Anda di halaman 1dari 27

Music therapy may increase breastfeeding rates among mothers

of premature newborns: a randomized controlled trial


Terapi musik dapat meningkatkan tingkat menyusui ibu dengan bayi prematur: uji coba
terkontrol secara acak
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Asuhan Kebidanan

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 4
Ike Merdeka Wati

(130104110006)

Reni Oktaviani

(130104110032)

Tati Mulyati

(130104110033)

Mira Aryanti

(130104110036)

Euis Reni Nuraeni

(130104110038)

PROGRAM DIPLOMA KEBIDANAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
TAHUN 2011

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Rabbi karena atas rahmat dan
hidayah Nya kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Shalawat dan
salam tak lupa kami sampaikan kepada nabi besar Muhammad SAW kepada keluarga
beserta sahabatnya.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Tim dosen pengajar dan pengampu mata kuliah Asuhan kebidanan
2. Orang tua kami yang tiada hentinya memberikan doa serta dorongan baik moril
maupun materil
3. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas ini.
Kami berharap dengan adanya makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan dan
kontribusi positif baik bagi pembaca maupun penulis.
Kami menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk meningkatkan kualitas
dalam pembuatan makalah selanjutnya.

Bandung, September 2011

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................i
DAFTAR ISI..................................................................................................ii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang............................................................................1
B. Tujuan .......................................................................................1

BAB II

TINJAUAN TEORI ....................................................................2

BAB III

ANALISA JURNAL....................................................................8

BAB IV

PEMBAHASAN .........................................................................24

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan........................................................................................26
B. Saran..................................................................................................26
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Otak manusia, termasuk otak bayi, terdiri dari belahan otak kanan dan belahan otak
kiri. Otak ini mulai terbentuk pada awal kehamilan dan berkembang dengan pesat sampai
bayi lahir. Belahan otak kiri merupakan tempat untuk melakukan fungsi akademik yang
terdiri dari berbicara-kemampuan tata bahasa, baca-tulis-hitung, daya ingat (nama, waktu,
peristiwa) logika, angka, analisis, dll. Belahan otak kanan berkaitan dengan
perkembangan artistik dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, imajinasi,
lamunan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, dan pengembangan
kepribadian.
Terapi musik adalah keahlian menggunakan musik atau elemen musik oleh seorang
terapis untuk meningkatkan, mempertahankan dan mengembalikan kesehatan mental,
fisik, emosional dan spritual. Dalam kedokteran, terapi musik disebut sebagai terapi
pelengkap.
Terapi musik adalah suatu bentuk kegiatan yang mempergunakan musik dan
lagu/nyanyi secara terpadu dan terarah didalam membimbing ibu-ibu tersebut selama
masa kehamilan yang dimaksudkan untuk relaksasi bagi ibu-ibu hamil, stimulasi dini
pada janin, menjalin keterikatan emosional antara ibu hamil dan janinnya.
1.2 Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui evidence-based mengenai
komplementer dan pengobatan alternatif dalam asuhan maternitas.

BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Pengertian
Terapi musik adalah keahlian menggunakan musik atau elemen musik oleh
seorang terapis untuk meningkatkan, mempertahankan dan mengembalikan kesehatan
mental, fisik, emosional dan spritual. Dalam kedokteran, terapi musik disebut sebagai
terapi pelengkap (Complementary Medicine), Potter juga mendefinisikan terapi musik
sebagai teknik yang digunakan untuk penyembuhan suatu penyakit dengan
menggunakan bunyi atau irama tertentu. Jenis musik yang digunakan dalam terapi
musik dapat disesuai dengan keinginan, seperti musik klasik, intrumentalia, slow
music, orkestra, dan musik modern lainnya. Tetapi beberapa ahli menyarankan untuk
tidak menggunakan jenis musik tertentu seperti pop, disco, rock and roll, dan musik
berirama keras (anapestic beat) lainnya, karena jenis musik dengan anapestic beat (2
beat pendek, 1 beat panjang dan kemudian pause) merupakan irama yang berlawanan
dengan irama jantung. Musik lembut dan teratur seperti intrumentalia dan musik klasik
merupakan musik yang sering digunakan untuk terapi musik (Potter, 2005).
Beberapa pengertian terapi musik antara lain:

Terapi musik adalah keahlian menggunakan musik dan elemen musik oleh seorang
terapis

yang

terakreditasi

untuk

meningkatkan,

mempertahankan

dan

mengembalikan kesehatan mental, fisik, emosional dan spiritual.

Terapi musik adalah suatu bentuk terapi dengan mempergunakan musik secara
sistimatis, terkontrol dan terarah didalam:
o Menyembuhkan
o Merehabilitasi
o Mendidik
o Melatih anak-anak dan orang dewasa yang menderita gangguan fisik, mental, atau
emosional.

Terapi musik adalah suatu kegiatan dalam belajar yang mempergunakan musik
untuk mencapai tujuan-tujuan seperti:
o Merubah tingkah laku
o Menjaga/memelihara agar tingkah laku atau kemampuan yang telah dicapai tidak
mengalami kemunduran
o Mengembangkan kesehatan fisik dan mental.

Terapi musik adalah suatu disiplin ilmu yang rasional yang memberi nilai tambah
pada musik sebagai dimensi baru secara bersama dapat mempersatukan seni ilmu
pengetahuan dan emosi (perasaan cinta, kasih sayang, dan lain sebagainya).

2.2 Manfaat Musik


Menurut Spawnthe Anthony (2003), musik mempunyai manfaat sebagai berikut:

Efek Mozart, adalah salah satu istilah untuk efek yang bisa dihasilkan sebuah musik
yang dapat meningkatkan intelegensia seseorang.

Refresing, pada saat pikiran seseorang lagi kacau atau jenuh, dengan mendengarkan
musik walaupun sejenak, terbukti dapat menenangkan dan menyegarkan pikiran
kembali.

Motivasi, adalah hal yang hanya bisa dilahirkan dengan feeling tertentu. Apabila
ada motivasi, semangatpun akan muncul dan segala kegiatan bisa dilakukan.

Perkembangan Kepribadian. Kepribadian seseorang diketahui mempengaruhi dan


dipengaruhi oleh jenis musik yang didengarnya selama masa perkembangan.

