Anda di halaman 1dari 9

Anamnesis

Anamnesis merupakan suatu bentuk wawancara antara dokter dan pasien dengan mempe
rhatikan petunjuk-petunjuk verbal dan non verbal mengenai riwayat penyakit pasie
n. Riwayat pasien merupakan suatu komunikasi yang harus dijaga kerahasiaannya, y
aitu segala hal yang diceritakan oleh penderita. Anamnesis atau medical history
adalah informasi yang dikumpulkan oleh seorang dokter dengan cara melakukan waw
ancara dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan spesifik baik itu terhadap pasie
n itu sendiri (auto-anamnesis) maupun dari orang yang dianggap dapat memberikan
keterangan yang berhubungan dengan keadaan pasien (allo-anamnesis/hetero-anamne
sis). Berdasarkan anamnesis yang baik, seorang dokter biasanya akan menanyakan i
dentitas dan keadaan pasien meliputi:2
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Nama lengkap
Jenis kelamin
Umur
Tempat tanggal lahir
Alamat tempat tinggal
Status perkawinan
Pekerjaan
Suku bangsa
Agama
Pendidikan

Hal pertama yang ditanyakan kepada pasien adalah mengenai riwayat pribadi pasien
. Riwayat pribadi adalah segala hal yang menyangkut pribadi pasien; mengenai per
istiwa penting pasien dimulai dari keterangan kelahiran, serta sikap pasien terh
adap keluarga dekat. Termasuk dalam riwayat pribadi adalah riwayat kelahiran, ri
wayat imunisasi, riwayat makan, riwayat pendidikan dan masalah keluarga.2
Setelah mendapatkan data pribadi pasien, anamnesis selanjutnya adalah menanyakan
keluhan utama pasien, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu, riway
at keluarga dan riwayat sosial.2
Keluhan utama adalah gangguan atau keluhan yang terpenting yang dirasaka
n penderita sehingga mendorong ia untuk datang berobat dan memerlukan pertolonga
n serta menjelaskan tentang lamanya keluhan tersebut. . Riwayat penyakit sekaran
g adalah penyakit yang bermula pada saat pertama kali penderita merasakan keluha
n itu. Tentang sifat keluhan itu yang harus diketahui adalah:2
1.
Tempat
2.
Kualitas penyakit
3.
Kuantitas penyakit
4.
Urutan waktu
5.
Situasi
6.
Faktor yang memperberat atau yang mengurangi
7.
Gejala-gejala yang berhubungan
Keluhan pada penyakit kulit biasanya adalah
1.
Gatal
Pertama perlu dilakukan identifikasi lokasi dari rasa gatal tersebut. Tanyakan p
ula sejak kapan dia merasakan perasaan gatal tersebut selain itu perlu ditanyaka
n apakah gatal tersebut hilang timbul atau gatal terus menerus? Jika hilang timb
ul kapan merasa paling tidak gatal dan kapan paling gatal? Atau misalnya saat me
lakukan apa pasien merasa lebih baik, misalnya pada saat mandi pasien merasa leb
ih baik. Karena pasien merupakan ibu rumah tangga yang pembantunya pulang perlu
ditanyakan pula adakah kegiatan atau rutinatas yang berubah dalam kehidupan seha
ri-hari, misalnya dari tidak pernah mencuci baju, setelah pembantu pulang menjad
i setiap hari mencuci baju sendiri dan bisa juga kegiatan-kegiatan lain seperti
mengepel, mencuci piring dan kegiatan-kegiatan rumah tangga lainnya yang biasany
a dikerjakan oleh pembantu dan sekarang dikerjakan sendiri oleh pasien.3
2.
