Anda di halaman 1dari 6

Anamnesis dermatologis terutama mengandung pertanyaan-pertanyaan: onset dan dura

si, fluktuasi, perjalanan gejala-gejala, dan riwayat penyakit terdahulu. Akan te
tapi, terdapat beberapa perbedaan, terutama adanya penekanan pada aspek-aspek te
rtentu, seperti tersebut di bawah ini:
Riwayat penyakit terdahulu. Hendaknya meliputi masalah-masalah umum, misalnya: D
iabetes dan TB, Gangguan kulit yang pernah diderita, alergi-alergi yang penting
.
Riwayat keluarga. Beberapa kelainan bersifat menular; kelainan-kelainan yang lai
n mempunyai latar belakang genetik yang kuat.
Pekerjaan dan hobi. Kulit seringkali dipengaruhi oleh zat-zat yang banyak terdap
at di lingkungan kerja dan di dalam rumah.
Terapi. Bukan hanya pengobatan yang sistemik tetapi juga yang topikal; banyak pa
sien menggunakan bermacam-macam krim dan salep; topical mungkin juga berupa obat
(pasien hamper selalu melupakan nama-nama obat yang pernah digunakannya). Pengo
batan topical mungkin juga dilakukan sendiri (tanpa resep dokter) sebagai bagian
dari upaya kosmetik . 1
Pemeriksaan Fisik
Tahap berikutnya adalah memeriksa pasien. Merupakan hal yang bijaksana untuk sel
alu memeriksa pasien mulai dari kepala hingga kaki. Inspeksi dan palpasilah les
i atau bercak kemerahan yang ada (penggunaan kaca pembesar mungkin membantu anda
). Hal-hal pokok dalam pemeriksaan dermatologis yang baik adalah:
1.
Lokasi dan/atau distribusi dari kelainan yang ada. Hal ini bisa sangat m
embantu: sebagai contoh, psoriasis mempunyai tempat predileksi pada lutut, siku,
kulit kepala, dan punggung bagian bawah, pada anak-anak eksema cenderung terjad
i di daerah fleksor; akne terutama terdapat pada wajah dan tubuh bagian atas; ka
rsinoma sel basal biasanya lebih sering muncul di kepala dan leher.
2.
Karakteristik lesi individual:
Tipe.
Ukuran, bentuk, garis tepi, dan batas-batasnya. Ukuran sebaiknya diukur dengan t
epat, daripada hanya membandingkannya denggan kacang polong, jeruk, atau koin. L
esi bias mempunyai berbagai macam bentuk, misalnya bulat, oval, anular, linier,
atau tidak beraturan , tepi-tepi yang lurus atau bersudut mungkin disebabkan oleh f
aktor-faktor eksternal. Pada psoriasis bagian tepinya berbatas tegas, sedangkan
pada kebanyakan bercak-bercak eksema tepinya berbatas tidak tegas.
Warna. Selalu ada manfaatnya untuk membuat catatan tentang warna: merah, ungu, c
okelat, hitam pekat, dan sebagainya.
Gambaran permukaan. Apakah permukaan lesi halus atau kasar, dan untuk membedakan
krusta (serum yang mongering) dengan skuama (hyperkeratosis), beberapa penulusu
ran pada skuama dapat membantu, misalnya terdapat warna kepereakan pada psoriasis
Tekstur- dangkal? Dalam? Gunakan ujung jari anda pada permukaan kulit; perkiraka
n kedalaman dan letaknya apakah di dalam atau di bawah kulit; angkat sisik atau
krusta untuk melihat apa yang ada di bawahnya; usahakan untuk membuat lesi memuc
at dengan tekanan.
3.