Terapi, berbagai penelitian dan literatur menerangkan tentang manfaat musik untuk
kesehatan, baik untuk kesehatan fisik maupun mental. Beberapa gangguan atau
penyakit yang dapat ditangani dengan musik antara lain : kanker, stroke, dimensia
dan bentuk gangguan intelengisia lain, penyakit jantung, nyeri, gangguan
kemampuan belajar, dan bayi prematur.

Komunikasi, musik mampu menyampaikan berbagai pesan ke seluruh bangsa tanpa


harus memahami bahasanya. Pada kesehatan mental, terapi musik diketahui dapat
memberi kekuatan komunikasi dan ketrampilan fisik pada penggunanya.

2.3 Prosedur Terapi Musik


Terapi musik tidak selalu membutuhkan kehadiran ahli terapi, walau mungkin
membutuhkan bantuannya saat mengawali terapi musik. Untuk mendorong peneliti
menciptakan sesi terapi musik sendiri, berikut ini beberapa dasar terapi musik yang
dapat anda gunakan untuk melakukannya:
1. Untuk memulai melakukan terapi musik, khususnya untuk relaksasi, peneliti dapat
memilih sebuah tempat yang tenang, yang bebas dari gangguan. Peneliti dapat juga
menyempurnakannya dengan aroma lilin wangi aromaterapi guna membantu
menenangkan tubuh.
2. Untuk mempermudah, peneliti dapat mendengarkan berbagai jenis musik pada
awalnya. Ini berguna untuk mengetahui respon dari tubuh responden. Lalu anjurkan
responden untuk duduk di lantai, dengan posisi tegak dan kaki bersilangan, ambil
nafas dalam dalam, tarik dan keluarkan perlahan lahan melalui hidung.
3. Saat musik dimainkan, dengarkan dengan seksama instrumennya, seolah olah
pemainnya sedang ada di ruangan memainkan musik khusus untuk responden. Peneliti
bisa memilih tempat duduk lurus di depan speaker, atau bisa juga menggunakan
headphone. Tapi yang terpenting biarkan suara musik mengalir keseluruh tubuh
responden, bukan hanya bergaung di kepala.
4. Bayangkan gelombang suara itu datang dari speaker dan mengalir ke seluruh tubuh
responden. Bukan hanya dirasakan secara fisik tapi juga fokuskan dalam jiwa.
Fokuskan di tempat mana yang ingin eneliti sembuhkan, dan suara itu mengalir ke
sana. Dengarkan, sembari responden membayangkan alunan musik itu mengalir
melewati seluruh tubuh dan melengkapi kembali sel sel, melapisi tipis tubuh dan
organ dalam responden.
5. Saat peneliti melakukan terapi musik, responden akan membangun metode ini
melakukan yang terbaik bagi diri sendiri. Sekali telah mengetahui bagaimana tubuh
merespon pada instrumen, warna nada, dan gaya musik yang didengarkan, responden
dapat mendesain sesi dalam serangkaian yang telah dilakukan sebagai hal yang paling
berguna bagi diri sendiri.
6. Idealnya, peneliti dapat melakukan terapi musik selama kurang lebih 30 menit hingga
satu jam tiap hari, namun jika tak memiliki cukup waktu 10 menitpun jadi, karena

selama waktu 10 menit telah membantu pikiran responden beristirahat (Pandoe,2006).

2.4 Musik Dan Fungsi Otak


Otak manusia, termasuk otak bayi, terdiri dari belahan otak kanan dan belahan otak
kiri. Otak ini mulai terbentuk pada awal kehamilan dan berkembang dengan pesat
sampai bayi lahir. Belahan otak kiri merupakan tempat untuk melakukan fungsi
akademik yang terdiri dari berbicara-kemampuan tata bahasa, baca-tulis-hitung, daya
ingat (nama, waktu, peristiwa) logika, angka, analisis, dll. Belahan otak kanan berkaitan
dengan perkembangan artistik dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik,
imajinasi, lamunan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, dan
pengembangan kepribadian.
Agar bayi/anak tubuh dan berkembang menjadi individu atau manusia seutuhnya,
harus ada keseimbangan antara fungsi otak kiri dan fungsi otak kanannya. Kenyataan
dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemui seorang individu cenderung lebih
mengembangkan salah satu sisi otak saja, biasanya otak kiri yang berhubungan dengan
kecerdasan, tidak diimbangi dengan perkembangan otak kiri yang sebenarnya juga
sama pentingnya. Salah satu sebabnya diduga akibat kekurangtahuan orangtua, guru,
dll. Seperti juga dikemukakan oleh seorang pakar Parent Education USA yaitu Sue
Treffeissen. All parents wants to be good parents but most parents just dont have the
information that they need to know how their children are growing and developing.
Jadi sebenarnya belahan otak kiri dan otak kanan bila bekerja sama akan saling
memperkuat. Oleh karenanya disarankan kepada orang tua untuk merangsang
perkembangan otak anak tidak hanya otak kiri saja, melainkan secara bersamaan juga
otak kanannya. Dengan kata lain orang tua perlu merangsang sejak dini kecerdasan
mental (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) anak-anaknya.
Musik dan fisiologi jantung, pembuluh darah dan ansietas penggunaan musik di
rumah-rumah sakit masa kini mulai banyak, hal ini disebabkan efek musik yang
menenangkan dan menyenangkan pasien, sehingga berakibat pada perbaikan kondisi
kesehatan, khususnya jantung dan pembuluh darah. Sebuah penelitian dilakukan untuk
mengetahui dampak terapi musik terhadap ansietas, detak jantung, dan tekanan darah
arteri terhadap 101 subyek yang menunggu untuk kateterisasi jantung. Ketiga variabel
ini diukur setelah pasien diterapi dengan musik dan tepat sebelum pasien dipindahkan

