Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL SKRIPSI

PEMBUATAN CITRIC ACID DARI TANAMAN IMPERATA


CYLINDRICAL GUNA MEMBUAT PEMBERSIH KERAK Ca+
DAN Fe3+ DI LANTAI KAMAR MANDI

NAMA : ERTA ERWAN SLAM


NIM

: F1C114061

KELAS : KIMIA A

PROGRAM STUDI KIMIA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2015

Ringkasan
Alang-alang yang mamiliki nama ilmiah imperata cylindrical merupakan gulma
yang paling banyak jumlah nya di seluruh tempat yang di akibatkan produktivitas
yang tinggi. Tanaman alang-alang dapat berkembangbiak dengan cepat, dengan cara
penyebatan benih-benih yang yang terbawa angin, atau melalui rimpangnya yang
lekas menembus tanah yang gembur.
Alang-alang memiliki kandungan glukosa, mengandung malic acid, terdapat
kandungan citric acid. Selain itu pada akar alang-alang juga terdapat kandungan
kimia coixol, arundoin, cylindrin, fermenol, simiarenol serta kandungan anemonin.
Bagian tanaman alang-alang yang sering diperginakan untuk pengobatan adalah
bagaian akar(rimpang), bagian daun serta bagian bunganya
Citric acid atau Asam sitrat merupakan asamorganiklemah yang ditemukan pada
daun dan batang Imperata cylindrical (alang-alang). Senyawa ini merupakan bahan
pengawet yang baik dan alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada
makanan dan minuman ringan. Zat itu juga dapat digunakan sebagai zat pembersih
yang ramah lingkungan
citric acid(asam sitrat) yang terkandung dalam alang-alang dapat mengikat
logam seperti Ca+ dan Fe3+menghilangkan ion-ion logam yang terakumulasi pada
bahan penukar ion tersebut sebagai kompleks sitrat,kempuan inilah yang
menyebabkan alang-alang dapat dijadikan pembersih kerak yang mengendap di lantai
khususnya adalah CaCO3 dan Fe(OH)3 yang mengendap dilantai kamar mandi.
Kata kunci: kandungan,asam sitrat(citric acid), pembersih,kerak.

DAFTAR ISI

Ringkasan.......................................................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................................ii
BAB 1 PENDAHULUAN.............................................................................................1
1.1 Latar Belakang...................................................................................................1
1.2 Permasalahan.....................................................................................................2
1.3 Rumusan masalah..............................................................................................3
1.4 Tujuan penelitian...............................................................................................3
1.5 Manfaat penelitian.............................................................................................3
1.6 Kerangka Befikir...............................................................................................3
BAB II LANDASAN TEORI........................................................................................4
2.1 Penelitian yang Relevan.....................................................................................4
2.2 Kajian Pustaka...................................................................................................5
2.2.1 Kandungan Senyawa Alang-Alang.............................................................5
2.2.2 Asam Sitrat (Citric Acid)............................................................................6
2.2.3 Pembuatan Asam Sitrat Dari Alang-Alang................................................7
2.2.4 Pembentukan Noda Di Permukaan Keramik Kamar Mandi......................8
2.2.5 Reaksi Penghilangan Noda Pada Keramik Kamar Mandi..........................9
BAB III METODOLOGI PENELITIAN....................................................................11
3.1 Desain Penelitian.............................................................................................11
3.2 Populasi Dan Sempel.......................................................................................11
3.3 Teknik Pengumpulan Data...............................................................................11
3.4 Teknik Analisis Data........................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................13

