Anda di halaman 1dari 8

Eksplorasi Tanaman

Obat Indonesia

Alpukat

Alpukat
Kategori

Deskripsi

Nama ilmiah Persea americana


Nama daerah Alpuket atau alpukat (Jawa Barat), alpokat (Jawa Tengah dan Jawa Timur),
apokad (Melayu).
Nama
Indonesia

Avokad (Departemen Pendidikan Nasional, 2008)

Khasiat:

Daun alpukat berkhasiat sebagai peluruh kencing (diuretic) dan astringen


dengan kandungan zat kimia diantaranya minyak terbang, seperti
methylchavikol, alphapinene, tannin dan flavonoid. Daun dan kulit ranting
juga memiliki efek farmakologis seperti peluruh kentut (karminatif),
penyembuh batuk, pelancar menstruasi, emollient dan antibakteri. Bagian
buah juga mengandung lemak jenuh, protein, sesqueterpene, vitamin A, B1
dan B2 (Hariana, 2002).

Habitat

Habitat tanaman alpukat banyak tumbuh di daerah tropis dan subtropis yang
banyak curah hujannya. Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di
dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 5-1500 m dpl. Namun tanaman
ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 2001000 m dpl.

Apel Beludru

Apel Beludru
Kategori

Deskripsi

Nama ilmiah Diospyros blancoi


Nama daerah Buah lemak (Melayu), sembolo (Jawa).
Nama
Indonesia

Apel beludru

Khasiat:

Apel beludru mengandung serat pangan, protein, potassium, iron, kalsium,


vitamin A, vitamin C dan vitamin B. Dan memiliki khasiat untuk mengatasi
hipertensi, meningkatkan system imun, iritasi kulit, masalah pada saluran
pencernaan, menguatkan tulang dan gigi.

Habitat

Habitat tanaman apel beludru banyak tumbuh di daerah tropis. Berasal dari
Filipina, banyak hidup liar di hutan primer dan sekunder, juga
dibudidayakan di pekarangan.

Bungur

Bungur
Kategori

Deskripsi

Nama ilmiah

Lagerstroemia speciosa Pers. (Heyne, 1987)

Nama daerah

Bungur (Melayu), bungur kuwal dan bungur bener (Lampung), bungur tekuyung
(Palembang), bungur (Sunda), ketangi, laban, wungu (Jawa Tengah), bhungor, wungur
(Madura).

Nama
Indonesia

Bungur

Khasiat:

Dalam pengobatan tradisional sebagai obat diabetes, tanaman bungur biasanya


digunakan dalam bentuk rebusan. Biji tanaman ini dapat digunakan untuk mengobati
tekanan darah tinggi dan kencing manis. Daunnya digunakan untuk mengobati
kencing batu, kencing manis, dan tekanan darah tinggi, sedangkan bagian kulit kayu
digunakan untuk mengobati diare, disentri dan kencing darah. Daun bungur memiliki
kandungan kimia, seperti saponin, flavonoid dan tanin, sedangkan pada kulit batang
bungur mengandung flavonoid dan tanin. Biji bungur mengandung senyawa plantisul
(Dalimartha, 2003).

Habitat

Bungur dapat ditemukan di hutan jati, baik di tanah gersang maupun di tanah subur
hutan heterogen berbatang tinggi. Kadang-kadang, bungur ditanam sebagai pohon
hias atau pohon pelindung di tepi jalan. Di Jawa, bungur dapat tumbuh sampai
ketinggian 800 m dpl. Selain itu, bungur banyak ditemukan pada ketinggian di bawah
300 m.

Dapus
Dalimartha, Setiawan. 2003. Atlas Tumbuhan Obat
Indonesia, Jilid 3, Puspa Swara Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional, 2008, Kamus Besar
Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa, Jakarta.
Hariana, H.A., Drs., 2002, Tumbuhan Obat dan
Khasiatnya, Seri Agrisehat, Jakarta, hal.10.
Heyne, K., 1987, Tumbuhan Berguna Indonesia, Jilid
3, Departemen Kehutanan, Jakarta.