1dari 14

” Usman : “Tenang.A : “Kalian harus menangkap.I. angkat telfonnya!” Usman : “Oh iya. dan raga mereka.A : “Tidak.I. di kota itu terdapat tiga orang agen rahasia yang terdiri dua laki-laki dan satu perempuan... menggunakan private number. di suatu kota.” Melinda : “Tugas apa? Kami akan melakukan tugas yang diberikan dengan sungguh–sungguh tanpa pamrih dan tanpa imbalan apapun. Jadi tuganya apa???” S..Agen Rahasia 11-1 Pada suatu hari.. Hahahaha.” S. berapapun yang kalian minta tidak akan saya beri!” Melinda : “Kami bercanda bos. lebih besar lagi.I. dijawab. tugas mereka kali ini sangatlah berat. sebelum telfonnya mati. kami hanya menerima uang sebesar 1 milyar.” Bagus : “Namun telfon ini tidak jelas.. jiwa. santai saja. Bunyi Hp “Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing” Bagus : (sambil melihat hp) “Hey. Saya hanya bercanda hehe” (sambil mengangkat hp) “Ya halo ini dari siapa ya?” S..” (sambil mengangkat hp) Bagus : “Maksud saya.” Bagus : “Cepatlah angkat. kami mempunyai tugas untuk kalian untuk memecahkan suatu kasus. siapa ini?” Usman : “Yasudah angkat saja Bagus.Mereka mendapatkan tugas dari agen rahasia pusat (S..” . Lagi pula. Kota ini terkenal dengan peternakan ayamnya yang sangat besar.I.A : “Jangankan 1 milyar. maaf saya lupa. yang tergolong sangat sangat sangat sulit sekali.. berlindung!!” Melinda : “Tidak.” Usman : “Eh. ini saya sedang mengangkatnya..I. saya lupa lagi.IA berdiri pada tanggal 30 februari di jalan pejambon nomor 123 tahun 1889 organisasi ini dibentuk akibat adanya kekurangan pangan ayam di Dunia sehingga mereka berniat untuk menghapus pencurian ayam di muka bumi ini. karena mereka harus mengorbankan harta.A : “Ini dari agen rahasia pusat.” Bagus : “Lalu?” Melinda : “Itu bom dari musuh menghindar semua!!!” Bagus dan Usman : “Tiarap.” Usman : “Benarkah? Yasudah.” Bagus : “Teroris?!” Usman : “Koruptor?!” Bagus : “Pembunuh?!” Usman: “Rentenir?!” Bagus : “Geng Motor?!” Usman: “Anda?!” S.. Bukan hanya diangkat.” Bagus : “Iya tenang saja” (sambil berjabat tangan) “hey. saya taruh di saku saya Gus. tetapi hape saya.A) atau Sekelompok Intelegen Amatir S.. Maafkan saya. tenang saja. yang berbunyi adalah hape milikmu.

” Melinda : “Oke oke” (menutup telefon) Di tempat terpisah.I.” . itu Ersyad saya juga kenal” Usman : “Yasudah ayo kita siap siap Mel. sekap pemiliknya.I.” Suci : “lalu yang kami beri pemiliknya atau ayamnya bos? Ersyad : “Tentu saja ayamnya.” Vista : “Kau memang bodoh. sejak saya masih kecil (sambil menangis. tut tut tuuuuuuut tel. apakah saya juga harus ikut turun tangan? Ayo cepat ambil saja!” Suci dan Vista : “Ayamnya bos?” Ersyad : “Cepat!! Awas saja bila kalian bertanya lagi!” Suci dan Vista pun berhasil mencuri ayam dari peternakan sebanyak 5 kontainer Suci : “Bos. jadi kami memberi banyak uang kepada pemilik aya tersebut lagu kami ambil ayamnya..” Melinda : “Sudah bos jangan bersedih.I. bagaimana kalian mendapatkannya?” Vista : “Mudah bos. Ersyad : “Jadi tugas kalian adalah menangkap ayam itu.. kalian memang cerdas. po. Jadi.A : “Persiapkan mental kalian karena kalian harus menangkap. kelompok maling ayam sedang melakukan aksinya pada siang bolong.I...” S.I. ‘Maling Ayam’” Semua : “Maling ayam?” S. bersedih) saya tidak bisa hidup tanpa ayam itu.” Ersyad : “Lalu darimana kalian mendapatkan uang itu?” Vista : “Dari rekening bos.Semua : “APA ?!” S. Lalu berikan kepada saya.. saya tidak tahu nama lengkapnya tapi saya tahu inisialnya.” Ersyad : “Bagus..n balik!” Melinda : “Wah kebiasaan bos kita mulai lagi..D” Bagus : “Edi temannya Jono?” S.. bodoh sekali kalian. ayam itu adalah belahan jiwa saya.I.. Sepertinya saya salah merekrut anda menjadi anak buah saya. ada apa?” (sambil menelpon balik) S. Hebat kan. bos kita sudah tidak beres. kami akan mempertaruhkan jiwa dan raga kami. demi bos!!!!!” S.A : “Saya jadi terharu dengan kalian. memangnya apa yang hendak kita tangkap bos?” Ersyad : “Kalian memang sama-sama bodoh.A : “Siapa yang bersedih?!” (sambil menangis) Semua : “Kami berjanji akan menangkap maling itu. Oleh karena itu cepat tang.A : “Maling ayam itu berada di kota kalian.A : “Dia telah mencuri ayam saya... yaitu E..” Melinda : “Iya bos.A : “Bukan. kita berhasil bos. pulsanya habis. yang saya ternak dengan kasih sayang.

