Anda di halaman 1dari 17

Diare Cair Akut dengan Dehidrasi pada Anak

Abstract :
Acute liquid diarrhea is excreting more than 3t imes in 24 hours with the consistency of
liquid and lasts less than 1 week. Most causes of diarrheae at age 0-2 years are rotavirus
infection. If there are signs and symptoms of acute diarrheae due to be bacterial infection can
be given antimicrobial therapy is empirical, which can then be followed by specific therapy
according to the results of the culture. Maintain hygiene can prevent the onset of diarrheae.
Keyword : Accute diarrheae
Abstrak :
Diare cair akut adalah buang air besar lebih dari 3 kali dalam 24 jam dengan konsistensi cair
dan berlangsung kurang dari 1 minggu. Penyebab terbanyak diare pada usia 0-2 tahun adalah
infeksi rotavirus. Bila ada tanda dan gejala diare akut karena infeksi bakteri dapat diberikan
terapi antimikrobial secara empirik, yang kemudian dapat dilanjutkan dengan terapi spesifik
sesuai dengan hasil kultur. Menjaga kebersihan tubuh dan hygiene dapat mencegah terjadinya
diare.
Kata kunci : Diare akut
Pendahuluan
Diare merupakan masalah umum yang dapat ditemui di berbagai negara. Diare cair akut
adalah buang air besar lebih dari 3 kali dalam 24 jam dengan konsistensi cair dan
berlangsung kurang dari 1 minggu. Penyebab terbanyak diare pada usia 0-2 tahun adalah
infeksi rotavirus. Diare merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak
dinegara berkembang. Bila diare berlangsung kurang dari 2 minggu dikatakan diare akut.
Apabila diare berlangsung 3 minggu atau lebih, maka digolongkan diare kronik. Sebagian
besar diare berlangsung selama 7 hari dan biasanya sembuh sendiri.1
Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini untuk menambah pengetahuan khususnya tentang diare
seperti mahasiswa mampu mengetahui patologis diare, derajat dehidrasi berdasarkan gejala

1

disertai demam 38. Sejak 1 hari yang lalu. TD 90/60. Pembahasan Anamnesis Anamnesa merupakan suatu bentuk wawancara antara dokter dan pasien dengan memperhatikan petunjuk-petunjuk verbal dan non verbal mengenai riwayat penyakit pasien. pengobatan dan alergi. hindari penggunaan kata-kata medis yang tidak dimengerti oleh pasien. dan menempatkan keadaan sekarang dalam konteksi situasi sosial pasien. sehingga Ibunya memutuskan untuk membawa anak tsb ke UGD RS terdekat. pemeriksaan penunjang yang diperlukan.klinis yang disertai. denyut nadi 90x/menit. riwayat keluarga. Pada PF. anak menjadi tidak nafsu makan dan asupan cairan berkurang. temperature 39 0C. temuan positif yang relevan dengan penyelidikan fungsional. konsistensi cair dan tidak ada darah maupun lendir. Tujuan utama anamnesis adalah untuk mengumpulkan semua informasi dasar yang berkaitan dengan penyakit pasien dan adaptasi pasien terhadap penyakitnya. Saat melakukan anamnesis. jenis kelamin. menjelaskan secara rinci keluhan utama. Skenario Kasus Anak laki-laki 7 tahun mengalami diare sejak 2 hari yang lalu. Anamnesis bisa dilakukan secara Auto anamnesa yaitu anamnesa dilakukan pada pasien itu sendiri apabila pasien dalam kondisi sadar dan baik.2 2 . Prioritasnya adalah memberitahukan nama. serta pada bayi dan anak yang belum bisa berbicara dan sulit ditanyakan maka anamnesis dapat dilakukan secara Allo anamnesa melalui keluarga terdekat yang bersama pasien selama ia sakit. Presentasi anamnesis harus mengarah pada keluhan atau masalah. Kemudian dapat dibuat penilaian keadaan pasien. dan usia pasien. menjelaskan riwayat penyakit dahulu yang signifikan. bibir kering dan pecah-pecah. didapati anak tampak lemas. Menurut Ibunya anak ini terakhir membuang air kecil 4 jam yang lalu. Apabila pasien dalam kondisi tidak sadar atau kesulitan berbicara. anak menjadi lemas dan hanya terbaring ditempat tidur. Selama sakit anak ini hanya meminum obat penurun panas dan tidak berobat ke dokter. kedua kelopak mata tampak cekung. Beberapa jam sebelum berobat. Frekuensi diare 6x/hari.5 0C. turgor kulit kembali lambat dan akral hangat. prinsip penatalaksanaan dehidrasi sesuai dengan klasifikasinya serta pengobatan diare yang tepat sesuai dengan kasus. frekuensi nafas 20x/menit.

