Anda di halaman 1dari 2

Prinsip Penatalaksanaan Khusus Pasien Penurunan Kesadaran:

Mempertahankan fungsi vital dan mencukupi kebutuhan tubuh akan O2 cairan dan kalori
Pelihara jalan napas:
Pemberian cairan dan kalori:
Jumlah maintanance kira-kira 2000 ml/hari
Cairan intravena diberikan untuk resusitasi penderita agar tetap normovolemia.
Cairan yang dianjurkan, yaitu cairan larutan garam fisiologis atau RL (Ringer
Lactate). Kadar natrium dan serum juga harus dipertahankan dalam batas normal.
Nilai normal natrium (Na) serum memiliki rentang nilai antara 138 142
mmol/L.
Dapat ditambah bila ada dehidrasi atau syok
Usahakan pemberian cairan yang mengandung cukup elektrolit dan kalori
Mencegah infeksi sekunder dan dekubitus
Posisi berbaring penderita harus diubah-ubah beberapa kali setiap hari
untukmengurangi kemingkinan pneumoni dan dekubitus Untuk mengalirkan sekret dari paru, penderita berbaring miring dan daerah
dadadan punggung ditepuk-tepuk beberapa menit tiap pagi.
Pengobatan simtomatik
Bila perlu berikan kompres hangat bila demam
Bila kejang atau gelisah, berikan sedatif yang efek depresinya minimal
misalnyadiazepam
Untuk menurunkan tekanan intrakranial gunakan kortikosteroid dan larutan
hipertonik
Penatalaksanaan Hiponatremia
Prinsip penatalaksanan hiponatremia adalah dengan mengatasi penyakit dasar dan menghentikan
setiap obat yang ikut menyebabkan hiponatremia. Sebelum memberikan terapi sebaiknya
ditentukan apakah hiponatremia merupakan hiponatremia hipoosmolalitas. Untuk hiponatremia
hiperosmolalitas, koreksi yang diberikan hanya berupa air saja.
Larutan pengganti yang diberikan adalah natrium hipertonik, bisa berupa NaCl 3% atau 5%
NaCl. Koreksi pada hiponatremia kronik yang tanpa gejala, dapat diberikan sediaan oral, yaitu
berupa tablet garam.
Koreksi natrium secara intravena harus diberikan secara lambat. Kadar Na plasma tidak boleh
dinaikkan lebih dari 10-12 mmol/L dalam 24 jam pertama. Terapi inisial diberikan untuk
mencegah udem serebri. Untuk hiponatremia akut dengan gejala serius, koreksi dilakukan agak
cepat. Kadar natrium plasma harus dinaikkan sebanyak 1,5-2 mmol/L dalam waktu 3-4 jam
pertama, sampai gejala menghilang. Kecepatan cairan infus diberikan 2-3 ml/kg/jam, setelah itu
dilanjutkan dengan 1 ml/kg/jam, sampai kadar Na 130 mmol/L. Untuk koreksi hiponatremia
kronik, diberikan dengan target kenaikan sebesar 0,5 mmol/L setiap 1 jam, maksimal 10 mmol/L

dalam 24 jam. Kecepatan infus dapat diberikan 0,5 1 ml/kg/jam. Pemantauan kadar Na serum
harus dilakukan setiap 2-4 jam.