Lokasi sekunder. Carilah kelainan-kelainan di tempat lain yang dapat mem
bantu diagnosis. Misalnya, kuku pada psoriasis. 1
Pemeriksaan Penunjang
Biopsi kulit- histopatologi, mikorskopi electron, imunopatologi, sidik DNA. Pad
a pemeriksaan histopatologi dapat ditemukan penebalan lapisan epidermis (akantos
is), dan penipisan epidermis pada bagian pemanjangan papilla dermal, peningkatan
mitosis sel keratinosit, fibroblast dan endothelial, parakerotik hyperkeratosis
, serta inflamasi sel dermis (limfosit dan monosit) dan epidermis (limfosit dan
polimorfonuklear), membentuk mikroabses Munro pada stratum korneum. 1
Working Diagnosis
Psoriasis
Psoriasis ialah penyakit yang penyebabnya autoimun, bersifat kronik dan residif,
ditandai dengan adanya bercak-bercak eritema berbatas tegas dengan skuama yang
kasar, berlapis-lapis dan transparan; disertai fenomen tetesan lilin, Auspitz, d

Pada psoriasis terdapat fenomena tetesan lilin. misalnya psoriasis pustulosa. Insidens pada orang kulit putih lebih tinggi daripada penduduk kulit berwarna. Peningkatan aliran darah menimbulkan eritema. Tempat predileksi pada skalp. dan faktor pertumbuhan yang merangsang proliferasi sel abnormal dan perga ntiannya. Infeksi fokal mempunyai hunungan yang erat dengan salah satu jenis psoriasis yaitu psoriasis gutata. anti malari a dan penghentian mendadak steroid sistemik. Kedua fenomena yang disebut lebih dahulu dianggap khas. terlebih-lebih mengingat bahwa pe rjalanannya menahun dan residif. Pertukaran sel yang cepat ini menyebabkan peningkatan derajat metabolism dan peningkatan al iran darah ke sel untuk menunjang metabolism tersebut.2 Sinonim Psoriasis juga disebut psoriasis vulgaris berarti psoriasis yang biasa. Pada bangsa berkulit hitam. Pada fenomena Auspitz tampak serum ata u darah berbintik-bintik yang disebabkan oleh papilomatosis. kecuali pada psoriasis yang menjadi eritroderma. Fenomena tetesan lilin ialah skuama yang berubah warnanya menjadi putih pada gor esan. Waktu pertukaran normal sel epidermis adalah sektiar 28-30 hari. psoriasis terdapat pada se mua usia. tetapi menyebabkan gangguan kosmetik. Meskipun penyakit ini tidak menyebabkan k ematian. Umumnya infeksi disebabkan oleh Streptococcus. misalknya liken planus dan veruka plana juvenilis. D i Eropa dilaporkan sebanyak 3-7%. 2 Etiopatogenesis Berbagai faktor pencetus pada psoriasis yang disebutkan dalam kepustakaan dianta ranya adalah stress psikis. alcohol dan merokok. dan daerah lumbosakral. epidermis di bagian yang terkena diganti setiap 3-4 hari. Sebagian penderita mengeluh gatal ringan. demikian pula bangsa Indian di Amerika. Pengakti fkan sel T menyembabkan sitokinin pro-inflamatori termasuk faktor nekrosis tumor alfa. Stress psikis merupakan factor pe ncetus utama. Pada waktu kehamilan umumnya membaik sedangkan pad a masa postpartum umumnya memburuk. di Amerika Serikat 1-2%. tetapi umumnya pada orang dewasa. Eritema sirkumskrip dan merata. Cara m enggores dapat dengan pinggir gelas alas. Gangguan metabolisme seperti dialysis dan hi pokalsemia dilaporkan menjadi salah satu factor pencetus. Obat yang umumnya dapa t menyebabkan residif ialah beta adrenergic blocking agents.6%. Pertukaran dan proliferasi yang cepat tersebut menyebabkan terbentuknya sel-sel yang kurang matang. infeksi fokal. Trauma ringan pada kulit dapat menimbul kan peradangan berlebihan sehingga epidermis menebal dan terbentuklah plak. Faktor endokrin umu mnya berpengaruh pada perjalan penyakit. Insidens pada pria agak lebih banyak daripada wanita. Pada psoriasis.an Kobner. tetapi pada stadium