sebelum kesini sudah minum obat atau belum Riwayat Sosial. sedangkan nyeri abdomen menetap biasanya organik. Nyeri yang berubah-ubah biasanya - fungsional. warna fesesnya. Pekerjaan tertentu beresiko menimbulkan penyakit tertentu. Juga jangan lupa tanyakan keluhan penyerta seperti demam. TD 90/60. hasil pemeriksaan fisik didapatkan: Tanda-Tanda Vital 3 : Suhu 39⁰C. . ada tidaknya lendir maupun darah. Pemeriksaan fisik umumnya kurang khas. berlemak atau tidak.Anamnesis yang didapat sesuai skenario sebagai berikut : - Identitas pasien. Riwayat Penyakit Dahulu juga penting untuk ditanyakan sebelumnya pernah sakit - diare seperti ini juga atau tidak. kita bisa menanyakan nama. penurunan berat badan dan nyeri. ada tidaknya ampas. Karena pasien datang dengan keluhan diare kita tanyakan sifat fesesnya seperti konsistensi. kita tanyakan disini penting untuk memahami latar belakang pasien. namun juga kebersihan diri pasien dan lingkungan sekitar tempat tinggal pasien Pemeriksaan Fisik Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital yang meliputi tekanan darah. Selain pemeriksaan fisik biasa. denyut nadi 90x/menit. jadi penting untuk mendapatkan riwayat pekerjaan yang lengkap. dalam hal ini kita sebagai dokter harus lebih memperinci keluhan utama dari si pasien dengan menanyakan apa yang pasien rasakan. bising usus dapat positif dan meninggi. Riwayat Keluarga. mual-muntah. Riwayat Obat kita juga tanyakan. frekuensi. - dalam hal ini keluhan pasien adalah diare sejak 2 hari yang lalu Riwayat Penyakit Sekarang. pemeriksaan antropometri pada anak juga perlu dilakukan untuk memeriksa status gizi anak tersebut. penting untuk mencari penyakit yang pernah diderita oleh kerabat pasien karena terdapat kontribusi genetik yang kuat pada berbagai penyakit termasuk - kelompok resiko tinggi. suhu. ada kemungkinan terjadi distensi abdomen. Dalam hal ini bukan hanya pekerjaan. Sesuai dengan - skenario adalah anak laki-laki berumur 7 tahun Keluhan Utama merupakan suatu pendorong utama si pasien untuk datang berobat. frekuensi napas. mungkin ada nyeri tekan dan perhatikan juga ada tanda-tanda dehidrasi. Pada skenario.umur disini mungkin berpengaruh terhadap penatalaksanaannya nanti kita juga tanya alamatnya dimana. dan nadi serta mengamati keadaan umum. pengaruh penyakit yang mereka derita terhadap hidup dan keluarga mereka.

antidiare. Gambar 1. pemeriksaan tinja lengkap. sudah 2 hari. bukan tinja yang telah terkontaminasi dengan benda-benda diluar atau pun air toilet. turgor kulit kembali lambat Pemeriksaan Penunjang 1. Endoskopi saluran cerna bagian bawah: Rektoskopi. tidak meresap. pertimbangan yang 4 . antiparasit. laksan. Laboratorium: darah tepi. dan zat besi. elektrolit. Pemeriksaan harus segera dilakukan kurang dari satu jam untuk mendapatkan feses yang masih segar. berlabel di badan wadah. Sigmoidoskopi. terhidung 1 atau 2 hari sebelum pemeriksaan. Persiapan yang dimaksud antara lain pasien tidak boleh mengjonsumsi antasida. tidak mudah pecah dan mudah dibawa. tidak ada darah. kelopak mata cekung. Namun pada anak pemeriksaan laboratorium untuk mengenali patogen penyebab diare sering tidak diperlukan karena kebanyakan diare yang terjadi dapat sembuh sendiri. vitamin C. Feses harus dimasukan ke dalam wadah yang bersih. Feses harus berasal dari defekasi spontan atau dengan sarung tangan. Kolonoskopi jika ada darah pada feses tidak terlalu diindikasikan kecuali ada feses yang berdarah. Pemeriksaan feses harus dilakukan dengan sebelumnya telah dilakukan persiapan. sehari 6x melakukan defekasi Tanda-Tanda Dehidrasi : lemas. Wadah untuk Periksa Tinja.nafas 20x/menit Pemeriksaan Makroskopik : tinja cair. tertutup rapat. Karena mahalnya biaya pemeriksaan kultur tinja dan tes diagnostik lainnya. antibiotik. tidak ada lendir. kultur tinja dan pemeriksaan serologi amoeba atas indikasi 2. bibir kering dan pecah- pecah. ureum kreatinin.

