Anda di halaman 1dari 9

SUMMING INVERTING

A. TUJUAN
Tujuan percobaan ini adalah sebagai berikut
1. Dapat membuat (mentejemahkan) rangkaian summing inverting ke
protoboard.
2. Dapat membedakan rangkaian summing inverting dengan rangkaian penguat
inverting.
3. Memahami prinsip kerja dari rangkaian summing inverting.
4. Dapat membandingkan hasil pengukuran dengan hasil perhitungan yang
diperoleh dari rangkaian summing inverting.

B. DASAR TEORI
Rf
R1

I1

+ 15V

I2

741
R2
V1

V2

- 15V
Vo

Summing inverting
adalah penguat yang memiliki tegangan keluarannya sama besarnya dengan
jumlah teganga masukan dan polaritas dari tegangan keluarannya ini trebalik
dengan polaritas tegangan maasukannya. Besarnya tegangan keluaran ini
berbanding lurus dengan besar tahanan Rf. Keuntungan yang memiliki oleh
rankaian penguat summing inverting adalah kemampuannya untuk menangani
lebih dari satu masukan sekaligus. Gambar 1 memperlihatkan sebuah penguat
penjumlah pembalik (summing inverting).

Gambar 1 Rangkaian summing inverting


Tiap arus masukan ditentukan oleh tegangan masukan dan resistansi masukannya
yang dinyatakan secara matematis :
I1 = V1

I2 = V2

R1

R2

Sedangkan arus yang mengalir pada tahanan feedback (IRF) sama dengan arus
inout pada rangkaian :
If = Iin = I1 + I2
Karena tahanan-tahanan input terhubung pararel, maka tegangan input pada
masing-masing tahanan sama besarnya, yaitu :
V1 = V2 = Vin
Sehingga :
I1 + I2 = V1 + V2 = Vin
R1

R2

R1

Karena :
If = Vin

1 + 1
R1

R2

Karena :
If = - Vo
Rf
Maka tegangan keluaran (Vo) menjadi :
Vo = - Rf + Rf
R1

R2

1 + 1

Vin

R2

Dan penguat adalah :


Av = Vo
Vin
Contoh soal :
Seperti pada gambar 1 diketahui R1 = R2 = 1 K, Rf = 4 K, Vin = 1 mV
Hitunglah :
a. Tegangan output
b. Penguat
Penyelesaian :
a. Tegangan output :
Vo = -

R f + Rf
R1

=-

Vin

R2

4 K + 4 K
1 K

1 K

= - ( 8 K ) ( 1 mV )
= - 8 mV
b. Penguat total
Av = Vo = 8 mV = 8 kali
Vin

1 mV

1 mV

C. ALAT DAN BAHAN


1.
2.
3.
4.
5.

DC power supply
Multimeter
IC Op-Amp 741
Protoboard
Resistor :
- 1 K
- 330 , 2K2 , 3K3 , 470
6. Potensiometer
7. Wire jumper kit
8. Kabel-kabel penghubung

1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
3 buah
1 buah
1 buah
1 set
secukupnya

D. GAMBAR RANGKAIAN PERCOBAAN


Rf
I1

R1

+ 15V

I2

741
R2
V1

V2

- 15V
Vo

Gambar 2 Rangkaian percobaan 1

VRF

Rf
I1

R1

+ 15V

I2

741
R2
V1

V2

- 15V
Vo

Gambar 3 Rangkaian percobaan 2

E. LANGKAH PERCOBAAN
1. Buat percobaan seperti gambar 2
2. Vcc = + 15 volt dan Vee = - 15 Volt
3. Input sinyal DC dimana V1 = V2 = 1 Volt dengan R1 = 1 K dan R2 = 1
K
4. Ganti harga resistor R2 = 2K2 , 3K3, dan 4K7

