Anda di halaman 1dari 6

Perhitungan Besar Sampel Penelitian

Perhitungan besar sampel di tentukan berdasarrkan tujuan anaisis data


penelitian.Sehingga beda analisis data yang dilakukan, akan berbeda pula
cara menentuan besar sampel yang di perlukan untuk suatu penelitian
Kriteria menentukan besar sample :
1. Besar sampel ditentukan berdasarkan tujuan analisis data (uji
hipotesis)
2. Jika terdapat byk tujuan penelitian, maka ditentukan berdasarkan
tujuan utama
3. Beda analisis data yang akan dilakukan, maka berbeda pula cara
menentukan besar sampel
Pertimbangan untuk perhitungan besar sampel
1. Kesalahan tipe 1 (nilai )
Nilai yaitu

probabilitasmenolak hipotesis

null (Ho) yang

seharusnya pada populasi hipotesis null diterima. Nilai yang


biasanya ditetapkan oleh peneliti adalah o,o5untuk dua sisi(2 sided).
2. Kesalahan tipe 2 (nilai )
Nilai yaitu probabilitas menerima hipotesis null yang seharusnya
pada

populasi

hipotesis

null

ditolak.

Nilai

yang

biasanya

ditetapkan oleh peneliti adalah 0,20 atau 0,10. Nilai menentukan


power of the test dari suatu penelitian atau sebaliknya. Jika
penelitian menetapkan power of the test sebesar 80% maka nilai
adalah sebesar 1,00 0,80 = 0,20.
3. Pengetahuan tentang karakteristik statistic dari kelompok control
seperti proporsi atau nilai mean yang didapat dari literature,
pendapatpakar, pengalaman peneliti secara empiric atau melalui
pilot study padasekelompok responden.
4. Effect size
Effect size adalah perbedaan nilai variable dependen (outcome)
yang diharapkan antara kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol. Penentuan besarnya effect size didasarkan pada keputusan
klinik yang dianggap bermakna antara kelompok eksperimen dan

kelompok kontrol. Jika terdapat lebih dari satu outcome pada suatu
penelitian, maka besar effect size berdasarkan outcome utama.
Secara

umum

terdapat

formula

yang

dapat

digunakan

untuk

menentukan besar sampel berdasarkan tujuan penelitian :


1. Estimasi besar sampel untuk penelitian yang bertujuan mengetahui
proporsi suatu kejadian (event)
Informasi yang diperlukan peneliti sebelum menghitung besar
sampel untuk penelitian ini adalah :
a. Besar tingkat kepercayaan (confidence level)
Confidence level dapat dihitung dengan rumus : (1 ). Jika
peneliti menetapkan Confidence level sebesar 95%, maka dapat
dihtung kesa;ahan tipe 1(nilai ) = 1 0,95 = 0,05.
dalam perhitungan jumlah sampel, digunakan standar normal
deviasi untuk nilai tertentu yang didapat dari distribusi Z,
ebagai berikut :
Tingkat Kesalahan
(Error)

(2-

(1-tailed)

0.01

tailed)
2.813

atau
2.576

0.05

1.960

1.645

0.10

1.645

1.282

0.20

1.282

0.842

b. Prediksi propori (P) berdasarkan literature atau hasil pilot study.


c. Deviasi dari prediksi proporsi atau presisi absolute.
Rumus besar sampel yang digunakan pada penelitian yang
bertujuan mengestimasi proporsi suatu kejadian adalah :

Z1-/2
P

: Standar normal deviasi untuk


: Prediksi proporsi berdasarkan literatur atau pilot study

: Deviasi dari prediksi proporsi atau presisi absolute

2. Estimasi besar sampel untuk penelitian yg bertujuan mengetahui


nilai mean suatu variabel (estimating the population mean)

Z1-/2

: Standar normal deviasi untuk


: Standar deviasi () yg didapat dari literatur, penelitian

terdahulu atau pilot study.


d

: Deviasi dari mean prediksi (absolute precision)

3. Estimasi besar sampel untuk menguji hipotesis beda 2 proporsi


kelompok independen (two proportion independent)

P2
literatur
P1

: Proporsi kejadian efek pada kelompok kontrol/standar dr


: Proporsi kejadian efek pada kelompok ujicoba yang

didapat dari perbedaan proporsi yang dianggap bermakna secara


klinik.
P
: Proporsi gabungan antara kedua kelompok = (P1 + P2)
P1 P2 : perbedaan proporsi yang dianggap bermakna scr klinik
(effect size)
4. Estimasi besar sampel untuk menguji hipotesis beda 2 mean
kelompok independen (two mean independent)

: Nilai mean klp kontrol (dari literatur atau penelitian

terdahulu)
2

: Nilai mean klp ujicoba (dari pendapat/judgment) peneliti)

12 : Beda mean yang dianggap bermakna secara klinik antara


kedua klp

: Estimasi Standar deviasi dari beda mean kedua klp (dsari

literatur)
2

: Estimasi varian kedua klp yang dihitung dengan rumus :

(12 + 22 )
5. Estimasi besar sampel untuk menguji hipotesis beda 2 proporsi
kelompok berpasangan

Np
P2

: Jumlah pasangan (jumlah sampel)


: Proporsi kejadian sebelum perlakuan (pustaka/penelitian

terdahulu
P1
: Proporsi kejadian setelah perlakuan.
P1 P2 : Perbedaan proporsi yg dianggap bermakna scr klinik
(effect size)
f
: Proporsi pasangan data responden (pre test dan post
test) yang berbeda (didapat dari literatur atau pilot study)
6. Estimasi besar sampel untuk menguji hipotesis beda 2 mean
kelompok berpasangan

n
: jumlah sampel
12 : beda mean yg dianggap bermakna scr klinik antara
sebelum perlakuan (pre test) dan setelah perlakuan (post test)

: estimasi standar deviasi dari beda mean data pre test dan
post test berdasarkan literatur
7. Estimasi besar sampel pada analisis multivariat
a. Dpt dihitung dgn rule of thumb: jml sampel minimal berkisar
antara 5-50 kali lebih banyak dari jumlah variabel independen
b. Angka yang disarankan adalah 10 kali lebih banyak dari jumlah
variabel independen
8. Koreksi atau penambahan jumlah sampel berdasarkan prediksi
sampel drop out dari penelitian

DAFTAR PUSTAKA
Dharma, Kelana Kusuma. 2011. Metodologi Penelitian Keperawatan
(Pedoman Melaksanan dan Menerapkan Hasil Penelitian). Jakarta : Trans
Info Media (TIM).