ke laboratorium. Terjadi penurunan ansietas yang berarti pada kelompok subjek


dibandingkan kelompok kontrol dan detak jantung serta tekanan darah arteri kelompok
ini turun, sementara pada kelompok kontrol naik.
Hal yang sama terjadi pada sekelompok mahasiswa yang menghadapi stres kognisi
karena diharuskan presentasi oral. Tingkat ansietas, denyut jantung, dan tekanan darah
sistolik meningkat tajam akibat stressor tersebut. Para mahasiswa ini diterapi dengan
musik Pachebels Canon in D Major dan didapatkan penuruan variabel diatas, disertai
peningkatan kadar IgA saliva dibanding kondisi basal. Terapi musik telah banyak
diterapkan untuk menurunkan ansietas, denyut jantung, dan tekanan darah. Meskipun
tidak semua penelitian yang dilakukan tersebut mendapatkan hasil yang diharapkan,
namun kebanyakan telah membuktikan bahwa musik memang baik bagi fisiologi
jantung dan pembuluh darah. Lebih lanjut, terapi musik telah dianjurkan bersama
bentuk terapi lain seperti yoga, meditasi, olahraga, dan diet sebagai terapi pelengkap
bagi pasien penderita penyakit jantung.
2.5 Musik Bagi Ibu hamil dan Ibu Sesudah Melahirkan
Terapi musik adalah suatu bentuk kegiatan yang mempergunakan musik dan
lagu/nyanyi secara terpadu dan terarah didalam membimbing ibu-ibu tersebut selama
masa kehamilan yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan:
o Relaksasi bagi ibu-ibu hamil
o Stimulasi dini pada janin
o Menjalin keterikatan emosional antara ibu hamil dan janinnya.
Banyak manfaat yang didapat dari terapi musik bagi ibu-ibu hamil / ibu-ibu sesudah
melahirkan dalam mempersiapkan janin menjadi anak cerdas dan berkualitas.
o Bagi ibu hamil / ibu sesudah melahirkan maupun janin / bayi, terapi musik dapat
menimbulkan reaksi psikologis, karena musik dapat menenangkan (relaksasi) dan
juga memberikan rangsangan (stimulasi).
o Melalui kegiatan terapi musik dapat menyongsong masa depan bayi / anak yang
lebih cemerlang, karena untuk menghadapi era globalisasi dibutuhkan individuindividu yang memiliki ketrampilan otak.

o Kegiatan terapi musik dapat membantu ibu-ibu hamil agar tetap dapat
mempertahankan keseimbangan antara kesehatan jasmani, pikiran, dan emosi.
Musik menurut pendapat Yuliette Alvin seorang pakar Terapi Musik adalah sebagai
berikut Music is a means of communication and in this simple truth lies the
tremendous therapeutic value of music
o Melalui rangsangan-rangsangan musik yang diperdengarkan kepada janin / bayi
secara teratur, maka dapat memberikan pengaruh yang sangat besar bagi
pertumbuhan dan perkembangan bayi tersebut kelak dikemudian hari.
o Dalam diri anak kelak akan tumbuh kepribadian yang kuat dan ia mampu menyerap
banyak hal
o Ia dapat meresapi musik, berarti ia juga mampu memahami perasaan orang lain.
Neonatus, Pediatri dan Adolesens Musik secara statistik signifikan dan penting
secara klinis bagi kebaikan bayi-bayi prematur di NICU ( Neonatal Intensive Care
Unit ). Penelitian dengan menggunakan lagu Lullaby diterapkan pada bayi-bayi
prematur non-nutritive sucking dengan pola 2 menit keheningan dan 5 menit lagu
sebagai latar belakang ( contingent music ).

BAB III
ANALISA JURNAL

Terapi musik dapat meningkatkan tingkat menyusui ibu dengan bayi prematur: uji
coba terkontrol secara acak
Abstrak
Tujuan: Untuk mengevaluasi dampak dari terapi musik pada tingkat menyusui di kalangan
ibu dari dini bayi yang baru lahir.
Metode: Dalam uji coba terkontrol secara acak terbuka, ibu prematur neonatus bobot 1.750
g adalah disampaikan kepada sesi terapi musik tiga kali seminggu selama 60 menit. Titik
akhir adalah tingkat menyusui pada saat bayi keluar dari rumah sakit dan di follow-up dilihat
(7-15 hari, 30 dan 60 hari setelah pulang).
Hasil: Sebanyak 94 ibu (48 dalam kelompok terapi musik dan 46 di kelompok pembanding)
dipelajari. Menyusui secara signifikan lebih sering pada kelompok terapi musik pada tingkat
pertama kunjungan follow-up [risiko relatif (RR) = 1,26; 95% interval kepercayaan (95% CI)
= 1,01-1,57, p = 0,03; jumlah yang diperlukan untuk mengobati (NNT) = 5.6]. Selain itu,
kelompok ini menunjukkan tingkat menyusui yang lebih tinggi pada saat debit bayi (RR =
1,22; 95% CI 0,99-1,51 =; p = 0,06; NNT = 6.3), dan pada hari 30 dan 60 setelah debit (RR =
1,21; 95% CI = 0,73-5,6; p = 0,13 dan RR = 1,28; 95% CI 0,95-1,71 =; p = 0,09, masingmasing), namun hasil tersebut secara statistik tidak signifikan.
Kesimpulan: Studi ini menunjukkan bahwa terapi musik memiliki efek signifikan dalam
meningkatkan tingkat menyusui antara ibu bayi yang baru lahir prematur pada kunjungan
follow-up pertama, dan juga pengaruh positif (meskipun tidak signifikan) yang berlangsung
hingga 60 hari setelah keluarnya bayi. Terapi musik mungkin berguna untuk meningkatkan
tingkat menyusui antara ibu bayi prematur.

Pengenalan
Terapi musik telah terbukti memiliki efek positif di beberapa daerah, seperti kesehatan
mental, pendidikan khusus, rehabilitasi, dan pembangunan sosial. Beberapa studi telah
menunjukkan bahwa terapi musik dapat mengurangi kecemasan ibu, membantu ibu untuk
mengatasi bayi mereka yang tinggal di unit perawatan intensif neonatal (NICU), dan juga
mempengaruhi perilaku prematur, memberikan periode yang lebih besar untuk tidur tenang,
kurang menangis, dan peningkatan berat badan, tetapi tidak ada studi yang membahas
pengaruh terapi musik pada tingkat menyusui.

