Anda di halaman 1dari 2

Kontrasepsi

Intra Uterine Device (IUD)

Jenis-Jenis IUD
1. Copper-T
IUD berbentuk T, terbuat dari bahan
polyethelen dimana pada bagian vertikalnya
diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan
tembaga halus ini mempunyai efek anti
fertilitas (anti pembuahan) yang cukup baik.

permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk


menambah efektifitas. Ada tiga jenis ukuran
multi load yaitu standar, small, dan mini.

4. Lippes loop
Terbuat dari polyethelen, berbentuk spiral
atau huruf bersambung. Untuk memudahkan
kontrol diberi benang pada ekornya.

Pengertian
Intra Uterine device (IUD) adalah alat
kecil berbentuk-T terbuat dari plastik dengan
bagian bawahnya terdapat tali halus yang juga
terbuat dari plastik. Sesuai dengan namanya
IUD dimasukkan ke dalam rahim untuk
mencegah kehamilan. Pemasangan bisa dengan
rawat jalan dan biasanya akan tetap terus
berada dalam rahim sampai dikeluarkan lagi.
IUD mencegah sperma tidak bertemu dengan
sel telur dengan cara merubah lapisan dalam
rahim menjadi sulit ditempuh oleh sperma
(Kusmarjadi, 2010)

2. Copper-7
IUD ini berbentuk angka 7 dengan maksud
untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini
mempunyai ukuran diameter batang vertikal
32 mm dan ditambahkan gulungan kawat
tembaga luas permukaan 200 mm2,
fungsinya sama dengan lilitan tembaga halus
pada IUD Copper-T

3. Multi load
IUD ini terbuat dari plastik (polyethelene)
dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk
sayap yang fleksibel. Panjang dari ujung
atas ke ujung bawah 3,6 cm. Batang diberi
gulungan kawat tembaga dengan luas

Cara Kerja IUD


Menurut Muhammad (2008) cara kerja
kontrasepasi IUD yaitu:
1. Menghambat kemampuan sperma untuk
masuk ke tuba falopii
2. Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum
mencapai kavum uter
3. AKDR bekerja terutama mencegah sperma
dan ovum bertemu, walaupun AKDR
membuat sperma sulit masuk ke dalam alat
reproduksi perempuan dan mengurangi
sperma untuk fertilisasi.

Keuntungan
Keuntungan menggunakan IUD adalah sebagai
berikut :
1. Efektivitasnya tinggi 0,6 0,8 kehamilan
/100 perempuan dalam tahun pertama, 1
kegagalan dalam 125 170 kehamilan.
2. Dapat efektif segera setelah pemasangan.
3. Metode jangka panjang (10 th).
4.Sangat efektif (tidak perlu mengingatingat).
5. Tidak mempengaruhi hubungan seksual.
6. Tidak ada efek samping hormonal, dll.
7. Membantu mencegah kehamilan ektopik.

Kegurian
Menurut Kusmarjadi (2010) kerugian
menggunakan IUD yaitu :
1. Efek samping yang umum terjadi :
a. Perubahan siklus haid. (umumnya pada 3
bulan pertama dan akan berkurang
setelah 3 bulan)
b. Haid lebih lama dan banyak.
c. Perdarahan antar menstruasi (spotting).
d. Saat haid lebih sakit.
2. Komplikasi lain
a. Merasa sakit dan kejang selama 3 sampai
5 hari setelah pemasanganhPerdarahan
berat pada waktu haid atau diantaranya
yang memungkinkan penyebab anemia
c. Perforasi dinding uterus (sangat jarang
apabila pemasangan benar)
3. Tidak baik digunakan pada perempuan dengan
IMS/perempuan yang sering bergantian

pasangan.
4. Penyakit radang panggul terjadi sesudah
perempuan dengan IMS memakai AKDR,
PRP dapat memicu infertilitas
5. Prosedur medis, termasuk pemeriksaan
pelvik diperlukan dalam pemasangan
IUD
6. Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting)
terjadi segera setelah pemasangan IUD.
Biasanya menghilang dalam 1 2 hari
7. Klien tidak dapat melepas AKDR oleh
dirinya sendiri. Petugas kesehatan
terlatih yang harus melepas AKDR

Kontrasepsi

IUD

Indikasi
1. Usia reproduktif
2. Keadaan nulipara
3. Menginginkan menggunakan kontrasepsi
jangka panjang
4. Setelah melahirkan dan tidak menyusui
5. Risiko rendah dari IMS

Waktu Penggunaan
1. Setiap waktu dalam siklus haid (dipastikan
tidak hamil).
2. Hari 1 7 siklus haid.
3. Segera setelah melahirkan, (48 jam
Pertama/ 1 bulan pasca salin).
4. Setelah menderita abortus (segera atau
dalam waktu 7 hari) apabila tidak ada gejala
infeksi
5. Selama 1 5 hari setelah senggama tidak
terlindungi.

Nama
NPM
Smtr / Unit
Prodi

:
:
:
:

Mastura
1101010027
III / A
Agroteknologi