skatol. akibat iritasi kolon oleh bakteri)  diare Dipengaruhi oleh makanan yang dimakan dan flora bakteri Bau tak enak yang keras Berasal dari senyawa indole. hydrogen sulfide dan amine. pemeriksaan diagnostik menggunakan barium Hitam Perdarahan bagian atas GI Merah Perdarahan bagian bawah GI Konsistensi Bau Unsur Pokok 5 Pucat dengan lemak Malabsorbsi lemak. diare berdarah maupun dehidrasi. penurunan motilitas usus akibat kurangnya serat  konstipasi Cair Peningkatan motilitas usus (mis. basah . cairan Pus Infeksi bakteri Mukus Kondisi peradangan Parasit Perdarahan Berbentuk. diet tinggi susu dan produk susu dan rendah daging. Bagi pasien yang ditemukan tanpa gejala panas yang tinggi.cermat diperlukan untuk memutuskan pasien diare akut yang harus dievaluasi dan diobati dengan antibiotik. agak cair / lembek. Perbedaan Karakteristik Feses Karakteristik Normal Warna Coklat/kekuningan Abnormal Kemungkinan Penyebab Pekat/putih Adanya pigmen empedu. protein. kering Dehidrasi. lunak. diproduksi oleh pembusukan proteinoleh bakteri perusak atau pembusuk Sejumlah kecil bagian kasar makanan yg tdk dicerna. Tabel 1. Lendir darah Infeksi Keras. terapi simptomatik dengan cairan oral tanpa pemeriksaan diagnostik mungkin sudah memadai. lemak.

V. Jumlah leukosit biasanya tidak meningkat pada diare virus-mediated dan racundimediasi. Proteus dan lain-lain. pemeriksaan fisik serta gejala klinis maka dapat ditentukan bahwa kemungkinan pasien tersebut mengalami diare cair akut dengan dehidrasi ringansedang. diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat) karena kandungan air tinja yang lebih banyak dari biasanya lebih dari 200gram atau 200ml/24 jam. memiliki leukositosis dengan kelebihan darah putih. Streptococcus. Differential Diagnosis Diare Infeksius dengan Penyebab Bakteri Bakteri yang bisa kemungkinan menyebabkan diare adalah E. Namun untuk penatalaksanaannya kita butuh kelengkapan dari pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan feses untuk mengetahui apa penyebab dari diarenya untuk lebih tepat dalam pengobatan. Vibrio cholera. Campylobacter jejuni. Pseudomonas. Parahaemoliticus. Pasien dengan diare karena virus.NAG. Dimana untuk pengetahuan apa sebenarnya diare cair akut. dll Darah gastrointestinal Lemak dalam jumlah besar Malabsorbsi Salah makan Benda asing Frekuensi >3 kali/hari Diare Pemeriksaan darah perifer lengkap digunakan untuk melihat hemoglobin. Shigella sp. Bakteri atau virus yang menginvasi ke usus akan menyebabkan leukosit (terutama neutrofil) berada dalam feses. Klebsiella. dan hitung jenis leukosit. hematokrit. Working Diagnosis Dari hasil anamnesis. biasanya memiliki jumlah dan hitung jenis leukosit yang normal atau limfositosis. Itu merupakan contoh-contoh bakteri yang dapat menyebabkan diare biasanya ini adalah invasif karena akan merusak mukosa terutama 6 . V. Staphylococcus aureusm. Aeromonas.pencernaan. Pasien dengan infeksi bakteri terutama pada infeksi bakteri invasif ke mukosa. Dan biasanya diare akut itu berlangsung sekitar kurang dari 14 hari. Yersinia enterocolytica.coli patogen. Salmonella sp. leukosit.