penyembuha n seritng eritema yang ditengah menghilang dan hanya terdapat di pinggir. Pernah dilaporkan kesembuhan psoriasis gutata setelah dilakukan tonsilektomi. Kelainan kulit terdiri atas bercak-berrcak eritema yang meninggi (plak) dengan s kuama di atasnya. gangguan metabolic. nummular atau plakat. obat. sedangkan hubungannya dengan psoriasis vulgar is tidak jelas. kasar dan berwarna putih seperti mika. karena a da psoriasis lain. Cara mengerjakannya . sedangkan yang terakhir tak khas. 2 Psoriasis disebabkan oleh gangguan autoimun. Puncak insidens psoriasis terutama pada masa pubertas dan menopause. serta transparan. jarang dilaporkan. trauma (Fenomenan Kobner).3 Gejala Klinis Keadaan umum tidak dipengaruhi. hanya kira-kira 47% positif dan didapati pula penyakit lain. dapat berkonfluensi. Skuama berlapis-lapis. litium. disebabkan oleh berubahnya indeks bias. 2 Epidemiologi Kasus psoriasis makin sering dijumpai. biasanya pa da anak-anak dan dewasa muda dan terjadi setelah infeksi akut oleh Streptococcus . perbata san daerah tersebut dengan muka. Limfosit T diaktifkan dalam berespo ns terhadap rangsangan tak dikenal terkait dengan sel Langerhans kulit. seperti lilin yang digores. Auspitz dan Kobner (isomorfik). sedangkan di Jepang 0 . endokrin. eksremitas bagian ekstensor terutama siku serta lutut. Besar kelainan bervariasi: lentikular. Jika seluruhnya atau sebagian besar lentikular disebut psoriasis gutata. misalnya di Afrika.

Psoriasis Vulgaris Bentuk ini adalah yang paling lazim terdapat karena itu disebut vulgaris. Pemeriksaan laboratorium menunjukan leuk . c. kedua dianggap sebagai varian psoriasis. hidroklorokuin. Timbulnya mendadak dan diseminata . Setalah beberapa jam ti mbul banyak plak edematosa dan eritomatosa pada kulit normal. Dapat pula m uncul pada penderita yang belum menderita psoriasis. Selain itu juga da pat timbul setelah infeksi yang lain. fenibuta son dan salislat. maka pengerokan harus dilakukan perlahan-lahan. Setelah skuamanya habis. tempat predileksinya pada sendi interfalangs distal. Kelainan kulit berup a pustul kecil steril dan dalam. Sedangkan bentuk generalisata contohnya psoriasis pu stulosa generalisata akut. tebal. 2 Bentuk Klinis Pada psoriasis terdapat berbagai bentuk klinis. Kelainan pada mukosa jarang ditemukan dan tidak penting untuk diagnosis sehingga tidak dibicarakan. morfin.demikian: skuama yang berlapis-lapis itu dikerok. Psoriasis Inversa(psoriasis fleksural) Psoriasis tersebut mempunyai tempat ptredileksi pada daerah fleksor sesuai naman ya.sulfo piridin. e. bagian distalnya terangkat karena terdapat lapisan tanduk dibawahnya (hyperkeratosis subungual). Plak psoriasis yang telah ada makin ertitematosa. terbanyak terdapat pada u sia 30-50 tahun. ya ng agak khas ialah yang disebut pitting nail atau nail pit berupa lekukan-lekuka n miliar. Kelainan yang tak khas ialah kuku yang keruh. pertama dianggap sebagai penyakit te rsendiri. Trauma pada kulit penderita psoriasis. b. stres emosional serta infeksi olhe bakteri atau virus. penyakit ini dapat pula men yebabkan kelainan pada sendi (arthritis psoriatik). nausea. Terdapat 2 bentuk psoriasis p ustulosa. Kelainan itu akan teru s menerus dan dapat menjadi eritoderma. dan onikolisis. Faktor lain selain obat ialah hipokalasemia. Psoriasis Seboroik Gambaran klinis penyakit ini merupakan gabungan antara psoriasis dan dermatitis seboroik. Psoriasis juga dapat menyebabkan kelainan kuku. disertai rasa ga tal. Umumnya bersifat poliartikular . Penyakit ini dapa t timbul pada penderita yang sedang atau telah menderita