Anda di halaman 1dari 37

FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI GGL GENERATOR


1. TERJADINYA GGL
Bila sebuah konduktor berupa belitan ditempatkan dalam suatu
medan magnet yang berubah-ubah dengan waktu, maka pada
konduktor itu terjadi suatu induksi gaya gerak listrik (ggl). Besar
ggl tergantung dari kecepatan perubahan itu (dt), dan juga besar
atau kuat medan magnet (B) itu sendiri.

Pada saat rotor, dalam hal ini adalah konduktor, membuat


satu putaran, banyaknya garis-garis gaya magnet yang
terpotong oleh satu konduktor angker adalah;
p x p p = banyaknya garis-garis magnet perkutub
p = jumlah pasang kutub

Bila kecepatan (n) dinyatakan dalam rpm, maka garis-garis


gaya yang terpotong tiap detik adalah:

p x p x rpm/60
Karena untuk menghasilkan tegangan 1 Volt, bila terjadi
pemotongan 108 garis-garis gaya magnet tiap detik, maka
tegangan rata-rata (Er) yang dibangkitkan pada satu konduktor
tersebut adalah:
Er = p x p x rpm/60 x 10-8 Volt.
(2-1)
Bila banyaknya konduktor z dan dihubungkan dalam a cabang
paralel, maka tegangan rata-rata pada ujung jepitan
angker/jangkar adalah:

Er = z/a x p x p x rpm/60 x 10-8 Volt.

(2-2)

Analisa di atas hanya benar untuk generator arus searah


(DC)

Untuk generator arus bolak-balik (AC) ggl tidak hanya bergantung kepada jumlah garis-garis gaya magnet yang terpotong oleh
konduktor, tetapi juga bergantung kepada bentuk distribusi fluksi
dan cara membelit konduktor angker. Perubahan distribusi fluksi
akan mempengaruhi harga maksimum (Emaks dan harga efektif
(Eeff) ggl. Selain itu ggl yang dibangkitkan tiap batang konduktor
tidak dapat dijumlahkan begitu saja, tetapi harus merupakan
penjumlahan secara vektor, karena ggl yang terjadi pada tiap-tiap
konduktor mempunyai pergeseran fasa. Agar dapat memasukkan
faktor - faktor tersebut dalam perhitungan, distribusi fluksi dan
jenis kumparan perlu dengan lebih rinci.

Pada generator AC GGL generator dipengaruhi oleh:


1. Jumlah garis garis gaya magnet yang terpotong oleh konduktor
2. Bentuk distribusi fluksi pada celah udara
3. Cara membelit konduktor angker

BENTUK GELOMBANG FLUKSI


Gambar 2-1a menunjukkan distribusi ruang (space distribution)
fluksi celah udara (air gap fluksi) dari sebuah generator.
Diasumsikan bahwa kepadatan/kerapatan fluksi B di dalam
ruangan celah udara berbentuk sinus.
B = Bm sin
= diukur dari titik tengah di antara dua kutub
B = kepadatan fluksi diukur dalam garis-garis gaya per radial
persatuan panjang dari kutub (L)
Bm = rapat fluksi maksimum yang dihasilkan oleh sebuah kutub
dengan satuan garis-garis per radial per satuan panjang.
Fluksi total perkutub adalah:

p = o..L Bm . sin = - L Bm (cos cos 0) = 2. L Bm


p/2 = L Bm

(2-4)

Karena fluksi ini bergerak mengelilingi celah udara, maka pada


konduktor a dan b yang merupakan belitan stator diinduksikan
tegangan.
Tegangan induksi pada konduktor a adalah:
ea = B . L. v v = 2..f = kecepatan fluksi dalam radial per detik
Tegangan pada konduktor a dapat dinyatakan dengan:
ea = Bm . L 2..f . sin , tetapi karena = t
= kecepatan sudut rotor dalam radial per detik
t = waktu rotasi dari posisi yang ditunjukkan gambar 2-1.
Oleh karena itu:
ea = Bm . L 2..f . sin t abVolt , dan mensubstitusikan pers
(2-4) ke (2-6)
ea = p/2. 2..f . sin t abVolt ,
(2-7)
tegangan yang diinduksikan pada konduktor b
eb= p/2. 2..f . sin t abVolt
(2-8)