kejang terutama pada anak. tekanan darah menurun. sehingga dapat ditemukan eritrosit dan leukosit dalam tinja penderita.3 EPEC merupakan penyebab diare pada bayi yang penting. mata cekung. Dahulu EPEC dikaitan dengan wabah diare di ruang perawatan bayi di negara maju. menimbulkan kerusakan jaringan mukosa.bagian kolon. dianosis. ialah disebabkan kemampuannya mengadakan invasi ke epitel sel mukosa usus. dan Enteroinvasisve E. yaitu: Enteropathogenic E. ETEC merupakan penyebab “diare turis” yang lazim ditemui dan diare pada bayi yang sangat penting di negara berkembang. Selain rotavirus juga ada Adenovirus. kadang-kadang disertai muntah.coli (EIEC). Pada saat ini dikenal 3 macam strain E.3 Bakteri ini tertelan dan masuk ke dalam usus halus lalu melakukan multiplikasi di dalam usus halus. Vibrio cholerae dapat menyebabkan suatu penyakit yang disebut kolera dengan manifestasi berupa diare dan kadang-kadang disertai dengan muntah. Norwalk virus. khususnya dinegara berkembang.coli yang dianggap patogen dan dapat menyebabkan diare. 4 Diare Infeksius dengan Penyebab Parasit 7 . toksis. ubun-ubun cekung. Infeksi Shigella pada manusia dapat menyebabkan keadaan seperti ringan tanpa demam. berkembang biak dan kemudian mengeluarkan eksotoksin. pernafasan cepat dan dalam. Karena merusak mukosa menimbulkan nekrosis da ulserasi biasanya pada penyebab diare ini akan disertai demam dan feses yang berdarah. nadi kecil dan cepat. Bakteri kemudian akan mengeluarkan enterotoksin kolera yang akan mempengaruhi sel mukosa usus halus (menstimulasi enzim adenilisiklase). Cytomegalo virus dan lain-lain. Patogenesisnya terjadinya diare oleh Shigella spp. tenesmus dan tinja berlendir atau berdarah. Enterotoxigenic E. turgor yang cepat menurun.coli (EPEC). EIEC dapat dibedakan dari strain EPEC dan ETEC karena strain ini dapat menembus muka usus besar (kolon). EPEC melekat ke sel mukosa usus dan terkadang masuk ke sel mukosa.coli (ETEC). Tinja diare akan tampak seperti air cucian beras atau tajin. Biasanya gejalanya pun tidak disertai demam dan feses yang berdarah. Virus ini tergolong kedalam enterotoksigenik karena bakteri non invasif yang tidak menyebabkan kerusakan dinding mukosa. disenteri hebat disertai demam. Diare Infeksius dengan Penyebab Virus Dalam kategori virus ini ada beberapa virus yang bisa menyebabkan diare terutama rotavirus menyebabkan gangguan gastritis pada anak-anak. bunyi jantung melemah hingga akhirnya dapat timbul renjatan.

Dalam konsumsi berlebian obat pencahar maupun antasida dengan kandungan magnesium dapat pula memicu timbulnya diare akut. Namun gejala yang ditimbulkan umumnya adalah feses hanya menjadi cair.5 Diare Akut yang Disebabkan Obat Disebabkan oleh memgkonsumsi obat tertentu. tidak terdapat demam. Biasanya kalau pada anak-anak pada protein susu sapi yang mengandung eksim/atopi juga bisa protein susu kedelai serta makanan penyebab alergi lainnya. Antibiotik sering mengakibatkan hal ini. Tidak ada keluhan spesifik untuk kondisi feses atau keadaan khusus lainnya.4 Diare Akut yang Disebabkan Alergi Makanan Beberapa makanan yang mengandung suatu alergen yang bisa menyebabkan suatu hipersensitivitas imun akan menimbulkan alergi. Jenis Obat yang Sering Menimbulkan Diare. Reaksi terhadap protein makanan yang merugikan. yang disebabkan 8 .4 Tabel 2. Masa inkubasi sekitar 2 minggu.Ada beberapa parasit yang kita temui bisa menyebabkan diare yaitu ada dalam golongan protozoa seperti Entamoeba histolytica . Giardia lamblia biasanya parasit ini menginfeksi manusia dengan cara Penularannya melalui transfer kista (bukan trofozoit) secara fekal-oral melalui kontak manusia ke manusia atau konsumsi makanan atau air yang terinfeksi. darah atau lendir. Setiap kista melepaskan dua trofozoit dalam usus bagian atas yang melekat ke mukosa dan bermultiplikasi dengan pembelahan biner. dan umumnya tidak akan berlangsung dalam waktu yang lama.

Traveler’s diarrhea: E. dosis tinggi terapi radiasi. S. Enteral . keracunan makanan dan efek-efek obat lain. Parasit: Protozoa seperti Entamoeba histolytica.coli. Yersinia enterocolytica. protein. Aureus. parasit dan non-infeksi. Menurut World Gastroenterology Association global guidelines 2005. Imunodefisiensi: hipogamaglobulinemia. Etiologi Diare akut disebabkan oleh banyak penyebab antara lain infeksi (bakteri. 4. seperti Sindrom Zollinger-Ellison.1 1. Terapi obat: antibiotik. - Streptococcus anhemolyticus. - echovirus. Makanan: - Intoksikasi makanan: Makanan beracun atau mengandung logam berat. Epidemiologi 9 . Staphylococcus - aureusm Streptococcusm Klebsiella. Proteus dan lain-lain. lemak.oleh suatu hipersensitivitas imun. Giardia lamblia. coli patogen. Salmonella sp. panhipogamaglobulinemia (Bruton). Balantidium coli. kemoterapi. Virus: Rotavirus. Entamoeba histolytica. cytomegalovirus. Pseudomonas. neuropati autonomik (neuropatik diabetik). Cryptosporidium parvum. Malabsorpsi/maldigesti: karbohidrat. V. E. virus HIV. antasida dan lain-lain. Tindakan tertentu seperti gastrektomim gastroenterostomi. cestodiasis. B. defisiensi IgA heavycombination. Alergi: susu sapi. Stercoralis. virus). Cereus. Infeksi a. Parahaemoliticus. Giardia lamblia. Campylobacter jejuni. V. Lain-lain. Aeromonas. makanan mengandung bakteri/toksin: Clostridium perfringens.Bakteri: Shigella sp. Fungus: kandida/moniliasis b. penyakit granulomatose kronik. Parenteral: Otitis media akut (OMA). Lumbricoides. cacing tambangm - Trichuris trichiura. 3. S. yaitu suatu interaksi antara sedikitnya satu protein makanan dengan satu atau lebih mekanisme imun. parasit. vitamin dan mineral 2. pneumonia. Norwalk like virus. etiologi diare akut dibagi atas 4 penyebab: bakteri. virus. makanan tertentu. NAG. Shigella. Vibrio cholera. Adenovirusm Norwalk virus. Cacing seperti A.

