Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Belakangan ini, ilmu matematika telah berkembang pesat. Bukan hanya sebatas hitung
menghitung menggunakan skala statistik, nilai, angka-angka real, kalkulus dan peluang.
Akan tetapi, perkembangan ilmu matematika juga terjadi didasarkan pada penalaran
penalaran yang logis atas sistem matematis.
Penalaran yang dilakukan oleh para ahli matematik diperoleh atas realita kehidupan
yang nyata yang dirasakan oleh manusia. Perkembangan dan aplikasi dan bagian
matematik ini sangat dirasakan oleh manusia di berbagai kehidupan. Penalaran inilah
dalam bahasa matematika sering disebut logika.
Logika merupakan suatu aktivitas manusia yang berkaitan dengan penggunaan akal
dan pikiran sehingga menghasilkan suatu penalaran dengan kebenaran kebenaran yang
dapat dibuktikan secara matematis. Meskipun tanpa perhitungan melalui angka-angka
atau dengan statistik, tetapi dapat diuji dan masuk akal akan kebenarannya.
Berbagai macam peralatan elektronik yang ada di sekitar kita, merupakan contoh nyata
dari kemampuan manusia dalam menerapkan disiplin ilmu logika matematika di berbagai
bidang kehidupan. Diantaranya seperti listrik, komputer, televisi dan radio dikembangkan
atas dasar dan aturan logika matematika sederhana yang dibentuk dalam sebuah
rangkaian elektronik yaitu menggunakan rangkaian benar yang biasanya dinyatakan
dengan on dan off.
Berikut ini akan penulis uraiakan salah satu sub pokok kajian logika matematika
tentang konjungsi, disjungsi, implikasi dan biimplikasi. Kajian lokasi ini semua terlepas
dari pernyataan pernyataan yang konkret. Biasanya pernyataan pernyataan tersebut
ditulis dengan huruf p dan q dengan suatu ketentuan umum mengenai tabel kebenaran
yang biasa ditulis dengan huruf B dan pernyataan yang salah dengan huruf S
1.2 TUJUAN
Makalah ini disusun dengan maksud untuk memberikan tambahan pengetahuan
sekaligus sebagai tugas matakuliah itu sendiri.

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN LOGIKA
Berasal dari bahasa yunani LOGOS yang berarti kata, ucapan, atau alasan. Logika
adalah metode atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan penalaran. Logika
mengkaji prinsip-prinsip penalaran yang benar dan penalaran kesimpulan yang absah.
Ilmu ini pertama kali dikembangkan sekitar 300 SM oleh ARISTOTELES dan dikenal
sebagai logika tradisioanal atau logika klasik. Dua ribu tahun kemudian dikembangkan
logika modern oleh GEORGE BOOLE dan DE MORGAN yang disebut dengan Logika
Simbolik karena menggunakan simbol-simbol logika secara intensif.
Logika adalah ilmu untuk berpikir dan menalar dengan benar. Logika Matematika atau
Logika Simbol ialah logika yang menggunakan bahasa Matematika, yaitu dengan
menggunakan lambang-lambang atau simbol- simbol.
Keuntungan atau kekuatan bahasa simbol adalah: ringkas, univalent/bermakna
tunggal, dan universal/dapat dipakai dimana-mana.
I.

PENGHUBUNG KALIMAT
Satu atau lebih proposisi dapat dikombinasikan untuk menghasilkan proposisi baru
lewat penggunaan operator logika. Proposisi baru yang dihasilkan dari kombinasi
tersebut disebut dengan proposisi majemuk (compound composition), sedangkan
proposisi yang bukan merupakan hasil dari kombinasi proposisi lain disebut proposisi
atomik. Proposisi majemuk tersusun dari sejumlah proposisi atomik.
Dalam logika dikenal 5 buah penghubung,antara lain:
Simbol
Arti
Bentuk

Tidak/Not/Negasi
Tidak.

Dan/And/Konjungsi
..dan..

Atau/Or/Disjungsi
atau.

Implikasi

Jika.maka.

Bi-Implikasi

..bila dan hanya bila..

1. Hukum identitas:
pFp
pTp

Hukum null/dominasi:
pFF
pTT

3. Hukum negasi:
p ~p T
p ~p F

Hukum idempoten:
ppp
ppp

5. Hukum involusi (negasi ganda):


~(~p) p

Hukum penyerapan (absorpsi):


p (p q) p
p (p q) p

7.

Hukum komutatif:
pqqp
pqqp

Hukum asosiatif:
p (q r) (p q) r
p (q r) (p q) r

9. Hukum distributif:
10. Hukum De Morgan:
p (q r) (p q) (p r)
~(p q) ~p ~q
p (q r) (p q) (p r)
~(p q) ~p ~q

II. H
UKUMHUKUM
LOGIKA

Disebu
t
juga hukumhukum
aljabar
proposisi.