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada zaman moderen seperti sekarang semua produk pasti mengandung bahan
kimia sintetis,baik dari bahan makanan,pengobatan,bahkan bahan untuk pembersih,
semua mengandung bahan kimia. Produk yang mengandung bahan kimia sintetik
dipilih karna sangat mudah didapat dan sangat praktis penggunaannaya tampa harus
menjalani prosedur yang panjang.
Bahan pembersih, baik sebagai pembersih badan maupun pembersih lantai
mengandung bahan kimia sintetis. Hal itu tak dapat dihindari karna bahan kimia
yang memiliki efek yang terlihat langsung menyebabkan masyarakat akan memilih
menggunakan bahan kimia sintetis di banding harus menggunakan bahan alami yang
sangat sulit pembuatan nya, tetapi bahan kimia sebernarnya akan membuat kerusakan
semakin parah.
Pembersih lantai yang mengunakan bahan kimia sintetik sebenarnya akan
membuat lantai akan semakin mudah lapuk dan akhirnya pecah bahkan pada sebagian
orang akan menyebabkan iritasi dan alergi yang parah.
Masyarakat yang menyadari bahwa bahan kimia yang dibuat secara sintetik
akan sangat berbahaya bagi tubuh sehingga masyarakat lambat laun akan beralih ke
bahan alami. Alang-alang adalah salah satu bahan alami yang mulai dikenal oleh
masyarakat sebagai tanaman herbal karna sejuta kandungan yang terdapat didalam
nya.
Alang-alang (Imperata cylindrical) adalah tumbuhan liar yang dianggap gulma
atau pengganggu tanaman pertanian, sehingga tanaman ini merupakan musuh petani
yang harus dimusnahkan.

2
Tanaman alang-alang dapat berkembangbiak dengan cepat, dengan benihbenihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas
menembus tanah yang gembur.
Berlawanan dengan anggapan umum, alang-alang tidak suka tumbuh di tanah
yang miskin, gersang atau berbatu-batu. Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang
cukup subur, banyak disinari matahari sampai agak teduh, dengan kondisi lembap
atau kering. Di tanah-tanah yang becek , terendam, atau yang senantiasa ternaungi,
alang-alang pun tak mau tumbuh. (Wikipedia, 2014)
Tanaman alang-alang yang dianggap gulma sekarang telah berubah menjadi
tanaman yang bermanfaat bagi manusia salah satunya sebagai pembesih, karna
tanaman ini memiliki senyawa yang dapat membersihkan.
Maka dari hal-hal diatas penulis ingi menulis sebuah karya ilmiah yang
bertemakan bahan alami sebagai pembersih dengan judulPEMBUATAN CITRIC
ACID DARI TANAMAN

IMPERATA CYLINDRICAL GUNA MEMBUAT

PEMBERSIH KERAK Ca+ DAN Fe3+ DILANTAI KAMAR MANDI


1.2 Permasalahan
Tumbuhan alang-alangmemiliki jumlah yang sangat banyak, memiliki
produktifitas yang tiggi dan ditambah tanaman ini akan mempengaruhi pertumbuhan
tanaman lain yang berada di sekitarnya, membuat tanaman alang-alang dijadikan
musuh bagi petani yang ingin memusnahakan alang-alang dengan cara di semprot
dengan racun.
Setelah mati tanaman alang-alang yang mengering dibakar, hal ini akan
menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat parah baik kerusakan udara ataupun
kerusakan kandungan hara yang terdapat didalam tanah. Sehingga penulis ingin
memanfaatkan tanaman ini sebagai pembersih lantai mengingat bahwa pembersih
lanatai yang terbuat dari bahan kimia sintetik akan menyebabkan banyak sekali
kerugian.

3
1.3 Rumusan masalah
1. Senyawa

apa

yang

terdapat

didalam

alang-alang

sehingga

dapat

dimanfaatkan sebagai pembersih lantai?


2. Bagai mana mengoalah ialalng menjadi produk pembersih lantai?
1.4 Tujuan penelitian
1. Dapat memanfaatkan alang-alang yang memiliki jumlah yang melimpah.
2. Mengurangi kerusakan tanah akibat pemusnahan alang-alang yang
menggunakan peptisida.
3. Dapat membuat bahan pembersih lantai dengan bahan alami yang aman bagi
manusia.
1.5 Manfaat penelitian
Penelitian ini dilakukan guna memanfaatkan gulma alang-alang yang
memiliki jumlah yang sangat banyak dalam pembuatan produk pembersih lantai
yang aman.
1.6 Kerangka Befikir
Bahayanya bahan kimia
sintetik yang ada dalam
pembersih lantai

Ilalang yang memiliki


jumlah yang melimpah

Pembuatan pembersih
lantai dari ekstrak
alang-alang

Adanya senyawa yang terdapat


dalam ilalang untuk
membersihkan lantai

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Penelitian yang Relevan

4
Naomi Madona T dan Rizki Nur Dias A,Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik
Universitas Diponegoro, Semarangmelakukan percobaaan FERMENTASI AMPAS
UBI JALAR MENJADI ASAM SITRAT MENGGUNAKAN METODESURFACE
CULTURE yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan sekam terhadap
berat asam sitrat yang diperoleh dan menentukan nutrien yang berpengaruh terhadap
berat asam sitrat yang diperoleh seperti pada nitrogen, phospat, magnesium, bekatu.

