Anda di halaman 1dari 9

Nephrotic

syndrome

Sindrom Nefrotik
Umi Fadilah
P17420613075

.Sindrom Nefrotik Sindrom nefrotik adalah gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein di dalam urine.

Ini bukan suatu penyakit. bahkan dalam jumlah cukup besar. . akan ditemukan adanya protein pada urin (khususnya albumin) yang dikeluarkan olehnya. melainkan menjadi pertanda bahwa organ ginjal Anda sudah tidak berfungsi dengan baik. saat seseorang menderita sindrom nefrotik. • Namun. Normalnya. air kencing yang dihasilkan oleh ginjal sudah tidak lagi mengandung protein.Pengertian Sindrom nefrotik • Sindrom nefrotik merupakan suatu jenis gangguan yang menyerang organ ginjal.

Penyebab & Manifestasi Klinis .

Saat fungsi ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. karena urin berbusa adalah indikator utama adanya masalah dalam ginjal. Namun. Waspadai gejala ini. beberapa gejala klinis dari sindrom nefrotik berikut Pembengkakan di bagian tubuh tertentu Anak yang menderita sindrom nefrotik biasanya akan mengalami pembengkakan (edema) di bagian kaki dan sekitar mata. Urin berbusa Adanya kandungan protein yang tinggi pada urin menyebabkan urin yang dikeluarkan anak menjadi berbusa. • • • Kenaikan berat badan secara tiba-tiba Anak juga akan mengalami kenaikan berat badan yang tidak normal. Orang tua harus curiga ketika anak tidak mau makan karena bisa jadi anak menderita sakit tertentu. . Tidak nafsu makan Gejala berikutnya ialah terganggunya nafsu makan anak. protein dari darah dapat merembes dalam urin dan tersaring keluar tubuh.• • Umumnya kondisi ini disebabkan oleh rusaknya kelompok pembuluh darah kecil dalam ginjal (glomerulus) yang berfungsi sebagai filter atau penyaring darah. kenaikan berat badan tersebut bukan disebabkan oleh nutrisi melainkan adanya cairan yang menumpuk dalam tubuh. Akibatnya. Pembengkakan abnormal adalah pembengkakan yang tidak keras melainkan lembek ketika kaki dipegang. Mata menjadi sembab dan kaki membesar. misalnya sindrom nefrotik ini.

. 3.Mengontrol hipertensi.Mengganti kehilangan protein terutama albumin 2. 4.Mengurangi edema dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.Memonitor hiperkolesterolemia dan penumpukan trigliserida.Tujuan Diet Sindrom Nefrotik 1.

organ hati juga akan melepaskan lebih banyak kolestrol dan trigliserida. kadar protein albumin dalam darah Anda menurun. • Menjaga keseimbangan cairan agar tidak dehidrasi • Mengontrol hipertensi karena Kerusakan glomerulus dan penumpukan limbah yang terjadi dalam aliran darah (uremia) dapat meningkatkan tekanan darah • Mengatasi anoreksia karena kehilangan terlalu banyak protein dalam darah dapat menyebabkan malnutrisi.• Mengganti kehilangan protein dan memonitor hiperkolesterolemia dan penumpukan trigliserida dikarenakan gangguan ginjal ini menyebabkan kadar protein terlepas ke dalam urine. organ hati akan membuat albumin dalam jumlah yang berlebih. . Hal ini dapat menyebabkan nafsu makan menurun. Kemudian. Pada saat yang sama. Akibatnya.

Makanan yang Dianjurkan dan Dibatasi pada Sindrom Nefrotik .

pasta. remis. bumbu: garam. makaroni. talas. havermout Telur. ayam tanpa kulit. jagung. MSG. ikan Kacang-kacangan dan aneka olahannya Semua jenis sayuran dan buahbuahan segar Semua macam minuman yang tidak beralkohol Semua macam bumbu Secukupnya Dibatasi • • • • • • • Roti. daging tanpa lemak. Minuman yang mengandung soda dan alkohol Makanan yang berlemak. Jeroan. biskuit dan kue-kue yang dibuat menggunakan garam dapur dan soda. gandum. penggunaan santan kental. bebek. soda kue. ubi. ketchup. terasi. susu skim/susu rendah lemak. bumbu instan.singkong. kentang. bubur. sambal botol. seafood dan aneka protein hewani yang diawetkan menggunakan garam seperti sarden. bihun. ikan asin dsb Kacang-kacangan yang diawetkan Sayuran yang diasinkan/diawetkan Buah-buahan yang diasinkan Teh kental atau kopi.• • • • • • Dianjurkan Nasi. tauco. roti. burung. dsb . angsa. kecap. kornet. baking powder. petis.