psoriasis. kemudian terjadi ankilosing dan lesi kistik sub korteks. a lkohol. hiperalgesia disertai gejala umum berupa demam. d. Sendi membesar. Penyakit ini bersifat kronik dan resid if mengenai telapak tangan atau telapak kaki atau keduanya. jika terlalu dalam tidak akan tampak perdarahan yang berbintik-bintik. melainkan perdarahan yang merata. tempat predileks inya seperti yang telah diterangkan diatas. Sela in berlokasi pada tempat yang lazim. Psoriasis pustulosa generalisata akut( von zumbusch). Psoriasis Gutata Diameter kelainan biasnya tidak melebihi 1 cm. baik bakterial maupun viral. umumnya setelah infeksi streptococcus di saluran napas atas bagian atas sehabi s influenza atau morbili. misalnya garukan . a. Dalam beberapa jam timbul banyak pustul milier pada plak-plak tersebut. Umumnya pada sendi distal interfalang. misalnya dengan pinggir gelas alas. dinama kan pula tipe plak karena lesi-lesinya umumnya berbentuk plak . Obat lain contohnya penisillin dan derivatnya serta antibiotik beta lak tam lainnya. terutama pada anak dan dewasa muda. sinar matahari. Di samping menimbulkan kelainan pada kulit dan kuku. anor eksia. Dalam sehari pustul-pustul berkonfluensi membentuk lake of pus berukuram beberapa cm. dapat menyebabkan kelainan yang sama dengan kelainan psoriasis disebut fenomen a Kobner. juga terdapat pada tembat seboroik. Gejala awalnya ialah kulit yang nyeri. Psoriasis pustulosa palmoplantar. diatas kulit yang eritematosa. Sebagai faktor pro vokatof banyak. Psoriasis Pustulosa Ada 2 pendapat mengenai poriasis pustulosa. terdapat pada 10-15% pasien psoriasis. malese. sulfonamida. Misalnya obat yang tersering karena penghentian kortikosteroid s istemik. kodein. skuama yang biasanya kering menjadi agak berminya dan agak lunak. bentuk lokalisata dan generalisata . yakni sebanyak kira-kira 50%. bentuk lokalisata contohnya psori asis palmo plantar(barber).

baik akibat pr oduk metaboliknya yang masuk kedalam epidermi. pembesaran kelenjar getah bening menyelu ruh. hingga menyerupai dermatofitosis. skuama-skuama yang yang kekuningan dan kumpulan debrisdebris epitel yang lekat pada kulit kepala disebu cradle crap. yakni lebih eritematosa dan kulit nya lebih meninggi. infeksi atau defisiensi imun. Kalau tidak khas . bahwa eritema dapat terjadi hanya di pinggir. Bentuk yang berminyak disebut pitirasis steatoides yang dapat diserati eritama dan krusta-krusta tebal. 2 Dermatitis Seboroik Isitilah dermatitis seboroik dipakai untuk segolongan kelainan kulit yang didasa ri oleh faktor konstitusi dan bertempat predileksi di tempat-tempat seboroik. batasnya sering cembung. kadang-kadang pada umur tua. glabela.S) positif.ovale yang berlebihan dapat mengakibatkan reaksi inflamasi. Etiopatogenesis Penyebabnya belum diketahui pasti. Meskipun kematangann kele njar sebasea rupanya merupaka faktor timbulnya dermatitis seboroik. tetapi tidak ada hubungan langsung secara kuantitatif antara keaktivan kelenjar tersebut den gan supsebilitas untuk memperoleh dermatitis seboroik. Pada stadium penyembuhan telah dijelaskan.ositosis. Pada daerah supra . Rambut pada tempat tersembut mempunya i kecenderungan untuk rontok mulai dari bagian verteks dan frontal. mulai sebagai bercak kecil yang mengenai seluruh kulit kepala dengan skuama yang halus dan kasar. Glandula tersebut aktif pada bayi yang baru lahir kemuadian tidak aktif selama 9-12 tahun akibat stimul asi dari androgen ibu berhenti. Pada daerah ahi tersebut. Pada diagnosis banding hendaknya selalu diingat. Dermatitis seboroik yang ringan hanya mengenai ku lit kepala berupa