Variabel penambahan sekam dalam pembuatan asam sitrat dengan fermentasi


menggunakan Aspergillusniger menunjukkan bahwa semakin banyak sekam yang
ditambahkan maka asam sitrat yang dihasilkan semakin banyak dikarena dengan
penambahan sekam maka penambahan oksigen untukpertumbuhan Aspergillus niger
semakin banyak.
Penambahan nutrient nitrogen dari senyawa ammonium nitrat yang semakin
banyak menghasilkan asam sitrat yang paling baik. Hal ini dikarenakannitrogen
merupakan salah satu akromolekul yang dibutuhkan untuk pertumbuhan Aspergillus
niger.Sedangkan penambahan nutrien phospat pada senyawa kalium phospat justru
menghasilkan asam sitrat yang kurang optimal. Hal ini mungkin dikarenakan
penambahan phospat menyebabkan terbentukknyaasam-asam lain.
Pada penelitian ini menekankan pada pembuatan asam sitrat yang baik
walaupun pembuatan asam sitrat yang dilakukan dalam percobaan ini menggunakan
bahan ampas ubi jalar tetapi peraktikan menggunakan percobaan ini guna membuat
asam sitrat dari alang-alang.
Asam sitrat yang dihasilkan akan di gunakan untuk pembersih lantai. Asam
sitrat digunakan untuk pembersih zat kapur yang mengendap dilantai dikarnakan
asam yang direaksikan dengan zat kapur akan menghasilkan senyawa air dan CO 2
yang akan menguap dan melepas kerak, sedangkan pada pengendapan kotoran besi

5
akan digunakan perinsip reaksi netralisasi yaitu asam ditambah basa menghasilkan
garam dan uapair dimana garam yang terbentuk akan lepas dari keramik.
2.2 Kajian Pustaka
2.2.1 Kandungan Senyawa Alang-Alang
Alang-alang adalah gulma yang sangat sulit dikendalikan oleh petani
dikarnakan produktifitas alang-alang yang sangat tinggi,sehingga banyak petani yng
menggunakan bahan beracun seperti pestisida yang akan membunuh alangalang,tetapi hal itu juga membuat kerusakan struktur tanah

dan mengganggu

kandungan hara yang terdapat didalam nya, padahal alang-alang memiliki fungsi
yang sangat banyak salah satunya pemanfatan alang-alang sebagai pembersih lantai.
Tanaman rumput ini memiliki kandungan glukosa, mengandung malic acid,
terdapat kandungan citric acid. Selain itu pada akar alang-alang juga terdapat
kandungan kimia coixol, arundoin, cylindrin, fermenol, simiarenol serta kandungan
anemonin. Bagian tanaman alang-alang yang sering diperginakan untuk pengobatan
adalah bagaian akar(rimpang), bagian daun serta bagian bunganya.( JJadmin .2013)
Kandungan senyawa alang-alang sangat banyak salah satunya adalah citric acid
atau yang dikenal sebagai asam asetat yang biasan dimanfaatkan sebagai penyegardan
pemberi rasa asam pada minuman ataupun makanan. citric acid memiliki rumus
senyawa C6H8O7, dan memiliki rumus molekul sebagai berikut:

Gambar rumus molekul C6H8O7


Citric acid atau Asam sitrat merupakan asamorganiklemah yang ditemukan
pada daun dan batang Imperata cylindrical (alang-alang). Senyawa ini merupakan
bahan pengawet yang baik dan alami, selain digunakan sebagai penambah rasa