dikira saya ..Ersyad : “Saya memang salah telah merekrut kalian berdua. kau masak dimana ?” Vista : “Saya gitu loh” Ersyad :”Iya.. saya sudah sangat lapar. saya udah laper bos.” Ersyad : “Eh ngomong-ngomong ayam nya enak juga ya. kau udah bisa masak” Vista .” Ersyad : “Lah terus?” Vista : “Saya beli ayam di MCD deh” Ersyad : “Emm pantesan .supaya ga ada yang lapor ke polisi” Vista : “Nah iya maksud saya gitu bos” Ersyad : “Tumben pinter” . gimana?” Vista : “Engga-engga jangan gitu.” Ersyad : “Saya tidak mau tahu. . kita pura-pura jadi orang yang ingin ngelamar kerjaan di peternakan ayam. nah terus selagi kita kerja disana kita ambil ayamnya satu-satu. lalu kembalikan uang saya. Lebih baik kalian jual lagi ayamayam itu. makan sambil menyusun strategi buat besok” Mereka pun memakan ayam dengan lahap sambil merencanakan strategi pencurian ayam pada keesokan harinya Suci : “Nah bos saya punya ide” Ersyad : “ide apa?” Suci : “Jadi gini. Kau masaknya dimana” Vista : “Jadi gini tadi saya niatnya mau masak sendiri.” Ersyad : “Kalian memang bodoh. itu adalah uang saya! Seenaknya minta bakar. Ayo cepat bakar Vis.” Ersyad : “Sudah saya bilang itu ayam saya! Saya yang lebih dulu makan. “Tapi saya juga udah bisa masak loh bos” Ersyad : “Iya masak apa ?” Vista : “Masak mie pake telor haha” Ersyad : “Yah itu sih saya juga bisa” Suci : “Bos ga nanyain saya bisa masak apa engga?” Ersyad : “Yaudah .kau bisa masak apa engga?” Suci : “Engga bos haha” Ersyad : “Udah saya duga “ Ersyad : “Udah sekarang kalian pada. tapi pas saya melihat MCD saya jadi berpikiran lain. kita mendingan ke peternakan ayamnya bawa truk terus kita pura-pura mau beli ayam.” Suci : “Oh iya maaf bos. cepat kembalikan uang saya!” Vista : “Lebih baik kita bakar salah satu ayamnya.. ayo cepat bakar!” Suci : “Sama saja bos.” Suci : “Terus ?” Vista : “Kita bunuh pemilik ayamnya” Ersyad : “Jangan-jangan dibunuh saya ga mau urusan sama polisi” Vista : “Trus diapain dong bos ? ” Ersyad : “Kita habisin aja semua yang ada di peternakan ayam itu .” Suci : “Padahal kami sudah bersusah paya bos.