5. Tahanan Rf = 1 K
6. Catat hasil pengukuran I1, I2 dan Vo pada tabel 1
7. Ulangi langkah percobaan 2 sampai dengan langkah percobaan 5 untuk
gambar 3 dengan RL = 330
8. Catat hasil pengukuran Vo, I1, I2, Io dan VRL, VRf, Vo pada tabel 2
9. Ubah tegangan V1 = V2 = 2 volt dan ulangi langkah percobaan 2 sampai
dengan langkah percobaan 8

F. KESELAMATAN KERJA
1. Sebelum melakukan praktik, pastikan semua alat yang digunakan dalam
keadaan baik dan benar.
2. Sebelum memasukkan tegangan input kedalam rangkaian, kebenaran
rangkaian harus sesuai dengan yang kita butuhkan, jangan melebihi batas
yang dibutuhkan.
3. Pada saat mengukur dan memasukkan tegangan sumber pada pascal harus
sesuai dengan yang kita butuhkan.
4. Pergunakan semua alat-alat yang ada pada laboratorium pengolahan sinyal
dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan fungsinya.
5. Apabila praktik telah selesai, matikan semua alat yang telah digunakan dan
pastikan semuanya kembali seperti semula.

G. DATA PERCOBAAN
Tabel 1. Data Percobaan 1
Resistor ()
R1
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K

R2
1K
2K2
3K3
4K7
1K
2K2
3K3
4K7
1K

RF
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K

Teg. Input

Teg. Output

Teg. Feedback

Arus Input

(volt)

(volt)
VO
-2,03
-1,47
-1,32
-1,23
-4,1
-2,98
-2,67
-2,48
-6,18

(volt)
VRF
2,13
1,54
1,38
1,29
4,17
3,02
2,71
2,52
6,08

(mA)

V1
1
1
1
1
2
2
2
2
3

V2
1
1
1
1
2
2
2
2
3

I1
1,04
1,04
1,04
1,04
2,04
2,04
2,04
2,04
3,06

I2
1,04
0,48
0,31
0,22
2,04
0,93
0,62
0,43
3,06

1K
1K
1K

2K2
1K
3
3
3K3
1K
3
3
4K7
1K
3
3
Tabel 2. Data Percobaan 2
Resistor ()

R1
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K

R2
1K
2K2
3K3
4K7
1K
2K2
3K3
4K7
1K
2K2
3K3
4K7

RF
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K
1K

-4,49
-4,01
-3,74

4,42
3,95
3,68

3,06
3,06
3,06

1,39
0,92
0,65

Teg. Input

Teg. Output

Teg. Beban

Arus

Arus Input

(volt)
V1
V2
1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3
3
3

(volt)
VO
-2
-1,56
-1,5
-1,2
-4,1
-3,01
-2,7
-2,5
-6,02
-4,38
-3,91
-3,64

(volt)
VRL
-2
-1,56
-1,5
-1,2
-4,1
-3,01
-2,7
-2,5
-6,02
-4,38
-3,91
-3,64

Beban (A)
IRL
-6
-4,6
-4,12
-3,83
-12,25
-8,9
-7,97
-7,43
-18,01
-13,06
-11,70
-10,88

(mA)
I1
I2
1,1
1,1
1,1
0,4
1,1
0,3
1,1
0,2
2,1
2,1
2,1
0,9
2,1
0,6
2,1
0,4
3,1
3,1
3,1
1,4
3,1
0,9
3,1
0,6

H. ANALISA DATA
Dari percobaan yang telah dilakukan IC OP-AMP 741 dirangkai
menjadi rangkaian summing inverting. Summing inverting adalah penguat
yang memiliki tegangan keluarannya sama besarnya dengan jumlah tegangan
masukan dan polaritas dari tegangan keluarannya ini terbalik dengan
tegangan masukan. Rangkaian summing inverting ini sendiri adalah
rangkaian yang berfungsi untuk menjumlahkan 2 atau lebih tegangan listrik.
Rangkaian summing ini hampir sama dengan rangkaian inverting yang telah
dipraktekkan sebelumnya dimana keluaran dari rangkaian ini akan berbalik
dari tegangan outputnya pada rangkaian summing ini keluarannya bernilai
negatif dikarenakan rangkaian dasar yang digunakan pada rangkaian
summing ini adalah rangkain inverting dimana intput positif dari ic op-amp
741 langsung di berikan input negatif atau diground kan sedangkan input
negatif diberikan sinyal masukan positif. Maka sinyal keluaran dari rangkaian
ini akan bernilai negatif sama dengan rangkaian inverting.