6
masam pada makanan dan minuman ringan. Zat itu juga dapat digunakan sebagai zat
pembersih yang ramah lingkungan (wikepedia,2014)
2.2.2 Asam Sitrat (Citric Acid)
Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik dan alami, selain
digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan. Dalam
biokimia, asam sitrat dikenal sebagai senyawa antara dalam siklus asam sitrat yang
terjadi di dalam mitokondria, yang penting dalam metabolismemakhluk hidup. Zat ini
juga dapat digunakan sebagai zat pembersih yang ramah lingkungan dan sebagai
antioksidan.
Rumus kimia asam sitrat adalah C6H8O7 (strukturnya ditunjukkan pada tabel
informasi di sebelah kanan). Struktur asam ini tercermin pada nama IUPAC-nya,
asam 2-hidroksi-1,2,3-propanatrikarboksilat. Sifat-sifat fisis asam sitrat dirangkum
pada tabel di sebelah kanan. Keasaman asam sitrat didapatkan dari tiga gugus
karboksil COOH yang dapat melepas proton dalam larutan. Jika hal ini terjadi, ion
yang dihasilkan adalah ion sitrat.
Sitrat sangat baik digunakan dalam larutan penyangga untuk mengendalikan pH
larutan. Ion sitrat dapat bereaksi dengan banyak ion logam membentuk garam sitrat.
Selain itu, sitrat dapat mengikat ion-ion logam dengan pengkelatan, sehingga
digunakan sebagai pengawet dan penghilang kesadahan air (lihat keterangan tentang
kegunaan di bawah).
Pada temperatur kamar, asam sitrat berbentuk serbuk kristal berwarna putih.
Serbuk kristal tersebut dapat berupa bentuk anhydrous (bebas air), atau bentuk
monohidrat yang mengandung satu molekul air untuk setiap molekul asam sitrat.
Bentuk anhydrous asam sitrat mengkristal dalam air panas, sedangkan bentuk
monohidrat didapatkan dari kristalisasi asam sitrat dalam air dingin.
Bentuk monohidrat tersebut dapat diubah menjadi bentuk anhydrous dengan
pemanasan di atas 74 C.Secara kimia, asam sitrat bersifat seperti asam karboksilat

7
lainnya. Jika dipanaskan di atas 175 C, asam sitrat terurai dengan melepaskan
karbon dioksida dan air.
Kemampuan asam sitrat untuk meng-kelat logam menjadikannya berguna
sebagai bahan sabun dan deterjen. Dengan meng-kelat logam pada air sadah, asam
sitrat memungkinkan sabun dan deterjen membentuk busa dan berfungsi dengan baik
tanpa penambahan zat penghilang kesadahan.
Demikian pula, asam sitrat digunakan untuk memulihkan bahan penukar ion
yang digunakan pada alat penghilang kesadahan dengan menghilangkan ion-ion
logam yang terakumulasi pada bahan penukar ion tersebut sebagai kompleks sitrat.
Asam sitrat dikategorikan aman digunakan pada makanan oleh semua badan
pengawasan makanan nasional dan internasional utama. Senyawa ini secara alami
terdapat pada semua jenis makhluk hidup, dan kelebihan asam sitrat dengan mudah
dimetabolisme dan dihilangkan dari tubuh.Pengenaan alat protektif (seperti sarung
tangan atau kaca mata pelindung) perlu dilakukan saat menangani bahan-bahan
tersebut (wikipeia,2014)
2.2.3 Pembuatan Asam Sitrat Dari Alang-Alang
Pemisahan asam sitrat dari alang-alang dengan cara mengeringkan alang-alang
lalu di perkecil alang-alang dengan cara dicincang tipis, dan belender. Alang-alang
yang telah halus diberikan bakteri Aspergillus niger agar membentuk asam sitrat.
Setelah kapang disaring dari larutan yang dihasilkan, asam sitrat diisolasi dengan cara
mengendapkannya dengan kalsium hidroksida membentuk garam kalsium sitrat.
Asam sitrat di-regenerasi-kan dari kalsium sitrat dengan penambahan asam sulfat.
Cara lain pengisolasian asam sitrat dari hasil fermentasi adalah dengan ekstraksi
menggunakan larutan hidrokarbon senyawa basaorganiktrilaurilamina yang diikuti
dengan re-ekstraksi dari larutan organik tersebut dengan air.