Vista : “Emang saya engga pinter bos?” Ersyad : “Sejujurnya engga” Vista : “Engga apa maksudnya bos?” Ersyad : “Ya gitu lah “ Suci : “Udah mendingan sekarang kita pulang saya capek” Komplotan maling ayam pun merencanakan pencurian ayam yang lebih besar lagi..” Setelah melihat linngis itu. Kalian agen tiruan ya? Bilang pada saya. kami mengerti apa yang harus kami lakukan sekarang.” ( menyuruh Usman untuk mendekat) Usman : “Oh saya mengerti sekarang.” Bagus : “Man.” Usman : “Kalau dipikir-pikir. saya yang pintar saja tidak mengerti.” Usman : “Memangnya anda mengerti tadi?” Melinda : “Oh jadi anda tidak mengerti? Kemarilah. Tidak mungkin bila kalian mengerti. Annisa : “Selamat datang di markas besar S.A. Setidaknya tingkat kebodohan saya masih berada dibawah anda.” Usman : (mengambil linggis) “Ini linggisnya. Bagus.” Melinda : “Halo bos. jadi prosedur tersebut adalah.” Bagus : “Kalian semua sok tahu. Melinda kambuh lagi. tolong ambilkan linggis Man. menuju ke tempat yang diperkirakan mejadi lokasi markas besar komplotan pencuri ayam.I.” ( Sambil menyuruh mereka semua mendekat ) Melinda: “OK. coba tanyakan saja pada bos.” Melinda : “Apa maksud anda???” Annisa : “Saya yakin dengan sepenuh hati terhadap tempat ini.. Mereka pun.I.” Annisa : “OK. Hentikan guahaha.” Annisa : “Kalian benar-benar kekanak-kanakan. Sementara itu di markas S. Usman: “Mengapa tempat ini sepi sekali?” Bagus : “Anda yakin ini tempatnya??” Annisa : “Ya.” Usman : “Jadi maksud anda saya bodoh?” Bagus : “Iya mungiin. Usman dan Melinda tiba di sana.” Melinda : “Kami benar-benar asli hahahahahahahhahahaaa. saya disini selaku Asisten bos besar akan menjelaskan prosedur kerja kalian. Melinda berhenti tertawa entah kenapa.A . Kalian sudah siap??” Semua: “Anda yang seharusnya yang bersiap-siap karena kami sudah siap.I. hah saya tidak bisa berhentihahaha. jadi ini tempat yang anda maksud?” S.A : “Emang tempat yang anda seperti apa?” . kalau tidak percaya. benar juga ya. saya beriman kepada tempat ini..

untuk apa kalian ikut tertawa?” Vista dan Suci : “Iya maaf bos.” Suci : “Hahahaha. sudah diskusinya. semua rencana sudah kita persiapkan dengan baik..A : “Iya saya memang memberi alamat itu. bau ayam. Mbak Nisa. Bagus : “Oh jadi ini tempatnya? Bagus sekali ada kolam renangnya.” Melinda : “Itu kolam ikan.” Usman : “Oh jadi ini rumah bos kita ya. Buang di jalan saja.” Melinda : “Hey. Lihatlah dengan benar!!!” Melinda : “Oh iya bos.” S.” (sambil mengintip dari balik jendela) Sementara itu di dalam rumah yang disinyalir menjadi tempat komplotan pencuri ayam.Melinda : “Tempat ini kotor.” Vista : “Hahaha. sudah mulas ini.” Usman : “Hebat? Mengapa?” Bagus : “Rumahnya lebih jorok dari punya saya.” Suci : “Benar bos. hebat sekali dia. belum dicat. hari ini adalah hari besar untuk kita.” Melinda : “Iya man. Bagus. Haha sebentar ya. Maling ayam! Hahaha” Vista : “Boss.” Mereka pun melanjutkan perjalanan untuk mencari alamat yang tepat. setelah beberapa saat mereka pun sampai.I.A : “Bodoh kalian.. Keripik pedas. hahaha.” Vista : “Aduh bos. para agen masih mengamati gerak-gerik komplotan maling tersebut.. saya kalah” Usman : “Ah..” Usman : “Ssst diam.. seharusnya anda memberi alamat yang benar!” Annisa : “Hehe iya iya maaf. ada orang di dalam. berantakan seperti pemiliknya. sudah telat.” Ersyad : “Heh. hari ini akan menjadi hari yang diingat oleh seluruh dunia atas kesuksesan seorang.. Sangat jorok. melainkan A8-25. maaf hehehe terimakasih boss. makan apa tadi?” Ersyad : “Saya makan.” Sementara itu di luar.” Suci : “Iya bos. sudah waktunya.. Ersyad : “Kalian semua dengar .I.” S. Kita pindah tempat. Ah..A : “Berapa nomor rumah itu?” Melinda : “AB-25 bos” S.” Bagus : “Saya tidak mengangka rumah bos seperti ini. kau belum melihat rumah saya seperti apa.I. ayo cepat!” Ersyad : “Sebentar saya mau buang air dulu. ini belum seberapa.. Untuk apa kalian kesana? Itu rumah saya!” Melinda : “Tapi ini adalah alamat yang anda beri. . tapi bukan AB-25. silakan dilanjut” Ersyad : “Hahaha.