2.2KALIMAT PERNYATAAN
Kalimat Pernyataan
Pengertian Kalimat Pernyataan adalah suatu kalimat deklaratif yang bernilai benar
saja atau salah saja, tetapi tidak sekaligus benar dan salah.
Contoh 1 (Pernyataan yang benar) :
a. Al-Quran adalah sumber hukum pertama umat Islam
b. Jika x = 2, maka 2x = 4
c. 2 adalah bilangan asli
Contoh 2 (Pernyataan yang salah) :
a. Batu adalah benda cair
b. Setiap bilangan prima adalah ganjil
Contoh 3 (Bukan pernyataan) :
a. x + 3 = 0
b. Rapikan tempat tidurmu!
Istilah-istilah lain untuk pernyataan adalah kalimat matematika tertutup, kalimat
tertutup, kalimat deklaratif, statement, atau proposisi. Sedangkan istilah lain
untuk kalimat yang bukan pernyataan adalah kalimat matematika terbuka atau kalimat
terbuka. Namun ada beberapa ahli logika dalam bukunya yang membedakan istilah
pernyataan dan istilah proposisi. Hal ini berhubungan dengan pemakaiannya. Istilah
pernyataan (statement) digunakan untuk menyatakan, sedangkan istilah proposisi
(proposition) digunakan untuk kalimat tertutup. Akan tetapi pada umumnya para ahli
logika tidak membedakan pengertian pernyataan dan pengertian proposisi. Dalam
makalah ini istilah proposisi tetap diartikan sebagai kalimat tertutup, sedangkan
kalimat pernyataan akan dipakai untuk keperluan tertentu umumnya sama seperti bukubuku lainnya, bahwa istilah kalimat pernyataan tidak dibedakan dengan pengertian
proposisi.
Latihan
1. Tulislah masing-masing tiga buah contoh
a. Penyataan yang benar
b. Pernyataan yang salah
c. Bukan pernyataan
2. Tentukan kalimat Pernyataan yang bernilai Benar (b) dan Salah (s)!
a. Surabaya mendapat julukan kota pahlawan
b. Ada dua belas bulan dalam setahun
c. 75 habis dibagi 4
d. Bunga Mawar berwarna merah
e. Tokyo adalah ibu kota negara Jepang
3. Tentukan Kalimat Bukan Pernyataan, Pernyataan Benar, Pernyataan Salah
a. Bunga Melati berwarna putih
b. 3x + 4 = 8
c. Pagi ini hujan turun
d. Kemarin saya pergi kerumah nenek
e. Mobil itu beroda satu
2.3 KALIMAT TERBUKA

Pengertian Kalimat Terbuka adalah kalimat yang mengandung variabel. Dalam


matematika yang dimaksud dengan kalimat terbuka adalah kalimat yang belum
mempunyai nilai kebenaran. Dalam kehidupan sehari-hari kalimat terbuka biasanya
berbentuk kalimat tanya atau kalimat perintah. Sedangkan dalam matematika kalimat
terbuka berbentuk persamaan atau pertidaksamaan.
Contoh Kalimat Terbuka :
a. Manusia makan nasi
b. 7x 1 = 12
c. x2 16 > 0
Perhatikan kalimat terbuka x2 5x + 4 = 0
Perhatikan kalimat berikut ini :
a. Manusia makan nasi.
b. . . . memakai sepatu.
c. 4 + x = 7
d. 4 + . . . = 7
e. p < 5
Kalimat-kalimat seperti a sampai dengan e di atas disebut kalimat terbuka. Jika
variabel dalam kalimat terbuka sudah diganti dengan konstanta yang sesuai, maka
kalimat yang terjadi dapat disebut kalimat tertutup.
Definisi : Kalimat terbuka adalah kalimat yang mengandung variabel, dan jika variabel
tersebut diganti konstanta dari semesta yang sesuai maka kalimat itu akan menjadi
kalimat yang bernilai benar saja atau bernilai salah saja (pernyataan).
Kalimat terbuka seperti c, d, dan e, disebut kalimat matematika (ada yang menyebut
kalimat bilangan). Kalimat matematika yang masih mengandung variabel dan
menggunakan tanda = seperti kalimat c dan d disebut persamaan. Kalimat e yang
menggunakan tanda < disebut pertidaksamaan (sebutan ini juga berlaku untuk kalimat
matematika yang masih mengandung variabel dan menggunakan tanda > atau
Jika variabel pada kalimat matematika itu sudah diganti dengan konstanta dan kalimat
matematika itu menggunakan tanda = maka kalimat yang terjadi disebut kesamaan.
Sedang kalimat matematika yang tidak mengandung variabel dan menggunakan tanda
<, > atau disebut ketidaksamaan.
Di atas telah diberikan definisi-definisi dari pernyataan, variabel, konstanta, dan
kalimat terbuka. Pernyataan yang menjelaskan istilah-istilah di atas disebut kalimat
definisi. Pada kalimat definisi tidak boleh terdapat kata-kata yang belum jelas artinya,
apalagi kata yang sedang didefinisikan.
Beberapa istilah yang perlu diketahui.
1. Variabel

