Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

HERNIA

Oleh:
Erwan Trisnanto
NIM 1201300045

POLITEKKES KEMENKES MALANG


JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN BLITAR
2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN


HERNIA

Materi

: Hernia

Sasaran

: Tn S dan keluarga Tn S

Tempat

: IRNA Wijaya Kusuma D RSUD dr. Soedono Madiun

Hari/Tanggal

: Selasa, 14 April 2015

Waktu

: 40 menit

Penyuluh

: Erwan Trisnanto

1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan , Tn S dan keluarga Tn S tahu tentang
hernia.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, Tn S dan keluarga Tn S diharapkan diharapkan
mampu:
a. Menjelaskan tentang pengertian hernia
b. Menjelaskan tentang klasifikasi hernia
c. Menjelaskan tentang penyebab hernia
d. Menjelaskan tanda gejala hernia
e. Menjelaskan tentang perawatan luka bekas opeasi hernia
f. Menjelaskan tentang pencegahan hernia
3. Materi
a. Pengertian hernia
b. Klasifikasi hernia
c. Penyebab hernia
d. Tanda gejala hernia
e. Perawatan luka bekas opeasi hernia
f. Pencegahan hernia
4. Metode
a. Ceramah.
b. Tanya awab/diskusi.

5. Media
a. Leaflet
6. Strategi
a. Kontrak dengan klien (waktu, tempat, topik).
b. Menggunakan penampang materi dari leaflet agar dapat lebih mudah diperhatikan
oleh klien.

c. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.


d. Dengan tanya jawab langsung.
7. Proses Penyuluhan
No
1.

Kegiatan
Pembukaan

Waktu
3 menit

Penyaji
a) Mengucapkan salam
b) Memperkenalkan diri

Sasaran
a) Membalas salam
b) Mendengarkan
dan
memperhatikan

2.

Penyajian materi

25 menit

tentang:
a.
b.
c.
d.
e.

Pengertian hernia
Klasifikasi hernia
Penyebab hernia
Tanda gejala hernia
Perawatan luka

a. Menjelaskan tentang

Mendengarkan dan

pengertian hernia
b. Menjelaskan tentang

memperhatikan

klasifikasi hernia
c. Menjelaskan tentang
penyebab hernia
d. Menjelaskan tanda

bekas opeasi hernia


f. Pencegahan hernia

gejala hernia
e. Menjelaskan tentang
perawatan luka bekas
opeasi hernia
f. Menjelaskan tentang
pencegahan hernia

3.

Evaluasi

10 menit

1.

a) Memberi kesempatan

a) Bertanya dan

kepada klien untuk

mampu

bertanya guna

menyimpulkan

mengevaluasi klien

materi yang telah

apakah klien dapat

disajikan dengan

menjelaskan kembali

bahasa sendiri

materi yang telah


diberikan
b) Menyimpulkan
kembali materi yang
4.

Penutup

2 menit

disajikan
a) Penyaji mengucapkan
terima kasih
b) Mengucapkan salam
penutup

8. Materi

Klien menjawab
salam

Terlampir

LAMPIRAN MATERI
HERNIA
1) Pengertian Hernia
Hernia adalah menonjolnya suatu organ atau struktur organ dan tempatnya yang
normal melalui sebuah defek kongenital atau yang didapat. (Long, 1996: 246).
2) Klasifikasi Hernia
a) Berdasarkan terjadinya dibagi menjadi:
i) Hernia congenital/bawaan.
ii) Hernia akuisita/didapat.
b) Berdasarkan sifatnya hernia terbagi menjadi:
i) Hernia Reponible

Yaitu bila isi hernia dapat dimasukkan kembali. Usus keluar bila berdiri atau
mengedan dan masuk lagi bila berbaring atau didorong masuk. Tidak terdapat
keluhan atau gejala obstruktif.
ii) Hernia Ireponible
Yaitu bila isi kantong hernia tidak dapat dikembalikan kedalam rongga, hal ini
disebabkan perlengketan isi usus pada peritoneum kantong hernia. Tidak ada
keluhan nyeri atau tanda sumbatan usus.
c) Menurut letaknya
i) Inguinal
Hernia inguinal ini dibagi lagi menjadi :
(1) Indirek/lateralis
Hernia ini terjadi melalui cincin inguinalis dan melewati korda spermatikus
melalui kanalis inguinalis. Ini umumnya terjadi pada priadaripada wanita.
Insidennya tinggi pada bayi dan anak kecil. Hernia ini dapat menjadi sangat
besar dan sering turun ke skrotum. Umumnya pasien mengatakan turunberok,
burut

atau

kelingsir

atau

mengatakan

adanya

benjolan

di

selangkangan/kemaluan. Benjolan tersebut bisa mengecil atau menghilang


pada waktu tidur dan bila menangis, mengejan atau mengangkat benda berat
atau bila posisi pasien berdiri dapat timbul kembali.
(2) Direk/ medialis
Hernia ini melewati dinding abdomendi area kelemahan otot, tidak melalui
kanal seperti pada hernia inguinalis dan femoralis indirek. Ini lebih umum pada
lansia. Hernia inguinalis direk secara bertahapterjadi pada area yang lemah ini
karena defisiensi kongenital. Hernia ini disebut direkta karena langsung
menuju anulus inguinalis eksterna sehingga meskipun anulus inguinalis interna
ditekan bila pasien berdiri atau mengejan, tetap akan timbul benjolan. Bila
hernia ini sampai ke skrotum, maka hanya akan sampai ke bagianatas skrotum,
sedangkan testis dan funikulus spermatikus dapat dipisahkan dari masa hernia.
Pada pasien terlihat adanya massa bundar pada anulus inguinalis eksterna yang
mudah mengecil bila pasientidur. Karena besarnya defek pada dinding
posteriormaka hernia ini jarang sekali menjadi ireponibilis.
ii) Femoral
Hernia femoralis terjadi melalui cincin femoral dan lebih umum pada wanita
daripada pria. Ini mulai sebagai penyumbat lemak di kanalis femoralis yang
membesar dan secara bertahap menarik peritoneum dan hampir tidak dapat