” Bagus : “Nah iya itu. saya yang menangani perempuannya.. hanya segini.” Usman: “Sudahlah. Hahhhhhh. yang satu lagi Man. kan ada saya.” Melinda : “Oke sekarang saya mengerti..” Bagus : “Udah tenang aja. sekarang seperti ini saja...” Bagus : “Ah tidak-tidak.. Alihkan perhatian mereka. dia ingin buang air di WC. lagipula tidak ada yang mengajak anda.” Annisa : “Duuh. .” Bagus : “Bagaimana caranya?” Usman : “Kita sekap mereka diam-diam!” Annisa : “Saya tidak ikut kalian ya. Bagus pun terkapar lagi.” Ersyad meninju Bagus dengan keras. tapi segini juga sudah sangat sakit untuk saya. kenapa?” Usman : “Iyaa. kalian masuk dari depan.. berubaaaaaaaah!!!” Ersyad pun berubahmenjadi Super MalingAyam.” Usman : “Oh itu.Bagus : “Man. Ersyad : “Hiaaahhhhh!” (Menonjok Usman hingga terkapar) Usman : “Argghhh. anda terlalu percaya diri. saya masuk dari belakang.” (Melinda menyekap mereka berdua dari belakang) Ersyad : “WOOOI!! Kalian apakan anak buah saya? Sekarang kalian maju satu-satu lawan saya kalau kalian memang punya nyali!” Bagus : “Saya tidak takut!!!” Usman : “Saya tidak takut!!” Ersyad : “Ah banyak bicara kalian!” (Meninju Bagus hingga terkapar) Bagus : “Aaarrgh!” (jatuh terkapar) Ersyad : “Sekarang giliran kau yang akan jadi korban selanjutnya.” Usman : “Satu.” (tertinju) Jadi hanya segini kekuatan anda??” Ersyad : “Iya. Yasudah.. cepet ya Mbak takut kenapa kenapa nih. anda yang menyekap bosnya. Kita hanya perlu mencegah mereka.. anda yang menangani bosnya..” Melinda : ”Heeeh udah-udah yang bagian cewe.” Bagus : “Bukan. Kalian berdua urusin bosnya” Bagus dan Usman : “Yaaah.” Bagus : “Ah. disini saya hanya menemani kalian sampai di lokasi.. Saya yang menangani kedua perempuan itu.” Bagus : “Ah. dua . rencana apa yang kau dengar tadi?” Usman : “Rencananya. banyak basa-basi anda…” (bangun dan berlari menuju Ersyad) Ersyad : “Duuuuuuuaaaaaak.” Bagus dan Usman : “Oke.. tiga!” Bagus : “Hyaaaaah!!!!” Usman : “Hyeeeeeeh!!!” Vista dan Suci : “Siapakalia… eppppp. gua.” Melinda : “Hitungan ketiga. Saya sudah tidak kuat…..

” Ersyad : “Ngomong-ngomong...” Polisi : “Iya.. Kini Ersyad dan para maling ayam bersiap untuk melakukan aksinya.” Ersyad : “Oh.” . Biasa. kembalikan kartu kredit saya.” Ersyad melihat hp yang berisi sms dari Vista..” Polisi : “Oh iya. Saya boleh permisi Pak?” Polisi : “Oh iya boleh-boleh. tidak Pak. untuk menghilangkan kepenatan. Ersyad : “Eh Pak. saya dengar akhir-akhir ini banyak terjadi pencurian ayam.” Vista : “Nah. cepat bergerak!” Ersyad pun berjalan menuju polisi. sakit sekali…” Usman : “Lagipula anda sok kuat. bahwa semua ayam telah dimasukkan ke truk..... Awww...” Bagus : “Benar juga. Haha.” Ersyad : “Tidak.” Vista dan Suci : “Okebooos.” Suci : “Lali kita harus apa bos?” Ersyad : “Yasudah kalian curi ayamnya. oke... maksud saya badan polisi itu memang kecil.” Melinda : “Aduh. Bu.bukan Saya. saya harus apa??” (Berpikir) Ersyad : “Cepat lepaskan! Atau. Hampir aja.” Ersyad : “Sebentar. Bapak ada apaya? Malam-malam begini ke