Promosi menyusui yakni sudah terkenal, sederhana, dan efisien, strategi untuk
menurunkan morbiditas dan mortalitas pada anak diseluruh dunia. karena itu, intervensi
apapun yang dapat meningkatkan tingkat menyusui mungkin menarik untuk petugas
kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari terapi musik, yang
diterapkan untuk ibu sejak dini pada bayi yang baru lahir selama tinggal di rumah sakit,
tentang menyusui pada saat bayi keluar dari rumah sakit dan pada kunjungan neonatal.
Hipotesis adalah bahwa terapi musik dapat meningkatkan tingkat menyusui.
Metode
Ini merupakan uji coba terkontrol acak secara terbuka (RCT) dengan ibu dan bayi prematur
yang dirawat di NICU, ke unit perawatan menengah, dan untuk perawatan kanguru- dari
Rumah Sakit Bersalin dari Universidade federal do Rio de Janeiro (UFRJ), Brasil. Kriteria
inklusi adalah sebagai berikut: ibu dengan berat bayi saat lahir 1.750 g dan yang klinis
stabil (resiko kematian lebih rendah), seperti yang didefinisikan oleh staf medis NICU, dan
ibu yang telah memberikan persetujuan tertulis. Kriteria eksklusi adalah sebagai berikut: ibu
yang HIV positif, ibu dari neonatus dengan masalah klinis yang payudaranya terganggu
(misalnya, encephalopathy dengan hipotonia parah, oro-wajah anomali, dan masalah
jantung), dan ibu dengan pendengaran yang parah. Ibu yang untuk alasan apapun, memiliki
tiga atau kurang sesi terapi musik dan neonatus yang meninggal selama tinggal di rumah sakit
juga dikecualikan.
Ukuran sampel dihitung dengan pertimbangan diharapkan tingkat menyusui saat bayi
keluar dari rumah sakit dan pada kunjungan neonatal pertama (antara 7 dan 15 hari setelah
kelahiran). Menurut data dari layanan kunjungan neonatal, sekitar 75%. Mengharapkan
perbedaan absolut dari 22% antara kelompok, 95% tingkat kepercayaan (5% alpha
kesalahan), dan 80% daya (beta kesalahan 20%), 92 subjek akan harus terdaftar (46 di setiap
kelompok studi). Mengestimasi 7,5% kerugian setelah pengacakan, total jumlah subjek
dipandang perlu untuk melakukan penelitian ini adalah 100. Menyusui didefinisikan, menurut
Dunia Organisasi Kesehatan, 6 sebagai salah satu kondisi berikut: menyusui eksklusif,
menyusui dominan, dan pelengkap menyusui, yang semuanya, untuk tujuan penelitian ini,
secara kolektif disebut "setiap menyusui". Bayi yang tidak menyusui semuanya
diklasifikasikan sebagai "non-menyusui". Titik akhir adalah tingkat menyusui di saat bayi
keluar dari rumah sakit, pada kunjungan follow-up (7-15 hari setelah debit), dan pada 30 dan
60 hari setelah kelahiran.

Demografi, sosial ekonomi dan variabel obstetri, seperti: usia, status perkawinan,
pekerjaan, tingkat pendidikan, agama, jumlah paritas, kehamilan yang direncanakan,
perawatan prenatal, dan pendapatan dipelajari pada kedua kelompok. Kelompok kontrol (CG)
hanya menerima perawatan biasa selama masuk rumah sakit dan kunjungan neonatal.
Intervensi Terapi Musik
Sesi terapi musik secara sistematis ditawarkan kepada semua ibu pada kelompok
intervensi, tiga kali seminggu, tapi mereka tidak wajib. Sesi ini dilakukan oleh dua terapis
musik (MNSV dan ASC), dalam sebuah ruangan yang sesuai, selama 60 menit, dengan
menggunakan instrumen berikut: keyboard, gitar akustik, caxixi, shaker, conga, Tumba,
surdo, ganz, segitiga, afuche, telur kocok, metalofon, clave, kerincingan, tamborin,
pandeirola, dan Tanta. Sesi dibagi menjadi empat gerakan:
- Gerakan Pertama (5-10 menit) - ekspresi lisan / resepsi: sesi dimulai dengan penerimaan ibu
oleh tim terapi musik. Itu adalah saat ketika mereka bisa berbicara bebas tentang diri mereka
sendiri dan bayi mereka.
- Gerakan Kedua (20-30 menit) - ekspresi musik Benua / suara: instrumen musik secara bebas
tersedia, dan terapis berinteraksi dengan ibu melalui bermain dan / atau bernyanyi semua
jenis musik yang mereka inginkan.
- Gerakan Ketiga, nina bobo dan relaksasi (15-20 menit): saat ini, terapis musik yang
ditawarkan, melalui bernyanyi dan bermain, satu set lagu pengantar tidur Brasil sebelumnya
dipilih. Selain itu, instrumen ilmiah yang direkam potongan musik bisa dimainkan, seperti
Thailand-Meditasi oleh Massenet (5 menit dari durasi), Lullaby oleh Brahms (2 menit
durasi), dan Air pada String G dengan Bach (5 menit durasi). Selama gerakan ini, lampu
dimatikan, yang disukai relaksasi.
- Gerakan Keempat - penutupan (5 menit): pada saat ini, lampu-lampu dinyalakan, dan
percakapan gratis, tentang sesi dan tentang apa yang terjadi selama masa hari, diadakan. Ibu
dalam perawatan kanguru berpartisipasi dalam sesi terapi musik ditemani oleh anak-anak
mereka.
Pengacakan dan pengumpulan data

Setelah pendaftaran, subjek secara acak di 01:01 fashion untuk kelompok intervensi
[musik terapi kelompok (MTG)] atau untuk kelompok pembanding [kelompok kontrol (CG)],
menggunakan tabel acak numbers.7 pengacakan Block digunakan, dengan delapan mata
pelajaran (empat untuk masing-masing lengan). Urutan nomor acak dikenal hanya satu
penulis (APB). Sebuah sistem pengacakan terpusat digunakan. Begitu subjek dianggap
memenuhi syarat menandatangani informed consent, tim terapi musik dihubungi penulis
bertanggung jawab untuk pengacakan, yang menyediakan kelompok alokasi subjek.
Untuk menilai jenis menyusui pada saat bayi lahir dirumah sakit dan pada kunjungan
neonatal, kesehatan profesional tidak terlibat dalam penelitian dan tidak menyadari tujuan
studi dan dari tugas kelompok para ibu yang diwawancarai dengan tujuan mengisi pradiformat pertanyaan dengan empat pilihan jawaban, yang sebelumnya melekat pada grafik
medis, sinyal salah satu dari dua kemungkinan didefinisikan sebagai "menyusui" atau "nonmenyusui".
Analisis statistik
Variabel dikotomis dibandingkan menggunakan chi-kuadrat pengujian atau tes Fisher
exact, saat yang tepat. Parametrik data dibandingkan dengan menggunakan uji t Student, dan
nonparametrik data dibandingkan dengan menggunakan Mann-Whitney Uji U. Dalam
analisis data, ketika ada yang hilang nilai-nilai tentang menyusui, itu disebabkan hasil yang
terburuk (non-ASI). Nilai p = 0,05 adalah dianggap menunjukkan signifikansi statistik.
Relatif risiko (RR), dengan interval kepercayaan 95% (95% CI), yang juga digunakan untuk
mengevaluasi dampak intervensi pada hasil, dan jumlah yang diperlukan untuk mengobati
(NNT) dihitung.

