Anda di halaman 1dari 18

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Krim
- Farmakope Indonesia Edisi III, krim adalah bentuk sediaan setengah padat,
berupa emulsi mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk
-

pemakaian luar.
Farmakope Indonesia Edisi IV, krim adalah bentuk sediaan setengah padat
mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan

dasar yang sesuai.


Formularium Nasional , krim adalah sediaan setengah padat, berupa emulsi
kental mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk

pemakaian luar.
Sedangkan emulsi itu sendiri adalah suatu sistem heterogen yang tidak stabil
secara termodinamika, yang terdiri dari paling sedikit dua fase cairan yang tidak
bercampur, dimana salah satunya terdispersi dalam cairan lainnya dalam bentuk
tetesantetesan kecil, yang berukuran 0,1-100 mm, yang distabilkan dengan
emulgator/surfaktan yang cocok.

B. Tipe Krim
- krim tipe minyak dalam air (M/A)
yaitu air terdispersi dalam minyak, Contoh : Cold cream adalah sediaan
kosmetika yang digunakan untuk maksud memberikan rasa dingin dan nyaman
pada kulit, sebagai krim pembersih, berwarna putih dan bebas dari butiran.
Cold cream mengandung mineral oil dalam jumlah besar.
-

krim tipe air dalam minyak (A/M).


yaitu minyak terdispersi dalam air. Contoh: Vanishing cream adalah sediaan
kosmetika yang digunakan untuk maksud membersihkan, melembabkan dan
sebagai alas bedak. Vanishing cream sebagai pelembab (moisturizing)
meninggalkan lapisan berminyak/film pada kulit. Krim yang dapat dicuci
dengan air (M/A) ditujukkan untuk penggunaan kosmetik dan estetika. Krim
dapat juga digunakan untuk pemberian melalui vagina.

C. Formula Dasar Krim

fase minyak ,yaitu bahan obat larut dalam minyak bersifat asam.
Contoh: asam stearat, parafin liq, cetaceum, cera, vaselin dan lain-lain.

fase air, yaitu bahan obat yang larut dalam air, bersifat basa.
Contoh: Natr. Tetraborat (borax, Na. Biborat), TEA, NaOH, KOH, gliserin dan
lain-lain.

D.
-

Bahan-bahan Penyusun Krim


Zat berkhasiat
Minyak
Air
Pengemulsi
Bahan Pengemulsi
Bahan-bahan tambahan dalam sediaan krim
Zat pengawet, untuk meningkatkan stabilitas sediaan
Pelembab
Antioksidan, untuk mencegah ketengikan akibat oksidasi oleh cahaya pada
minyak tak jenuh.

E. Stabilitas krim
Krim akan rusak jika sistem campurannya terganggu oleh perubahan suhu dan
komposisi, misalnya adanya penambahan salah satu fase secara berlebihan.
Pengenceran krim hanya dapat dilakukan jika sesuai dengan pengenceran yang
cocok yang harus dilakukan dengan teknik aseptis. Krim yang sudah diencerkan
harus digunakan dalam waktu satu bulan.
Bahan pengemulsi krim harus disesuaikan dengan jenis dan sifat krim yang
dikendaki. Sebagai bahan pengemulsi krim, dapat digunakan emulgid, lemak
bulu domba, setasiun, setilalkohol, stearilalkohol, golongan sorbitan, polisorbat,
PEG, dan sabun. Bahan pengawet yang sering digunakan umumnya adalah
metilparaben (nipagin) 0,12 0,18% dan propilparaben (nipasol) 0,02 0,05%.

F. Kualitas dasar krim, yaitu:


- Stabil, selama masih dipakai mengobati. Maka krim harus bebas dari
-

inkopatibilitas, stabil pada suhu kamar, dan kelembaban yang ada dalam kamar.
Lunak, yaitu semua zat dalam keadaan halus dan seluruh produk menjadi lunak

dan homogeny
Mudah dipakai, umumnya krim tipe emulsi adalah yang paling mudah dipakai
dan dihilangkan dari kulit.

