Anda di halaman 1dari 28

KOGNISI SOSIAL

PERTEMUAN 3 011012@yeniwidyastuti

POKOK BAHASAN
Pengantar
Skema Sosial
Heuristik dan
Informasi
Bias Kognisi Sosial
Hubungan Afek
dengan Kognisi

PENGANTAR

Dunia ini penuh dengan informasi/ stimulus


yang beragam dan kompleks
Setiap hari kita dihadapkan oleh
informasi/stimulus yg silih berganti.
Manusia diberi kemampuan untuk berpikir,
menganalisis segala fenomena sosial.
Manusia berinteraksi difasilitasi oleh sosial
kognitif.

SKEMA SOSIAL
SKEMA:
kerangka mental
yang berpusat pada tema-tema
spesifik yang dapat membantu
dalam
mengorganisasi
informasi sosial.
Skema membantu kita dalam
memahami dunia sosial.
Skema membantu menuntun
kita melakukan sesuatu.
Skema berisi harapan umum
dan pengetahuan abstrak.

SKEMA SOSIAL:
APA PENGARUH SKEMA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL KITA?

Skema mempengaruhi 3 proses:


1. Perhatian (attention)
2. Pengodean (encoding)
3. Mengingat kembali (retrieval)

1. ATTENTION
Atensi berkaitan dengan informasi yang kita
perhatikan.
Dalam hubungannya dengan atensi, skema
seringkali berperan sebagai sejenis
penyaring: informasi yang konsisten dengan
skema lebih diperhatikan dan lebih mungkin
untuk masuk ke dalam kesadaran

2.ENCODING
Pengkodean adalah proses dimana
informasi yang kita perhatikan disimpan
dalam ingatan.
Merupakan fakta bahwa informasi yang
menjadi fokus atensi kita lebih mungkin
untuk disimpan dalam ingatan jangka
panjang.

3. RETRIEVAL

Mengingat kembali adalah proses dimana kita


mengeluarkan informasi dari ingatan dan
menggunakan untuk keperluan tertentu, misalnya
membuat penilaian tentang orang lain.

SKEMA
SOSIAL (1)

1. Skema Orang. susunan sifat kepribadian


yang digunakan untuk mengkatagori orang
dan membuat kesimpulan tentang perilaku .
seseorang. Prototipe; rata-rata. Kebanyakan)
Contoh:
Kita cenderung menilai bahwa orang Barat
memiliki kepribadian individualistis. Dan
orang Timur berkepribadian kolektif.

SKEMA
SOSIAL (2)

2. Skema diri: representasi kognitif diri


yang mengorganisasi dan memproses
segala informasi yang berkaitan dgn diri.
3. Skema peran: susunan pengetahuan
tentang norma perilaku dan karakteristik
yang diharapkan pada peran posisi yang
berlaku di masyarakat.
Contoh; Ustad, ketua RT.

SKEMA
SOSIAL (3)
4. Skema tempat. Struktur kognitif yang
menggambarkan perilaku dan urutan
kejadian dalam berbagai aktifitas seharihari.
Misalkan,
Makan di restoran. Maka urutannya adalah
datang ke restoran, duduk, memesan
makanan, makan dan membayar.

SKEMA SOSIAL (4)


Skema dan pemastian diri.
Skema seringkali membentuk
perilaku untuk mengkonfirmasi atau
memastikan kebenaran skema itu
sendiri.
Contoh: skema kita tentang siswa
yang memiliki Status sosial rendah.

SKEMA SOSIAL
(5)

Kelemahan SKEMA:
- Distorsi dalam memahami dunia
sosial (Prasangka, stereotip)
- Skema memiliki efek bertahan.
Kecenderungan untuk sulit berubah
meskipun dihadapkan pada kondisi yang
bertolak belakang.

HEURISTIK (1)
Kehidupan penuh dengan
stimulus/informasi kompleks.
Kemampuan kognitif manusia terbatas.
Oleh karena itu perlu stategi dalam
pengambilan keputusan yg cepat.

HEURISTIK (2)

Heuristik adalah pengambilan keputusan


dalam waktu cepat dan seakan tanpa
usaha yang berarti.
Pemrosesan Otomatis: melakukan tugas
atau informasi tanpa usaha yg besar,

HEURISTIK (3)

Heuristik keterwakilan: sebuah strategi


untuk membuat penilaian berdasarkan pada
sejauh mana peristiwa tersebut mempunyai
kemiripan dengan stimuli atau peristiwa.
Contoh: Anda melihat seseorang
berpenampilan rapi, menggunakan sorban,
berbaju koko dan berbicara santun.
Apakah pekerjaaannya? Guru Ngaji/ustad, or
pegawai, pengusaha?