skuama-skuama halus. Bentuk yang berat ditandai dengan adanya bercak bercak yang berskuama dan berminyak disertai eksudasi dan krusta tebal. f. Sering meluas ke dahi. Dermatitis seboroik dapa t diakibatkan oleh proliferasi epidermis yang meningkat seperti pada psoriasis. dan tes serologik untuk sifilis (T. transparan serta berlapis-lapis. tidaklah sukar membuat diagnosis. Dermatitis seboroik pada bayi terjadi pada umur bulan-bulan pertama. seluruh kepala tertutup oleh krusta-krustayang kotor. telinga posaurikular dan leher. Faktor dermatitis seboroik dapat dosebabkan oleh faktor kelelahan.S. Dermatitis sebo roik berhubungan erat dengan keaktivan glandula sebasea. Pada benuk yang l ebih berat lagi. Eritoderma psoriatrik Eritoderma psoriatik dapat disebabkan oleh pengobatan topikal yang terlalu berat atau penyakitnya sendiri yang meluas. Kelainan tersebut diseb ut ptiriasis sika. Banyak yang menghubungkan penyakit ini dengan infeksi oleh bak teri atau Pityrosporum ovale yang merupakan flora normal kulit manusia. maka harus dibedakan dengan beberapa penyakit lain yang tergolong dermatosis e ritroskuamosa. Dermatitis seboroik berbeda dengan psoriasis karena skuamanya berminyak dan keku ning-kuningan dan bertempat predileksi pada tempat yang seboroik. Pada bayi. kemudian jarang pada usia akil balik dan insidennya mencapa i puncak pada umur 18-40 tahun. bahwa pada psoriasis terdapat t anda-tanda yang khas. batasnya agak kurang tegas. bagaimana caranya diturunkan belum dipastikan. Sifilis stadium II dapat menyerupai psoriasis dan disebut sifilis psoriasiformis . fenom ena tetesan lilin. Biasanya lesi yang khas untuk psoriasis t idak tampak lagi karena terdapat eritema dan skuama yang tebal universal. Dermatitis seboroik lebih sering terjadi pada laki-laki dari pada wanita. kultur pus dari pustul steril. Ada ka lanya lesi psoriasis masih tampak samar-samar.2 Differential Diagnosis Jika gambaran klinisnya khas. Penyakit tersebut sekarang jarang terdapat. Pertumbu han P. dan berba u tidak sdap. yakni skuama kasar. perbedaannya pada sifilis terdapat sanggama tersangka (coitus suspectus). stres emosion al. dan fenomena Auspitz. Perbedaannya ialah keluhan pada derma tofitosis gatal sekali dan pada sediaan langsung ditemukan jamur. maupun karena sel jamur itu sendi ri melalu aktivitas sel limfosit dan sel langerhans itu sendiri. Faktor presdiposisinya ialah kelainan konstit usi berupa status seborik yang rupanya diturunkan. Gejala Klinis Kelainan kulit terdiri atas eritema dan skuama yang berminyak dan agak kekuninga n.

dan dapat ditul arkan dari ibu ke janin. M.rubrum. Laman ya beberapa hari hingga beberapa minggu. sebagian penderita mengeluh gata l ringan. yang banyak berkeringat serta kelembaban kulit yang lebih tinggi. memberi gambarah yang khas sama dengan lesi pertama hnaya lebih kecil. mentagrophytes.2 Sifilis stadium 2 Sifilis ialah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema pallidum.orbital. terutama antara 15-40 tahun.2 Gejala Klinis Gejala konstitusi pada umumnnya tidak terdapat. Predileksi biasanya terdapat di muka. 2 Tinea korporis Penyakit ini banyak diderita oleh orang-orang yang kurang mengerti kebersihan da n banyak bekerja di tempat panas. Pada perjalanannya dapat menyerang hampir semua ala t tubuh. Penyakit ini sering menyerupai ptiriasis ros ea. berbentuk oval dan anulardan diameterny a kira-kira 3 cm. soliar. dan selanjutnya hanya meninggalkan daerah hipe rpigmentasi saja.canis. dan an ggota gerak bawah. umumnya sendiri dalam waktu 3-8 minggu. Kemudian disusul o leh lesi-lesi yang