Terdistribusi merata, obat harus terdispersi merata melalui dasar krim padat atau
cair pada penggunaan (Anief, 1994).

G. Metode pembuatan krim


- Proses peleburan
Zat pembawa dan zat berkhasiat dilelehkan bersama dan diaduk sampai
membentuk fasa yang homogen. Hal ini perlu diperhatikan stabilitas zat
berkhasiat terhadap suhu yang tinggi pada saat pelelehan
- Metode triturasi
Pada metode ini zat yang tidak larut dicampur dengan sedikit basis yang akan
dipakai atau salah satu zat pembantu kemudian dilanjutkan dengan sisa basis.

H. Pengemasan
Sediaan krim dikemas sama seperti sediaan salep yaitu dalam botol atau tube

I. Evaluasi krim
Agar sistem pengawasan mutu dapat berfungsi dengan efektif, harus dibuatkan
kebijaksanaan dan peraturan yang mendasari dan ini harus selalu ditaati.
Pertama, tujuan pemeriksaan semata-mata adalah demi mutu obat yang baik.
Kedua, setia pelaksanaan harus berpegang teguh pada standar atau spesifikasi
dan harus berupaya meningkatkan standard an spesifikasi yang telah ada.
-

Organoleptis
Evaluasi organoleptis menggunakan panca indra, mulai dari bau, warna, tekstur
sedian, konsistensi pelaksanaan menggunakan subyek responden (dengan
kriteria tertentu) dengan menetapkan kriterianya pengujianya (macam dan item),
menghitung prosentase masing-masing kriteria yang di peroleh, pengambilan
keputusan dengan analisa statistik.

Evaluasi pH
Evaluasi pH menggunakan alat pH meter, dengan cara perbandingan 60 g : 200
ml air yang di gunakan untuk mengencerkan , kemudian aduk hingga homogen,
dan diamkan agar mengendap, dan airnya yang di ukur dengan pH meter, catat
hasil yang tertera pada alat pH meter.

Evaluasi daya sebar

Dengan cara sejumlah zat tertentu di letakkan di atas kaca yang berskala.
Kemudian bagian atasnya di beri kaca yang sama, dan di tingkatkan bebanya,
dan di beri rentang waktu 1 2 menit. kemudian diameter penyebaran diukur
pada setiap penambahan beban, saat sediaan berhenti menyebar ( dengan waktu
tertentu secara teratur ).

Uji Homogenitas
Alat : objek glass
Cara : jika dioleskan pada sekeping objek glass lalu di timpa dengan objek glass
yang lain harus menunjukkan susunan yang homogen. Pengamatan: kedua Krim
yang dihasilkan homogen.

Evaluasi penentuan ukuran droplet


Untuk menentukan ukuran droplet suatu sediaan krim ataupun sediaan emulgel,
dengan cara menggunakan mikroskop sediaan diletakkan pada objek glass,
kemudian diperiksa adanya tetesan tetesan fase dalam ukuran dan
penyebarannya.

Uji aseptabilitas sediaan.


Dilakukan pada kulit, dengan berbagai orang yang di kasih suatu quisioner di
buat suatu kriteria , kemudahan dioleskan, kelembutan, sensasi yang di
timbulkan, kemudahan pencucian. Kemudian dari data tersebut di buat skoring
untuk masing- masing kriteria. Misal untuk kelembutan agak lembut, lembut,
sangat lembut

Uji Type Cream


Cream dilarutkan dalam air
Cara
diaduk.

: sebagian krim di larutkan dengan air ke dalam beaker glass,

Pengamatan : Krim tidak larut dalam air

Cream ditambahkan metil biru

Cara
: sebagian krim dilarutkan dengan air dan ditetesi dengan metal
biru, diaduk. Sebagian lgi diletakkan di atas objek glass dan ditetesi metil
biru, homogenkan. Tutup dengan cover glass dan lihat dibawah mikroskop.
Pengamatan : Krim I biru tidak homogen dan dilihat dibawah mikroskop
terdapat bulatan- bulatan besar yang tidak merata

Cream diletakkan sedikit diatas kertas saring


Cara
: teteskan sedikit krim di atas kertas saring, amati. Pengamatan
: Krim tetesan krim tidak menyebar

J.
-

Kelebihan Sediaan Krim


Mudah menyebar rata
Praktis
Mudah dibersihkan atau dicuci
Cara kerja berlangsung pada jaringan setempat
Tidak lengket terutama tipe m/a
Memberikan rasa dingin (cold cream) berupa tipe a/m
Digunakan sebagai kosmetik
Bahan untuk pemakaian topikal jumlah yang diabsorpsi tidak cukup beracun.