peternakan saya. mereka sedang menjaga keamanan.” Polisi : “Ya? Selamat malam.” Mereka bertiga pun ditawan oleh Ersyad dkk. Ersyad : “Ehem.Ersyad : “Hahaha sekarang lepasin anak buah saya!” Bagus : “Astaga. Gitu Pak. sambil berpura-pura menjadi pemilik peternakan ayam.” Suci : “Itu tidak aman namanya.” Vista : “Iya iya. bos kita memang hebat.” Melinda : “Iya-iya saya lepaskan. sudah aman?” Vista : “Sdah bos.” Ersyad : “Ah polisi doang.. Dingin ya malam-malam.. Lihat saja. Haha. Polisi itu biar saya yang urus.” Ersyad : (Menarik nafas lega) Fuuuhh... dan pada malam harinya… Ersyad : “Bagaimana tempatnya. memangnya kenapa bos?” (mengembalikan kartu kredit kepada bos) Ersyad : “Kenapa lagi.” Polisi : “Adek malingnya ya!!” (sambil menunjuk Ersyad) Ersyad : “Enng.... seharusnya pura-pura pingsan saja seperti saya. oleh karena itu saya pakai jaket seperti ini. kecil.engga Pak. ada banyak polisi.” Polisi : “Adek ngomong apa barusan??!!” Ersyad : “Heehe.” (Ketakutan) Polisi : “Hahaha Saya hanya bercanda. malem Pak. Yaaa polisi kan bisa kena penyakit juga kalau terlalu lama terkena dingin. agar tidak masuk angin.

Vista : “BOOOSSS.” Ersyad langsung menuju ke termpat yang telah direncanakan olehnya dan kedua anak buahnya.” Sementara itu di tempat Ersyad. membicarakan yang jelek-jelek pula.. Tiba-tiba. rumit sekali simpulnya. amit-amit..” (mengendarai truk) Ersyad : “Lah lah. kamu kali yang suka.” Vista : “Benar. Hahaha” Polisi : (melihat Ersyad sudah berlari menjauh) “Wah. kenapa saya ditinggal? Kan saya bos kalian!” Akhirnya Ersyad mencari tempat persembunyian untuk dirinya. mana mungkin saya pacaran dengan orang seperti ini. sayang sudah lari. Saya tidak dapat konsentrasi berdoa. bos kita kan memang sering galau.” Sementara itu dirumah. iya silahkan. Ini ikatan yang susah. padahal saya ingin memberi uang kepada anak itu sebagai rasa terimakasih sudah menemani saya malam-malam begini.” Polisi : “Iya. Polisi : “Heh kamu!! Tunggu!! Jangan lari.” Annisa : “Iya sabar Gus... Bagus : “Aduh Nis. KITA DULUAN YA.” Melinda: “Kalian beisik sekali..” Ersyad langsung kabur melarikan diri.” Suci : “Ah masa? Bohong.. siapa pacarnya? Jangan-jangan kamu ya?” Vista : “Dih. Eh! Kamu mau maling ayam ya?!!” (mengagetkan Ersyad) Ersyad : “He-eh iyapak!” (langsung menutup mulut) “Anjir salah ngomong gua...” Bagus : “Keterlaluan. Daaaah booosss. Ersyad : “Aduh.. seperti wajah anda tidak saja.” Suci : “Loh. ckck. Ersyad : “Anak buah macam apa itu? Bos sendiri di tinggalin.” (melihat angkot dari kejauhan) “Nah.” Suci : “Dih. saya tidak bohong. seperti ada yang membicarakan saya.Ersyad : “Misi Pak. kenapa bos kita ditinggalkan?” Vista : “Sepertinya dia memang sedang ingin menyendiri.” . Ah bagaimana cara saya pulang?” Suci : “Vis. itu ada angkot. Lebih baik pulang naik angkot saja.. memang bos sudah pernah punya pacar?” Vista : “Sudah. Serumit wajahmu Gus. awas saja sampai rumah saya habisi kedua anak itu..” Suci : “Hah tahu darimana kau. lebih cepat sedikit melepas talinya..