Etika
Penelitian ini disetujui oleh Etika Penelitian Komite Instituto de Puericultura e
Pediatria Martago Gesteira dari UFRJ, dan sesuai dengan Deklarasi Helsinki 1975,
sebagaimana telah diubah pada tahun 1983. Sidang nomor registrasi studi di
www.clinicaltrials.gov adalah: NCT00930761.
Hasil

Antara Maret 2004 dan Juni 2007, 190 ibu yang dipilih memenuhi syarat. Dari
mereka, 89 dikeluarkan: 26 karena neonatus mereka terpenuhi salah satu kriteria eksklusi, 18
karena bayi mereka meninggal sebelum dipertimbangkan klinis stabil oleh staf medis, 11
karena mereka tidak setuju untuk berpartisipasi, dan 34 karena mereka tidak bisa diakses
selama tinggal di rumah sakit saat bayi baru lahir, sebagian besar karena untuk menerima
debit
sakitmemenuhi
awal. Jadi, 101
ibu diacak, 51 untuk MTG, dan 50 untuk CG. Setelah
190 rumah
Ibu yang
syarat
pengumpulan data dimulai, ada tujuh kerugian (tiga di MTG untuk tidak mencapai jumlah
minimum ditetapkan tiga sesi; empat di CG, karena bayi baru lahir tiga meninggal selama
masa studi, dan satu karena ibu menolak untuk melanjutkan studi). Pada akhirnya, 94 ibu
89 Ibu yang
tetap, 48 di MTG dan 46 di CG (Gambar
1). tidak diikutsertakan :
26
18
11
34

bayi baru lahir yang memenuhi kriteria eksklusi


bayi baru lahir yang meninggal sebelum stabilitas klinis
ibu yang menolak berpartisipasi
ibu yang tidak dapat diakses

101 Ibu yang diikutsertakan

51 grup terapi music secara acak

50 Kelompok control secara acak

4 Hilang :
3 bayi meninggal selama pengumpulan data
1 Ibu menolak melanjutkan studi

gambar 1

46 termasuk dalam analisis

3 hilang :
3 Ibu tidak berpartisipasi dalam terapi music paling sedik

48 termasuk dalam analisis

Karakteristik subjek
Karakteristik demografi, sosial ekonomi dan kebidanan ibu yang berpartisipasi adalah serupa
pada kedua kelompok (Tabel 1). Berat lahir, usia kehamilan, total lamanya perawatan di RS,
lamanya di NICU, dan hari dalam perawatan kanguru pembibitan semua serupa pada kedua

kelompok. Dalam CG, para ibu tetap signifikan hari lagi mengakui, menyertai bayi mereka,
daripada di MTG (Tabel 2).
n (%)
Variabel

Kelompok Terapi
Music (n=48)

Kelompok Kontrol
(n=46)

Usia Ibu (tahun)


12-30

12 (25.0)

13 (28.3)

21-30

25 (52.0)

19 (41.3)

31-40

9 (18.8)

11 (23.9)

>40

2 (4.2)

3 (6.5)

Lajang

11 (22.9)

9 (19.6)

Menikah

11 (22.9)

13 (28.3)

Nikah secara hukum

26 (54.2)

24 (52.2)

Ibu rumah tangga

14 (29.2)

16 (34.8)

Pembantu

2 (4.2)

7 (15.2)

Pelajar

7 (14.6)

5 (10.9)

Tidak bekerja

2 (4.2)

1 (2.2)

Lainya

23 (47.9)

17 (37.0)

SD, tidak tamat

14 (29.2)

15 (32.6)

Tamat SD

1 (2.1)

3 (6.5)

SMA, tidak tamat

12 (25.0)

11 (23.9)

Tamat SMA

12 (25.0)

14 (30.4)

PT , tidak tamat

4 (8.3)

1 (2.2)

Tamat PT

5 (10.4)

2 (4.4)

Katolik

25 (52.1)

24 (52.2)

Protestan

12 (25.0)

13 (28.3)

Status marital Ibu

Pekerjaan ibu

Tingkat pendidikan Ibu

Agama Ibu

Lainnya

2 (4.2)

1 (2.2)

Tidak ada

9 (18.8)

8 917.4)

29 (60.4)

30 (65.2)

12 (25.0)

7 (15.2)

2 (4.2)

5 (10.9)

3 atau lebih

5 (10.4)

4 (8.7)

Ya

19 (39.6)

15 (32.6)

Tidak

29 (60.4)

31 967.4)

Ya

44 (91.7)

43 (93.5)

Tidak

4 (8.3)

3 (6.5)

<300

22 (45.8)

32 969.6)

301-500

11 (22.9)

9 (19.6)

501-750

9 (18.8)

2 (4.4)

>750

6 912.5)

3 (6.5)

Jumlah anak

Kehamilan yang direncanakan

Asuhan Prenatal

Pendapatan keluarga perbulan

Setara dengan US dolar

Tabel 2- Karakteristik Bayi baru lahir pada kedua kelompok


Variabel

Kelompok terapi musik

Kelompok
kontrol

Berta lahir (g)*

1,284 321

1,258 295

0.69

Usia Kehamilan (minggu)*

30.042.59

30.242.82

0.72

Total perawatan (hari)*

48.0 (12-133)

43.5 (16-251)

0.44

Lama di NICU*

40.5 (4-133)

40.0 (5-251)

0.45

Metode kangguru

26

24

0.85

Lama metode kangguru


Pengeluaran
bayinya

ibu

13.695.09

14.836.60

0.49

33

27

0.31

10 (2-86)

18 (0-58)

0.001

29.5 (0-127)

16.50 (0-247)

0.34

sebelum

Hari ibu dan bayi di RS


Hari setelah pengeluaran ibu
NICU= Neonatal Intensive Care Unit

Hasil mean dan standar deviasi


Hasil median dan range
Hasil n (jumlah ibu)