K.
-

Kekurangan Sediaan Krim


Susah dalam pembuatannya karena pembuatan krim harus dalam keadaan panas
Mudah pecah disebabkan dalam pembuatan formula tidak pas.
Mudah kering dan mudah rusak khususnya tipe a/m karena terganggu sistem
campuran terutama disebabkan oleh perubahan suhu dan perubahan komposisi
disebabkan penambahan salah satu fase secara berlebihan.
BAB III
FORMULASI dan PRAFORMULASI

a. Resep krim pertama


Krim Antibiotik 10 gram
R/

Gentamicin

0,3%

TEA

4%

Asam sterat

16%

Gliserin

15 %

Nipagin

0,2 %

Aquades

qs

mf cream
S.u.E

b. Alasan Pemilihan bahan:

1. Gentamisin sebagai bahan aktif dari sediaan krim ini ditujukan pada krim luka
untuk mengurangi infeksi yang akan terjadi dan membunuh bakteri yang ada
disekitar luka.
2. TEA memiliki fungsi sebagai emulgator
3. Asam stearat sebagai basis krim minyak dalam air
4. Gliserin sebagai emolien.
5. Nipagin sebagai zat pengawet

c. Monografi Bahan :
1. Gentamisin (Gentamycini sulfat) ; FI IV, 406
Pemerian
: serbuk, putih sampai kekuning-kuningan
Kelarutan
: larut dalam air; tidak larut dalam etanol, dalam aseton, dalam
kloroform, dalam eter dan dalam benzena.
Khasiat
: antibiotikum (FI III; 266), Salep atau krim dalam kadar 0,1 dan
0,3 % salep mata 0,3 %.
2. TEA (Triethanolamin) ; FI III, 612
Pemerian
: Cairan kental, tidak berwarna hingga kuning pucat, bau lemah
mirip amoniak, higroskopik.
Kelarutan
: Mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%) P; larut dalam
kloroform P.
Khasiat
: Zat tambahan; emulgator 2-4 % atau 2-5 kali dari asam lemak.
(HOPE 5; 794)
3. Asam stearat
Pemerian: zat padat keras mengkilat menunjukkan susunan hablur; putih atau
kuning pucat; mirip lemak lilin
Kelarutan: praktis tidak larut dalam air, larut dalam 20 bagian etanol (95% P),
dan 2 bagian kloform P dan dalam 3 bagian eter
suhu lebur: tidak kurang dari 54
khasiat: zat tambahan
4. Gliserin / Gliserol (Glycerolum) ; FI IV, 413
Pemerian
: cairan jernih seperti sirup, tidak berwarna; rasa manis; hanya
boleh berbau khas lemah (tajam atau tidak enak). Higroskopik ; netral terhadap
lakmus.
Kelarutan
: dapat bercampur dengan air dan dengan etanol; tidak larut
dalam kloroform, dalam eter, dalam minyak lemak dan dalam minyak menguap.
Khasiat
: Zat tambahan, sebagai emollient / untuk melembutkan kulit
dengan konsentrasi 30%. (HOPE 5 ; 301)
5. Nipagin / Metilparaben (Methylis Parabenum) ; FI IV, 551
Pemerian
: hablur kecil, tidak berwarna atau serbuk hablur, putih; tidak
berbau atau berbau khas lemah; mempunyai rasa sedikit terbakar.
Kelarutan
: sukar larut dalam air, dalam benzena dan dalam karbon
tetraklorida; mudah larut dalam etanol dan dalam eter.
Khasiat
: zat tambahan; zat pengawet, untuk penggunaan topikal 0,02% 0,3% (HOPE 5; 466) ; zat pengawet, Nipagin 0,12%-0,18% (IMO, Moh.Anief ;
72)

d. Perhitungan Bahan:

0,3
20 gram=0,06 gram
100

1. Gentamicin

2. TEA

= 60 mg
4
20 gram=0,8 gram
= 100

= 800 mg
16
20 gram=3,2 gram
3. Asam stearat = 100
= 320 mg
15
20 gram=3 gram
100

4. Gliserin

5. Nipagin

= 3000 mg
0,2
20 gram=0,04 gram
= 100
= 40 mg

Akuades nipagin 50 mg = 0,05 gram X 50 = 2,5 gram setara 1 mL


40
5=4 mL
Pengenceran = 50
Ditimbang nipagin 50 mg dilakukan pengenceran dengan 5 mL aquades.

6. Akuades

= 20 (0,06+0,8+3,2+3+4)
= 20 ( 11,06 )
= 8,94 mL

e. Alat dan Bahan


Alat

1. Water Bath
2. Cawan penguap
3. Batang pengaduk
4. Mortir dan Stemper
5. Sudip
6. Beaker Glass
7. Gelas Arloji
8. Penara
9. Kertas perkamen
10. Sendok Tanduk
11. Botol Krim 10 gram
12. Timbangan Halus / Kasar
13. Tisu / Lap

Bahan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Gentamicin
TEA
Asam stearat
Gliserin
Nipagin
Aquades

f. Prosedur Kerja:
1. Disiapkan semua alat yang dibutuhkan lalu dicuci hingga bersih dan dikeringkan,
setarakan timbangan.
2. Ditimbang bahan Gentamicin, TEA, Asam stearat, Gliserin, dan Nipagin. Bahan yang
sudah ditimbang dimasukkan kedalam cawan penguap kecuali gliserin dan nipagin.
3. Bahan yang ada didalam cawan penguap dilebur diatas water bath yang sudah dipanaskan
sebelumnya.
4. Dilebur hingga semuanya meleleh, setelah melebur sempurna dituang ke dalam mortir
panas, diaduk berlahan sambil ditambah air sedikit demi sedikit hingga homogen.
5. Lalu tambahkan gliserin sedikit demi sedikit
6. Tambahkan nipagin
7. Setelah jadi, dimasukkan kedalam botol krim dan diberi etiket.

a. Resep krim kedua


Cleansing cream :
R/

Acid stearin

145

Triaethanolamin

15

Adp. Lanae

30

Paraffin Liquidum

250

Aq. Dest

550

Nipagin

q.s

m.f cream
S. u. e
b. Alasan Pemilihan Bahan
Pada formulasi cleansing cream yang ditujukan sebagai krim pembersih bahan yang
digunakan meliputi asam stearat yang berfungsi mengangkat minyak atau kotoran pada kulit
sehingga kulit menjadi bersih dan lembab. Acidum stearat digunakan sebagai penyusun krim
jika digunakan bersama alkali atau Triaethanolamin. Trietanolamina banyak digunakan
dalam farmasi topikal formulasi terutama dalam pembentukan emulsi. Ketika dicampur
dengan asam lemak, seperti asam stearat atau asam oleat, trietanolamina membentuk anionik
sabun dengan pH sekitar 8, yang dapat digunakan sebagai emulsifying agen untuk