8
2.2.4 Pembentukan Noda Di Permukaan Keramik Kamar Mandi
Keramik lebih resisten terhadap korosi dibanding plastik dan logam. Keramik
biasanya tidak bereaksi dengan sebagian besar cairan, gas, aklali dan asam. Sifat
kermik yang jarang sekali bereaksi dengan asam membuat keramik bisa dibersihkan
dengan citric acid tampa harus merusak permukaan keramik.
Kerak kapurbiasanya berwarna putih, jika dalam keadaan basah kerak tersebut
akan hilang dan apabila kering maka noda / bercak putih akan timbul lagi.
Biasanya untuk kasus kerak pkapur, seringkali masyarakat cendetung untuk
mengampelas / mengikis lapisan kapur tersebut dengan menggunakan ampelas halus.
Namun tindakan tersebut sangat beresiko terutama apabila dilakukan oleh orang
yang tidak profesional dalam bidang cleaning. Bukannya kerak kapur yang terangkat,
malah justru media akan menjadi rusak seperti contohnya keramik.Apabila di
ampelas maka lapisan varnish / glazuurnya akan lepas dan mengakibatkan keramik
akan tampak kusam.
Noda atau kerak kapur yang ada pada keramik disebabkan adanyapembentukan
zat kapur yang mengandung senyawa Kalsium Karbonat (CaCO 3) dan Magnesium
Karbonat (MgCO3), dalam penjelasan ilmu kimia dasar bahwa kalsium karbonat dan
magnesium karbonat tidak larut dalam air tapi akan membentuk endapan dan dengan
seiring waktu akan mengeras.
Penjelasan secara ilmu kimia bahwa pembentukan kerak itu diakibatkan oleh
adanya air sadah (air kapur) yang mengandung senyawa Ca(OH)2 , Mg(OH)2 dan gas
CO2 yang larut dalam air. Dalam penjelasan ilmu kimia bahwa senyawa-sentawa
karbonat tadi bereaksi dengan gas CO2 ,senyawa Ca(OH)2 maupun Mg(OH)2 bereaksi
dengan CO2 dalam suhu tinggi dan akan terbentuklah kerak Kalsium Karbonat
(CaCO3) dan Magnesium Karbonat (MgCO3). Dengan reaksi sebagai berikut:
Ca(OH)2(s) + CO2(g)

panas

CaCO3(s) + 2H+(g)

9
Mg(OH)2(s) + CO2(g)

panas

MgCO3(s) + 2H+(g)
(Ikhsan pluts , 2013)

Kerak air merupakan musuh yang sangat berbahaya dan menjijikkan bagi para
pencinta kamar mandi yang bersih. Kerak air biasanya berwarna kuning - coklat
kehitaman seperti warna karat pada besi.
Penampakan kerak air kebalikan dari kerak kapur, jika kerak kapur pada
keadaan basah akan tidak tampak, dan ketika kering akan tampak, maka kerak air
ketika basah akan sangat tampak karena warnanya cenderung menjadi tua.Kerak air
ini sendiri merupakan endapan zat / unsur Fe / zat besi yang berlebihan dan
mengendap pada media selama beberapa waktu,sehingga berbentuk kerak.
Pada pH sekitar 7,5 - 7,7 ion fe 2+ mengalami oksidasi dan berikatan dengan
hidroksida membentuk Fe(OH)3 yang bersifat tidak larut dan mengendap (presipitasi)
di dasar perairan, membentuk warna kemerahan pada substrat dasar. Oleh karena
itu,besi hanya ditemukan pada perairan yang berada dalam kondisi anaerob (anoksik)
dan suasana asam (Cole, 1988).
2.2.5 Reaksi Penghilangan Noda Pada Keramik Kamar Mandi
Kerak kapur yang terbentuk pada dinding kamar mandi atau keramik yang
disebkan adanya pengendapan Kalsium Karbonat (CaCO3) dan Magnesium Karbonat
(MgCO3) ini dapat diatasi dengan pemberian citritc acid yang terkandung didalam
alang-alang dimana akan terbentuk reaksi sebagai berikut
2C6H8O7 + 3CaCO3

Ca3(C6H5O7)2 + 3CO2 +3H2O

C6H8O7 + MgCO3

C6H6O7Mg + 3CO2 +3H2O

Dari reaksi diatas terlihat bahwa reaksi akan menghasilkan gas CO 2, uap air dan
pada reaksi CaCO3 akan menghasilakan Ca3(C6H5O7)2sedangkan pada reaksi MgCO3
akan menghasilkan C6H6O7Mg. Setelah terjadi reaksi kerak yang terbentuk akan