Bercak
Bila ada bercak tanyakan pula lokasinya dan apa warnanya. Selain itu tanyakan pu

ukuran. membesar atau tidak. Dikarenakan pasien mengeluh gatal-gatal pada awa lnya. lingkungan tempat tinggal dan lingkungan pekerjaan. batas. pernapasan. Perlu ditanyakan pula tentang kesulit an yang dihadapi pasien. Anamnesis t erarah biasanya ditanyakan pada penderita bersamaan dilakukan inspeksi untuk mel engkapi data diagnostik.2 1. mutlak harus dilakukan di tempat yang terang.2 Pemeriksaan dengan inspeksi dapat dibantu dengan menggunakan kaca pembesar. sehingga dapat diperole h kesan keadaan umum pasien. tanyakan pula tentang pakaian yang pasi en kenakan sehari-hari. dan lain-lain. lebih besar dari numular. suhu dan tingkat kesadaran. Ukuran4 Miliar : sebesar kepala jarum pentul. penyebaran. kira-kira banyaknya seberapa. bentuk. denyut nadi. pekerjaan dan segala aktivi tas di luar pekerjaan.2 Inspeksi dapat dibagi menjadi inspeksi umum dan inspeksi lokal. jika mengenakan celana harus jug a ditanyakan apa bahannya dan apakah celanya pas badan atau terasa longgar. apakah ada gatal. adakah pe rtambahan bercak ditempat lain. ada dimana saja pada awalnya. dan efloresensi yang khusus. apakah ada rasa bau. Plakat : en plaque. apakah rak atau celana. Pada pemeriksaan inspeksi. 3 3. Dalam h al ini faktor-faktor sosial keluarga turut mempengaruhi kesehatan penderita. dilihat perubahan-perubahan lo kal sampai yang sekecil-kecilnya. tanyakan pula apakah gatal-gatalnya digaruk sehingga menimbulkan bercak ke merahan lalu tanyakan pula perasaan perih yang dirasakan dimana lokasinya dan ap akah perasaan perih tersebut ada dari awal atau terjadi setelah digaruk oleh pas ien. Riwayat p enyakit keluarga merupakan segala hal yang berhubungan dengan peranan herediter dan kontak antar anggota keluarga mengenai penyakit yang dialami pasien. gizi da n aktivitasnya baik dalam keadaan berbaring atau berjalan. perkusi dan auskultasi. palpasi. keadaan sakit. Pada inspeksi.2 Setelah anamnesis selesai dilakukan. Susunan kelainan/bentuk4 . Keputihan Pada keputihan harus ditanyakan warna keputihannya. tany akan pula tentang bahan pakaian dalam yang dikenakan pasien apakah dapat menyera p keringat atau tidak. Numular : sebesar uang logam 5 rupiah atau 100 rupiah. Riw ayat sosial mencakup keterangan mengenai pendidikan. Riwayat penyakit dahulu adalah riwayat penyakit yang pernah diderita di masa lam pau yang mungkin berhubungan dengan penyakit yang dialaminya sekarang. diperhatikan lokali sasi.la apakah bercak tersebut bersisik? Jika bercak tersebut berwarna putih tanyakan apakah ada rasa baal? Lalu bila bercak tersebut berwarna tanyakan apakah ada ra sa gatal atau tidak enak pada bercak tersebut dan tanyakan pula ukuran bercak te rsebut pad awalnya. Lentikular : sebesar biji jagung. maka pemeriksaan fisik biasanya dimulai den gan pemeriksaan objektif yaitu tekanan darah. Dalam hal ini juga perl u dilakukan inspeksi seluruh tubuh penderita. 2 Pemeriksaan fisik Tujuan pemeriksaan fisik umum adalah untuk mengidentifikasi keadaan umum pasien saat pemeriksaan dengan penekanan pada tanda-tanda vital. serta tanyakan p ula tentang urutan kejadian dan apa saja yang pasien lakukan sebelum pasien mera kan gatal-gatal disertai kemerahan dan nyeri pada tangannya. tanggungan keluarga. Misalnya penderita menderita kelainan di tangannya. Pada inspeksi lokal. per lu juga ditanyakan ada tidaknya kelainan di tempat lain.2 Namun pada kasus ini cukup dengan pemeriksaan inspeksi dan palpasi saja. Untuk bahan perbandingan perlu diperhatikan ke adaan sisi lainnya. Pada inspeksi um um pemeriksa melihat perubahan yang terjadi secara umum. 2. 3 Pada kasus ini keluhan utama yang dirasakan pasien adalah gatal-gatal pada kedua tangannya sejak 2 minggu lalu disertai kemerahan dan rasa perih. perka winan. serta pemeriksaan tanda-tanda vital dengan inspeksi. warna. Pada kasus ini harus ditanyakan pula apakah dahulu sebe lum ada pembantu sudah sering melakukan pekerjaan rumah tangga.