” . buruan kalian buka ikatanna sendiri. jadi yang makan bisa jadi gila juga.” : “Ah.” : “Kamu mengikuti saja! Carilah ide sendiri!” : “Ah.” Annisa : “Nah... sama sekali tidak nyaman ya Allah.” Usman : “Sudah... kalian makin berisik saja. lebih baik kita berdoa bersama saja.” Bagus : “Saya tidak bisa! Saya terikat saya terikat saya terikat!!!” Usman : “Sudah. Ada dua pencuri yang datang.” Usman : “Mungkin faktor ayam. Ayo kita bersembunyi!” Dan kelompok agen rahasia pun bersembunyi dibawah meja. Gus pimpin doa!” Bagus : “Oh okeoke.” Semua : “AMIIIIN.. ide bagus!” Bagus : “Iya Bagus bsekali! Anda membawa Al-Qur’an tidak Man?” Usman : “Tidak bawa Gus..” : “Iya. yaAllah ya Rahman ya Rohim. itu artinya saya tidak akan kenapa-napa. arggggghhhhh!” : “Arggggggghhhh!” Mereka pun saling menjambak rambut dan bertengkar dengan hebatnya. Vista Suci Vista Suci Vista Suci Vista Suci : “Ah. lihat saja tampangnya seperti Ibu-Ibu pesantren.” Bagus : “Nah iya! Nis. saya tidak konsen nih doanya.” Bagus : “Alhamdulillah.. Bagus : “Eh sedang apa orang itu? Malah bertengkar.” : “saya juga cape.” Annisa : “Hey pelan-pelan! Itu nama ayah saya! Tidak sopan kalian. bawa tidak?” Annisa : “Tidak mungkin saya membawa Al-Qur’an disaat seperti ini. jangan berisik. tak terurus ya Allah. berisik kamu!” : “Kamu yang berisik.” Melinda : “Sudah sudah.. Mungkin Nisa bawa.” Melinda: “Ah. kabulkanlah doa dari kami. sementara itu para agen masih memperhatikan kedua pencuri dari tempat persembunyian. saya cape.Usman : “Memangnya anda sedang berdoa? Minta apa?” Melinda: “Minta agar kita semua bisa menangkap maling ayam itu. Ya Allah keluar kan kami dari tempat yg jelek ini..” Annisa : “Lah. ada apa dengan ayamnya?” Usman : “saya dengar ayam itu gila. akhirnya sampai juga dirumah. simpulnya sudah saya lepaskan. jelek seperti yang punya rumah. sampai juga kita.” Annisa : “Ssstt. Tempet ini sangat jelek ya Allah. lebih baik sekarang kita serang mereka bersama mumpung mereka masih berada dalam perpecahan. tolong kami ya Allah. tinggalin saja orang ini sudah gila.” Bagus : “Kalo orang yang makan memang sudah gila?” Usman : “Mungkin tidak ada efeknya. Sudah.

Vista : “Agen rahasia menyerang!!” Annisa : “Angkat tangan kalian!!” (sambil mengangkat pistol) “Semua angkat tangan!!” Melinda : (mengangat tangan) Annisa : “Untuk apa anda mengangkat tangan Mel?” Melinda : “Tadi anda bilang angkat tangan semua. Melinda : “Ahhhhhh kurang ajar kalian semua. anda tidak perlu bodoh!” Melinda : “Oh oke-oke. Satu.” Bagus : “Ahhh sudahlah.” Usman : “Oke. biar saya saja yang hitung. tepat di jantungnya. saya membawa.” Usman : “Eh bagaimana ini?” Bagus : “Ya tidak gimana gimana.” Melinda : “Sudah cepat tembak saja semua! Jangan tembk saya ya.. ....” (angkat tangan) Suci : “Engga! Saya tidak akan menyerah gitu aja!!” Duaaaarrrrrrrr!! Usman pun menembak Suci menggunakan pistolnya.” Annisa : “Merekaaaaaa. ambil saja pistolnya di saku belakang saya. Saya kan bukan lesbi. tiga!!!” Mereka pun menyerang pencuri tersebut dengan cepat. Tiga! Serang!!” Bagus : “Hah? Langsung tiga?” Usman : “Iya. namun tembakan nya meleset dan justru mengenai kaki Melinda. Iya anda semua angkat tangan!!” Annisa : (ikut mengangkat tangan) Melinda : “Tuh kan.. satu dan duanya sudah didalam hati. hitung lagi dari awal!” Melinda : “Iya iya.” (mengambil pistol) Usman : “Hei pencuri! Kalian angkat tangan atau saya tembak kalian!!” Vista : “Oh Oke. Lu aja. tidak mau. ketularan bodoh seperti ini. saya belum menikah masa sudah mau ditembak mati?.. namun tembakannya meleset dan justru mengenai temannya.. Iyaiya khilaf..” Usman : “Ah tidak tidak.” Annisa : “Ssst.. Vista. dua.Bagus : “Hitungan ketiga kita serang mereka!” Usman : “Oke. kau tidak usah ikut bodoh!” Annisa : “Yaampun. bodoh juga kan.” Bagus : “Pintar sekali orang ini.” Bagus : “Jadi anda mau apa.? HAH?!” Usman : “Setidaknya Gus. kita tinggal angkat tangan dan menunggu ajal kita.” Usman : “Tentu saja. saya sedang berdoa seperti ini mengapa ditembak?!” Bagus : “Melindaaaaa!! Kalian berdua akan menerima balasannya dari saya!” Suci : “Diaaaam!” (mengeluarkan pistol) Duaaaaaaaarrrrr! Suci pun menembak menggunakan pistolnya.