10 . malabsorpsi lemak : diare tipe ini didapatkan pada gangguan pembentukan atau produksi micelle empedu dan penyakit-penyakit saluran bilier dan hati. serta sering menimbulkan kejadian luar biasa. penyakit yang menghasilkan hormon (VIPoma). Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare. 1.2 juta diantaranya meninggal. Penyebab dari diare ini antara lain karena efek enterotoksin pada infeksi Vibrio cholerae atau Escherechia coli. malabsorpsi glukosa/galaktosa. diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama. sebagian besar anak-anak dibawah umur 5 tahun.6 Patofisiologi Diare dapat disebabkan oleh satu atau lebih patofisiologi sebagai berikut : Diare osmotik : diare tipe ini disebabkan meingkatnya tekanan osmotik intralumen dari usus halus yang disebabkan oleh obat-obat atau zat kimia yang hiperosmotik (cth. Diare dapat menyebar dengan cepat dalam komunitas tertutup seperti di rumah atau bangsal perawatan rumah sakit. Diare tipe ini akan tetap berlangsung walaupun dilakuakn puasa makan/minum. WHO memperkirakan 4 milyar kasus terjadi di duia pada tahun 2000 dan 2. dan pada musim-musim tertentu.6 Defek sistem pertukaran anion atau transpor elektrolit aktif : diare tipe ini disebabkan adanya hambatan mekanisme transport aktif Na+. Hal ini disebabkan masih tingginya angka kesakitan dan menimbulkan kematian terutama pada bayi dan balita. Yang khas pada diare ini yaitu secara klinis ditemukan diare dengan volume tinja yang banyak sekali.2. Diare sekretorik : diare tipe ini disebabkan oleh meningkatnya sekresi air dan elektrolit dari usus. ATPase di enterosit dan absorpsi Na+ dan air yang abnormal. MgSO4. atau tempat penitipan anak.Sampai saat ini penyakit diare pada balita masih menjadi masalah kesehatan dunia terutama di negara berkembang. Malabsorpsi asam empedu. dan efek obat laksatif dioctyl sodium sulfosuksinat dili). sekresi ileum (gangguan absorpsi asam empedu). menurunnya absorpsi. Di Indonesia. K+. malabsorbsi umum dan defek dalam absopsi mukosa usus misal pada defisiensi disakaridase. Mg(OH)2).

yang lalu membentuk adenosin monofosfat siklik (AMF siklik) di dinding usus dan menyebabkan sekresi aktif anion klorida yang diikuti air. Gangguan permeabilitas usus : diare tipe ini disebabkan adanya kerusakan mukosa usus karena proses inflamasi. diare oleh bakteri dibagi atas non-invasif (tidak merusak mukosa) dan invasif (merusak mukosa)/ bakteri non-invasif menyebabkan diare karena toksin yang disekresi oleh bakteri tersebut. Diare infeksi : infeksi oleh bakteri merupakan penyebab tersering diare. Dari sudut kelainan usus. natrium. Gejala Klinis Berdasarkan ada atau tidaknya infeksi. Penyebab diare yang terbanyak adalah diare karena infeksi (lebih dari 90%). air. Diare infeksi adalah diare yang penyebabnya infeksi. sebaliknya disebut diare non infeksi. terdiri dari faktor-faktor daya tangkis atau lingkungan internal saluran cerna misalnya antara lain : keasaman lambung. dan ion bikarbonat. Faktor kausal yaitu daya penetrasi yang dapat merusak sel mukosa. yang disebut diare toksigenik. Faktor penjamu adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan diri terhadap organisme yang dapat menimbulkan diare akut.Motilitas dan waktu transit usus abnormal : diare tipe ini disebabkan hipermotilitas dan iregularitas motilitas usus halus. Inflamasi mukosa usus halus dapat disebabkan infeksi (disentri Shigella) atau non infeksi (kolitis ulseratif dan penyakti Crohn). Penyebab gangguan motilitas antara lain : diabetes melitus. 11 .3 Yang paling berperan pada terjadinya diare akut terutama karena infeksi yaitu faktor kausal (agent) dan faktor penjamu (host). pasca vagotomi. ion kalium. Enterotoksin yang di hasilkan kuman Vibrio cholare/eltor merupakan protein yang dapat menempel pada epitel usus. klorida). sehingga terjadi produksi mukus yang berlebihan dan eksudasi air dan elektrolit ke dalam lumen. Kemampuan memproduksi toksin yang mempengaruhi sekresi cairan usus halus serta daya lekat kuman. gangguan absorpsi air-elektrolit. ion kalium) dapat dikompensasi oleh meningginya absorpsi ion natrium (diiringi oleh air. Contoh diare toksigenik : kolera (Eltor). ion bikarbonat. imunitas dan juga lingkugnan mikroflora usus. hipertiroid. motilitas usus. Kompensasi ini dapat dicapai dengan pemberian larutan glukosa yang diabsorpsi secara aktif oleh dinding sel usus.

