Anda di halaman 1dari 4

Hasil dan Pembahasan

a.hasil
Metode Jentik Ekor

menghitung nilai voa


Hewan

Jenis

BB (kg)

kelamin
Mencit

Jantan

Dosis

VAO (ml)

(mg/kg)
0,04472

50

0,04472kg x10,278 mg/kg = 0,032


ml

Mencit

Jantan

0,04646

75

50 mg/ml
0,04646kg x 15,42 mg/kg = 0,028
ml

Mencit

Jantan

0,04877

100

50 mg/ml
0,04877kg x 20,56 mg/kg = 0,028
ml
50 mg/ml

Kontrol.
No.

Waktu Mencit Menjentikkan Ekor

1.

1 detik

2.

2 detik

3.

4 detik

Setelah penyuntikkan tramadol.


No.

Rentang waktu

Waktu Mencit Menjentikkan Ekor (detik)

II

III

(dosis 50 mg)

(dosis 75 mg)

(dosis 100 mg)

1.

2.

15

3.

30

4.

60

metode jentik ekor


8
7
6
mencit 50mg

5
respon

mencit 75mg
mencit 100mg

4
3
2
1
0
0

15

30

60

b.pembahasan
Pada praktikum kali ini kelompok kami menggunakan tramadol sebagai obat untuk
mengurangi atau menghilangkan nyeri pada mencit. Tramadol adalah campuran rasemik dari dua
isomer, salah satu obat analgesik opiat (mirip morfin), termasuk golongan aminocyclohexanol,
yang bekerja secara sentral pada penghambat pengambilan kembali noradrenergik dan serotonin
neurotransmission. Tramadol mengikat secara stereospesifik pada reseptor di sistem syaraf pusat

sehingga memblok sensasi rasa nyeri dan respon terhadap nyeri. Disamping itu tramadol
menghambat pelepasan neurotransmitter dari syaraf aferen yang sensitif terhadap rangsang,
akibatnya impuls nyeri terhambat.
Mekanisme nyeri sendiri adalah ketika rangsangan diterima oleh reseptor nyeri, diubah
dalam bentuk impuls yang dihantarkan ke pusat nyeri di korteks otak. Setelah di proses dipusat
nyeri,impuls dikembalikan ke perifer dalam bentuk persepsi nyeri. Obat analgesik adalah obat
yang mempunyai efek menghilangkan atau mengurangi nyeri tanpa disertai hilangnya kesadaran
atau fungsi sensorik lainnya.
Pada pengujian kali ini kami memakai metode jentik ekor (tail flick) yaitu dengan cara
mencelupkan ekor mencit ke dalam air yang dipanaskan pada suhu 50 C dan menghitung waktu
sampai dia memberikan respon yaitu dengan cara mengangkat ekornya. Kami memakai 3 ekor
mencit dengan pemberian dosis yang berbeda- beda, pada mencit satu kami memberikan dosis 50
mg/KgBB sedangkan pada mencit 2 dan tiga diberikan dosis masing-masing 75 dan 100
mg/KgBB.
Hasil pengamatan kontrol, diketahui bahwa mencit 1,2 dan 3 memberikan efek nyeri
masing masing pada waktu 1 ,2 dan 4 detik. Dan setelah pemberian obat, data yang diperoleh
bahwa pada waktu 5 menit mencit 1 dan 2 masing-masing memberikan efek nyeri setelah 2 dan
6 detik ini dikarenakan efek analgetik belum terlihat, karena proses absorpsinya belum
sempurna. Dan pada waktu 15 menit efek dari analgetik sudah timbul, hal ini dapat dilihat pada
pengamatan yang menunjukkan ada peningkatan waktu

bertahan mencit 1,2 dan 3 yaitu

selama7, 6 dan 5 detik, hal ini dikarenakan karena tramadol sudah muncul di dalam plasma
selama 15 sampai 45 menit dan menimbulkan efek. Sedangkan pada waktu 30 menit efek dari
analgetik sudah mulai berkurang pada mencit satu yang diberi dosis tramadol 50 mg yang hanya
bertahan 4 detik , hal ini disebabkan karena efek obat sudah mengalami proses eliminasi.
Sedangkan pada mencit 2 dan 3 tetap bertahan selama 6 dan 5 detik. Pada waktu 60, efek yang
ditimbulkan berlangsung konstan pada semua sampel mencit mekipun tidak sama dengan kontrol
tetapi mendekati.Dari hasil praktikum dapat dilihat bahwa mencit yang diberikan dosis paling
kecil yaitu mencit 1 mengalami eliminasi obat paling cepat daripada mencit 2 dan 3 ini
membuktikan bahwa pemberian dosis yang berbeda akan berefek pada lama obat dalam tubuh.
Onset dari tramadol sendiri dalam literatur adalah 1 jam atau 60 menit ,namun pada prakteknya

efek obat tramadol maksimum ada pada waktu antar 15 45 menit. Hal ini di sebabkan oleh
respon dari masing masing individu beragan terhadap obat ada yang bekerja cepat terhadap
obat tersebut juga ada yang lambat.