Anda di halaman 1dari 5

Hipertropi / hiperplasi diovarium

Etiologi diopatik Fx
resiko

Genetik

Menekan organ
sekitar

Merangsang reseptor
nyeri BPH

Terpapar zat karsinogen


Mutasi kromosom
Metastase sel Proliferasi
kanker
sel kanker tidak terkontrol
CA OVARIUM

Modula
spinalis

Sistem perkemihan
SSP
Penekanan kandung kemih
Nyeri akut

Haid tidak teraturKetegangan haid meningkat


Menghambat ovulasi
Produksi LH &Gangguan
FSH menurun
sekresi hormone progesteronMenghambat
& estrgogen
pembuatan ovum

Distensi saluran cerna


Inkontinnsia
urin
Motilitas usus menurun
Dispepsia

Perdarahan >>

Ovum tidak
terbentuk

Penyakit
kronis

Gangguan pola eliminasi : BAK

Feses tertahan di kolon

Resti ke (-) volume cairan


Infertilisasi
PK : Syok hipovolemik

Ansietas / antisipasi

Menopause dini

Anemia

Penurunan daya tahan tubuh

Perubahan pola eliminasi : BAK

Absorbsi air terus


menerus

Feses keras

Konstipasi

Penumpukkan cairan
dan natrium

Resti terjadi
disfungsi seksual
(-) & nutrisi di organ vital

Pembesaran abdomen

Distensi andomen

Rongga dada

Rongga perut

Tindakan pengobatan Pembedahan

Intervensi kemoterapiPostoperasi

Preoperasi

Informasi
inadekuat

Krisis situasi
(-) pengetahuan

Rest infeksi

Gangguan fungsi serebral


Menekan diafragma
Acites

Aktifitas
Ekspansi paru

Gangguan pola napas

tidak maksimal

Sesak napas

Perubahan pola nutrisi (-) dari kebutuhan tubuh

Kurang dukungan psikologi


Ketahanan informasi

Efek samping kemoterapi


Terputusnya kontinuitas jaringan
Defisit perawatan
Sisten GIT

Anoreksia

Koping individu inefektif Ansietas

Kelemahan
Merangsang reseptor nyeri
Port de entry kuman

Resti

Intoleransi

Defisit perawatan diri


Intake cairan (-)
(-) volume cairan

Pengeluaran mediator nyeri


Resti
(BPH)
infeksi

Gangguan konsep diri HDR

Etiologi / Idiopatik

Stimulasi otot detrusor kandung Sistem


kemih perkemihan

Terpapar karsinogen

Fx resiko / gaya hidup Tindakan pengobatan


Intervensi kemoterapi
Efek samping pada sistem GIT
Anoreksia

Peningkatan tekanan kandungKeseimbangan


kemih
hormonal terganggu
Penekanan / pertumbuhan sel normal alopesia
Intake nutrisi <<
Timbul keinginan berkemih terus menerus
Pola seks : Partus >6x pasangan berganti-ganti
Pembedahan
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Trauma pada kandung kemih


Perubahan pola eliminasi : BAK inkontinensia urin

Manipulasi serviks berlebihan


Post
operasi
Pengaturan fungsi progesteron dan estrogen terganggu

Hematuria

Pre
operasi

Gangguan konsep diri harga diri rendah

Pembentukan sel tak terkontrol


Terputusnya
Sistem kerja tubuh
Informasi kurang
kontinuitas jaringan kulit
adekuat

Perdarahan

Koping individu inefektif

Kanker
serviks

Kontrol pertumbuhan sel terganggu


Resti kehilangan volume cairan

Kurang pengetahuan

Kesalahan informasi

Ansietas

Hipertrofi dan hiperplasia serviks


Penyakit kronik
PK : Syok hipovolemik

Kurang informasi
Penekanan organ sekitar

Anemia

Port de entry
kuman

Ansietas / antisipasi

Stimulasi reseptor nyeri


Ke(-) O2 dan nutrisi pada organ-organ vital
Pengeluaran mediator nyeri
(bradikinin, histamin, prostaglandin)
Gangguan perfusi jaringan serebral

Rangsangan diteruskan ke medula spinalis


SSP
Nyeri

Resti infeksi

PATOFLOW KISTA OVARIUM


Idiopatik / Invasi Bakteri Pada Organ
Kista menetap di ovarium
Intervensi / proses
pengobatan

Pre Op

Proses inflamasi / peradangan


Haid berlebihan
Post Op

Perdarahan

Gangguan pada SSP

Laparatomi

Kehilangan volume darah

Krisis situasi
Informasi inadekuat

Kurang pengetahuan

Ansietas

Perawatan kurangTerputusnya kontinuitas jaringan


Curah jantung + TD menurun

Invasif kuman
Cairan elektrolit banyak keluar
Merangsang reseptor nyeri (bradikinin, histamin, prostaglandin)

Resti : Infeksi

Perangsangan reseptor nyeri

Pengeluaran mediator nyeri (bradikinin, histamin, prostaglandin)

Rangsangan diteruskan ke medula spinalis

Volume cairan tubuh menurun


Dilanjutkan ke SSP
Dehidrasi
Ambang batas nyeri menurun

Kekurangan volume cairan


Nyeri

Patoflow Hiperemesis
Fertilisasi / Pembuahan

Kondisi ibu yang labil terhadap kehamilan


(ex : stress, konflik, primigravida, mola)

Over reaksi terhadap hormon korionik gonadtropin

Peningkatan kadar estrogen


Peningkatan kadar HCG
Perangsangan chemoreseptor tringger zone di medulla oblongata

Peningkatan TIK

Perangsangan pembentukan HCL (asam lambung)

Terjadi ditensi / iritasi lambung

Terbentuknya inpuls-impuls aferen yang berasal dari lambung


Perangsangan
/ duodenum pengeluaran
reseptor nyeri (histamin)

Perangsangan nervus vagus


dan simpatis

Nyeri epigastrium

Mual dan muntah

MK : gangguan rasa
nyaman nyeri

Anoreksia

Kelemahan / kelelahan

Asupan nutiri in adekuat

Ketidakmampuan melakukan
kegiatan sehari-hari

MK : Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

MK : Intoleransi
aktivitas

Pengeluaran cairan tubuh yang berlebihan

Dehidrasi

Hipovolemi (kongesti dengan jaringan cairan dan darah)

MK : Defisit vol cairan

Patoflow Abortus
Perdarahan desiduabasalis

Hasil konsepsi terlepas diuterus


Pengikisan endimetrium
Uterus berkontraksi

Rangsangan pengeluaran reseptor nyeri (BPH)

Mengeluarkan hasil konsepsi

Kehamilan 8 minggu

Rangsangan pengeluaran hormon oksitosin / pyton

Kehamilan 8-14 minggu

Rangsangan diteruskan ke medulla spinalis

Vili korialis belum menembus desidua secara


Vilidalam
korialis telah menembus desidua agak dalaml
SSP

Hasil konsepsi dikeluarkan seluruhnya Hasil konsepsi sebagian lagi akan tertinggal
Nyeri akut
Kesalahan
informasi

Kehilangan janin

Perdarahan

Shock hypovolaemia
Kurang pengetahuan tentang perawatan
Berduka
Kematian ibu dan janin
Resti kekurangan cairan dan elektrolit