Universalis : mengenai seluruh atau hampir seluruh tubuh (90%-100%).5 Dalam kasus kelainan kulit. Setelah inspeksi. Pustula Penonjolan kulit berbatas tegas yang berisi eksudat purulen atau vesikel yang be risi nanah. Serpiginosa : proses yang menjalar ke satu jurusan diikuti oleh penyembuhan pada bagian yang ditinggalkan. Herpetiformis : vesikel berkelompok seperti pada herpes zooster. kistik atau berfluktuasi. b. c. benjolan. Korimbiformis : susunan seperti induk ayam yang dikelilingi anak-anaknya. dan sebagain ya:5 a. Plak Penonjolan di atas permukaan kulit. kalor. konsistensi organ. seperti ginjal dan sebagainya. Generalisata : tersebar pada sebagian besar tubuh.Liniar : seperti garis lurus. e. Dengan palpasi kita dapat menentukan bentuk.5 cm sedangkan bulla memiliki diameter >0.5 cm. Indurasi Papula atau plak berbentuk lingkaran atau memiliki puncak yang datar. Tumor Istilah umum untuk benjolan yang berdasarkan pertumbuhan sel maupun jaringan. ada tidaknya indurasi.4. pemeriksaan dilanjutkan dengan palpasi. Simetrik : mengenai kedua belah badan yang sama. Bentuk lesi4 Teratur : misalnya bulat. dan pembesaran kelenjar regional maupun generalisa ta. i. Ulkus . Unilateral : mengenai sebelah badan. permukaan. 3. terletak di kutan atau subkutan. Arsinar : berbentuk bulan sabit. Vesikula/bulla Lesi menonjol berbatas tegas yang berisi cairan. Diskret : terpisah satu dengan yang lain. sedangkan tepi organ dinyatakan de ngan tumpul atau tajam. ulkus. konsistensi lu nak. Regional : mengenai daerah tertenty badan. permukaannya rata dan berisi zat padat (bias anya infiltrat). seorang dokter harus melihat bagaimana kelainan kuli t yang ditemukan. Konfuens : dua atau lebih lesi yang menjadi satu. d. tepi. diamet er >0. lonjong. Difus : tidak berbatas tegas. Bilateral : mengenai kedua belah badan. Permukaan organ dinyatakan apakah rata atau berbenjol-benjol.5cm. Polisiklik : bentuk pinggiran yang sambung menyambung. h. Nodul Massa padat sirkumskrip. Irisformis : eritema berbentuk bulat lonjong dengan vesikel warna yang lebi h gelap di tengahnya. diameternya 2cm atau lebih. berwarna m erah pucat yang menghilang dalam beberapa jam. Penyebaran dan lokalisasi4 Sirkumskrip : berbatas tegas. g. 4. f. Makula Daerah perubahan warna kulit yang berbatas jelas dengan kulit normal tanpa tonjo lan atau lekukan kulit disekitarnya. yaitu pemeriksaan deng an meraba. adanya tanda-tanda radang akut atau tid ak misalnya dolor. keras. fluktuasi. Papula Lesi menonjol padat dengan diameter <0. fungsiolesa (rubor dan tumor dapat pula dilihat). dapat menonjol. Solitar : hanya satu lesi. Kelainan kulit bisa berupa ruam. kenyal.5cm. Sirsinar/anular : seperti lingkaran. Vesikula memiliki diameter <0. be sar. Tidak teratur : tidak mempunyai bentuk yang teratur. mempergunakan telapak tangan dan memanfaatkan alat peraba yang terdap at pada telapak dan jari tangan.

g. Ada 2 jenis dermatitis kontak yaitu dermatitis kontak ir itan dan dermatitis kontak allergen. Kedua-duanya dapat bersifat akut dan kronis . erosi dan eksudasim sehingga tampak basah (madi dans). perlu juga diperiksa apakah terdapat perubahan kulit sekunder yang m emperberat atau merupakan akibat dari proses primer misalnya:2 a. Skuama Lapisan deskuamasi dari stratum korneum. Sebagian lain tid ak diketahui etiologinya dengan pasti. semen). dermatitis menimbulkan gejala klinis berupa efloresensi polimorfik (erite ma. Ekskoriasi merupakan kelainan kulit yang disebabkan oleh hilangnya jaring an sampai stratum papilare. Likenifikasi Penebalan kulit akibat sering digosok atau digaruk yang menyebabkan semakin jela snya garis-garis kulit normal. Dan keluhan gatal. bahkan mungkin hanya beberapa (oli gomorfik). eksudat mongering lalu menj adi krusta. dapat pula dari dalam (endogen). asam. jamur) . edema. mikroorganisme (bakteri. b. maka akan terlihat darah yang keluar selain serum. batasnya sirkrumskrip. hiperpigme ntasi. darah. daerah pajanan. h. vesikel atau bula.4 Pada umumnya penderita dermatitis merasa gatal. misalnya dermatitis atopic. skuama. Krusta Serum. Dermatitis iritan merupakan reaksi peradangan