Anda di halaman 1dari 2

Nama : ASMIRIL AZIZ GHOFUR

NIM : F34120021

KANDUNGAN BAHAN AKTIF JAHE DAN PEMANFAATANNYA


DALAM BIDANG KESEHATAN
Jahe (Zingiber officinale (L.) Rosc.) mempunyai kegunaan yang cukup beragam,
antara lain sebagai rempah, minyak atsiri, pemberi aroma, ataupun sebagai obat (Bartley dan
Jacobs 2000). Berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran rimpang, ada 3 jenis jahe yang dikenal,
yaitu jahe putih besar/jahe badak, jahe putih kecil atau emprit dan jahe sunti atau jahe merah.
Secara umum, ketiga jenis jahe tersebut mengandung pati, minyak atsiri, serat, sejumlah kecil
protein, vitamin, mineral, dan enzim proteolitik yang disebut zingibain (Denyer et al. 1994).
Komponen utama dari jahe segar adalah senyawa homolog fenolik keton yang dikenal
sebagai gingerol. Gingerol sangat tidak stabil dengan adanya panas dan pada suhu tinggi akan
berubah menjadi shogaol. Shogaol lebih pedas dibandingkan gingerol, merupakan komponen
utama jahe kering (Mishra, 2009). Gingerol sebagai komponen utama jahe dapat terkonversi
menjadi shogaol atau zingeron. Senyawa paradol sangat serupa dengan gingerol yang
merupakan hasil hidrogenasi dari shogaol. Shogaol terbentuk dari gingerol selama proses
pemanasan (Wohlmuth et al. 2005).
Hasil penelitian farmakologi menyatakan bahwa senyawa antioksidan alami dalam
jahe cukup tinggi dan sangat efisien dalam menghambat radikal bebas superoksida dan
hidroksil yang dihasilkan oleh sel-sel kanker, dan bersifat sebagai antikarsinogenik, nontoksik dan non-mutagenik pada konsentrasi tinggi (Manju dan Nalini 2005). Beberapa
senyawa, termasuk gingerol, shogaol dan zingeron memberikan aktivitas farmakologi dan
fisiologis seperti efek antioksidan, antiinflammasi, analgesik, antikarsinogenik dan
kardiotonik (Surh et al. 1998; Masuda et al. 1995). Jahe juga berkhasiat dapat mengurangi
resiko penyakit jantung dan meningkatkan performan dari jantung selama olah raga, karena
memberikan efek relaks dalam tubuh.
Contoh produk kesehatan yang memiliki kandungan jahe misalnya Tolak Angin
Cair. Produk tersebut diklasifikasikan ke dalam jenis Obat Herbal Terstandar (OHT). Obat
herbal terstandar berada satu grade di bawah fitofarmaka. OHT merupakan sediaan obat
bahan alam yang telah

dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji

praklinik dan bahan bakunya telah distandardisasi untuk menjaga konsistensi kualitas
produknya.

Nama : ASMIRIL AZIZ GHOFUR


NIM : F34120021
DAFTAR PUSTAKA
Bartley, J. dan A. Jacobs. 2000. Effects of drying on flavour compounds in Australian-grown
ginger (Zingiber officinale). Journal of the Science of Food and Agriculture. 80:209
215.
Denyer, C.V., P. Jackson, D.M. Loakes, M.R. Ellis dan D.A.B. Yound. 1994. Isolation of
antirhinoviral sesquiterpenes from ginger (Zingiber officinale). J Nat Products. 57 :
658-662.
Manju, V. dan N. Nalini. 2005. Chemopreventive efficacy of ginger, a naturally occurring
anticarcinogen during the initiation, post initiation stages of 1, 2 dimethyl hydrazineinduced colon cancer. Clin Chim Acta. 358: 60-67
Mishra, P. 2009. Isolation, spectroscopic characterization and molecular modeling studies of
mixture of Curcuma longa, ginger and seeds of fenugreek. International Journal of
PharmTech Research. 1: 79-95.
Surh, Y.J., E. Loe dan J.M. Lee.1998. Chemopreventive properties of some pungent
ingredients present in red pepper and ginger. Mutat Res. 402:259-267
Wohlmuth, H., D.N. Leach, M.K. Smith dan S.P. Myers. 2005. Gingerol content of diploid
and tetraploid clones of ginger (Zingiber officinale Roscoe). J. Agric. Food Chem. 53 :
57725778.