Dan besar tegangan induksi pada ujung-ujung belitan


yang dibentuk oleh konduktor a dan b adalah:
eab= p. 2..f . sin t

abVolt

(2-9)

Bila satu belitan angker diganti dengan sebuah kumparan yang


memiliki N belitan, maka tegangan pada kumparan adalah:
ekump = p. 2..f . N sin t abVolt
(2- 10)
Persamaan (2 10) berlaku untuk distribusi rapat fluksi
berbentuk sinus, Ternyata fluksi berbentuk sinus membangkitkan
tegangan berbentuk sinus seperti nampak pada pers. (2 10).
Persamaan di atas berguna untuk mencari harga sesaat. Harga
maksimum diketemukan dengan sin t = 1
Emaks = p. 2..f . N 10-8 Volt
Harga efektif dapat dihitung dengan membagi harga maksimum
dengan 2. Dengan mensubstitusikan = 2..f diperoleh:
E = 2./2 .f . N p 10-8 Volt

= 4,44 f . N p 10-8 Volt


(2 11)

2. DISTRIBUSI FLUKSI
Dari pers (2 5) menunjukkan bahwa tegangan yang diinduksikan
pada konduktor memiliki bentuk gelombang sesuai dengan bentuk
gelombang rapat fluksi yang dihasilkan oleh kutub.
Pada generator hydro (kutub non silindris) distribusi fluksi pada
celah udara ditentukan oleh faktor-faktor:
1. bentuk permukaan kutub
2. perbandingan busur kutub dengan kisar kutub.
Dengan Teori Deret Fourier bentuk gelombang periodik dapat
diuraikan menjadi gelombang sinus dan gelombang cosinus.
y = A sin x + B cos x + A2 sin 2x + B2 cos 2x + A3 sin 3x + B3 cos
3x + A4 sin 4x + B4 cos 4x + ............... + ...................
(2-13)

Cosinus dapat diganti dengan sinus, sehingga pers (2-13) menjadi:


y = A sin x + A sin (2x + 2) + A sin (3x + 3) +
A sin (4x + 4) +.............+ ..............
(2-14)

Dari pers (2-14):


A sin x disebut fundamental
A sin (2x + 2) disebut harmonisa kedua
A sin (3x + 3) disebut harmonisa ketiga
A sin (4x + 4) disebut harmonisa keempat
Semakin tinggi harmonisa semakin kecil harga harmonisanya,
sehingga kecil pengaruhnya.
Harmonisa genap (dua, empat, enam, dst) saling meniadakan

gelombang
= fundamental
=harmonisa kedua

gelombang
fundamental

gelombang
fundamental
harmonisa ketiga

e = Emsin 2ft + Em sin 6 ft

harmonisa ketiga

e = Emsin 2ft + Em sin (6ft + 180)


e = Emsin 2ft - Em sin 6ft

Pada generator turbo dengan kutub silindris, distribusi


kumparan pada permukaan rotor menentukan bentuk
fluksi dan ggl.
Gambar 2-3 memperlihatkan kumparan medan jenis spiral
dan bentuk gelombang fluksi yang dihasilkan.

Gambar 2-3. Bentuk fluksi yang dihasilkan oleh kutub silindris, mendekati bentuk sinus

3. KUMPARAN DENGAN KISAR SEBAGIAN


Kisar kutub (pole pitch): jarak dari kutub U ke kutub S paling
dekat = 180 listrik
lebar kutub
Kisar kumparan (winding pitch) : jarak antara sisi awal
kumparan dengan sisi akhir kumparan
lebar kumparan
Kumparan kisar penuh (full pitch winding): kisar kumparan
sama dengan kisar kutub = 180 listrik
kumparan
diagonal
Kumparan kisar sebagian (fractional pitch winding): kisar
kumparan < 180 listrik
kumparan tali busur
Contoh: kisar kumparan 160
Kisar kumparan ini, 20 lebih kecil dari kisar penuh.