10
lepas dari keramik. Sedangkan pada penghilangan kerak yang di akibatkan oleh kerak
air secara teoritis penghilangan yang dilakukan menggunakan asam sitrat(citrid acit)
menggunakan reaksi netralisasi dengan reaksi sebagai berikut:
C6H8O7 + Fe(OH)3

C5H5O7Fe + 3H2O

Dari reaksi diatas maka dapat di ketahui citric acid yang direaksikan oleh
endapan Fe+ yang berbentuk senyawa Fe(OH)3akan membentuk garam dan air, garam
yang terbentuk adalah C6H5O7Fe yang akan larut dan terbawa oleh air ketika di siram
oleh air.

11

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian


Penelitian yang dilakukan adalah penelitian Riset Experimental, dimana akan
dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen yang

dimulai dengan

pengumpulan bahan yaitu tumbuhan alang-alang yang tumbuh disekitar fakultas sains
dan teknologi, universitas Jambi.
Setelah pengumpulan bahan penelitian dilanjutkan dengan pembuatan asam
sitrat yang terkandung didalam alang-alang menggunakan bakteri aspergilus
niger.penelitian dilanjutkan dengan pemberian asam sitrat yang dihasilkan dan di atas
keramik di sebelah kanan dan sebelah kiri sebagai kontrol, dan setelah pemberian
perlakuan dilakukan pengamatan dan di catat hasil.
3.2 Populasi Dan Sempel
Populasi yang diguanakan adalah seluruh keramik yang terdapat dalam kamar
mandi dimana sempel yang diguanakan adalah keramik yang paling sering terkena
air yang terdapat dibagian bawah
3.3 Teknik Pengumpulan Data
a. Studi Lapangan
Metode penelitan lapangan ini dilakukan dengan dua tahap yaitu

peroses

pembuatan citrid acid yang dilakukan di laboratorium biokimia, fakultas sains dan
teknologi, universitas Jmbi dan kedua adalah melakukan eksperimen atau percobaan
dimana penelitian ini guna membuktikan bahwa citrid acid dapat membersihkan
kotoran di lantai yang dalam hal ini adalah noda Ca + dan Fe+ yang dilakukan dirumah
penulis, Jl.Puri Masurai 1, Mandalo, Jambi.

12
b. Studi Pustaka
Metode studi pustaka dilakukan dengan pengambilan sumber-sumber laporan
dari

buku yang ada diperpustakaan kampus yang sekiranya menunjang penulisan

penelitian ini serta blok yang ada pada internet.


3.4 Teknik Analisis Data
Teknik analisi data yang dilakukan pada percobaan ini adalah kuantitatif yaitu
teknik analisis yang dilakukan dengan cara pengamatan,setelah pemberian
perlakuan,dimana perlakuan yang diberikan adalah memberi cairan citric acid yang
telah dipisahkan dari ekstrak alang-alang pada bagian kanan keramik dan bagian kiri
sebagai control,setelah itu dilakukan pengamatan dan dicatat hasil yang didapat.

13

DAFTAR PUSTAKA
Araini, Nana, Didi Afwandi, Sari Juliana.2005. Pelatihan Pemanfaatan Akar Alang
- Alang Menjadi Produk Olahan Sirup Dan Bahan Campuran Pembuatan
Kertas Daur Ulang Di Desa Bandar Khalifah. Medan:Universitas Medan
Jjadmin. 2013. Kandungan Kimia dan Manfaat Akar Alang-alang (ilalang) Bagi
Kesehatan.http://www.jepitjemuran.com/kandungan-kimia-dan-manfaat-akaralang-alang-bagi-kesehatan/. Diunduh 23 Desember 2014
Kasmudjo.

1982.

Kadar

Ekstraktif,Selulosa

dan

LigninBeberapa

Jenis

TanamanCepat Tumbuh.Duta Rimba.Vol VIII No. 51


Mulyani, A., 2005. Teknologi Menyulap Lahan Alang-AlangMenjadi Lahan
Pertanian.Tabloid Sinar Tani,Yogyakarta.
Wikipedia. Asam sitrat. http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_sitrat. Diunduh 23
Desember 2014.