Anda di halaman 1dari 5

TUGAS BUDAYA MELAYU RIAU (BMR

)
TUNJUK AJAR MELAYU RIAU
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
KELAS VII.2
AISYAH FADILA PUTRI
SMP NEGERI 13 PEKANBARU
T.A 2013/2014
Tunjuk Ajar Melayu

dan sastra lisan mengambil bagian terbesar setelah sastra tulis. Sastra lisan orang Melayu dikenal cukup indah dengan pilihan kata dan susunan kalimat yang elok.5 x 20. petunjuk dan contoh teladan. karena itu. peribahasa. yang sering diselipkan dalam bahasa komunikasi sehari-hari. Banyak di antara ungkapan-ungkapan indah tersebut mengandung petuah. Ungkapan-ungkapan indah tersebut.5 cm Kebudayaan Melayu sarat muatan kesusastraan. seloka dsb. nasehat. syair. Yogyakarta Pertama. Di kalangan orang- . gurindam.Judul Buku Penulis Penerbit Cetakan Tebal Ukuran : : : : : : Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy BKPBM dan Adicita. Oktober 2006 xi + 688 halaman 14. sering digunakan sebagai media pengajaran dan pendidikan. biasanya dalam bentuk pantun.

mungkin kita bisa berbeda pendapat dengan Tenas dalam hal kategorisasi dan . sosial. Namun. moral hingga politik. bisa saja satu ungkapan memiliki beragam kandungan isi. “bila hidup tidak mufakat. pucuk putat warnanya merah / bila dikirai terbang melayang / duduk mufakat mengandung tuah / sengketa usai dendam pun hilang. bila diperhatikan.262) Pembagian secara tematik yang dilakukan Tenas dalam buku ini disesuaikan dengan isi kandungan dari setiap ungkapan. tunjuk ajar yang terangkum dalam buku tersebut kemudian ia klasifikasi ke dalam beragam tema. sesuai dengan pemahaman dan penafsiran pembaca. Oleh sebab itu. sehingga selamat dalam kehidupan di dunia dan akhirat. Tunjuk ajar yang terangkum dalam buku ini berkaitan dengan seluruh aspek kehidupan. Menurut orang tua-tua Melayu. pantun mengenai rasa tanggung jawab. Misalnya. ungkapan-ungkapan yang mengandung petuah dan nasehat disebut juga dengan tunjuk ajar. ungkapan diatas dimasukkan dalam tema persatuan dan kesatuan. kekeluargaan. Buku Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy ini. sebenarnya ungkapan di atas bisa dimasukkan pula dalam tema musyawarah dan mufakat. Sebagai pembaca.orang Melayu. sesuai dengan kandungan isi masing-masing ungkapan. di sanalah tempat tumbuhnya laknat”. sebagaimana disampaikan oleh Tenas Effendy. Tenas cukup telaten dalam mengumpulkan dan menyusun ungkapan-ungkapan tunjuk ajar yang mulai jarang digunakan oleh masyarakat Melayu tersebut menjadi satu buku. apalah tanda batang dedap / pohonnya rindang daunnya lebat / apalah tanda orang beradap / bertanggung jawab samapi ke lahat.207) Contoh lain. etika. misalnya pantun tentang musyawarah dan mufakat. kedudukan tunjuk ajar menjadi sangat penting dalam kesusastraan dan tradisi Melayu. mulai dari masalah keagamaan. (h. Oleh Tenas. Misalnya ungkapan. gotong royong dan tenggang rasa. Agar lebih sistematis. (h. Namun. memuat ungkapan-ungkapan yang mengandung tunjuk ajar tersebut. fungsi dari tunjuk ajar ini untuk membawa manusia ke jalan yang lurus dan diridhai Allah.

Keindahan ungkapan bukan saja terletak pada pilihan kata serta kalimat yang rancak. ungkapan-ungkapan yang disajikannya secara tematik tersebut belum dapat mengungkap seluruh jenis tunjuk ajar. Tampaknya. buku ini menjadi sangat penting. demikian kata Mahyudin Al Mudra dalam pengantar . sehingga memudahkan pembaca dalam memahami nilai luhur yang terkandung dalam budaya Melayu. sebab. mengutip Tenas. upaya tematik yang diberikan Tenas hanya untuk mempermudah pembaca dalam menelusuri kandungan atau sebagian kandungan. kita akan terbuai dan terlena oleh indahnya ungkapan-ungkapan Melayu. Selebihnya. dari setiap ungkapan yang disajikan. Meskipun buku ini cukup tebal. di tengah ketidakpedulian generasi muda pada warisan agung leluhurnya. namun Tenas mengakui bahwa. terutama tunjuk ajar yang berkembang dalam masyarakat perkampungan. Tenas memberikan keterangan pengantar tentang adat istiadat Melayu yang berhubungan dengan tema yang disajikan. sebab masih banyak sekali tunjuk ajar Melayu yang belum terjamah. walaupun beberapa ungkapan ini bisa ditempatkan secara fleksibel dalam beberapa kategori atau tema. menurut Tenas. Membaca buku setebal 688 halaman ini. Namun. kehadiran buku ini telah memberikan kontribusi besar dalam upaya melestarikan tamadun Melayu. bila orang Melayu kehilangan tunjuk ajarnya. Ringkasnya. terutama dalam kesusastraan. Setidaknya.pemaknaan setiap ungkapan ini. kehadiran buku ini juga penting dalam upaya memahami seni kesusastraan Melayu. mengingat perkembangan penafsiran harus sejalan dengan konteks masyarakatnya. Selain itu. Dalam konteks tersebut. tetapi kandungan ajarannya yang paling dalam tetap sama: sebagai pedoman dan petunjuk bagi orang Melayu. bahkan penting. sehingga ungkapan-ungkapan yang mengandung nilai-nilai luhur itu dapat dipahami dan berfungsi dengan baik. terutama syair. Pada setiap tema dan kategori. pembaca dapat menafsirkan dan memahaminya sendiri. berarti mereka telah kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur yang selama berabadabad telah mampu mengangkat harkat dan martabat Melayu. hal ini dapat dimaklumi.

.buku ini. tetapi lebih dari itu adalah pada makna yang terkandung di dalamnya. Buku ini cukup representatif untuk memahami adat istiadat Melayu.