menghasilkan halus, kestabilan minyak dalam air. Penambahan adeps lanae yang
dicampurkan dengan Paraffin liquidum akan menghasilkan suatu emolien krim yang dapat
menembus kulit karena menfasilitasi penyerapan obat. Nipagin digunakan sebagai pengawet
dalam sediaan krim.
c. Monografi :
1) Acidum stearicum/asam stearat (FI III, 57)
Asam stearat adalah campuran asam organik padat yang diperoleh dari lemak, sebagian
besar terdiri dari asam oktadekonat, C18H36O2 dan asam heksadekanoat, C16H32O2.
Pemerian : Zat padat keras mengkilat menunjukkan susunan hablur, putih atau kuning
pucat, mirip lemak lilin.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, larut dalam 20 bagian etanol (95%) P, dalam 2
bagian kloroform P dan dalam 3 bagian eter P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat : Zat tambahan, untuk melembutkan kulit dengan konsentrasi 1-20 %
2) Triethanolamin (FI III, 612)
Pemerian : Cairan kental, tidak berwarna hingga kuning pucat, bau lemah mirip
amoniak, higroskopik.
Kelarutan : Mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%) P, larut dalam kloroform P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya.
Khasiat dan penggunaan : Zat tambahan, emulgator 2-4 % atau 2-5 kali dari asam
lemak.
3) Paraffin liquidum (FI III, 474)
Pemerian : Cairan kental, teransparan, tidak berfluoresensi, tidak berwarna , hampir
tidak berbau, hampir tidak mempunyai rasa.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) P, larut dalam
kloroform P dan dalam eter P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya,
Khasiat dan penggunaan : Basis Krim dengan kadar 1-15%
4) Adeps Lanae/Lanolin (FI III, 61)
Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan, diperoleh dari bulu
domba Ovis aries Linne (Fain Bovidae), mengandung air tidak lebih dari 0,25%.
Pemerian : Zat serupa lemak, liat, lekat, kuning muda atau kuning pucat, agak tembus
cahaya, bau lemah dan khas.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol (95%) P, mudah
larut dalam kloroform P dan dalam eter P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya di tempat sejuk.
Khasiat dan penggunaan : Zat tambahan, untuk melembutkan kulit dan basis krim
dengan kadar 25-30%
Titik Lebur : 380-440
5) Aquadest (FI III, 96)
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
6) Nipagin / Methylparaben (FI III, 378)

Pemerian : Serbuk hablur halus, putih, hampir tidak berbau, tidak mempunyai rasa,
kemudian agak membakar diikuti rasa tebal.
Kelarutan : Larut dalam 500 bagian air, dalam 20 bagian air mendidih, dalam 3,5 bagian
etanol (95%) P dan dalam 3 bagian aseton P, mudah larut dalam eter P dan dalam larutan
alkali hidroksida, larut dalam 60 bagian gliserol P panas dan dalam 40 bagian minyak
lemak nabati panas, jika didinginkan larutan tetap jernih.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat dan penggunaan : Zat tambahan, zat pengawet dengan konsentrasi 0,02%0,3%.(Handbook)
d. Perhitungan bahan :
145
1. Acid stearin = 990 x 10 g = 1,46 g
Zat yang akan dilebur = 1,46 g + 10%
= 1,46 g + 0,146 g
= 1,606 g
15
2. Triaethanolamin = 990 x 10 g = 0,15 g
3. Adeps lanae =

30
990

x 10 g = 0,3 g

Zat yang akan dilebur = 0,3 g + 10%


= 0,3 g + 0,03 g
= 0,33 g
250
4. Parrafin liquidum = 990 x 10 g = 2,5 g
Zat yang akan dilebur = 2,5 g + 10%
= 2,5 g + 0,25 g
= 2,75 g
0,2
5. Nipagin (0,2%) = 100 x 10 g = 0,02 g=20 mg
Aquades Nipagin 50mg

Pengenceran Nipagin

= 0,05g x 20
= 1 g 1 ml
=

20 mg
50 mg

x 5 ml

= 2 ml
Ditimbang nipagin 50 mg dilakukan pengenceran dengan 5 ml aquades di dalam beaker
glass, diambil 2 ml untuk dimasukkan dalam campuran krim
550
6. Aqua dest.
=( 990 x 10 g )- 2 ml (aquades untuk melarutkan nipagin)
= 5,5 2ml

= 3,5ml

e. Cara Pembuatan :
1. Disiapkan alat dan bahan, disetarakan timbangan
2. Ditimbang acidum stearat 1,606 g, paraffin 2,75 g, dan adeps lanae 330mg dimasukkan
ke dalam cawan penguap yang sudah dilapisi kain kasa kemudian dilebur diatas
3.
4.
5.
6.

