Anda di halaman 1dari 2

Menurut Rahman (1992), adanya aktivitas Saccharomyces cerevisiae yang mengubah gula

menjadi alkohol dan beberapa hasil metabolit lain menyebabkan warna


substrat bertambah keruh. Semakin keruh suatu suspensi maka semakin kecil % transmitansi
(%T), yaitu rasio intensitas yang diteruskan (I) dengan intensitas cahaya mula-mula (I0)
(Fardiaz 1992).
Menurut hukum Lambert-Beer, A (absorbansi) = log(I0/It) = log(%T) =ebc, dimana I0/I =
%T sehingga jika %T semakin kecil maka absorbansi (A)atau OD semakin besar. Hal serupa
juga dikatakan oleh Pelezar & Chan (1976), bahwa semakin banyak massa sel dalam larutan,
semakin banyak pula sinar yang dihamburkan.Semakin banyak sinar yang dihamburkan maka
akan semakin besar nilai OD atau absorbansi yang diperoleh. Oleh karena itu seharusnya
semakin lama waktu fermentasi,semakin banyak jumlah produk yang terbentuk semakin
banyak jumlah alkohol dan hasil metabolit yang dihasilkan sehingga larutan semakin keruh
dan nilai OD meningkat.
Hasil yang diperoleh pada praktikum ini adalah nilai OD cenderung meningkat seiring
dengan bertambahnya waktu fermentasi dari jam ke-0 sampai jam ke-24 yaitu dari 0,026
menjadi 0,045, akan tetapi pada beberapa kelompok lain setelah lama fermentasi mencapai 48
jam dan 72 jam nilai OD justru mengalami penurunan yaitu menjadi 0,03 dan 0,026.
Sedangkan pada kelompok selanjutnya pada lama fermentasi 96 jam nilai OD meningkat
kembali menjadi 0,003. Seharusnya semakin lama waktu fermentasi semakin besar nilai
absorbansi yang diperoleh karena semakin banyak produk yang terbentuk. Data yang
diperoleh dari hasil praktikum ini kurang sesuai dengan teori tersebut karena menurut teori
Fardiaz (1992), pertumbuhan mikroorgansime terdiri dari 4 fase, yaitu fase lag atau fase
adaptasi, fase log atau fase pertumbuhan, fase stasioner atau fase statis dimana jumlah
mikroba yang tumbuh sama dengan jumlah mikroba yang mati, dan fasekematian dimana
jumlah mikroba berkurang secara drastis.
Hal
ini
menyebabkan
15 penurunan jumlah substrat dan penurunan ini menyebabkan puncak konsentrasi sel
menjadi lebih rendah dan tingkat pertumbuhan menjadi lambat (Pigeau et al 2007)

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan. P.T. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.


Rahman, A. 1992. Teknologi Fermentasi. Penerbit Arcan. Jakarta.
Pelezar, M. J. & Chan. E. C. S. 1976. Turbidimetric Measurement of Plant CellCulture
Growth. Massachussets : MIT
Pigeau, G. M.; E. Bozza; K. Kaiser & D. L. Inglis. 2007. Concentration Effect ofRiesling
Icewine Juice on Yeast Performance and Wine Acidity. Journal of AppliedMicrobiology ISSN
1364-5072.