nonimunologik . Diagnosis kerja : Dermatitis kontak iritan komulatif Dermatitis adalah peradangan kulit terjadi pada epidermis dan dermis sec ara sekaligus sebagai respon terhadap pengaruh faktor eksogen dan atau faktor en dogen. Fisura Celah kulit berupa garis yang terasa nyeri. jadi kerusakan k ulit terjadi langsung tanpa didahului proses sensitifitas. Stadium tersebut tidak selalu berurutan. lonjong). Atrofi de rmal terjadi akibat berkurangnya jaringan ikat dermal. Demikian p ula jenis efloresensi tidak selalu harus polimorfis. Kelainan kulit bergantung pada s tadium penyakit. d. e. Pada stadium akut kelainan kulit berupa er itema. oli. eritema dan edema berkurang. edema. serta bagaimana warna dan bentuk lesi (bulat. Dermatitis cenderung residif dan menjadi kronis. vesikel. papul dan likenifikasi. skuama dan likenifikasi).Penyebab penyakit der matitis bisa dari luar (eksogen) yaitu bahan kimia (misalnya detergen. generalisata dan universalis. suatu kelainan kulit y ang disebabkan kehilangan jaringan tidak melampaui stratum basal. mungkin juga dapat oligomor fis. Tanda-ta nda polimorfik tidak selalu timbul bersamaan. Bila garukan lebih dalam lagi se hingga tergores sampai ujung papil. papul. Atrofi Atrofi epidermal disebabkan karena berkurangnya lapisan sel epidermal. Pada pemeriksaan fisik juga perlu ditentukan apakah ada perluasan ataupun pola d istribusi (simetris atau asimetris. c. fisik (misalnya sinar dan suhu). Sebaliknya dermatitis . Kista Rongga tertutup yang berisi cairan atau bahan semi-padat. tempat tekanan. Penyebarannya dapat se tempat. lipatan kuli t).5 Pada pemeriksaan fisik ditemukan kulit tangan menjadi kering dan ditemukan kemer ahan pada tangan. dapat pula difus. mungkin juga terdapat erosi atu ekskoriasi karena garukan. atau eksudat purulen yang mengering. Selain itu. bisa saja suatu dermatitis se jak awal member gambaran klinis berupa kelainan kulit stadium kronis. bas a. j. Erosi Daerah lekukan berbatas tegas akibat hilangnya epidermis. 4 Dermatitis kontak adalah dermatitis yang disebabkan oleh bahan atau substansi ya ng menempel pada kulit. Stadium subakut. Ekskoriasi Ekskavasi superfisial epidermis akibat garukan.Lesi yang menunjukkan kerusakan epidermis dan dermis. Sedangkan pada stadium kronis lesi tampak kering. f. Parut Lesi yang terbentuk akibat kerusakan dermal.

Gejala-gejala yang terjadi juga dapat dipengaruhi oleh faktor bahan iritan yangterkena oleh kulit. Asam arakidonat akan dirubah menjadi prostaglandin dan leukotrien. Kebanyakan bahan iritan atau toksin merusak membrane lemak (lipid bil ayer) keratinosit. dim ulai dengan kerusakan stratum korneum olehkarena delipidasi yang menyebabkan des ikasi dan kehilangan fungsi sawarnya. jenis kelamin ( insiden dermatitis kontak iritan lebih sering terjadi kepada per empuan dibandingkan dengan laki-laki). adanya oklusi menyebabkan kulit lebih permeable. Pathogenesis Keadaan kulit yang timbul akibat dari kerusakan sel yang disebabkan oleh bahan i ritan melalui kerja kimiawi atau fisis. platelet activating factor. juga dipengaruhi faktor-faktor lain contohnya lama kontak. konsentrasi bahan tersebut dan vehikulum. dan in ositida. suatu sitokin proi nflamasi yang dapat mengaktifkan sel T. den aturasi keratin. demikian p ula gesekan dan trauma fisis. Jumlah penderita dermatitis konta iritan diperkirakan cukup banyak. keratinosit juga akan melepaskan TNF-alfa. misal nya bahan pelarut. 4 Diasilgliserida dan second messenger lain menstimulasi ekspresi gen dan sintesis protein misalnya interleukin-1 (IL-1). Iri tan kuat biasanya akan member gejala akut. alkali. Bahan iritan merusak lapisan tanduk. m isalnya perbedaan ketebalan kulit diberbagai tempat menyebabkan perbedaan permea bilitas : usia (anak dibawah 8 tahundan usia lanjut lebih mudah teriritasi). detergen. Pada kon tak dengan iritan. IL-1 akan mengaktifkan sel-T helper sehingga akan mengeluar kan IL-2 dan mengekspresi reseptor IL-2. bila ba han iritan lemahakan menimbulkankelainan kulit setelah berulang kali kontak. Namun angka tetapi penderita derm atitis kontak iritan sulit didapatkan secara pasti. mitokondria atau komponen inti. 4 Rentetan kejadian tersebut menimbulkan gejala peradangan klasik ditempat terjadi nya kontak dikulit beru eritema. misalkan dermatitis ato pic. Gejala klinis Kelainan kulit yang terjadi sangan beragam. minyak pelumas. Epidemiologi Dermatitis kontak iritan dapat diderita oleh semua orang dari berbagai umur. suhu dan kelembapan juga ikut berpengaruh. ras (kulit hitam lebih tahan dengan bahan iritan dibandingkan dengan kulit putih). intensitas. 