Huruf x disebut variable. Sebuah variable mewakili sembarang anggota dalam semesta
pembicaraan ( himpunan pengganti ).
Misalkan himpunan pengganti adalah :
{ 1 , 2 , 3 , 4 } maka :
x = 1 => 12 5.1 + 4 = 0 ( benar )
x = 2 => 22 5.2 + 4 = 0 ( salah )
x = 3 => 32 5.3 + 4 = 0 ( salah )
x = 4 => 42 5.4 + 4 = 0 ( benar )

Pengganti variable yang menyebabkan kalimat terbuka bernilai benar disebut


penyelesaian, dan himpunan semua penyelesaian itu disebuthimpunan penyelesaian.
Pada contoh diatas HP = { 1 , 4 }
2. Konstanta
Pada kalimat x2 5x + 4 = 0 , bilangan-bilangan 1 , 5 , 4 dan 0 disebutkonstanta.
Suatu konstanta hanya mewakili anggota tertentu dalam semesta pembicaraan.
2.4 INGKARAN
A. Pengertian
Negasi atau ingkaran adalah pernyataan yang bernilai benar jika pernyataan semula
salah, dan sebaliknya.
B. Cara Menentukan Negasi
Untuk menentukan negasi dari kalimat,
ada
2
hal
yang
harus dipenuhi.
Pertama struktur kalimat. Antara kalimat semula dengan negasinya harus menunjukkanpe
rlawanan. Kedua benar salahnya juga harus berlawanan. Jika kalimat semula bernilaibena
r, maka negasinya harus bernilai salah demikian sebaliknya. Atas dasar itu,
makadalam menentukan negasi,
kita tidak bias hanya mengandalkan lawan kata. Kalau dalambahasa
Indonesia,
naik lawannya turun. Dalam matematika,
itu salah. Naik lawannya tidaknaik. Sepintas tampaknya sama, tapi itu sangat beda.
Contoh:

Ada orang berkacamata >< Tidak ada orang berkacamata


Bagaimana jika di jawab Ada orang tidak berkacamata
Penjelasan :
Sepintas tampak betul, tapi itu salah
Kenapa salah?
Secara bahasa memang sudah menunjukkan perlawanan,
tapi dari sisi kebenaranbelum menunjukkan perlawanan. Ada
orang
berkacamata,
kalimat itu benar karenamemang ada
orang
yang berkacamata. Ada
orang
tidak berkacamata,
kalimat ini benarjuga,
karena kita
tau,
memang ada
orang yang tidak pakai kacamata. Negasi kalimatbernilai benar harus bernilai salah. Mak
a negasi yang tepat adalah Tidak ada orangberkacamata.
Menentukan negasi dilakukan dengan menambah kata tidak di tempat yang
tepat ataumenghilangkannya jika kalimatnya sudah memuat kata tidak.
C. Lambang Negasi
Operasi ini merupakan operasi uner
yang
dilambangkan dengan tanda
"~" atau "".Ingkaran pernyataan p adalah ~p atau dibaca "tidak benar bahwa p" atau
"non p" atau"negasi dari p".
1.

Contoh :
p : Jakarta ibu kota negara RI.
~p : Tidak benar bahwa Jakarta ibu kota Negara RI.
~p : Jakarta bukan ibu kota negara RI.

2.

q : 2 + 5 = 10
~q : tidak benar bahwa 2 + 5 = 10
~q : 2 + 5 tidak sama dengan 10
2.5 KONJUNGSI
Konjungsi adalah kalimat majemuk yang terdiri dari dua pernyataan
misalnya pdan q yang digabungkan dengan kata hubungkan dengan kata hubung logika
dan dinotasikan p^q.
Misalkan p dan q adalah pernyataan. Konjungsi dari p dan q adalah pernyataan
majemuk p dan q,yang dilambangkan dengan p^q. Pernyataan majemuk p^q bernilai
benar apabila p dan q keduanya benar. Pernyataan majemuk p^q bernilai salah apabila
salah satu p atau q salah, atau p dan q keduanya bernilai salah. Table kebenaran disajikan
dalam tabel 1.1.

