Anda di halaman 1dari 30

VULNUS MORSUM

SERPENTIS

LE
D

LY

Pembimbing :
dr. Esther Meylina Sipahutar
NIP. 19850514 201101 2 009

PUSKESMAS MUARA AMAN


LEBONG
2015

PENDAHULUAN

Gigitan
ular

Kasus kegawat darurat


5 juta kasus gigitan ular terjadi di seluruh dunia setiap
tahunnya
10% dari wilayah Bangladesh tahun 1988-1989
didapatkan 764 gigitan ular dengan 168 kematian
Di India 200.000 gigitan/tahunnya dengan 15.00020.000 kematian pertahunnya.
Myanmar 1991 didapatkan 14.000 pasien gigitan ular
dengan 1.000 kematian

Indonesia 2007 didapatkan 12.739 kasus dan 20 kasus


korban meninggal
Kesakitan dan kematian gigitan ular bergantung pada
macam spesies, keadaan dapat mematikan (fatal) dan
dosis kematian dari jumlah racun yang masuk tubuh

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN

Nama
: Ny. T
Jenis Kelamin
: Perempuan
Usia
: 45 tahun
Agama
: Islam
Status
: Sudah menikah
Alamat
: Kampung Gandung
Datang ke Puskesmas : 4 April 2015 pukul 20.30 WIB

ANAMNESIS
Keluhan
Utama

RPP

RPD

Digigit ular
30 menit IGD Puskesmas Muara Aman
tangan kanan dekat pergelangan digigit ular
saat pasien sedang menutup kandang
ternaknya. Pasien tidak mengetahui jenis ular.
tampak dua tanda bekas gigitan ular. Pasien
merasakan tangan kanannya sakit jika
disentuh, tampak bengkak dan kebiruan
Sebelumnya belum pernah tergigit ular
Darah tinggi disangkal
Kencing manis disangkal

PEMERIKSAAN FISIK

Pada tanggal 4 April 2015, 20.30 WIB

Kesadaran
: Compos mentis
E4V5M6
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi
: 89 x/ menit, regular, isi
tegangan cukup
Pernapasan
: 20 x/ menit,
Temperature
: 36,5 O C

KEPALA
Mata

Konjungtiva palpebra anemis (-)/(-),


sklera ikterik (-)/(-) , Pupil isokor /3 mm,
reflek cahaya (+)N/(+)N, perdarahan
konjungtiva (-/-), ptosis (-/-), oftalmoplegi (-/-)

Hidung

Nafas cuping (-), discharge (-), deviasi septum


(-), luka laserasi (+), nafas cuping hidung (-).

Telinga

Discharge (-)/(-)

Mulut

Bibir pucat (-), bibir sianosis(-).

Leher

Simetris, pembesaran kel. Limfe (-), trakea di


tengah

THORAK
PARU-PARU
Inspeksi

Simetris, statis, dinamis

Palpasi

Stem fremitus kanan=kiri

Perkusi

Sonor di seluruh lapangan paru

Auskultasi

Suara dasar vesikuler, wheezing


(-/-), ronki (-/-)

JANTUNG

Inspeksi

Ictus cordis tak tampak

Palpasi

Ictus teraba di SIC V, linea


midklavikularis kiri

Perkusi

Batas jantung kiri SIC V linea


midklavikularis

Auskultasi

Suara jantung murni, Bising (-),


Gallop (-)

ABDOMEN
Inspeksi
Auskultasi

Datar, lemas
Bising usus (+) normal

Palpasi

Lien tak teraba, hepar tak teraba

Perkusi

Timpani (+)

Status lokalis

Regio Dorsum Manus Sinistra

Tampak 2 bekas gigit ular, bengkak,


kebiruan dan sakit jika disentuh

Pemeriksaan Tambahan :
Tidak dilakukan

DIAGNOSIS KERJA

Vulnus Morsum serpentis (ular) dorsum


manus dextra

PENATALAKSANAAN

Tenangkan korban, karena panik akan membuat


racun lebih cepat terserap
Imobilisasi ekstremitas yang terkena gigitan
dengan bidai atau ikat dengan kain (untuk
memperlambat penyerapan racun)
Monitoring tanda vital, tanda kompertemen
sindrom (5P), tanda syok anafilaksis observasi
selama 1 jam
IVFD makro NACL drip Anti Bisa Ular 2 vial (10
ml) 40 gtt
Ciprofloxacim 500 mg 2 x 1 tab
Asam Mefenamat 500 mg 3 x 1 tab