.” Usman : “Kan dia sudah mati..” Usman : “Kita kembalikan makhluk itu ke tempat asalnya dengan pistol ini. kurang ajar kalian.I.” Suci : “Oh iya. dia pun melihat agen rahasia dengan kedua anak buahnya yang mati terkapar.. S. Selamanyaaa!!” (Vista pun menghembuskan nafas yang terakhir) Suci : “Hah? Apa yang kau katakan Vis? (sambil melepas headsetnya) Setelah ini ini. Sekarang kalian akan mendapat balasannya!! Gaaaaaaaaaahhhh!!!” Bagus : “Sial. masa depan mereka masih cerah engga segelap saya. karena mendengar penawanan agen rahasia.I..A : “HEI KAMU ! Kalau berani lawan saya.. Ersyad : “Yah Anak buah saya sudah mati? Padahal mereka sudah saya rawat dari kecil dan sinari mereka dengan kasih sayang.” Bagus : “Maksud saya nanti di alam sana. Sementara itu Ersyad baru tiba di rumahnya setelah pulang menggunakan angkot. Tiba-tiba Ketua S. mana saya tahu di jahat atau tidak.A datang ke TKP. tidak ada pelurunya.. kau diam saja dialam sana... Aku sudah menganggapmu ssperti adikku sendiri. Ini urusan saya!” (dengan muka keren) Vista : “Aku tidak menyangka kau setega ini. Ya Tuhan jika saya bisa memilih bawa saja aku jangan mereka..” Usman : “Kita?” Bagus : “Kau tahu tidak? Kau memegang pistol itu terbalik. saya ketua dari S.” Tret Usman : “Maaf kawan. Suci : “Ahhh.” Duaaaaarrrrrrr! Suci pun melepaskan tembakan keduanya.” Bagus : “Yasudah kenalan dulu sana. namun justru mengenai dirinya sendiri.. Perut saya saja masih sakit dipukul olehnya..Vista : “Ahhhhh bodoh! Kenapa kau menembakku!!!” Suci : “Sudah.A!!” . Sepertinya beberapa menit lagi kita akan habis Gus. (melihat pistol) Ahhhh sial” Suci pun meregang nyawa dengan konyol. makhluk itu lagi. Tapi apa balasanmu? Kau malah menembakku seperti ini (sambil menangis) aku akan menghantuimu selamanya.I.” Ersyad : “WAAAAA! Banyak bicara anda!” (berlari sambil menghajar mereka berdua sekaligus).” Usman : “Tapi kan saya belum kenal.. giliran kalian!” Usman : “Kenapa yang baik harus cepat mati?” Bagus : “Tapi dia jahat.