Contoh:
1. p: Ani sakit
q: Ani tidak masuk sekolah
p^q: Ani sakit dan tidak masuk sekolah
2.

1.
2.
3.
1.

p:2+3>5
q:5-2=3
p^q: 2 + 3 > 5 dan 5 - 2 = 3
CONTOH SOAL:
Buatlah bentuk konjungsi dari p dan q, serta tentukan nilai kebenaranya!
p: 5 adalah bilangan prima
q: 5 adalah bilangan ganjil
p: -2 + 3 = 1
q: 6 4 < 2
p : -3 > -7
q:3<5
Tentukan nilai kebenaran dari pernyataan berikut!
3x - 2x = x dan 3 adalah bilangan prima
2. 2 + 5 = 7 dan 7 adalah bilangan genap
3. 5 = -5 dan 3 < 6
4. 2 x 3 = 6 dan 7 x 2 > 14
2.6 DISJUNGSI
Dua pernyataan dapat digabungkan oleh perkataan atau (maksudnya dan atau)
sehingga menjadi pernyataan majemuk yang disebut disjungsi dari pernyataan semula.
Bila dua pernyataan itu ialah p dan q maka disjungsi dari p dan q ditulis p v q, dibaca p
atau q.

Definisi : Bila p atau q atau kedua-duanya merupakan pernyataan yang benar, maka
p v q merupakan pernyataan yang benar ; yang lainnya salah.
Jadi dijungsi dari dua pernyataan itu salah bila kedua komponen pernyataannya
merupakan pernyataan-pernyataan yang salah.
Contoh :
1. Adi duduk di kelas III SMU atau Adi berusia 18 tahun
2. Pak Budi berumur 50 tahun atau 51 tahun
Kedua kalimat tersebut merupakan disjungsi. Disjungsi contoh a disebut disjungsi
inklusif, (karena Adi mungkin kelas III SMU dan umurnya 18 tahun terjadi bersamasama). Pada contoh b, tak mungkin terjadi keduanya (bila umur pak Budi 50 tahun, tak
mungkin 51 tahun). Disjungsi seperti ini dinamakan disjungsi eklusif. Dalam
matematika yang banyak dipakai adalah disjungsi inklusif.
P
B
B
S
S

Tabel disjungsi eklusif:


Q
pvq
B
S
S
B
B
S
S
B

P
B
B
S
S

q
B
S
B
S

pvq
B
B
B
S

Tabel disjungsi inklusif:

Nilai dan tabel kebenaran disjungsi :


Sebuah hotel mencari karyawan yang pandai menari atau

pandai menyanyi
Misalkan:

p = pandai menari
q = pandai menyanyi
maka tabel pelamar (yang dapat mendaftar atau tidak) adalah :
P
q
pvq
Si A: pandai nari & nyanyi
B
B
B
Si B: hanya pandai nari
B
S
B
Si C: hanya nyanyi
S
B
B
Si D: tak pandai nari & nyanyi
B: diterima S: ditolak
Dari
tabel
dapat dilihat suatu disjungsi bernilai salah jika kedua
S
S
S
komponennya bernilai salah.
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
p : Surabaya adalah ibukota Jawa Timur.
q : Surabaya adalah kota pahlawan.
Dua pernyataan itu dapat dirangkai dengan menggunakan kata sambung atau menjadi :
Surabaya adalah ibukota Jawa Timur atau Surabaya adalah kota pahlawan

Dua pernyataan yang dirangkai dengan cara seperti itu disebut disjungsi. Jadi dapat
disimpulkan bahwa Disjungsi merupakan pernyataan yang dibentuk dari dua pernyataan
p dan qyang dirangkai dengan menggunakan kata hubung atau.
Disjungsi pernyataan p dan pernyataan q dapat ditulis sebagai berikut :
p v q (dibaca p atau q)
Ada dua macam jenis disjungsi, yaitu disjungsi eksklusif dan disjungsi
inklusif.Disjungsi Eksklusif adalah dijungsi yang bersifat menyisih, dapat dituliskan
sebagai p v q (dibaca : p atau q, tetapi tidak p dan q). Disjungsi Inklusif yaitu disjungsi
yang bersifat mencakup, dapat dituliskan sebagai p v q (dibaca p atau q, atau p dan q).
Nilai kebenaran disjungsi p v q dapat ditentukan melalui definisi berikut.:

p v q benar, jika salah satu diantara p dan q benar atau p dan q dua-duanya benar

p v q salah, jika p da q dua-duanya salah


Berdasarkan definisi diatas, tabel kebenaran disjungsi p v q dapat ditunjukkan seperti
pada tabel berikut ini:
Tabel nilai kebenaran Disjungsi
P

(pvq)