Diasumsikan gelombang fluksi memiliki distorsi sedemikin rupa


sehingga ekivalen dengan fundamental, harmonisa ketiga, dan
harmonisa kelima. Untuk satu periode (cycle) fundamental,
harmonisa ketiga berulang tiga kali, dan harmonisa kelima
berulang lima kali. Pergeseran 20 listrik untuk fundamental,
ekivalen dengan pergeseran fasa 3x 20 =60 listrik untuk
harmonisa ketiga, dan 5x 20 =100 listrik untuk harmonisa
kelima dstnya.

Harmonis kesembilan tidak muncul didalamnya karena


pergeseran fasa 20 listrik untuk fundamental ekivalen dengan
pergeseran fasa 180 listrik untuk harmonisa kesembilan. Jadi
harmonisa kesembilan pada satu sisi kumparan akan
menetralisir harmonisa kesembilan pada sisi yang lain.
Jika kisar kumparan diperpendek 20 listrik atau 1/9 x 180 ,
harmonisa kesembilan hilang. Jadi jika kisar kumparan
diperpendek 1/n dari kisar kutub, maka harmonisa ke n
akan hilang.

Dalam kumparan kisar sebagian, tegangan yang dibangkitkan


didalam kedua sisi (sisi awal dan sisi akhir) berbeda fasa (lain
dari 180 atau 0 ) dan tidak dapat dijumlahkan secara ilmu
hitung, tetapi harus dijumlahkan secara vektoris. Contoh: kisar
kumparan 160 listrik. Bila E1 tegangan efektif sisi awal
kumparan, dan E2 tegangan efektif sisi akhir kumparan, maka
tegangan kumparan atau tegangan resultan adalah selisih
vektoris antara E1 dan E2 bila dianggap terpisah 160 listrik,
atau jumlah vektoris bila dianggap terpisah 20 listrik.

4. FAKTOR KEPENDEKAN (PITCH FACTOR)


Faktor kependekan dapat didefinisikan sebagai
perbandingan antara tegangan yang dibangkitkan dalam
kumparan kisar sebagian dengan tegangan yang
dibangkitkan dalam kumparan kisar penuh.
Perhatikan gambar 2-5a. harga efektif E1 = harga efektif E2
E1 + E2 = 2 E1. cos 10 Er = 2.E cos(/2)
(2-15)
atau
Er = 2.E sin (/2)
(2-16)
= kisar kutub kisar kumparan
= (kisar kumparan): (kisar kutub)
Faktor kependekan kp = cos (/2)
(2-17)

kp =sin (/2)
(2-18)
Pemendekan kumparan tidak dapat dipilih dengan bebas,
tetapi tergantung kepada jumlah alur per kutub (S/2p)

k p cos( ) untuk fundamental


2

n
(k p ) n cos( ) untuk harmonisa ke n
2

5. KUMPARAN DISTRIBUSI
Untuk generator 3 fasa mempunyai belitan fasa 3 buah, yaitu :
fasa I atau fasa u-x, fasa II atau fasa v-y, fasa III atau fasa w-z
Kumparan dipusatkan: kumparan fasa dari generator 3 fasa yang
ditempatkan dalam satu alur dibawah setiap kutub m = 1
Kumparan didistribusikan: kumparan fasa dari generator 3 fasa
yang ditempatkan dalam lebih dari satu alur dibawah setiap kutub.
m>1
m = S/2p/fasa =jumlah alur per kutub perfasa
Pada setiap kumparan yang didistribusi di dalam dua alur atau
lebih, tegangan kumparan selalu lebih kecil dari jumlah ilmu
hitung dari tegangan kumparan bagian dengan suatu konstante
yang disebut faktor distribusi (distribution factor) yang
disingkat kd

fasa I menempati alur: a, b, dan c


fasa II menempati alur: d, e, dan f
fasa III menempati alur: g, h, dan i

Faktor distribusi (kd)