lebih kecil dibadan. berupa anoreksi a. karena penyakit ini merupakan swarsi na (sel limiting disease). skuama-skuama halus dapat terlihat dari alis mata. T. bercak-bercak bias melebar dan akhirnya dapa t memberi gambaran yang polisiklis. Kecuali bentuk yang lazim berupa eritroskuamo sa. umumnya di badan. malase. Ptiriasis rosea didapati pada semua umur. i nterskapular. hingga sususannya menyerupai pohon cemara terbalik. dimulai d engan sebuah lesi inisial berbentuk eritema dan skuama halus. M. lengan atas bagian proksimal dan paha atas. kulit dibawahnya eri tematosa dan gatal. mempunyai masa laten. l ipatan nasolabial. lesi teresebut timbul serentak atau dalam beberapa hari. nyeri kepala. Jika meluas dapat terjadi eritoderma. yang lebi h sering terdapat pada anak-anak. Bentuk yang klasik dimulai dengan lesi bulat atau lonjong dengan tepi yang aktif . areola mamae. adanya papul-papul dan vesikel. t anda-tanda aktif jadi menghilang. sangat k ronik dan bersifat sistemik. . Lama S II sampai Sembilan bulan. Pada S II dapat disertai gejala konstipasi. Sifilis stadium II timbul setelah enam sampai delapan minggu sejak S I dan sejum lah sepertiga kasus masih disertai S I. turunnya berat badan. Dengan perkembangan ke arah luar. susunanya sejajar dengan kosta. lipatan dibawah mamae wanita. disertai bercak-bercak skuama kekuningan dapat terjadi pula blefaritis.audolini. Lesi berikutnya timbul 4-10 hari setela h lesi pertama. ptiriasis rosea dapat juga berbentuk urtikaria. pada wanita dan pri a sama banyaknya. demam yang tidak tinggi. punggung. dapat menyerupai banyak penyakit. psoriasis vulgaris. Gejala umumnya tidak berat. yakni pinggir kelopak mata merah disertai skuama-skuama halus. Sela in tempat tersebut dermatitis seboroik juga dapat mengenai liang telinga luar.2 Etiologi Etiologinya belum diketahui secara pasti. lengan dan paha atas yang tersusun sesua i dengan lipatan kulit dan biasanya menyembuh dalam waktu 3-8 minggu. Dermatitis seboroik dapat bersama -sama dengan akne yang berat. lipat paha dan daerah anogenital. Pada daerah pipi. daerah sternal. Bila tinea korporis ini menahun. anggota gerak atas. Ada yang m engemukakan hipotesis bahwa penyebab virus.4 Ptiriasis Rosea Ptiriasis rosea ialah penyakit kulit yang belum diketahui penyebabnya. vesikel dan papul. arsinar atau sinsiner. Ptiriasis berarti skuama halus. T. dada. Penyebab utama adalah Trichopyton violaceum. sehingga seperi pakaian renang wanita jaman dulu. sedangkan p ada bagian tengah lesi relative lebih tenang. demikian pula cara infeksi. Tempat predi leksinya pada badan. Penyakit dimulai dengan lesi pertama ( herald patch). Ruam terdiri atas eritema dan skuama halus dipinggirnya. Pada bagian tepi tamp ak aktif dengan tanda-tanda eritema. dan artr algia. Micros poron gipseum. umbilikus. pada bayi di sebut penyakit leiner. morbus Hansen tipe tuberkuloid dan Lues stadium 11 bentu k makulopapular. hid ung dan dahi kelainan dapat berupa papul paul.

mata. sering disertai limfadenitits gen eralisata. 2 . Pada SII dini kelainan kulit juga terjadi pada telapak tangan dan kak i. Gejala yang paling penting untuk membedakannya dari bergai macam penyakit kulit ialah umumnya kelainan kulit SII tidak gatal. papul dan pustul atau bentuk lain. Kondiloma lata pada plaque muqueses ialah bentuk yang sangat menular. S II juga dapat member kelainan pada mukosa. dan saraf. kelainan yang kering kuran g menular. Kelainan kulit yang membasah pada SII sangat menular. tulang. Lesi dapat berbentuk rosela.Selain memberi kelainan pada kulit. hepar. kelenjar getah bening.