Contoh:
Semua bilangan prima adalah ganjil atau semua grafik fungsi kuadrat memotong
sumbu X
Jawab :

p
: Semua bilangan prima adalah ganjil

q
: Semua grafik fungsi kuadrat memotong sumbu X

(p v q) : Semua bilangan prima adalah ganjil atau semua grafik fungsi kuadrat
memotong sumbu X
2.7 IMPLIKASI
I. Pengertian Implikasi (Kondisional atau Proposisi Bersyarat)
Misalkan ada 2 pernyataan p dan q, untuk menunjukkan atau membuktikan bahwa jika
p bernilai benar akan menjadikan q bernilai benar juga, diletakkan kata JIKA sebelum
pernyataan pertama lalu diletakkan kata MAKA sebelum pernyataan kedua sehingga
didapatkan
suatu
pernyataan
majemuk
yang
disebut
dengan
IMPLIKASI /PERNYATAAN BERSYARAT / KONDISIONAL / HYPOTHETICAL de
ngan notasi "".
Proposisi p disebut anteseden (premis / hipotesa / kondisi) dan proposisi q
disebut konsekuen (konklusi / kesimpulan).Sedangkan bentuk proposisinya adalah
jika p,maka q dan ditulis dengan notasi p q.
Notasi tersebut dapat dibaca:

1.
2.
3.
4.

Jika p maka q
q jika p
p adalah syarat cukup untuk q
q adalah syarat perlu untuk p

II. Contoh Implikasi


a. p : saya lulus ujian
q : saya mendapat hadiah dari ayah
bentuk implikasi : Jika saya lulus ujian, maka saya mendapat hadiah dari ayah
b. p : suhu mencapai 80C
q : udara terasa panas
bentuk implikasi : Jika suhu mencapai 80C, maka udara akan terasa panas
c. p : Dia tidak mendaftar ulang
q : Dia dianggap mengundurkan diri
bentuk implikasi : Jika dia tidak mendaftar ulang, maka dia dianggap mengundurkan diri
d. p : kita tidak mengerjakan tugas
q : kita tidak mendapatkan nilai
bentuk implikasi : Jika kita tidak mengerjakan tugas, maka kita tidak akan mendapatkan
nilai
III. Tabel Kebenaran Implikasi
p
Q
pq
B
B
S
S

B
S
B
S

B
S
B
B

Penjelasan (dengan contoh)


Dosen: Jika nilai ujian akhir anda 80 atau lebih, maka anda akan mendapat nilai A untuk
kuliah ini.
Apakah dosen anda mengatakan kebenaran atau dia berbohong? Mari kita tinjau empat
kasus berikut ini:
Kasus 1: Nilai ujian akhir anda di atas 80 (hipotesis benar) dan anda mendapat nilai A
untuk kuliah tersebut(konklusi benar).
\ pernyataan dosen benar.
Kasus 2: Nilai ujian akhir anda di atas 80 (hipotesis benar) tetapi anda tidak mendapat
nilai A (konklusi salah).
\ dosen berbohong (pernyataannya salah).
Kasus 3: Nilai ujian akhir anda di bawah 80 (hipotesis salah) dan anda mendapat nilai A
(konklusi benar).
\ dosen tidak dapat dikatakan salah (Mungkin ia melihat kemampuan anda secara ratarata bagus sehingga ia tidak ragu memberi nilai A).

Kasus 4: Nilai ujian akhir anda di bawah 80 (hipotesis salah) dan anda tidak mendapat
nilai A (konklusi salah).
\ dosen benar.

Cara-cara mengekspresikan implikasi p q:


(a)
Jika p, maka q
(b)
Jika p, q
(c)
p mengakibatkan q (p implies q)
(d) q jika p
(e)
p hanya jika q
(f)
p syarat cukup untuk q (hipotesis menyatakan syarat cukup(sufficient
condition) )
(g)
q syarat perlu untuk p (konklusi menyatakan syarat perlu(necessary
condition)
(h)
q bilamana p (q whenever p)
Contoh : Proposisi-proposisi berikut adalah implikasi dalam berbagai bentuk:
(a)
Es yang mencair di kutub mengakibatkan permukaan air laut naik.
(b)
Orang itu mau berangkat jika ia diberi ongkos jalan.
(c)
Ahmad bisa mengambil matakuliah Teori Bahasa Formal hanya jika ia sudah lulus
matakuliah Matematika Diskrit.
(d) Syarat cukup agar pom bensin meledak adalah percikan api dari rokok.
(e)
Syarat perlu bagi Indonesia agar ikut Piala Dunia adalah dengan mengontrak
pemain asing kenamaan.
(f)
Banjir bandang terjadi bilamana hutan ditebangi.
2.7 BIIMPLIKASI
I. Pengertian Biimplikasi
Biimplikasi adalah gabungan dua pernyataan dengan bentuk kondisional (sebabakibat), dimana sebab dan akibatnya dapat dipertukarkan. Pernyataan sebabnya
mengakibatkan pernyataan akibat dan juga sebaliknya. Untuk membedakannya dengan
implikasi, operator biimplikasi dilambangkan dengan , sedangkan pengalimatannya
menggunakan bentuk . (pernyataan pertama) jika dan hanya jika . (pernyataan
kedua). Dalam keseharian biimplikasi biasanya memakai bentuk pengalimatan jika
(pernyataan pertama) maka (pernyataan kedua), demikian pula sebaliknya.
Dalam pengertian lain disebutkan bahwa, adalah pernyataan majemuk yang
menggunakan penghubung logika " jika dan hanya jika " dan diberi lambang " "
atau " ".
Biimplikasi dari pernyataan p dan q ditulis " p q " atau "p q" dibaca "p jika dan
hanya jika q " dan sering juga dibaca " p equivalen q " dimana p adalah syarat perlu dan
cukup bagi q.
II. Tabel nilai kebenaran biimplikasi
p
Q
pq
B
B
B

B
S
S

S
B
S

S
S
B

Biimplikasi dapat dikatakan berasal dari implikasi p q dan konversnya, yaitu q


p.Dibentuk konjungsi antara implikasi dan konversnya tersebut, yaitu (p q) (q
p).

Tabel kebenaran dari konjungsi (p q) (q p)


P
B
B
S
S

q
B
S
B
S

pq
B
S
B
B

qp
B
B
S
B

(p q) (q p)
B
S
S
B

Memperhatikan nilai-nilai kebenaran dari (p q) (q p) nilai-nilai kebenaran


p dan q pada tabel diatas kita dapat menyimpulkan bahwa nilai kebenaran dari (p
q) (q p) hanya B apabila nilai kebenaran dari p sama dengan nilai kebenaran q, dan
bernilai S apabila nilai-nilai kebenaran dari p dan q berbeda.
Contoh:
Tentukan nilai kebenaran dari Biimplikasi berikut:
(1) 8 + 7 = 15 jika dan hanya jika 15 2 + 8
(2) 7 membagi habis 15 jika dan hanya jika 7 suatu bilangan prima.
(3) Tutik adalah presiden RI jika dan hanya jika Semarang Ibu Kota RI
(4) 16 kelipatan 8 jika dan hanya jika 7 faktor dari 16
Penyelesaian:
B, karena 8 + 7 = 15 bernilai benar dan 15 2 + 8 juga bernilai benar.
S, karena 7 membagi habis 15 bernilai salah dan 7 suatu bilangan prima bernilai
benar.
(3) B, karena Tutik adalah presiden RI bernilai salah dan Semarang Ibu Kota RI bernilai
salah.
(4) S, karena 16 kelipatan 8 bernilai benar dan 7 faktor dari 16 bernilai salah.
(1)
(2)

II. Negasi Dari Suatu Biimplikasi


Jika biimplikasi semula dinyatakan sebagai p q maka ~ (p q) bukan
~p ~q.
Biimplikasi p q adalah singkatan dari (p q) (q p) maka
~ (p q) = ~ [(p q) (q q)]
= ~ (p q) (p q)
= (p ~q) (q ~p)

Tabel nilai kebenaran negasi biimplikasi:

P
B
B
S
S

(1)
(2)

~p
B
S
B
S

~q
S
S
B
B

S
B
S
B

pq

p ~q

B
S
S
B

S
B
S
S

q ~p ~ (p q)
S
S
B
S

S
B
B
S

(p ~q) (q
~p)
S
B
B
S

Contoh:
Tuliskan negasi dari biimplikasi berikut ini!
7 suatu bilangan prima jika dan hanya jika 7 membagi habis 42
Amin dibelikan sepeda jika dan hanya jika Amin tidak nakal

Penyelesaian:
(1) 7 suatu bilangan prima dan tidak membagi habis 42, atau 7 membagi habis 42 dan 7
bukan suatu bilangan prima.
(2) Amin dibelikan sepeda dan Amin nakal atau Amin tidak nakal dan Amin tidak dibelikan
sepeda.
2.8 KONVERS, INVERS DAN KONTRAPOSISI
Dari pernyataan yang berupa implikasi p q dapat dibuat pernyataan implikasi baru
sebagai berikut :
A. Konvers
Konvers adalah sebuah proposisi yang timbul dari mempertukarkan hal lain, seperti
dengan menempatkan predikat untuk subjek, dan subjek predikat.

Jika suatu bentuk implikasi p q diubah menjadi q p disebut konvers.