Pada setiap kumparan yang didistribusikan didalam dua alur
atau lebih, tegangan kumparan selalu lebih kecil dari jumlah
ilmu hitung dari tegangan-tegangan kumparan bagian dengan
suatu konstante yang disebut faktor distribusi (distribution
factor) kd

sin m( )
2 untuk fundamental
kd

m. sin( )
2

m = S/2p/fasa =jumlah alur per kutub perfasa


= jarak dari alur ke alur yang berdekatan
S = jumlah alur;
2p = jumlah kutub

Faktor distribusi (kd) bisa diperoleh dengan menggunakan


vektor (perhatikan tabel II)
panjang dari sisi terpanjang
kd
panjang sisi pendek

jumlah vek tor E a Eb Ec


kd
jumlah ilmu hitung E a Eb Ec

EI
kd
E a Eb E c

sin m.n( )
2 untuk harmonisa ke n
(k d ) n

m sin n( )
2

Pengaruh distribusi terhadap harmonisa


Bila distribusi fluksi pada celah udara tidak berbentuk sinus,
tegangan yang dibangkitkan pada kumparan angker/jangkar dapat
dianalisis berdasarkan komponen-komponen harmonisa nya.
Misalkan generator tiga fasa dengan 9 alur per kutub, seperti di
tunjukkan pada gambar 2-6a. Harga sesaat dari tegangan resultan
te ditunjukkan oleh kurva-kurva Ea, Eb, dan Ec. Kurva-kurva ini
berbeda 20 listrik, maka fundamentalnya berbeda fasa 20, dan
ini ekivalen dengan 3 x 20 atau 60 listrik untuk harmonisa ketiga, 5 x 20= 100 listrik untuk harmonisa kelima dan seterusnya.
Gelombang resultante EI diperoleh dari jumlah vektoris tiga fundamental yang berbeda fasa 20, tiga harmonisa ketiga yang berbeda fasa 60, tiga harmonisa kelima yang berbeda fasa 100.

Hasil akhir yang diperoleh dengan mendistribusikan kumparan


sebuah generator adalah menyusutnya tegangan dan menyusutnya pengaruh harmonisa-harmonisa. Bentuk tegangan yang di
hasilkan oleh kumparan distribusi lebih mendekati bentuk sinus
dibandingkan dengan bentuk gelombang fluksi seperti yang di
tunjukkan pada gambar 2-6a. Pengaruh yang baru saja dibahas di
atas dapat lebih dijelaskan dengan angka-angka berikut ini.
Misalkan distribusi fluksi di celah udara mengandung harmonisa ketiga dan kelima, sehingga tegangan yang diinduksikan
dalam tiap-tiap belitan angker:
e = E (sin t + 1/3 sin 3t + 1/5 sin 5t )
Misalkan generator mempunyai 8 belitan per kutub per fasa
yang dipusatkan dalam satu pasang alur, maka tegangan
resultante yang dihasilkan sebesar:
e = 8.E (sin t + 1/3 sin 3t + 1/5 sin 5t )

= E (8 sin t + 8/3 sin 3t + 8/5 sin 5t )

Gambar; 8 konduktor dimasukkan dalam satu alur/fasa, m = 1


S/2p = 3

Fasa I

Fasa III

Fasa II

Fasa I

Besar relatip komponen-komponen tegangan adalah:

Fundamental

= 100%

Harmonisa ketiga = 33%


Harmonisa kelima = 20%
7,5 7,5
22,5

22,5

Fasa I

15

Fasa III

Gambar 8 konduktor didistribusikan dalam 4 alur/fasa,


m = 4 dan S/2p = 12

Sekarang dimisalkan 8 belitan ini didistribusikan dalam 4 alur per


fasa, berarti generator ini mempunyai 4 x 3 = 12 alur per kutub.
Perbedaan sudut atau jarak dari alur ke alur terdekat adalah; =
(180 : 12) = 15 listrik.
Persamaan untuk ggl dari tiap belitan bila tengah-tengah sabuk
fasa (phase belt) dipakai sebagai referensi adalah;
e1= 2E[sin (t-22,5) +1/3 sin 3(t-22,5) + 1/5 sin 5(t-22,5) ]
e2= 2E[sin (t-7,5) +1/3 sin 3(t-7,5) + 1/5 sin 5(t-7,5) ]
e3= 2E[sin (t+7,5) +1/3 sin 3(t+7,5) + 1/5 sin 5(t+7,5) ]
e4= 2E[sin (t+22,5) +1/3 sin 3(t+22,5) +1/5 sin 5(t+22,5) ]
Tegangan resultante adalah jumlah vektoris dari keempat komponen tegangan di atas atau:
e = E(7,65 sin t + 1,74 sin 3t + 0,328 sin 5t)
Besar relatip komponen-komponen tegangan sekarang menjadi:

Fundamental
= (7,65/7,65) x 100% = 100%
Harmonisa ketiga = (1,74/7,65) x 100% = 22,7%
Harmonisa kelima = (0,328/7,65) x 100% = 4,3%
Kumparan distribusi ternyata mengurangi pengaruh harmonisa
harmonisa dan menghasilkan resultante ggl yang lebih mendekati bentuk sinus. Perhitungan besar relatip komponenkomponen tegangan secara langsung dapat diperoleh dengan
menggunakan faktor-faktor yang ditunjukkan pada tabel IV.
Harga efektip dari tegangan yang digunakan dalam contoh ini
dapat diperoleh sebagai berikut:
Kumparan dipusatkan:
Eef

Kumparan distribusi:
Eef

E
2

8E

1 2 1 2
E
(1) ( ) ( ) 8,56
3
5
2
2
2

(7,65) 2 (1,74) 2 (0,328) 2 7,98

E
2

6. Faktor bentuk (form factor) dan faktor puncak


Faktor bentuk (fb) : perbandingan harga efektif atau harga rms (root
mean square) dengan harga rata-rata suatu gelombang.
Faktor puncak (fp) : perbandingan harga maksimum dengan harga
efektif
Untuk gelombang sinus dengan harga maks = 1 harga efektif =
0,707 dan harga rata-rata = 0,636 fb = 0,707/0,636 = 1,11
Dari pers. (2-12)
E = 2./2 .f . N p 10-8 Volt E = 4,44 f . N p 10-8 Volt
E = 4. 1,11 f . N p 10-8 Volt
E = 4. fb . f . N p 10-8 Volt
Untuk gelombang non sinus persamaan ggl E:
E = 4. fb . f . N p 10-8 Volt
Tabel V menunjukkan harga faktor bentuk (fb ) dan faktor puncak
(fp) untuk beberapa gelombang bolak-balik dan searah.

7. RANGKUMAN
Dari pers. E = 4,44. kp. kd . f . N. p.10-8 Volt

E = 4. 1,11. kp. kd . f . N. p.10-8 Volt


E = Tegangan efektif perfasa ...... Volt
kp = faktor kependekan
kd = faktor distribusi
f = frekuensi .........................Hz atat cps
N = jumlah belitan per fasa
p.= fluksi per kutub ...........Maxwell atau
garis-garis
1,11 = fb untuk gelombang sinus

Distribusi fluksi di dalam generator berubah tergantung pada


beban, khususnya pada generator kutub silindris. Bila sampai
terjadi gelombang non sinus, maka faktor bentuk (fb) 4 x 1,11
juga berubah. Bila tegangan dianalisis berdasarkan komponenkomponen harmonisanya, maka rumus tegangan untuk fundamental menggunakan faktor kependekan (kp) dan faktor distribusi (kd) fundamental, Untuk harmonisa yang lain ( ketiga dan
harmonisa ganjil lainnya) menggunakan (kp) dan (kd) yang
sesuai dengan harmonisa yang bersangkutan,
E3= 4,44. (kp)3. (kd)3 . f3 . N . (p)3. 10-8 Volt
E5 = 4,44. (kp)5. (kd)5 . f5 . N . (p)5.10-8 Volt
dan tegangan efektif didapat dari persamaan:
E = {(E1)2 + (E3)2 + (E5)2 + ........... + (En})2 }
dimana E1 adalah tegangan fundamental; E3 tegangan harmonisa ketiga; E5 tegangan harmonisa kelima, dan En tegangan
harmonisa ke n

Menggunakan kumparan kisar sebagian memungkinkan bermacam-macam harmonisa dan fluksi dikurangi, atau hilang
sama sekali. Hal ini juga mengurangi tegangan efektif.
Menggunakan kumparan distribusi mengurangi atau menghilangkan bermacam-macam harmonisa, menghasilkan
tegangan yang lebih rendah, tetapi juga menghasilkan
reaktansi bocor lebih rendah dan distribusi panas dari
kumparan angker menjadi lebih baik.