Pada kelompok intervensi, rasio antara sesi terapi musik ada dan yang ditawarkan
(kepatuhan) bervariasi 17,5-100% (rata-rata: 65%), dengan rata-rata 9 5,8 (rentang: 3-25)
dan rata-rata tujuh sesi per subjek. Waktu yang berarti antara kelahiran dan awal sesi terapi
musik (waktu untuk bayi untuk mencapai stabilitas klinis) adalah 11 7,3 hari (median: 9).
Poin akhir
Pada saat pemulangan bayi dari rumah sakit, 42 ibu (88%) terus menawarkan beberapa jenis
menyusui (eksklusif, dominan atau pelengkap) untuk anak-anak mereka di MTG, dan 33
(72%) di CG (RR = 1,22; 95 CI = 0,99-1,51%; p = 0,06; NNT = 6.3). Pada saat kunjungan
follow-up pertama (antara 7 dan 15 hari setelah debit), lima ibu tidak menghadiri konsultasi
(satu di MTG dan empat di CG). Mengingat ibu memiliki hasil terburuk (non-ASI), 42 ibu
(88%) terus menawarkan beberapa jenis menyusui untuk anak-anak mereka di MTG, dan 32
(70%) di CG (RR = 1,26; 95% CI = 1,01-1,57, p = 0,03; NNT = 5.6). Pada 30 hari setelah
bayi dikeluarkan dari rumah sakit, dua ibu tidak menghadiri konsultasi (baik dalam CG).
Menghubungkan ibu ini hasil terburuk (non-ASI), 38 ibu (79%) terus menawarkan beberapa
jenis menyusui untuk anak-anak mereka di MTG, dan 30 (65%) di CG (RR = 1,21; 95% CI =
0,73 -5,66; p = 0,13). Pada 60 hari, hanya seorang ibu tidak menghadiri konsultasi (CG), 36
ibu (75%) masih menawarkan beberapa jenis menyusui di MTG, dan 27 (59%) di CG (RR =
1,28; 95% CI = 0,95 -1,71; p = 0,09), sebagaimana tercantum dalam Tabel 3.
Variabel

MTG*

CG*

Rr (95%CI)

42 (88)

33 (72)

1.22
1.51)

NNT

Pada waktu bayi


diRS
Menyusui

(0.99- 0.06

6.3

Tidak menyusui

6 (12)

13 (28)

Menyusui

42(88)

32 (70)

Tidak mnenyusui

6 (12)

14 (30)

Menyussui

38 (79)

30 (65)

Tidak menyusui

10 (21)

16 (35)

Menyusui

36 (75)

27 (59)

Tidak menyusui

12 (25)

19 (41)

Pada kunjungan
pertama
1.26 (1.01-157) 0.03

5.6

1.21
5.66)

(0.73- 0.13

7.1

1.28
1.71)

(0.95- 0.09

6.3

Pada kunjungan
30 hari

Pada kunjungan
60 hari

95%CI = 95% interval kepercayaan, CG = kelompok kontrol, MTG = Kelompok terapi


musik, NNT= jumlah yang diterapi, RR= resiko relatif.
Diskusi
Studi ini menunjukkan dampak positif dari terapi musik pada tingkat menyusui di kalangan
ibu dari bayi yang baru lahir prematur, terutama yang rentan dengan intervensi, menunjukkan
perbedaan statistik yang signifikan antara kelompok pada pertama kunjungan follow-up (p =
0,03), dan kecenderungan signifikansi pada saat dikeluarkan bayi rumah sakit, serta di 30 dan 60-hari kunjungan tindak lanjut (p = 0,06, p = 0,13, p = 0,09, masing-masing).
Pilihan untuk mempelajari ibu dari bayi yang baru lahir prematur dirawat di rumah sakit
didasarkan pada dua alasan: a) tingkat tinggi stres umumnya ditemukan di antara ibu-ibu,
karena prematuritas anak-anak mereka dan kondisi kritis kesehatan; dan b) fakta bahwa
sebagian besar ibu tinggal di rumah sakit selama periode pengakuan anak-anak mereka,
beberapa untuk waktu yang lama, memungkinkan untuk penerapan intervensi terapi musik
secara teratur.
Penggunaan musik sebagai alat pelengkap dalam promosi kesehatan telah baru-baru ini
dilaporkan dalam literatur medis. Didefinisikan sebagai penggunaan terapi musik atau
kegiatan musik dalam pengobatan penyakit somatik dan mental, terapi musik telah banyak
bukti ilmiah efektivitas dalam penanganan nyeri, kecemasan dan stres emosional, dan lainlain.

Dalam kebidanan, satu studi menunjukkan bahwa janin merespon stimulus musik dan suara
manusia, dengan meningkatkan denyut jantung dan gerakan, sampai batas secara signifikan
lebih besar daripada stimulus palsu dan studi lain telah menyimpulkan bahwa sesi terapi
musik pasif (yaitu, mendengar rekaman musik yang dipilih) memiliki pengaruh
menguntungkan pada perasaan kenyamanan, dan juga mengurangi tingkat stres dan
kecemasan selama persalinan, dan kelahiran. Dalam neonatologi, beberapa studi telah
menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat mengurangi 'orang tua dan bayi prematur
"stres dalam NICU, mengurangi penurunan saturasi oksigen selama aspirasi tuba endotrakeal,
dan mempercepat pemulihan tingkat kejenuhan setelah prosedur, lebih jauh lagi,
meningkatkan parameter fisiologis pada bayi, mengurangi berat badan mereka dan
memperpendek panjang mereka tinggal di NICU dan di rumah sakit, dan juga meningkatkan
non-gizi mengisap pada bayi prematur.
Untuk pengetahuan kita, ini adalah RCT pertama untuk mengevaluasi dampak dari terapi
musik pada tingkat menyusui di kalangan ibu dari neonatus prematur. Lai et al. mempelajari
pengaruh mendengar lagu nina bobo selama 60 menit sehari, selama 3 hari berturut-turut,
pada ibu dan bayi yang baru lahir prematur bobot kurang dari 1.500 G.1 Para penulis tidak
menemukan perbedaan dalam parameter fisiologis di bayi baru lahir, dan, meskipun mereka
tidak mendeteksi suatu pengurangan tingkat kecemasan pada ibu dari kelompok studi,
pengaruh terapi musik pada tingkat menyusui tidak dipelajari. Ncker-Ribaupierre
melaporkan bahwa penggunaan terapi musik diterapkan pada ibu bayi baru lahir prematur
mampu mengurangi stres dan meningkatkan tingkat menyusui, tetapi penulis tidak
melakukan RCT.
Penelitian ini menggunakan terapi musik aktif, memungkinkan ibu untuk berpartisipasi dalam
aktif " membuat musik," yaitu, produksi musik yang berasal dari motivasi sendiri subjek
internal ekspresif, di mana yang satu memilih instrumen musik, cara bermain mereka , lagu,
dan juga dapat membuat improvisasi, dalam hubungan spontan. Arnon dkk. menunjukkan,
dalam sebuah RCT dengan bayi baru lahir dirawat di NICU, yang tinggal terapi musik
menunjukkan hasil yang signifikan lebih baik daripada yang diamati pada subyek yang
mendengar musik rekaman atau tidak mendengar musik (CG), baik dalam evaluasi subjektif
(skala perilaku) dan dalam tujuan parameter (misalnya, detak jantung, laju pernapasan, dan
saturasi oksigen).
Dalam studi ini, kedua kelompok adalah serupa berkaitan dengan karakteristik ibu secara
obstetrik, sosial-demografi, dan budaya, serta profil yang baru lahir. Satu-satunya perbedaan
signifikan dalam jumlah hari yang tetap mengakui ibu mereka, sementara bayi di NICU,
tetapi perbedaan ini, dalam sudut pandang kita, manfaat intervensi, karena, meskipun ibu-ibu
di MTG yang tinggal mengakui untuk yang lebih singkat waktu tinggal di RS, mereka masih
memiliki kecenderungan lebih besar untuk tetap menyusui. Panjang rata-rata tinggal di rumah
sakit dari 48 hari di MTG diperbolehkan untuk rata-rata 5,8 9 sesi (rentang: 3-25, median:
7). Tujuannya adalah untuk menyediakan sebanyak mungkin terbesar sesi, dalam rangka
meningkatkan paparan intervensi, tetapi, sayangnya, ini tidak selalu mungkin. Beberapa
kelahiran yang lebih tinggi berat badan bayi dipulangkan lebih awal, dan beberapa ibu yang
diperlukan untuk meninggalkan rumah sakit, meskipun mereka tinggal mengaku neonatus.