4 2. 4 Faktor individu juga berpengaruh pada penderita dengan dermatitiskonta iritan.kontak allergen terjadi pada seseorang yang telah mengalami sesitifitas terhada p suatu bahan allergen. Lalu prostaglandin dan leukotrien akan menginduksi vasodilatasi. tergantung pada sifat iritannya. dan granulocytemacrophage colony stimula tunf factor (GACSF). nyeri. menginduksi eks presi molekul adesi sel dan pelepasan sitokin. Selain itu juga banyak faktor yang dapat mempengaruhi antara lain . dan meningkatkan pe rmeabilitas vascular sehingga mempermudahkan transudasi komplemen dan kinin. 4 Dermatitis kontak iritan 1. 4 3. terutama berhubungan dengan pekerjaan. ras dan jenis kelamin. Kerusakanmembran mengaktifkan fosfolipase da n melepaskan asam arakidona. sehingga mempermudah kerusakan sel dibawah nya oleh bahan-bahan iritan. Pro staglandin dan leukotrien juga bertindak sebagai kemoatraktan kuat untuk limfosi t dan nautrofil serta mengaktifasi sel mast yang akan menyebabkan sel mast akan melepaskan histamine. edema. dan serbuk kayu. yang menimbulkkan stimulasi autokrin da n proliferasi sel tersebut. sedang iritan lemah akan memberikan g ejala kronis. menyingkirkan lemak lapisan tanduk dan mengubah daya ikat air p ada kulit. asam. leukotrien dan prostaglandin lain dan platelet activating factor sehingga memperkuat perubahan vascular. Etiologi Penyebab munculnya dermatitis jenis ini adalah bahan yang bersifat iritan. panas. Kela inna kulit yang terjadi ditentukan oleh ukuran molekul. diasligliserida. makrofag dan granulosit. Ini disebabkan antara lain o leh banyak penderita yang didapati dermatitis konta iritan ringan tidak datang b erobat dan bahkan tidak mengeluh4 4. penyakirtt kulit yang pernah atau sedang dialami (ambang rangsang terhadap bahan iritan menurun). tetapi sebagian dapat menembus membrane sel dan merusak lisos om. daya larut. Keratinosit juga membuat molekul permukaan HLA-DR dan adesi intrasel-1.

tanah dan air. rasa terbakar atau rasa panas. walaupun tidak ditemukan kelainan kulit. biasanya akan disertairasa terbakar. pustule atau erosi. iritasi dapat berupa gesekan. Paparan berlangsung dalambeberap a hari. kelembapan udara dll). edema denga n vesikel atau bulla. Gambaran klini snya berupa lesi akneiformis. walaupun terjadi nekrosis. Dermatitis kontak iritan komulatif Dermatitis kontak iritan tipe ini paling sering dijumpai. mengeluh ras a gatal. Dermatitis kontak iritan reaksi iritan Reaksi iritan merupakan dermatitis kontak iritan yang subklinis pada orang-orang yang terpapar cairan misalkan piñata rambut. Dermatitis kontak iritan traumateratif Kelainan kulit yang timbul karena trauma. Keadaan ini ju ga sering terjadi akibat kecelakaan. eritema dan skuama yang timbul perlahanlahan. papulovesikel. umumnya kelainan hanya akan timbul pada daerah paparan. vesikel dan skuama. Gambaran klinisnya bervariasi tergantung pada tingkat kepeka an seseorang. Pada kebanyakan kasus terj adi dermatitis kronis yang ditandai dengan sedikit skuama tanpa eritema maupun t anda-tanda inflamasi lainnya. seb elumnya menderita aknevulgaris atau orang atopi. kulit sudah terpapar bahan iritan belum terlihat tanda-tanda inflamasi. Gambaran Dermatitis Kontak Iritan6 . misalnya luka bakar. faktor lingkungan ( suhu. pustule atau akne yang timbul bersifat steril dan timbul diluar usia akne vulgaris. panas. Kelainan yang timbul pada semua or ang tidak bergantung pada tingkat kepekaan seseorang berupa eritema. Harus ditanyakan kepada penderita apakah luka dicu ci menggunaka sabun atau detergen. luka lecet atau d ermatitis kontak iritan akut. usia. Gambaran klinis menyerupai dermatiti