kehilangan cairan sampai 5-10% dari berat badan.6 Gejala muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare dan dapat disebabkan oleh lambung yang turut meradang atau akibat gangguan kesimbangan asam -basa dan elektrolit. c. Warna tinja makin lama berubah menjadi kehijau . malas minum o Tidak kencing. Tinja makin lama makin asam sebagai akibat makin banyaknya asam laktat. suhu tubuh biasanya meningkat. tidak ada nafsu makan 12 . Diare dengan dehidrasi berat. kehilangan cairan 5-6% dari berat badan. mata dan ubun-ubun besar menjadi cekung. terutama pada anak kecil. 6Diare dengan dehidrasi terbagi atas tiga derajat : a. selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering. nafsu makan berkurang atau tidak ada. kemudian timbul diare. yang berasal dari laktosa yang tidak dapat diabsorbsi usus selama diare. Diare dengan dehidrasi ringan. mulut dan lidah kering o Gelisah dan mengantuk o Nadi lebih cepat dari normal. Diare dengan dehidrasi sedang. maka gejala dehidrasi mulai tampak. terasa haus o Kencing sedikit. turgor kulit berkurang. dengan gejala sebagai berikut : o Frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari dan sering o Kadang-kadang muntah. dengan gejala: o Frekuensi buang air besar terus-menerus o Muntah lebih sering. biasanya disebabkan invasi bakteri ke mukosa saluran cerna. kehilangan cairan lebih dari 10% berat badan.6 Bila penderita telah kehilangan banyak cairan dan eletrolit. nafsu makan kurang o Aktivitas menurun o Mata cekung. Selain itu muntah biasanya dihubungkan dengan neuroenterotoksin pada makanan beracun dari Staphylococcus aureus atau Bacillus cereus. gelisah.hijauan karena tercampur dengan empedu. dengan gejala sebagai berikut: o o o o o Frekuensi buang air besar 3 kali atau lebih dalam sehari Keadaan umum baik dan sadar Mata normal dan air mata ada Mulut dan lidah basah Tidak merasa haus dan bisa minum b.Mula-mula bayi dan anak menjadi cengeng. Berat badan turun. Adanya lendir atau darah menunjukkan adanya proses inflamasi. Anus dan daerah sekitarnya lecet karena sering defekasi. Tinja cair dan mungkin disertai lendir dan atau darah. ubun-ubun cekung.

dan bikarbonat. buah dan sayuran masih dapat ditoleransi tetapi makanan berlemak serta makanan yang mengandung karbohidat simpleks dalam jumlah besar sebaikanya dihindari. pemerian makanan yang tepat sangat dianjurkan. daging mentah. Medika Mentosa Rehidrasi Oral Penggunaan terapi rehidrasi oral efektif dalam mengobati anak apapun penyebab diare atau berapapun kadar natrium serium anak saat awitan terapi. namun pada anak yang lebih besar sebaiknya menghindari produk-produk yang mengandung laktosa selama beberapa minggu karena sering terjadi intoleransi terhadap bahan makanan tertentu pasca diare. natrium. Hal ini dapat dilakukan setelah rehidrasi tercapai.6 Pengurangan asupan lemak semasa penyembuhan dapat mengurangi nausea dan vornitus. Larutan rehidrasi oral yang optimal harus dapat mengganti air. Penatalaksanaan Non Medika Mentosa Meskipun pasien penderita diare seringkali kehilangan nafsu makan. lemah atau tidak teraba Ubun-ubun sangat cekung Gambar 2. Larutan tersebut juga harus istonik atau hipotonik. mulut sangat kering Nafas sangat cepat dan dalam Nadi sangat cepat. Pada mayoritas anak penyerapan karbohidrat dari ASI dan susu formula reglar tidak menunjukan penurunan sehingga dapat diberikan. Tanda-tanda Dehidrasi. Penambahan glukosa ke dalam larutan berguna untuk meningkatkan penyerapan natrium dengan memanfaatkan kontraporasi natrium yang 13 . kalium. yoghurt.o o o o o Sangat lemah sampai tidak sadar Mata sangat cekung. Selain itu dianjurkan juga suplementasi pisang hijau atau pectin dalam diet. Makanan yang mengandung karbohidra kompleks.