waterbath hingga suhu 540 C, mortir dipanaskan


Ditimbang triaethanolamin 150 mg disisihkan
Ditimbang nipagin 50 mg, disisihkan
Setelah bahan melebur, hasil leburan diserka dan dituang ke dalam mortir panas
Dimasukkan triethanolamin yang sudah diberi air panas ke dalam mortir secara perlahan,

diaduk ad homogen
7. Ditambahkan nipagin yang sudah diencerkandan diambil 2 ml ke dalam mortir, diaduk ad
8.
f.
a.

b.

c.
1)

homogen
Ditambahkan sisa aquades yang sudah dipanaskan, diaduk ad homogen
Dimasukkan ke dalam pot dan diberi etiket biru
Resep krim ketiga
Vanishing cream
R/
Acd. Stearin
142
Glycerin
100
Triaethanolamin
10
Nipagin
q.s
Aq. Dest.
750
m.f cream
S. u. E
Alasan pemilihan bahan
Pada formulasi vanishing cream ditujukan untuk krim pelembut, karena bahan aktifnya
berupa Acidum stearat dari lemak yang dapat melembutkan kulit . Acidum stearat
digunakan sebagai penyusun krim jika digunakan bersama alkali atau Triaethanolamin.
Trietanolamina banyak digunakan dalam farmasi topikal formulasi terutama dalam
pembentukan emulsi. Ketika dicampur dengan asam lemak, seperti asam stearat atau
asam oleat, trietanolamina membentuk anionik sabun dengan pH sekitar 8, yang dapat
digunakan sebagai emulsifying agen untuk menghasilkan halus, kestabilan minyak dalam
air. Gliserin digunakan terutama untuk humektan dan emolien dalam sediaan krim.
Nipagin dan Natrii biboras dalam formulasi vanishing cream digunakan sebagai zat
pengawet, agar krim terbebas dari mikroorganisme.
Pada pembuatan, bahan pengawet yang digunakan dalam sediaan krim adalah Nipagin.
Monografi
Acidum stearicum/asam stearat (FI III, 57)
Asam stearat adalah campuran asam organik padat yang diperoleh dari lemak, sebagian
besar terdiri dari asam oktadekonat, C18H36O2 dan asam heksadekanoat, C16H32O2.

Pemerian : Zat padat keras mengkilat menunjukkan susunan hablur, putih atau kuning
pucat, mirip lemak lilin.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, larut dalam 20 bagian etanol (95%) P, dalam 2
bagian kloroform P dan dalam 3 bagian eter P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat : Zat tambahan, untuk melembutkan kulit dengan konsentrasi 1-20 %
2) Gliserin (FI III, 271)
Pemerian : Cairan seperti sirop, jernih, tidak berwarna, tidak berbau, manis diikuti rasa
hangat. Higroskopik. Jika disimpan beberapa lama pada suhu rendah dapat memadat
membentuk massa hablur tidak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai lebih
kurang 200 C.
Kelarutan : Dapat campur dengan air dan dengan etanol (95%) P, praktis tidak larut
dalamkloroform P, dalam eter P dan dalam minyak lemak.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat dan penggunaan : Zat tambahan, untuk melembutkan kulit dengan konsentrasi <
30%
3) Triethanolamin (FI III, 612)
Pemerian : Cairan kental, tidak berwarna hingga kuning pucat, bau lemah mirip amoniak,
higroskopik.
Kelarutan : Mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%) P, larut dalam kloroform P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya.
Khasiat dan penggunaan : Zat tambahan, emulgator 2-4 % atau 2-5 kali dari asam lemak.
4) Aquadest (FI III, 96)
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
5) Nipagin / Methylparaben (FI III, 378)
Pemerian : Serbuk hablur halus, putih, hampir tidak berbau, tidak mempunyai rasa,
kemudian agak membakar diikuti rasa tebal.
Kelarutan : Larut dalam 500 bagian air, dalam 20 bagian air mendidih, dalam 3,5 bagian
etanol (95%) P dan dalam 3 bagian aseton P, mudah larut dalam eter P dan dalam larutan
alkali hidroksida, larut dalam 60 bagian gliserol P panas dan dalam 40 bagian minyak
lemak nabati panas, jika didinginkan larutan tetap jernih.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat dan penggunaan : Zat tambahan, zat pengawet dengan konsentrasi 0,02%-0,3%.
(Handbook)
d. Perhitungan Bahan :
142
1. Acid stearin = 1002
Zat yang akan dilebur