s iritan akut.1 Dermatitis kontak iritan akut Gambaran iritasi klasik yang akan terlihat dengan cepat dalam beberapa menit ata u jam. Hal ini terjadi karena paparan berulang dan kulit yang memerlukan waktu yang lebih lama untuk penyembuhan. bedak. Luka tidak sembuh seperti apa yang diharapkan . Kelainan kulit timbul dikarenakan paparan yang berulang-ulang. Dermatitis kontak iritan akut lambat Beberapa bahan iritan yang menimbulkan iritasi akut yang terlambat. minggu atau bahkan bertahun-tahun. skuama vesikel. bahkan dapat terjadi nekrosis. dita ndai dengan eritema diikut dengan pengelupasan stratum korneum berupa skuama yan g kasar disertai dengan keluhan rasa terbakar. namun kadang-kadang berlanjut me njadi dermatitis iritan komulatif. kelembap an rendah. papula. Dermatitiskontak iritan tipe ini sulit dibedakan dengan dermatitis kontak alergan sehingga diperlukan u ji temple. berupa kulit yang kering. Gambaran klinis biasanya monomorfisb erupa eritem. Iritasi akibat tretinoin dapat timbul setelah beberapa hari. Selain iritasi bahan kimia. Gambar 1. Dermatitis kontak iritan pustular dan akneiformis Kelainan kulit yangtimbul setelah terpapar metal. orang-orang yang mempunyai lubang pori-pori yang besar dan lebar. mikrotrauma. oleh berbagai macam iritan dan tidak disadari penderita. disebut juga traumiter ative dermatitis. pnderita tisak menyaari adanya kelainan kulit. Perjala nan penyakit akhirnya menyerupai dermatitis numularis. bila terpapar bahan iritan yang poten. Sering kali kelainan kulit ter sebut sembuh spontan dan menimbulkan penebalan. dingin. walaupun tidak ditemukan kelainan kulit Dermatitis kontak iritan subyektif Pada beberaoa orang yang terpapar bahan kimia misalnya asam laktat. oli dan minyak. lokasi). inflamasi ba ru akan terlihat 12-24 jam setelah paparan. Pada umumnya terjadi pada penderita dermatitis seboroik.faktor individu (ras. Kulit menjadi sensitive terhadap air dan perabaan. tetapi akan timbul eritema. Berdasarkan faktor tersebut dermatitis kontak iritan dibagi menjadi 8 maca m. dapat terjadi komplikasi berupa infeksi dan penyembuhan membutuhkan waktu yang lama. Dermatitis kontak iritan noneritematosa Pada stadium awal. dermatitis cepat timbul dan akan menghilang dengan cepat pula.

mengalami likenifikasi. Gejala klinis pender ita umumnya mengeluh gatal. Lokasi lesi pada remaja adalah di lipatan siku/lutut. karena hanya mengenai orang yang keadaan kul itnya sangat peka (hipersensitif).Biasanya setelah balita mulai terlihat likenifikasi dan hipopigme ntasi dengan papula miliaris dan mungkin terjadi infeksi sekunder. papul datar cenderung berkonfluens menjadi plak likenifik asi dan sedikit skuama. luas daerah yang terkena. misalnya keadaan kulit pada tempat yang terpapar (ketebalan epider mis. Penyeb ab DKA adalah bahan kimia sederhana dengan berat molekul umumnya renda (<1000 da lton). mencuci pakaian pengatur rambut dis alon. Kelainan kulit beru pa papul gatal. Dermatitis kontak allergen Bila dibandingkan dengan dermatitis kontak iritan. b erskuama. Bila salah satu orang tua m enderita atopi maka lebih separuh anaknya menderita alergi sampai usia 2 tahun d an bila kedua orang tua menderita atopi. hi perkeratosis. Kela inan ini sulit dibedakan dengan DKI kronis. papul. vesikel atau bula. rinitis alergik atau asma bronkial). DKA akutterjadi ditempat tertentu. disebut hapten. Pada yang kronis terlihat kulit kering. vulva. vehikulum dan ph. puting susu atau skalp. sekitar mata. distribusi lesi kurang karakteristik. lipat siku dan lipat lutut. Umumnya DA remaja dan dewasa berlangsung lama ke mudian cenderung membaik setelah usia 30 tahun. Risiko mewarisi DA lebih tinggi bila ibu yang menderita DA dibandingkan dengan ayah. distribusin ya di lipatan (fleksural). J arang sekali ditemukan DKA pada telapak tangan dan telapak kaki.A. oklusi. Bisa didapati ekskoriasi dan eksudasi akibat garukan dan akhirnya menjadi hiperpigmentasi. lama pajanan. angka ini meningkat sampai 75%. Pada pekerjaan yang me mbuat tangan menjadi basah misalnya memasak.Diagnosis banding 1. Dermatitis atopic Dermatitis atopic (DA) adalah keadaan peradangan kulit kronis dan residif. eritema. 