Oralit Sebagai Rehidrasi Oral Rehidrasi Intravena Anak yang tidak dapat minum harus mendapat rehidrasi secara intravena yang dapat menggantikan volume air yaang hilang di urin dan tinja.digabungkan dengan larutan rehidrasi oral standar WHO (90mEq natrium dan 111 mmol glukosa per liter) sudah adekuat.7 Pencampuran larutan rehidrasi oral dengan jus dan soda harus dihindari karena hal ini akan mengencerkan konsentrasi natrium dan kalium dan pada sebagian besar kasus akan meningkatkan kadar glukosa melebihi kadar efektif. terbukti 14 . Terapi Antimikroba Terapi antimikroba pada kasus tertentu mungkin dapat mengurangi durasi dan tingkat keparahan dari diare dan mencegah komplikasi. Perhitungan kebutuhan carian semuanya menggunakan berat badan normal anak. WHO dan UNICEF menganjurkan suplementasi zink oral dalam 10-14 hari selama dan setelah diare (10 mg/hari untuk balita <6 bulan dan 20mg/hari untuk yang berusia >6 bulan). dimana perhitungan kebutuhan cairan per hari seperti tertera pada Tabel 3.6 Gambar 3. Namun penggunaannya secara berlebihan dan tidak rasional dapat menyebabkan resistensi terhadap antimikroba. Jus dan soda kurang mengandung natrium dan kalium untuk mengganti kehilangan akibat diare. serta dapat menyebabkan diare semakian parah akibat kadar glukosa yang tinggi (hipertonisitas). Nitaxozanide. Kebutuhan Cairan Rehidrasi Intavena per Hari6 Berat Badan Cairan per hari 0-10 kg 100mL/kg 11-20kg 1000mL + 50mL/kg unuk setiap kg >10kg >20kg 1500mL + 20mL/kg untuk setiap kg >20kg Suplementasi Zink Terdapat bukti yang kuat bahwa suplementasi Zink dapat mengurangi durasi dan tingkat keparahan dari diare dan mengurangi angka kematian akibat diare. Tabel 3. serta mencegah perkembangan dari dehidrasi dan defisiensi natrium-kalium.

Malabsorpsi dan intoleransi laktosa 15 . Hipernatremia : (Na serum > 150 mmol/L) a. Sangat haus dengan tanda dehidrasi tidak jelas. peristaltik menurun / tidak ada muntah c.makanan yg mengandung K. 9. kematian > tinggi dari no. Oleh karena hipoglikemia. minum cairan sedikit / tanpa Na b. Tanda: nafas cepat dan dalam/ nafas kussmaul c. perut kembung. Demam a. Bisa oleh karena : mikroorganisme penyebab diare. dehidrasi. 6.kerusakan ginjal b. Ileus Paralitik a. lemas. oleh karena hipokalemia.1 3. Komplikasi 1. kejang 2. hiper/hipo Na b. Oleh karena muntah dengan intake cairan/makan menurun b. Pemberian oralit yg cukup bikarbonat atau sitrat dapat memperbaiki asidosis. Pemasukan air terlalu banyak b. Hiponatremia : (Na serum < 130 mmol/L) a. antipiretika 4. kejang demam. Cegah kejang dengan kompres dingin. Hipokalemia (serum K < 3 mmol/L) a.efektif dalam terapi berbagai jenis patogen. kejang (jarang) c. epilepsi. Untuk lebih khusus terapi ini telah dibahas pada masing-masing etiologi penyebab diare. odema paru (jarang) c. lemas. ensefalitis. Tindakan : cairan oral stop  iv 8. terapi oralit (20 mmol/L) 7. cairan oral/iv stop 5. Asidosis Metabolik a. karena bertambahnya asam atau hilangnya basa ekstraseluler oleh karena dehidrasi b.ileus. oleh karena penyakit SSP : meningitis.aritmia jantung. Kejang a. penyakit lain yang menyertai b. obat anti motilitas b. Overhidrasi (Keracunan Air) a. kelopak mata bengkak.