TINJAUAN PUSTAKA

Jenis Ular

Familli Colubridae
Famili Elapidae
Familli Crotalidae/ Viperidae
Familli Hydrophidae

PERBEDAAN ULAR BERBISA DENGAN YANG


TIDAK BERBISA

PATOFISIOLOGI

KOMPOSISI BISA ULAR

Enzim prokoagulan (Viperidae)


Haemorrhagins (zinc metalloproteinase)
Racun sitolitik atau nekrotik
Phospholipase A2 haemolitik and myolitik
Phospolipase A2 Neurotoxin presynaptik (Elapidae dan beberapa Viperidae)
Post-synaptic neurotoxins (Elapidae)
SIFAT BISA ULAR

Hemotoksik
Neurotoksik,
Sitotoksik

MANIFESTASI KLINIS

Efek Lokal

Efek Sistemik
Umum

Efek Sistemik
Spesifik

bengkak, melepuh,
perdarahan, memar sampai
dengan nekrosis.

nyeri kepala, mual dan


muntah, nyeri perut, diare
sampai pasien menjadi
tidak sadarkan diri

Koagulopati
Neurotoksik
Myotoxicity
Sindrom kompartemen

Klasifikasi gigitan ular


Derajat Venerasi Luka Nyeri

Edema/

Sistemik
-

+/-

eritema
<3 cm/ 12 jam

+/-

3-12 cm/ 12 jam

II

+++

12-25 cm/ 12

+ neurotoksik, mual,

jam

pusing, syok

III

+++

IV

+++

+++

>25 cm/ 12 jam ++ ptekhi, syok, ekhimosis


>ekstremitas

++ gagal ginjal akut,


koma, perdarahan

PENEGAKAN DIAGNOSIS

Anamnesis

Pemeriksaan
Fisik

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan darah: Hb, leukosit, trombosit, kreatinin,


urea, elektrolit, waktu perdarahan, waktu pembekuan,
waktu protrombin, fibrinogen, APTT, D-dimer, uji faal
hepar, golongan darah, uji cocok silang.
Pemeriksaan urin: hematuria, glikosuria, proteinuria
EKG
Foto dada

PENATALAKSANAAN
Tujuannya adalah:
Menghalangi/ memperlambat absorbsi bisa ular
Menetralkan bisa ular yang sudah masuk kedalam
sirkulasi darah
Mengatasi efek lokal dan sistemik

1.Pertolongan
Pertama

2. Perawatan Di
Rumah Sakit
Klasifikasi
Derajat 0 dan I

Tindakan
tidak diperlukan SABU. Lakukan
evaluasi dalam 12 jam, jika derajat

3. Terapi Dengan
Anti Venom

4. Terapi Suportif

5. Terapi profilaksis

meningkat maka berikan SABU


Derajat II

3-4 vial SABU

Derajat III

5-15 vial SABU

Derajat IV

berikan penambahan 6-8 vial SABU.

PROGNOSIS

Gigitan ular berbisa berpotensi menyebabkan


kematian dan keadaan yang berat, sehingga perlu
pemberian antibisa yang tepat untuk mengurangi
gejala.
Ekstremitas atau bagian tubuh yang mengalami
nekrosis pada umumnya akan mengalami perbaikan,
fungsi normal, dan hanya pada kasus-kasus tertentu
memerlukan skin graft.

ANALISA KASUS

Tampak 2 titik bekas gigit


Jenis ular berbisa
Familli Colubridae
Hanya efek lokal seperti bengkak, nyeri tekan.
Efek sistemik umum dan sistemik spesifik
tidak ada

Tujuannya adalah:
Menghalangi/ memperlambat absorbsi bisa ular
Menetralkan bisa ular yang sudah masuk kedalam sirkulasi
darah
Mengatasi efek lokal dan sistemik
Tenangkan pasien
pembidaan

Pertolongan Pertama

Anti Bisa Ular

Terapi profilaksis

Derajat I

2 vial dalam
NACL 500 ml
gtt 40 x/m

antibiotika
spektrum luas
Dan analgesik
/ sedasi

Ciprofloxacim 500 mg
2 x 1 tab,
As.Mefenamat 500 mg
3 x 1 tab

TERIMA
KASIH