Dalam kasus apapun, kami memperoleh rata-rata tujuh sesi per mata kuliah, yang setara
dengan 3 minggu pengobatan. Nomor ini, dibandingkan dengan sebagian besar studi yang
dipublikasikan, dapat dianggap sukses. Ketika sesi itu tidak wajib, kepatuhan ibu untuk sesi
itu tidak 100%, tapi, meskipun demikian, kepatuhan rata-rata 65% (kisaran: 17-100%) juga
dianggap sangat baik. Krout, mempelajari efek terapi musik dalam keadaan relaksasi,
kenyamanan fisik, dan kontrol nyeri pada pasien terminal, menyimpulkan bahwa metode ini
efektif bila minimal tiga sesi dilakukan.
Model yang digunakan untuk sesi terapi musik sangat tunggal, dibandingkan dengan
penelitian lain dalam literatur. Durasi sesi 1 jam, dibagi menjadi empat bagian, diperbolehkan
untuk ekspresi verbal awal spontan, di mana setiap ibu bisa mengekspresikan kesedihan besar
mereka karena bayi mereka yang rapuh yang dirawat di sebuah NICU, menyiapkan tanah
sehingga emosi dapat dibawa ke melanjutkan ke tahap ekspresi musik. Saat-saat awal yang
disediakan suasana terapi untuk mengurangi stres dan kecemasan, dengan dampak positif
yang diharapkan pada keputusan untuk terlibat dalam menyusui. Selain itu, lebih penting
daripada mendengar musik, tindakan " membuat musik " diakui secara menyeluruh sebagai
salah satu mekanisme utama dari efektivitas terapi musik. Dalam penelitian kami, itu adalah
dalam fase kedua dari sesi yang ibu-ibu bisa mencoba (beberapa untuk pertama kalinya)
untuk memanipulasi instrumen musik dan mengalami kemampuan mereka untuk
berpartisipasi dalam "musik membuat" dan efek khusus menguntungkan. Dalam gerakan
ketiga, penggunaan lagu nina bobo mendorong ikatan ibu-bayi dan penguatan ikatan kasih
sayang, yang meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam mempromosikan ASI. Tahap
akhir, integrasi, diperbolehkan untuk pertukaran pengalaman antara ibu-ibu peserta dan tim.
Model ini adalah unik. Studi yang ada yang langka, dan, dalam laporan yang paling, terapi
musik pasif berlaku, yang berarti ada sedikit interaksi dengan alat musik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi musik dapat memiliki dampak positif pada
tingkat menyusui pada saat debit (p = 0,06) dan pada kunjungan tindak lanjut pertama (p =
0,03), dengan mempertimbangkan semua jenis menyusui. Kami menyertakan semuanya
dalam analisis karena kami percaya bahwa efek pada semua jenis menyusui (bukan hanya
ASI eksklusif) adalah penting bagi bayi prematur. Meskipun ini adalah sidang terbuka dengan
tidak ada kelompok plasebo, rancangan penelitian yang digunakan adalah lebih kuat daripada
yang digunakan dalam penelitian sebelumnya. Para NNTs ditemukan menunjukkan bahwa,
untuk seorang ibu untuk mendapatkan keuntungan dari terapi ini, selama periode rawat inap,
06:55 diperlukan untuk berpartisipasi dalam sesi. Hal ini sejumlah kecil menunjukkan
hubungan biaya-efektivitas baik, terutama karena sesi terapi musik ini selalu dilakukan dalam
kelompok. Selain itu, adalah wajar untuk berpikir bahwa, jika sesi bisa terus setelah keluar
rumah sakit neonatus itu, efek positif bisa berkepanjangan.
Ada tiga pengecualian dalam MTG dan empat di CG setelah pengacakan, tapi, bahkan jika
itu digunakan niat-to-treat, hasil yang diperoleh tidak akan berbeda. Hal lain yang mungkin
diajukan adalah bahwa sesi terapi musik termasuk baik dan interaksi verbal, tapi waktu yang
ditetapkan untuk interaksi ini hanya 5 sampai 10 menit pertama dan 5 menit terakhir,
meninggalkan 45-50 menit untuk terapi musik itu sendiri. Satu-satunya cara untuk mengatasi
bias ini akan menjadi tugas dari kelompok ketiga yang hanya akan pertama 5 sampai 10
menit berbicara dengan tim terapi dan tidak ada terapi musik sama sekali, tetapi ini akan

