Anda di halaman 1dari 2

http://radiosuaradogiyaifm.blogspot.com/2013/04/pola-pembuangan-sampahkota-nabire.

html

RASUDOFM DOGIYAI Jumat, 19 April 2013


NABIRE - Pola pembuangan samapah kota nabire di Tempat Pembuangan Akhir
(TPA) Wadio harus diubah. Dengan membuang produksi sampah kota yang
diperkirakan 50 ton per hari dapat mempengaruhi lingkungan sekitar.
Pemerintah Kabupaten Nabire seharusnya berfikir masalah sampah sebab
sampah mempunyai dampak buruk terhadap lingkungan. Tempat Pembuangan
Akhir (TPA) sampah kota di Kabupaten Nabire sudah sangat tidak efektif lagi.
Dengan pola Open Dumping yang diterapkan oleh pemerintah daerah sudah
saatnya ditinggalkan (diubah).
Sudah saatnya Pemerintah daerah beralih sistem pembuangan sampah yang
sementara diterapkan yaitu Open Dumping ke pola penampungan/pembuanga
dengan Teknik Sanitary Landfill.
Karena proses pembuangan sampah kota yang sementara dilakukan adalah pola
open dumping, yang mempunyai pengertian bahwa sampah yang dihasilkan oleh
aktivitas manusia akan dibuang ke suatu tempat yang jauh dari pemukiman
dengan cara menumpuk bagitu saja (secara terbuka). Walaupun demikian
penerapan TPA Kabupaten Nabire lama-kelamaan air tanah pun akan tetap
tercemar dan yang menjadi korban adalah warga sekitar TPA atau boleh dibilang
warga di kampung wadio.
Kalau penerapannya dibiarkan seperti begitu, apakah lingkungan tidak akan
tercemar ? Ini menjadi catatan atau PR buat kita bersama. Sebab Kabupaten
Nabire adalah milik semua orang yang tinggal dikabupaten nabire.
Untuk itu dalam proses pembuangan sampah kota sudah saatnya menggunakan
Teknik Sanitary Landfill. Sanitary Landfill adalah sampah dimasukkan kedalam
lahan yang sudah dilengkapi fundamen yang kedap air dan saluran lindi dan gas,
dipadatkan, ditutup dengan tanah penutup, dipadatkan lagi, diatasnya
ditempatkan sampah lagi, dan demikian seterusnya.;
Karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang ada dan sementara
dipakai tersebut sebenarnya sudah tidak layak. Apalagi untuk mengakhiri
pembuangan sampah ke lokasi TPA dilakukan dipinggir jalan umum yang
menghubungkan antara Distrik Uwapa dengan Ibukota Kabupaten.
Oleh karena itu pemerintah daerah harus berfikir untuk memajukan daerahnya
(Nabire) kearah yang lebih baik (Modern) dan berani bersaing dengan daerah
lain di indonesia (harus memiliki rasa gengsi). Yang boleh dibilang dalam proses
pengolahan sampah di TPA pada kota lain kira-kira mencapai 75 % telah
sukses dalam menangani masalah sampah kota dan tempat pembuangan akhir
(TPA) sampah yang telah tertata dengan baik sesuai perkembangan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Oleh: Mika S, Tekege, S.IP