Ersyad memulai serangannya dengan tonjokan di sudut kanan atas.” (sambil ngos-ngosan) Ersyad : “Saya sidah tidak bisa bergerak.” S. Reza memulai dengan pemanasan di tanganya.” (sambil memukul ketua S. Mungkin ini adalah serangan terakhir. di itu sementara Ersyad mulai memukul tembok hingga tangannya sakit.Reza berteriak kesakitan awwwwwwhhhhhh Reza mencoba bernafas. Ersyad menonjok ke perut Reza .I. SIA : “Sial. Pertarungan dimulai kedua orang ini menundukan kepalanya sebagai rasa hormat. sekarang hidung Reza sudah tidak berfungsi dia merasakan ada bau gas beracun yang sangat mematikan. sudut kiri atas.A) . di jidat.namun kaus kakinya di rebut Reza . tetapi Ersyad segara menginjak hidungnya.” Ersyad dan ketua SIA bertarung dengan sengit . tidak tau.Mereka pun berebut kaus kaki.” S.Reza tersadar dia sudah kembali pulih dia langsung membanting Ersyad .di kaki. Ersyad berdiri dengan sombongnya dia mengangkat dagunya dan mengangguk angguk pertanda dia anak metal dia menginjak perut Reza .maksudnya ke kantong celana. sudut kiri bawah.Reza memanfaatkannya dengan pukulan yang sangat keras ke arah muka Ersyad. Ersyad tidak memberi ampun dia semakin menjejalkan kaus kakinya ke muka Reza.A : “Anda tidak tahu bahwa saya mantan atlit tinju profesional?” Ersyad : “Iya.I.” Ersyad : “Ayo sini. hanya tangan kanan saya yang bisa digerakkan.I. Ersyad dengan tangan besar berhasil memenangkan duel perebutan kaus kaki.Reza melompat dia mencoba menghindar namun dia tidak bisa menghindar Reza terpukul di bagian yang tidak seharusnya. muka Ersyad menjadi sedikit penyok dan jelek dan sudah tidak simetris lagi sehingga terlihat seperti kodok . Ersyad memanfaatkan kelengahan Reza dengan tendangan elang dia menendang ke bagian yang tidak seharusnya .Reza mengeluarkan darah dari mulutnya Ersyad tanpa ampun terus memukuli Reza dan Ersyad kelelahan .. dia mengambil hp ternyata dia meminta Reza untuk memfoto dirinya sendiri dengan gaya yang narsis untuk mendokumentasikan dirinya sebelum dia mengalahkan lawannya.Ersyad tidak tinggal diam dia mengambil kaus kakinya yang kedua . melipat kepalanya ke belakang dan oh tidak ternyata Reza melakukan senam hamil dan Ersyad mulai memasukan tangannya ke dalam celana oh .Ersyad : “Kau mau melawan saya? Becerminlah dahulu sampai dimana kemampuan anda. dan sudut kanan bawah namun semua tonjokannya meleset. Baru setelah itu lawan saya. Reza berhasil menghindar dengan jurus maboknya Reza mengangkat kerah Ersyad dan mencoba mengangkatnya namun terlalu berat. Hingga pada akhirnya mereka berdua saling tersudut. orang ini sangat kuat. sambil tertawa bahagia . sementara Reza mulai melakukan Yoga dia duduk bersila mengangkat badanya dengan jempol. dia pun memukulnya lagi dan tangannya semakin sakit dan dia pun menyerah dia berlari-lari kecil di tempat mencoba menarik nafas dan menghembuskannya lagi.A : “Makanya sekarang saya beri tahu. di leher .Reza memulai dengan senyum kecutnya sementara Ersyad memulai dengan tatapan sinisnya mereka semakin mendekat dan memonyongkan bibirnya oh tidak.

. siapa yang menaruh bawang disini?” Akhirnya saudara kandung yang sudah berpisah sekian lama. Ersyad pun mengakui kesalahannya dan mengembalikkan seluruh ayam yang sudah dicuri ke asalnya.A : “Kakak apa rencana kita selanjutnya?” Ersyad : “Operasi muka tidak maksud ku kita akan membasmi kejahatan di dunia ini.A pun berubah menjadi S. kembali bersatu.I.P ( Sekelompok Intelijen Profesional) dan menjadi agensi terkuat di dunia.” S.. hiks hiks . kau Ka Hidayatullah kan?” Ersyad : “Tidak.A : “Ada apa dengan lambang ini?” Ersyad : “Lihat ini. darimana kamu tahu? Semua keluargaku telah hilang sejak lama. Annisa : “Hiks hiks hiks. I.” S.” (sambil menyisingkan lengan baju) S.” S.I. Epilog S. lalu Ersyad melihat sebuah lambang yang berada di tangan kanan dia. kau .A : “Kakak.” S. kakak sudah mendapatkan ayam yang kakak cari.. Mataku perih.Ketua S. Indah sekali.I.I..A : “ Ayam apa kakak?” Ersyad : “ Ayam yang bisa menghasilkan emas.” Ersyad : “ Tidak.” SIA : “Kau ingat ketika masih kecil.. kau memancing ikan dengan susah payah sementara aku memakan ikan pancingan dengan senang hati lalu kau memancing kodok untuk aku kau benar-benar..A menahan pukulan tersebut hingga lengan bajunya tersisingkan .I...I. SELESAI . Usman.I.” Ersyad : “Jadi kau Reza Hidayatullah? Adik yang selama ini aku cari dan kukira telah meninggalkan ku di dunia ini sendirian??” Bagus. Ersyad : “Lambang itu..A : “ Bukannya kita mau mengembalikkan ayam yang kakak cari.