Contoh :
Tentukan konvers dari pernyataan berikut :
a) Jika kamu rajin belajar maka akan naik kelas.
b) Jika habis dibagi 2 maka bilangan itu adalah bilangan genap.
Penyelesaian :
a) Jika naik kelas maka kamu rajin belajar.
b) Jika bilangan itu adalah bilangan genap maka habis dibagi 2.
B. Invers
Invers adalah sebuah proposisi dengan arti berlawanan dari sesuatu.

Jika suatu bentuk implikasi p q diubah menjadi ~ p ~ q disebut invers.


Contoh :
Tentukan invers dari pernyataan berikut :
a) Jika turun hujan maka ayah tidak dapat berangkat kerja.
b) Jika cuaca mendung maka saya membawa payung.
Penyelesaian :
a) Jika tidak turun hujan maka ayah dapat berangkat kerja.
b) Jika cuaca tidak mendung maka saya tidak membawa payung.
C. Kontraposisi

Kontraposisi adalah sebuah proposisi yang menyangkal subyek asli dari bertentangan
predikat.

Jika suatu bentuk implikasi p q diubah menjadi ~ q ~ p disebut kontraposisi.


Contoh :
Tentukan kontraposisi dari pernyataan berikut :
a) (p q) (p q)
b) Jika Sari makan maka dia menjadi kenyang.
Penyalesaian :
a) ~( p q)~(p q)
b) Jika Sari tidak kenyang maka dia tidak makan.
Untuk melihat hubungan nilai kebenaran antara implikasi, konvers, invers dan
kontraposisi, Perhatikan tabel kebenaran di bawah ini :
P

Implikasi
pq

Konvers
qp

Invers
~p ~q

Kontraposisi
~q ~p

Dari tabel di atas ternyata :


Implikasi ekuivalen dengan kontraposisinya atau ditulis :
p q ~q ~p
Dengan kata lain jika implikasi bernilai benar maka kontraposisinya juga bernilai
benar atau jika implikasi bernilai salah maka kontraposisinya juga bernilai salah.
Konvers suatu implikasi ekuivalen dengan inversnya atau ditulis :
q p ~p ~q
Dengan kata lain jika konvers bernilai benar maka inversnya juga bernilai benar atau
jika konvers bernilai salah maka inversnya juga bernilai salah.
Contoh :
Tentukan konvers, invers, dan kotraposisi dari pernyataan berikut ini :
1. Jika harga bahan bakar minyak naik maka harga bahan pokok naik.
2. Jika x 4 maka x 16
Penyelesaian :
1. Konvers : jika harga bahan pokok naik maka harga bahan bakar minyak naik.
Invers
: jika harga bahan bakar minyak tidak naik maka harga bahan pokok tidak
naik.
Kontraposisi : jika harga bahan pokok tidak naik maka harga bahan bakar minyak tidak
naik.
2. Konvers : jika x2 16 maka x 4

Invers
: jika x 4 maka x2 16
Kontraposisi : jika x2 16 maka x 4
2.9 PENARIKAN KESIMPULAN
Suatu proses penarikan kesimpulan terdiri atas beberapa pernyataan yang diketahui
(disebut premis), Kemudian dengan memakai prinsip logika dapat diturunkan suatu
pernyataan baru yang ditarik dari premis-premis semula (disebut kesimpulan / konklusi).
Penarikan seperti itu disebut argumentasi.
a) Argumen adalah serangkaian pernyataan-pernyataan yang mempunyai ungkapanungkapan pernyataan penarikan kesimpulan
b) Argumen terdiri dari dua kelompok pernyatan, yaitu premis (pernyataan-pernyataan
sebelum kesimpulan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).
Bila konjungsi dari premis-premis berimplikasi konklusi maka argumentasi itu
dikatakan berlaku atau sah.Sebaliknya, bila konjungsi dari premis-premis tidak
berimplikasi konklusi maka argumentasi itu dikatakan tidak sah. Jadi suatu argumentasi
dikatakan sah kalau premis-premisnya benar maka konklusinya juga benar. Beberapa cara
penarikan kesimpulan, diantaranya adalah Modus Ponens, Modus Tollens, dan Silogisme.
1. Modus Ponens
Jika
benar dan p benar maka q benar.
Skema argumen dapat ditulis sebagai berikut
Premis 1
: p
q : Benar
Premis 2 : p
: Benar
Jadi

: q
Dalam

: Benar (Konklusi)
implikasi,
argumentasi

bentuk

sebagai

tersebut

dapat

dituliskan

. Argumentasi ini dikatakan sah kalau pernyataan implikasi

merupakan tautologi. Tautologi adalah sebuah pernyataanmajemuk


yang selalu benar untuk semua kemungkinan nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan
komponennya.
Tabel nilai kebenaran dari
P q
B B
B
B S
S
S B
B
S S
B