membutuhkan setidaknya lebih 50 mata pelajaran, dan waktu yang sangat lama untuk akhir
studi, memutar penelitian unviable. Terlepas dari masalah yang disebutkan di atas, studi ini
jelas menunjukkan manfaat terapi musik, dalam cara tunggal itu ditawarkan, yaitu,
dikombinasikan dengan komponen menghilangkan stres. Namun, perlu direplikasi dalam
pengaturan lainnya, dengan ukuran sampel yang lebih besar, untuk mengkonfirmasi hasil
yang kita temukan. Selain itu, jika temuan kami dikonfirmasi, terapi musik dapat menjadi
strategi, tambahan relatif sederhana, dan rendah-biaya untuk diterapkan di rumah sakit untuk
meningkatkan maternities tingkat menyusui di kalangan ibu dari bayi prematur dan,
akibatnya, manfaat yang terkait.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi musik dapat memiliki dampak positif pada
pemeliharaan menyusui pada ibu neonatus prematur dirawat di rumah sakit. Sebuah NNT
relatif rendah dan karakteristik intervensi dengan kelompok ibu menunjukkan bahwa
pendekatan ini dapat berguna dalam meningkatkan tingkat menyusui di kalangan ibu dari
bayi yang baru lahir prematur.

BAB IV

PEMBAHASAN

Promosi menyusui yakni sudah terkenal, sederhana, dan efisien, strategi untuk
menurunkan morbiditas dan mortalitas pada anak diseluruh dunia. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi dampak dari terapi musik, yang diterapkan untuk ibu sejak dini pada
bayi yang baru lahir selama tinggal di rumah sakit, tentang menyusui pada saat bayi keluar
dari rumah sakit dan pada kunjungan neonatal.
Penelitian ini menggunakan metode uji coba terkontrol acak secara terbuka (RCT)
dengan ibu dan bayi prematur yang dirawat di NICU, ke unit perawatan menengah, dan untuk
perawatan kanguru- dari Rumah Sakit Bersalin dari Universidade federal do Rio de Janeiro
(UFRJ), Brasil. Kriteria inklusi adalah sebagai berikut: ibu dengan berat bayi saat lahir
1.750 g dan yang klinis stabil (resiko kematian lebih rendah), seperti yang didefinisikan oleh
staf medis NICU, dan ibu yang telah memberikan persetujuan tertulis.
Antara Maret 2004 dan Juni 2007, 190 ibu yang dipilih memenuhi syarat. Dari
mereka dan 89 dikeluarkan dengan berbagai alasan. Sehingga sampel pada penelitian ini
kelompok Terapi Music (n=48), dan kelompok kontrol (n=46).
Studi ini menunjukkan dampak positif dari terapi musik pada tingkat menyusui di
kalangan ibu dari bayi yang baru lahir prematur, terutama yang rentan dengan intervensi,
menunjukkan perbedaan statistik yang signifikan antara kelompok pada pertama kunjungan
follow-up (p = 0,03), dan kecenderungan signifikansi pada saat dikeluarkan bayi rumah sakit,
serta di 30 - dan 60-hari kunjungan tindak lanjut (p = 0,06, p = 0,13, p = 0,09, masingmasing).
Penggunaan musik sebagai alat pelengkap dalam promosi kesehatan telah baru-baru
ini dilaporkan dalam literatur medis. Didefinisikan sebagai penggunaan terapi musik atau
kegiatan musik dalam pengobatan penyakit somatik dan mental, terapi musik telah banyak
bukti ilmiah efektivitas dalam penanganan nyeri, kecemasan dan stres emosional, dan lainlain. Dalam kebidanan, satu studi menunjukkan bahwa janin merespon stimulus musik dan
suara manusia, dengan meningkatkan denyut jantung dan gerakan, sampai batas secara
signifikan lebih besar daripada stimulus palsu dan studi lain telah menyimpulkan bahwa sesi
terapi musik pasif (yaitu, mendengar rekaman musik yang dipilih) memiliki pengaruh
menguntungkan pada perasaan kenyamanan, dan juga mengurangi tingkat stres dan
kecemasan selama persalinan, dan kelahiran. Dalam neonatologi, beberapa studi telah
menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat mengurangi 'tingkat stres orang tua dan bayi
prematur dalam NICU, mengurangi penurunan saturasi oksigen selama aspirasi tuba
endotrakeal, dan mempercepat pemulihan tingkat kejenuhan setelah prosedur, lebih jauh lagi,

meningkatkan parameter fisiologis pada bayi, mengurangi berat badan mereka dan
memperpendek panjang mereka tinggal di NICU dan di rumah sakit, dan juga meningkatkan
non-gizi mengisap pada bayi prematur.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi musik dapat memiliki dampak positif
pada pemeliharaan menyusui pada ibu neonatus prematur dirawat di rumah sakit. Sebuah
NNT relatif rendah dan karakteristik intervensi dengan kelompok ibu menunjukkan bahwa
pendekatan ini dapat berguna dalam meningkatkan tingkat menyusui di kalangan ibu dari
bayi yang baru lahir prematur.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Penggunaan musik sebagai alat pelengkap dalam promosi kesehatan dalam
pengobatan penyakit somatik dan mental, terapi musik telah banyak bukti ilmiah
efektivitas dalam penanganan nyeri, kecemasan dan stres emosional, dan lain- lain.
Dalam kebidanan, satu studi menunjukkan bahwa janin merespon stimulus musik dan
suara manusia, dengan meningkatkan denyut jantung dan gerakan, sampai batas
secara signifikan lebih besar. Dan terapi musik ini secara signifikan dapat
meningkatkan tingkat menyusui.
5.2 Saran
Bagi tenaga kesehatan khusunya bidan diharapkan dapat mempromosikan
komplementer dan alternatif pengobatan dalam meningkatkan tingkat menyusui pada
ibu menyusui dalam penerapan terapi musik.

DAFTAR PUSTAKA

1. Dewi Rosiana, terapi musik bagi kesehatan, 2009, http//: rosiana-nuka.blogspot.com


2. Erfandy, konsep terapi musik, 2009, http//: puskesmas-okeblogspot.com
3. Vianna Martha N. S, Arnaldo P. Barbosa, Albelino S. Carvalhaes, Antonio J. L. A.
Cunha. Music therapy may increase breastfeeding rates among mothers of premature
newborns: a randomized controlled trial Jornal de Pediatria - Vol. 87, No. 3, hal-20612.2011. http://www.scielo.br