Anda di halaman 1dari 17

Fraktur Collum Femur

Dextra pada Usia Tua


Agusdianto Bello Chrisdarmanta A.Putra
102012222
C7

Skenario
Seorang wanita berusia 60 tahun, dibawa ke UGD RS
dengan keluhan sangat nyeri pada panggul kanan
setelah jatuh di kamar mandi 2 jam yang lalu. Pasien
tersebut terpeleset sehingga terjatuh menyamping
ke kiri dan pangkal paha kanannya membentur
lantai. Setelah terjatuh, pasien tidak dapat bangun
untuk berdiri atau berjalan. Pada pemeriksaan fisik,
tanda-tanda vital dalam batas normal, tampak
edema pada panggul kanan, ekstremitas bawah
sebelah kanan tampak lebih memendek dan berada
pada posisi eksternal rotasi, sangat nyeri saat
dipalpasi, tidak dapat digerakkan baik aktif maupun
pasif.

Rumusan Masalah

Seorang wanita 60 tahun mengalami


nyeri pada panggul kanan setelah
terjatuh 2 jam lalu

Mind Map

Anamnesis

Identitas
Keluhan utama (lokasi, onset, durasi,
faktor yang memperberat)
Gejala dan keluhan lain (demam,
turun BB, mudah lelah, dll)
Riwayat penyakit sekarang
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat penyakit keluarga.

Pemeriksaan Fisik

Inspeksi (look) : deformitas, jenis fraktur,


tanda-tanda anemia, oedem, luka, angulasi,
pemendekan,dll.

Palpasi (feel) : hati-hati karena nyeri!!


Temperatur, nyeri, krepitasi, perabaan
vaskularisasi, pengukuran tungkai

Pergerakan (move) : hati-hati karena


nyeri dan beresiko merusak jaringan lunak

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Radiologi Foto AP
dan Lateral (lokasi, lama fraktur,
jenis fraktur, dll)

Pemeriksaan MRI
fraktur biasanya muncul
sebagai garis fraktur di
korteks dikelilingi oleh zona
edema intens dan lebih
spesifikdalam rongga meduler

Dia
gn
osi
s

WD

DD

Fraktur collum femur


Usia > 60 tahun
Tungkai memendek
Tungkai eksorotasi
Tidak bisa berdiri-nyeri
Avaskular caput femoris
Fraktur tertutup femur 1/3 proximal
Diskontinuitas pada regio seperti 1/3
proximal femur dex/sin dan terjadi
kerusakan jaringan lunak meliputi struktur
otot dan neurovaskuler. disebabkan oleh
pukulan langsung, gaya meremuk, bahkan
kontraksi otot ekstrim.
Perlu rontgen

Etiologi

Trauma ( Langsung dan tidak langsung)


Tekanan yang berulang ulang
Kelemahan abnormal pada tulang
(fraktur patologik)

Epidemiologi
Dijumpai pada pasien usia tua dan menyebabkan
morbiditas serta mortalitas.
Meningkatnya derajat kesehatan dan usia
harapan hidup, angka kejadian fraktur ini juga
ikut meningkat.

Sering terjadi pada usia di atas 60 tahun dan


lebih sering pada wanita yang disebabkan oleh
kerapuhan tulang akibat kombinasi proses
penuaan dan osteoporosis pasca menopause

Patogenesis

Gejala Klinis

Nyeri terus menerus dan bertambah beratnya sampai tulang


dismobilisasi.
Deformitas : daya tarik kekuatan otot menyebabkan fragmen
tulang berpindah dari tempatnya.
Rotasi pemendekan tulang
Penekanan tulang.
Krepitasi gesekan antar fragmen fraktur
Terjadi pembengkakan lokal perubahan warna lokal pada kulit
terjadi sebagai akibat trauma dan gangguan sirkulasi yang
mengikuti fraktur.
Bengkak ekstravasasi darah dalam jaringan yang berdekatan
dengan fraktur.
ekimosis dari perdarahan subculaneous,
spasme otot (spasme involunters dekat fraktur)
kehilangan sensasi,
pergerakan abnormal

Penatalaksanaan

Immobilisasi saja tanpa reposisi


pemasangan gips atau bidai pada fraktur inkomplit dan fraktur dengan
kedudukan baik.
Reposisi tertutup dan fiksasi dengan gips dengan anestesi umum
atau anestesi local dengan menyuntikkan obat anestesi dalam hemotoma
fraktur.
Fragmen distal dikembalikan pada kedudukan semula terhadap fragmen
proksimal dan dipertahankan dalam kedudukan yang stabil dalam gips.
Pemberian analgesik untuk nyeri hebat

Komplikasi

Komplikasi sesaat
Lesi medulla spinalis atau saraf perifer.
Emboli lemak.
Komplikasi lanjut seperti :
Delayed union: fraktur femur pada orang dewasa mengalami union dalam 4
bulan.
Nonunion: apabila permukaan fraktur menjadi bulat dan sklerotik dicurigai
adanya nonunion dan diperlukan fiksasi interna dan bone graft.
Malunion: terjadi pergeseran kembali kedua ujung fragmen. Angulasi sering
ditemukan. Malunion juga menyebabkan pemendekan pada tungkai sehingga
diperlukan koreksi berupa osteotomi.
Kaku sendi lutut: setelah fraktur femur biasanya terjadi kesulitan pergerakan
pada sendi lutut. Hal ini disebabkan oleh adanya adhesi periartikuler atau adhesi
intrmuskuler. Hal ini dapat dihindari apabila fisioterapi yang intensif dan sistematis
dilakukan lebih awal.
Disuse atrofi otot-otot
Gangguan pertumbuhan (fraktur epifisis)
Osteporosis post trauma

Prognosis

Prognosis baik
Tulang memiliki proses penyembuhan
dan remodelling sendiri.
Namun proses ini juga dipengaruhi
oleh usia. Semakin muda semakin
cepat proses ini terjadi.

Pencegahan

Pencegahan dilakukan berdasarkan penyebabnya


Pencegahan primer : menghindari terjadinya trauma
benturan, terjatuh atau kecelakaan lainnya.
contoh : tidak mengangkat beban berat, memakai pakaian
pelindung, dll
Pencegahan sekunder : mengurangi akibat akibat yang lebih
serius dari terjadinya fraktur dengan memberikanpertolongan
pertama yang tepat dan terampil pada penderita.
contoh : mengangkat dengan posisi benar, pemeriksaan fisik
dan radiologis, pertolongan pertama yang tepat.
Pencegahan tersier : menghindari komplikasi yang lebih
lanjut
Contoh : rehabilitasi medik dan konsul berkala.

Kesimpulan

Seorang wanita berusia 60 tahun yang


mengalami nyeri pada panggul kanan
setelah terjatuh, karena terjadi fraktur pada
collum femoris dextra. Fraktur ini terjadi
akibat trauma yang disebabkan saat
terjatuh. Fraktur ini ditandai dengan
memendeknya ekstremitas bawah sebelah
kanan, menunjukkan adanya fraktur pada
femur. Pada wanita usia 60 tahun ini juga
mungkin terdapat osteoporosis yang dapat
memudahkan terjadinya fraktur.