Pada rangkaian summing ini digunakan input DC. Dimana hasil dari
keluaran rangkaian summing ini akan mendapatkan 2 kali lipat dari tegangan
inputnya. Keluaran dari rangkaian summing dapat dituliskan dengan rumus :

Vo

( RRf1 + RRf2 )Vin

Diketahui bahwa vout akan dihasilkan dengan mengalikan jumlah


hambatan penguat dengan tegangan inputnya. Dengan memparalelkan
tahanan input dengan nilai yang sama dengan tahanan input sebelumnya
maka akan di dapat tegangan keluaran Vo = 2 x Vin atau dengan kata lain
nilai keluaran dari rangkaian summing tersebut akan mendapat 2 kali lipat
dari tegangan inputnya. Tahanan input yang digunakan juga sama dengan
tahanan penguatnya, jadi jika seandainya hanya menggunakan satu buah input
maka hasil keluarannya akan sama dengan nilai masukannya sedangkan jika
diparalelkan dengan hambatan lagi maka outputnya akan menjadi 2 kali lipat
dan jika ditambahkan lagi input dan tahanan yang ketiga maka outputnya pun
akan bertambah menjadi tiga kali lipat. Jadi nilai keluaran dari rangkaian
summing inverting ini akan semakin besar apabila ditambahkan hambatan
secara paralel pada inputnya dikarenakan tahanan pengganti input akan
semakin kecil akibat hubungan tahanan yang paralel. Nilai tersebut berlaku
apabila nilai dari R1,R2,Rf sama besarnya tapi apabila nilai hambatan
tersebut berbeda maka keluarannya akan tergantung dengan nilai inputannya.
Sedangkan pada rangkaian kedua ditambahkan nilai hambatan beban
pada keluaran dari ic op-amp hasil yang di dapat sama saja. Dikarenakan
tegangan pada hambatan beban berhubungan paralel dengan hambatan
feedback (Rf) dan tegangan outputnya maka tegangan yang berada pada
hambatan beban akan sama dengan tegangan yang ada pada tegangan
outputnya, akan tetapi nilai arus yang ada pada hambatan beban akan berbeda
dengan hambatan feedback nilai arus yang terdapat pada hambatan beban
akan semakin besar apabila tegangan yang melewatinya berjumlah besar.
Secara teori nilai arus pada hambatan beban dapat dituliskan dengan rumus

IRL=

V RL
RL

Nilai dari arus hambatan beban akan berbanding lurus dengan tegangan
yang melewatinya dan berbanding terbalik dengan besar nilai hambatan yang
ada pada hambatan beban tersebut.

I. KESIMPULAN
Jadi, dari rangkaian yang telah dilakukan diketahui bahwa rangkaian
summing inverting adalah rangkaian penjumlah tegangan, dimana tegangan
outputnya akan lebih besar dari tegangan inputnya apabila dipasangkan 2
buah input dengan hambatan yang bernilai sama dan diparalelkan dengan
keluaran nilai atau polaritas tegangan yang berbalik dengan tegangan
inputnya dikarenakan dasar dari pada rangkaian summing ini adalah
rangkaian inverting yaitu rangkaian pembalik tegangan inputannya.

DAFTAR PUSTAKA
-

Alfarizal, Niksen. 2010. Praktek Pengolahan Sinyal Teknik Elektronika


POLSRI. Palembang. Politeknik Negri Sriwijaya
Ahmad, Jayadin. 2007. Elektronika Dasar. Yogyakarta
http://www.rangkaianelektronika.org/rangkaian-summing-inverting.htm
blog.ub.ac.id/petaniblog/2012/09/23/penguat-operasional-opertonalamplifier-op-amp/
http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/operasional-amplifier-opamp/