dihindari kandung kemih masuk kedalam kantung. Ada insiden yang tinggi dari
inkarserata dan strangulasi dengan tipe hernia ini.
iii) Umbilikal
Hernia umbilikalis pada orang dewasa lebih umum pada wanita dan karena
peningkatan tekanan abdominal. Ini biasanya terjadi pada klien gemuk dan wanita
multipara. Tipe hernia ini terjadi pada sisi insisi bedah sebelumnya yang telah
sembuh secara tidak adekuat karena masalah pasca operasi seperti infeksi, nutrisi
tidak adekuat, distensi ekstrem atau kegemukan.
iv) Incisional
Batang usus atau organ lain menonjol melalui jaringan parut yang lemah.
3) Penyebab Hernia
a) Umur
Penyakit ini dapat diderita oleh semua kalangan tua, muda, pria maupun wanita. Pada
Anak anak penyakit ini disebabkan karena kurang sempurnanya procesus vaginalis
untuk menutup seiring dengan turunnya testis. Pada orang dewasa khususnya yang
telah berusia lanjut disebabkan oleh melemahnya jaringan penyangga usus atau karena
adanya penyakit yang menyebabkan peningkatan tekanan dalam rongga perut.
b) Jenis Kelamin
Hernia yang sering diderita oleh laki laki biasanya adalah jenis hernia Inguinal.
Hernia Inguinal adalah penonjolan yang terjadi pada daerah selangkangan, hal ini
disebabkan oleh proses perkembangan alat reproduksi. Penyebab lain kaum adam lebih
banyak terkena penyakit ini disebabkan karena faktor profesi, yaitu pada buruh angkat
atau buruh pabrik. Profesi buruh yang sebagian besar pekerjaannya mengandalkan
kekuatan otot mengakibatkan adanya peningkatan tekanan dalam rongga perut
sehingga menekan isi hernia keluar dari otot yang lemah tersebut.
c) Penyakit Penyerta
Penyakit penyerta yang sering terjadi pada hernia adalah seperti pada kondisi
tersumbatnya saluran kencing, baik akibat batu kandung kencing atau pembesaran
prostat, penyakit kolon, batuk kronis, sembelit atau konstipasi kronis dan lain-lain.
Kondisi ini dapat memicu terjadinya tekanan berlebih pada abdomen yang dapat
menyebabkan keluarnya usus melalui rongga yang lemah ke dalam kanalis inguinalis.
d) Keturunan
Resiko lebih besar jika ada keluarga terdekat yang pernah terkena hernia.
e) Obesitas
Berat badan yang berlebih menyebabkan tekanan berlebih pada tubuh, termasuk di
bagian perut. Ini bisa menjadi salah satu pencetus hernia. Peningkatan tekanan tersebut
dapat menjadi pencetus terjadinya prostrusi atau penonjolan organ melalui dinding
organ yang lemah.

f) Kehamilan
Kehamilan dapat melemahkan otot di sekitar perut sekaligus memberi tekanan lebih di
bagian perut. Kondisi ini juga dapat menjadi pencetus terjadinya hernia.
g) Pekerjaan
Beberapa jenis pekerjaan yang membutuhkan daya fisik dapat menyebabkan terjadinya
hernia. Contohnya, pekerjaan buruh angkat barang. Aktivitas yang berat dapat
mengakibatkan peningkatan tekanan yang terus-menerus pada otot-otot abdomen.
Peningkatan tekanan tersebut dapat menjadi pencetus terjadinya prostrusi atau
penonjolan organ melalui dinding organ yang lemah.
h) Kelahiran prematur
Bayi yang lahir prematur lebih berisiko menderita hernia inguinal daripada bayi yang
lahir normal karena penutupan kanalis inguinalis belum sempurna, sehingga
memungkinkan menjadi jalan bagi keluarnya organ atau usus melalui kanalis
inguinalis tersebut. Apabila seseorang pernah terkena hernia, besar kemungkinan ia
akan mengalaminya lagi.
4) Tanda Gejala Hernia
a) Umumnya penderita mengeluhkan adanya benjolan di selakanganya atau perut.
b) Benjolan itu bisa mengecil atau menghilang.
c) Bila menangis mengejan waktu defekasi/miksi.
d) Mengangkat benda berat akan timbul kembali.
e) Dapat pula ditemukan rasa nyeri pada benjolan atau gejala muntah dan mual bila telah
ada komplikasi.
5) Perawatan Luka Bekas Opeasi Hernia
a) Bersihkan luka post herniotomi 2x/hari
b) Saat membersihkan gunakan handscone steril
c) Bersihkan dengan cairan NaCl dengan mengusap luka dengan kasa seteril dari tengah
luka memutar ke pinggir
d) Balut dengan kasa seteril
6) Pencegahan Hernia
a) Usahakan untuk mempertahankan berat badan. Hal ini dapat membantu mengurangi
tekanan di bagian perut.
b) Konsumsi makanan yang mengandung serat seperti sayur, buah, gandum. Makanan
tersebut dapat mencegah sembelit sehingga mengurangi tekanan perut.
c) Hindari mengangkat beban yang terlalu berat.
d) Hindari tekanan intraabdomen seperti batuk lama, mengejan, dan bersin.