HEURISTIK
(4)
Heuristik Ketersediaan:Pembuat
keputusan berdasarkan seberapa mudah
suatu informasi yang spesifik dapat
dimunculkan dalam pikiran kita.
Heuristik Ketersediaan dan pemaparan
awal:
Pemaparan awal: Bertambahnya

CONTOH
Menurut data pada tahun 2010
terjadi 78 ledakan yang meyebabkan
29 meninggal dan puluhan luka-luka.
Beranikah
Anda
menggunakan
tabung gas 3 Kg untuk memasak di
rumah?

SUMBER KESALAHAN

Bias negatif: mengacu pada fakta


bahwa kita menunjukkan sensitifitas yang
lebih besar pada informasi negatif
daripada positif.
Informasi negatif cenderung lebih mudah
diingat
(bertahan
lama)
daripada
informasi positif.
Informasi negatif dapat mempengaruhi

SUMBER KESALAHAN
Bias Optimistik:
predisposisi kita untuk
mengharapkan agar
segala sesuatu berjalan
dengan baik.
Seseorang cenderung
menyelesaikan tugas
dipengaruhi harapan dan
keinginan untuk
menyelesaikan lebih
awal/tepat.

SUMBER KESALAHAN
Pemikiran konterfaktual:
kecenderungan untuk
membayangkan hasil yang
lain daripada yang
sesungguhnya terjadi
dalam suatu situasiyg
berpikir tentang apa yang
terjadi seandainya...
Contoh: Nilai Ujian dapat
50, padahal harapannya
mendapat 80. lalu berpikir,
seandainya belajar lebih
rajin, maka hasilnya ....

Berpikir dengan meninjau kembali bisa


melibatkan bayangan mengenai
kemungkinan yang lebih baik (upward
counterfactuals) atau kemungkinan yang
lebih buruk (downward counterfactuals).
Memikirkan kemungkinan yang lebih baik
biasanya dekat dengan penyesalan

SUMBER KESALAHAN

Suatu ketika keluarga A pindah ke desa.


Keluarga memiliki stataus sosial ekonomi tinggi
alias kaya. Orang tua nya selalu mengingatkan
anaknya agar tidak bergaul dengan orang-orang
miskin, nanti bisa ketularan miskinnya,
nanti anak bisa tidak berkembang.
Pemikiran Magis. Berpikir dengan melibatkan
asumsi tidak beralasan yang rasional.

PRINSIP PEMIKIRAN MAGIS

Prinsip dalam pemikiran magis adalah:


1. hukum penularan (law of contagion)
2. hukum kesamaan (law of similarity)
3. pemikiran seseorang yang akan
mempengaruhi lingkungan fisik tanpa
menggunakan hukum-hukum fisika.

SUMBER
KESALAHAN

Menekan Pikiran: usaha untuk mencegah


pikiran-pikiran tertentu memasuki alam
kesadaran.
Misalkan, orang berdiet, berusaha menekan
pikiran akan kelezatan makanan.
Kadang-kadang Usaha menekan pikiran tidak
berhasil, karena semakin banyak menekan
semakin banyak mengingat pikiran tersebut.

PENGARUH AFEK
PADA KOGNISI

suasana hati saat ini dapat secara kuat


mempengaruhi reaksi kita terhadap rangsang
yang baru pertama kali kita temui.
(mood dependent memory) yaitu fakta bahwa
apa yang kita ingat dalam suatu suasana hati
tertentu dapat ditentukan, sebagiannya oleh
apa yang kita pelajari sebelumnya dalam
suasana hati tersebut.

PENGARUH AFEK PADA KOGNISI

(mood congruence effects) yaitu


kecenderungan untuk menyimpan atau
mengingat informasi yang positif ketika berada
dalam suasana hati yang positif dan informasi
yang negatif ketika berada dalam suasana hati
yang negatif. Dengan kata lain, kita
memperhatikan atau mengingat informasi
yang sesuai dengan suasana hati kita saat itu.

KEEP UP YOUR READING


WELL SEE NEXT WEEK FOR THE NEXT
CHAPTER