B
S
S
S

B
B
B
B

Dari table tampak bahwa


tersebut sah.
Contoh :
1. Jika Siti naik kelas maka Siti dibelikan sepeda.
Siti naik kelas.
Siti dibelikan sepeda

merupakan tautologi, jadi argumen

2. Modus Tollens
Jika
benar dan
benar maka p benar.
Skema argumen dapat ditulis sebagai berikut:
Premis 1
: p
q
: Benar
Premis 2
: ~q
: Benar
Jadi
Dalam

:~p
bentuk

: Benar (Konklusi)
implikasi,
modus

sebagai
kebenaran sebagai berikut :
Tabel nilai kebenaran
P q
~p
~q
B B
S
S
B S
S
B
S B
B
S
S S
B
B

tollens

dapat

dituliskan

, sah atau tidaknya modus tollens dapat diuji dengan tabel

B
S
B
B

S
S
S
B

B
B
B
B

Dari tabel tampak bahwa


merupakan tautologi. Jadimodus
tollens merupakan argumentasi yang sah .
Contoh :
1. Jika Andi lulus ujian maka Andi memperoleh hadiah
Andi tidak lulus ujian
3. Silogisme
Dari premis-premis
dan
dapat ditarik konklusi
. Penarikan
kesimpulan seperti ini disebut kaidah silogisma . Skema argumnya dapat dinyatakan
sebagai berikut :
Premis 1
: p
q
: Benar
Premis 2
: q
r
: Benar
Jadi

: p
Dalam

r
: Benar (Konklusi)
bentuk
implikasi,

sebagai
tabel kebenaran sebagai berikut :
Tabel nilai kebenaran
p Q r
B B B B
B B S B
B S B S
B S S S
S B B B

silogisme

dapat

sah atau tidaknya silogisme dapat diuji dengan


.

B
S
B
B
B

dituliskan

B
S
B
S
B

B
S
S
S
B

B
B
B
B
B

S B S B
S S B B
S S S B

S
B
B

B
B
B

S
B
B

Dari tabel tampak bahwa


silogisme merupakan argumentasi yang sah.
1.

B
B
B
merupakan tautologi. Jadi

Contoh:
Jika Rina sakit maka Rina menangis
Rina tidak menangis
Jawab :
Rina tidak sakit (modus tollens)
p : Rina sakit q : Rina menangis.
~q : Rina tidak menangis.
~p : Rina tidak menangis.

2. Jika Ani rajin belajar maka Ani naik kelas.


Jika Ani naik kelas maka Ani memperoleh hadiah.
Jawab:
Jika Ani rajin belajar maka Ani memperoleh hadiah ( silogisme)
p: Ani rajin belajar q: Ani naik kelas
q: Ani naik kelas r: Ani memperoleh hadiah
p: Ani rajin belajar r: Ani memperoleh hadiah
3.

Jika Bu tutik tidak mengajar maka Bu Tutik pergi kuliah


Bu Tutik tidak mengajar
Jawab :
Bu Tutik pergi kuliah (modus ponens)
p: Bu Tutik tidak mengajar q: Bu Tutik pergi kuliah
p: Bu Tutik tidak mengajar
q: Bu Tutik pergi kuliah

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Makalah ini dimulai dengan pembahasan mengenai pengertian logika, karena
pengetahuan tentang logika ini sangat sering digunakan di dalam kehidupan nyata seharihari, di dalam mata pelajaran matematika sendiri maupun mata pelajaran lainnya. Isi
makalah ini tidak hanya menekankan pada penghafalan rumus atau teorema semata-mata,
namun sudah berusaha untuk memberi kemudahan bagi para pembaca. Sebagai contoh,
tabel kebenaran untuk p q tidak langsung diberikan dengan begitu saja, namun dengan
contoh yang menurut penulis dapat memberi kemudahan bagi para pembaca untuk lebih
memahaminya. Begitu juga tentang valid atau tidak validnya suatu argumen atau suatu
penarikan kesimpulan.
3.2 SARAN
Diharapkan mahasiswa berikutnya dapat mengembangkan makalah ini supaya lebih
sederhana dan lebih mudah dimengerti. Diharapkan mahasiswa dapat memahamai mata
kuliah logika matematika dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

DAFTAR PUSTAKA
www.4shared.com/office/.../makalah_pembelajaran_logika_ma.html
m4ri4ni.files.wordpress.com/2011/12/logika-matematika1.doc
ucu-syarief.blogspot.com/.../makalah-tentang-logika-matematika.html
ebookbrowse.com/ma/makalah-logika-matematika