x 10 g = 1,41 g
= 1,41 g + 10%
= 1,41 g + 0,141 g
= 1,551 g

Alasan penambahan 10% adalah untuk menghindari kurangnya jumlah sediaan yang
dibuat saat dimasukkan ke dalam wadah karena tertinggal di cawan penguap saat
peleburan. Menurut ilmu resep syamsuni penimbangan harus dilebihkan 10-20%
untuk mencegah kekurangan bobotnya (Syamsuni,64)
100
2. Glycerin = 1002 x 10 g = 0.99 g
3. Triaethanolamin =
4. Nipagin (0,2%) =

100
1002 x 10 g = 0,099 g
0,2
100

Aquades Nipagin 50mg

Pengenceran Nipagin

x 10 g = 0,02 g
= 0,05g x 20
= 1 g 1 ml
=

20 mg
50 mg

x 5 ml

= 2 ml
Ditimbang nipagin 50 mg dilakukan pengenceran dengan 5 ml aquades di dalam
beaker glass, diambil 2 ml untuk dimasukkan dalam campuran krim
750
5. Aqua dest. = 1002 x 10 g
= 7.48 - 2 ml
= 5,48 ml
e. Cara Pembuatan :
1. Disiapkan alat dan bahan, disetarakan timbangan
2. Ditimbang acidum stearat 1,551 g, dimasukkan ke dalam cawan penguap yang sudah
dilapisi kain kasa kemudian dilebur diatas waterbath hingga suhu 540 C, mortir
3.
4.
5.
6.

dipanaskan
Ditimbang triaethanolamin 0,099g disisihkan
Ditimbang glycerin 0,999 g, disisihkan
Ditimbang nipagin 50 mg, disisihkan
Setelah bahan melebur, hasil leburan diserka dan dituang ke dalam mortir panas,

ditambahkan gliserin aduk ad homogen


7. Dimasukkan triethanolamin yang sudah diberi air panas ke dalam mortir, diaduk ad
homogen
8. Ditambahkan nipagin yang sudah diencerkan dan diambil 2 ml ke dalam mortir,
diaduk ad homogen
9. Ditambahkan sisa aquades yang sudah dipanaskan, diaduk ad homogen
10. Dimasukkan ke dalam pot dan diberi etiket biru

BAB IV
EVALUASI UJI MUTU FISIK

1. Organoleptis
Diamati bau, warna, dan tekstur.
2. Evaluasi pH
- Cream diencerkan dengan air
- kemudian aduk hingga homogeny
- diamkan agar mengendap
- dan airnya yang di ukur dengan pH meter
- catat hasil yang tertera pada alat pH meter.
3. Evaluasi daya sebar
- Cream diletakkan secukupnya diatas kaca objek
- Kemudian diatasnya diberi kaca yang sama
- Kemudian ditekan di beri rentang waktu 1 2 menit.
- Diameter diukur
4. Uji homogenitas
- Cream diletakkan secukupnya diatas kaca objek
- Kemudian diatasnya diberi kaca yang sama
- Diamati kedua krim yang dihasilkan homogeny tidak ada tetesan-tetesan kecil.
5. Uji aseptabilitas sediaan
Dilakukan pada kulit, dengan berbagai orang yang di kasih suatu quisioner di buat suatu
criteria. Diamati kelembutan dan sensasi yang diberikan saat diberi krim.
Pengamatan
Kelembutan

Lembut

Kurang lembut

Sangat Lembut

6. Uji Type Cream


- Sebagian krim di larutkan dengan air ke dalam beaker glass, diaduk.
- Diamati Krim tidak larut dalam air

BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Anda mungkin juga menyukai