4 DA cenderung diturunkan. bersifat lipofili k. samping lehe r. Vesikel atau bula d apat pecah dan menimbulkan erosi dan eksudasi sehingga membuat kulit basah. skrotum. yang kemudian mengalami ekskoriasi dan likenifikasi. sering be rhubungan dengan peningkatan kadar IgE dalam serum dan riwayat atopi pada keluar ga atau penderita (D. agak menimbul. 4 . merupakan allergen yang belum diproses. Berbagai faktor timbulnya DKA misalnya potensi sensitisas i aergen. getah sayuran. Pada remaja dewasa lokasi lesi di Ruam berupa papul likenifikasi. Pasayang akut dimulai dengan bercak eritematosa yang berbatas jel as kemudian diikuti edema. Sebagian besar penderita sembuh setelah 2 tahun dan sebagian lagi berlanjut ke fase anak. semen. Kadang-kada ng lesi meluas dan paling parah di daerah lipatan. keadaan stratum corneum). dan pestisida. yang umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-anak. angka kejadian dermatitis pada tangan menjadi lebih tunggi. Kelainan kulit bergantung pada keparahan dermatitis dan lokasinya. 4 2. Lesi kering. jarang sampai usia pertengahan d an sebagian kecil sampai tua. sering mengenai tangan dan pergelangan tangan. pecah. Pada dewasa. sangat reaktif dan dapat menembus stratum corneum sehingga mencapai sel epide rmis yang masih hidup. bersisik). Diramalkan jumlah DKA bertambah seiring berta mbahnya produk yang memakai bahan kimia yang beredar bebas di masyarakat. Hal ini juga d ipengaruhi oleh bahan-bahan kimia yang dapatterpapar pada tangan misalnya deterg en. status imunoligik penderita. s uhu dan kelembapan lingkungan. papulovesikel. Juga dapat dipengaruhi oleh fak tor individu. penis. Bila seorang ibu menderita atopi maka lebih dari sepere mpat anaknya akan menderita DA pada 3 bulan pertama. diser tai gatal. Jika terjadi pa da tangan hal ini mungkin terjadi karena tangan merupakan organ tubuh yang palin g sering digunakan untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. papul-vesikel pecah karena garukan sehingga lesi menjadi eks udatif dan akhirnya terbentuk krusta. jumlah penderita dermatitis k ontak allergen (DKA) lebih sedikit. dahi. dosis per unit area. likenifikasi dan mungkin juga fisur. erosi. antiseptic. Tempat predileksi ialah kedua pi pi (sering disebut melk eczema karena air susu). bia sanya simetris. misalnya kelopak mata. d a edema ebih dominan daripada vesikel. DA paling sering muncul pada tahun pertama ke hidupan yaitu pada bulan kedua. batasnya tidak jelas. 4 Gejala klinis yang tampak pada balita adalah ditemukan eritema di daerah wajah y aitu dahi dan pipi. dapat pula berlokasi setempat misalnya pada bibir (kering. sedikit skuama. mungkin juga penyebabnya campuran.

. Terdapat beberapa tes ya ng dapat memberikan indikasi dari substansi yang berpotensi menyebabkan dermatit is kontak iritan. Pada psoriasis terjadi proses peradangan yang kr onis yang diperantarai oleh reakti imunitas yaitu limfosit T. Dermatitis nummular Dermatitis numularis merupakan dermatitis berupa lesi berbentik mata uang (coin) atau agak lonjong. tempat presileksinya yaitu kepala . oleh karena dareah tangan selalu lembab maka akan terlihat pula maserasi. Biasanya terja di diantara sela-sela jari. Biasanya gejala yang d idapatkan adalah lesi berwarna merah ditutupi skuama tebal berlapis-lapis berwar na putih seperti mika. ditandai dengan adanya hiperproliferasi e pidermis yang cepat dan memendeknya waktu pematangan keratinosit disertai perada ngan pada epidermis dan dermis. siku. Namun lesi numularis dapat terjadi pada anak yang menderita de rmatitis atopik. penderita juga akan merasa gata l dan kebanyakan dari lesi akan berbatas tegas bagian tepi lesi akan lebih jelas terlihat peradangan dibandingkan dengan bagian tengah. 1 5. imunitas selular menurun. limfadenitis. sehingga respons terhadap hipersensitivitas tipe lambat menurun. 