iritasi usus. gastritis ok infeksi. Minum air. dan hewan ternak harus terjaga dari kotoran manusia. gizi buruk b. atau air yang digunakan untuk memasak harus disaring dan diklorinasi.a. pemberian cairan oral dengan cepat b. Muntah a. prognosis menjadi jelek kecuali penderta dirawatinapkan di rumah sakit dan diberikan suplemen nutrisi parenteral. perlu perawatan intensif Prognosis Di negara berkembang. 10. Dehidrasi. Ini termasuk sering mencuci tangan setelah keluar dari toilet dan khususnya selama mengolah makanan. Bila pengeluaran urine tidak terjadi dalam 12 jam setelah rehidrasi cukup. Ketika berenang di danau atau sungai. harus diperingatkan untuk tidak 16 . sehingga terjadi osmotik diare. Karena makanan dan air merupakan penularan yang utama. Kematian sebagian besar disebabkan karena dehidrasi dan malnutrisi sekunder. Pada anak kecil. Pencegahan Dicegah dengan menjaga higiene pribadi yang baik. prognosisnya sangat baik. Oleh karena infeksi bakteri invasif menyebabkan mukosa usus rusak. harus direbus dahulu beberapa menit sebelum dikonsumsi. dan malabsorpsi. Neonatus dan infant muda merupakan kelompok yang beresiko terjadinya sindrom dehidrasi. intake berkurang 12. malnutrisi. Dehidrasi berat harus ditangani dengan cairan parenteral. dengan manajemen yang lebih baik. bayi jangan diberi anti emetik karena kesadaran menurun. Kotoran manusia harus diasingkan dari daerah pemukiman. laktosa dalam makanan tidak dicerna dengan baik. ileus. oralit stop. Meskipun angka kematian rendah di negara berkembang. Malabsorpsi Glukosa a. pada kasus ini. Jika ada kecurigaan tentang keamanan air atau air yang tidak dimurnikan yang diambil dari danau atau air. ini harus diberikan perhatian khusus. Gagal ginjal akut a. anak-anak dapat meninggal karena komplikasi yang ada. terjadi diare ok infeksi bakteri. Sekali malnutrisi dari malabsorpsi sekunder terjadi. air yang digunakan untuk membersihkan makanan. Oleh karena dehidrasi berat dan syok b. beri cairan iv 11. prognosis anak-anak di negara tanpa perawatan kesehatan modern harus lebih berhatihati. produksi laktase menurun.

Behram. Wabah EHEC terakhir berhubungan dengan meminum jus apel yang tidak dipasteurisasi yang dibuat dari apel terkontaminasi. Daftar Pustaka 1. Semua daging dan makanan laut harus dimasak. 7. 4. Ilmu kesehatan anak. 3. 2012. 5.55. Imunologi dan virologi. Radji M. Rudolph CD. Limbah manusia atau hewan yang tidak diolah tidak dapat digunakan sebagai pupuk pada buah-buahan dan sayuran. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Semua buah dan sayuran harus dibersihkan menyeluruh dengan air yang bersih (air rebusan. Rudolph AM. Terapi yang dapat dilakukan untuk pengobatan diare adalah memberikan rehidrasi oral maupun intravena. tetapi efektivitas dan ketersediaan vaksin sangat terbatas. colera. atau olahan) sebelum dikonsumsi. saringan. Gleadle J. Pada saat ini. vaksin yang tersedia adalah untuk V. antimikroba bila diperlukan. 2005. Jawetz. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Philadelphia: Elsevier Saunders. Jakarta:Interna Publishing. 17 . Jakarta: Erlangga. dan demam tipoid. h. Jenson. Kesimpulan Diare akut merupakan masalah yang sering terjadi baik di negara berkembang maupun negara maju. Hoffman. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Ed 20. Pengobatan simtomatik dapat diberikan karena efektif dan cukup aman bila diberikan sesuai dengan aturan. Buku ajar pediatri rudolp. Marcellus SK. Jakarta: ISFI. yang kemudian dapat dilanjutkan dengan terapi spesifik sesuai dengan hasil kultur.2007.menelan air. JIE.2010. Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan dapat mencegah timbulnya diare. Mikrobiologi kedokteran. 2009. Nelson textbook of pediactric. dan memperhatikan makanan yang diberikan. Stanton. Diare Akut. 2007. 2. Adelberg. Kliegman. Daldiyono. setelah jatuh dan terkena kotoran ternak. Hanya produk susu yang dipasteurisasi dan jus yang boleh dikonsumsi. 5thed. Vaksinasi cukup menjanjikan dalam mencegah diare infeksius. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Bila ada tanda dan gejala diare akut karena infeksi bakteri dapat diberikan terapi antimikrobial secara empirik. 2007. 6. Melnick. At a glance anamnesis dan pemeriksaan fisik. 18th ed.