Anda di halaman 1dari 2

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Menurut Permentan No. 07 Tahun 2012, sektor pertanian merupakan salah
satu sektor yang memberikan peran penting bagi pertumbuhan ekonomi dan
kelangsungan hidup masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan.
Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan pangan sebagai upaya menjaga stabilitas
ketahanan pangan secara berkelanjutan perlu dilakukan upaya perlindungan lahan
pertanian pangan berkelanjutan. Dalam rangka menindaklanjuti upaya tersebut,
pemerintah telah mengeluarkan UU No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan
Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B).
Kabupaten Banyuwangi telah menetapkan luas LP2B sebesar 61.841 ha
dalam Perda No. 8 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Banyuwangi Pasal 55 ayat 1(a). Menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah
kabupaten melakukan penataan ruang dengan memperhatikan sebaran
pengembangan tata guna lahan, monitoring dan evaluasi alih fungsi lahan sawah
menjadi lahan non pertanian. Pemerintah juga melakukan pemetaan kawasan
lahan pertanian berkelanjutan termasuk di dalamnya Lahan Pertanian Pangan
Berkelanjutan (LP2B) dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan
(LCP2B). Pemetaan tersebut dilakukan secara teknis dan terpadu melalui
pengelolaan sistem informasi geografis (SIG) dengan mempertimbangkan kriteria,
persyaratan, dan kesesuaian lahan yang ada sehingga didapatkan output Peta
Kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (Kawasan P2B) yang tersebar di
24 Kecamatan.
Implementasi pemanfaatan Peta Kawasan P2B secara baik dan benar
merupakan salah satu pendukung keberhasilan program LP2B baik secara teknis
maupun non teknis. Pemanfaatan peta secara teknis diimplementasikan salah
satunya dengan cara mengelolah dan mengoperasikan peta menggunakan software
SIG yaitu Quantum GIS 2.2. Dengan menggunkan software tersebut,
pemanfaatan, pengembangan, pengendalian, dan pengawasan lahan sawah dapat

dilakukan dengan mudah di setiap daerah bahkan sampai di tingkat desa. Namun,
dalam hal ini, diperlukan pembuatan layout peta LP2B per desa agar informasi
yang disediakan lebih detail mengingat belum tersedianya peta LP2B per desa di
Kabupaten Banyuwangi.
1.2 Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan magang sebagai berikut:
1. Membuat layout peta LP2B per desa pada 4 kecamatan (Genteng, Glagah,
Giri, dan Glenmore).
2. Memberikan pelatihan pengoperasian dan pemanfaatan Peta LP2B
Kabupaten Banyuwangi menggunakan software Quantum GIS.
3. Melakukan survey sawah LP2B menggunakan GPS.
4. Menganalisis ketersediaan pangan dan lahan pertanian.
1.3 Manfaat
Manfaat dari pelaksanaan program KK sebagai berikut:
1. Bagi Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perekebunan Kabupaten
Banyuwangi
a. Tersedianya layout peta LP2B per desa Kecamatan Genteng, Glagah,
Giri, dan Glenmore.
b. Mampu mengoperasikan software Quantum GIS untuk pembuatan
layout peta LP2B.
c. Dapat menggunakan GPS dalam survey lapang.
2. Bagi Mahasiswa
a. Dapat membuat layout peta LP2B per desa.
b. Dapat belajar membuat tutorial pengoperasian dan pemanfaatan Peta
LP2B Kabupaten Banyuwangi menggunakan software Quantum GIS
serta cara penggunaan GPS dalam survey lapang.
c. Mengetahui ketersediaan pangan dan lahan pertanian.