4 4. Psoriasis adalah penyakit eritropapulo skuamosa dengan sebab tidak diketahui. atau simetris. kelainan ini dapat meluas kebawah jari dan juga bisa me nyebar ke sela-sela jari yang lain. kadar histamin di plasma maupun jaringan meningkat dan menye babkan pruritus. Tidak ada spesifik tes yang dapat memperlihatkan efek yang did apatkan dari setiap pasien jika terkena dengan bahan iritan. kuku. dapat pula banyak d an tersebat. Tinea manus Tinea manus adalah penyakit jamur yang biasa terjadi pada tangan. jarang terjadi pada anak. mulai dari miliar sampai numular. berbatas tegas dengan efloresensi berupa papulovesikel. Bila bagian kulit mati ini dibersihkan maka akan terlihat bagian kulit yang ba ru. Penderita dermatitis umumnya mengeluh sangat gatal. bagian ekstensor tubuh. 4 3. bahkan plakat. kemudian limfosit T aakan mensekresikan interferon gamma yang akan meningkatkan proliferasi kerati nosit. bilateral. Kelainan ini juga dapat disertai infeksi sekunder oleh bakter sehingga meni mbulkan selulitis. Ruam kulit biasanya sembuh setelah bahan iritan dihilangkan. Bentuk klinis ini dapat terjadi bertahun tahun dan dapat menimbulkan keluhan atau tanpa keluhan sama sek ali. ada pula yang terus menerus. Pada tinea manus akan terlihat fisura yang dilingkas i sisik halus dan tipis. Bila skuama ini diangkat akan tampak bintik-bintik perdar ahan sebagai adanya hipervaskularisasi dermis. kecua li dalam periode pengobatan. dengan ukuran yang bervariasi. bias anya mudah pecah sehingga basah. biasanya merupakan hasil dari efek berbagai iritans. sampai saat ini masih b erlum diketahui. 4 Dermatitis numularis cenderung hilang timbul. Etiologi dan mekanisme pathogenesis secara pasti.Pada sekitar 80% penderita ditemukan peningkatan kadar IgE terutama bersamaan de ngan penyakit atopi saluran penafasan. Te tapi terdapat penurunan jumlah dan fungsi limfosit T. 4 Pemeriksaan penunjang Tidak ada pemeriksaan spesifik untuk mediagnosis dermatitis kontak iritan. Dermatitiskontak ir itan dalam beberapa kasus. Pada dermatitis atopik yang berat. Peningkatan IgE sejalan dengan tin gkat keparahan penyakit. Bila terjadi kekambuhan umumnya timbul pada tempat semula. pada umumnya juga sudah diserang oleh jamur. dimana dapat hanya satu. karena 80% anak dengan dermatitis atopik mengalami asma bronkial atau rinitis alergik. Gejala klasik pada d ermatitis numularis adalah lesinya. Hiperprolifearsi yang terjadi disebabkan seharusnya sel yang te rdapat pada fase Go (inaktif) menjadi aktif lebih cepat dari yang normal sehingg a proses mitosis pada epidermis akan menjadi lebih cepat. limfangitis. Psoriasis Psoriasis adalah penyakit inflamasi kulit yang mengenai 1-3% dari populasi dunia . Aspek klinis maserasi berupa kulit putih dan rapuh . timbulnya jarang pada usia dibawah 1 tahun. tetapi diindonesia sampai sekarang belum pernah dilaporkan data dan epidemiolo gis psoriasi yang menyeluruh dan terpadu. Bila terjadi pada anak. lutut dan region sacral. dan dapat pula terjadi erisiplas y ang disertai gejala-gejala umum. Dermatitis ini biasanya terjadi pada orang dewa sa. Jumlah eosinofil dalam darah perifer juga meningkat.

Patch tes dilepas setelah 48 jam. Dan jika terlalu tinggi dapat terinterpretasi sebagai alergi (positi f palsu). Konsentrasiyang digunakan harus tepat. hasilnya dilihat dan reaksi positif dicatat.d engan dermatitis kontak yang rekuren. dapat memberikan hasi lnegatif palsu oleh karena tidak ada nya reaksi. Jika hasilnya didapatkan ruam kulit yang membaik. Pemeriksaan patch tes digunakan untuk pasien kronis. Jika terlalu sedikit. 4 2. 1 . Kultur Bakteri Kultur bakteri dapat dilakukan pada kasus-kasus komplikasi karena adanya infeksi sekunder oleh bakteri. maka dapa t didiagnosis sebagai DKI. dapat kembali dilakukan pemeriksaan pad a 48 jam berikutnya. Pemeriksaan KOH Dapat dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui adanya mikologi pada infeksi jamur superfisial seperti infeksi candida. Untuk pemeriksaan lebih lanjut.1. pemeriksaan ini bergantung dari tempat dan morfologi dari lesi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil kerukan kulit la lu dilarut dengan KOH 10-20% lalu spora jamur akan terlihat dibawah mikroskop.1 3. Patch Test Patch test digunakan untuk menentukan substansi yang menyebabkan kontak dermatit is dan digunakan untuk mendiagnosis DKA.