Anda di halaman 1dari 5

ACARA I.

Pengambilan Contoh Tanah Terusik dan Tak Terusik

I.

TUJUAN
Agar mahasiswa mengetahui apa itu tanah terusik dan tak terusik dan
bagaimana taknik atau metedo cara pengambilan sampelnya.

II.

METODOLOGI
Mencatat apa yang dijelaskan pembimbing mengenai alat yang

diperagakan dan mencari penjelasan lebih lanjut di pustaka mengenai ketelitian


serta kegunaan lain.
III.
ALAT DAN BAHAN
A. Alat
: 1.Plastik
2.Sekop
3.Plastik
4.Ring sampel
5.Ayakan
B. Bahan
IV.

: 1.Sampel Tanah

CARA KERJA
A. Sampel Tanah Terusik
1. Ambil sampel tanah dengan kedalaman 20 centimeter
2. Setelah ayak sampel dengan lubang ayakan berdiameter 2 milimemer
3. Usahakan sampel tanah merupakan sampel tanah kering
4. Lalu dianginkan sampai seminggu tanpa terkena matahari.
5. Hasil dari ayakan adalah sampel tanah terusik,kemudian analisa sifat
kimia.
B. Sampel Tanah Tak Terusik
1. Ambil sampel tanah dengan ring sampel tapi usahakan dulu area
tanah bersih dari substrat batu dan lain-lain.
2. Mampatkan tanah tadi sesuai bentuk ring sampel
3. Ratakan jika tak sesuai

4. Sesudah dipastikan rata, tanah mampat sempurna tidak pecah dari


bentuk ring sampel, masukan tanah dalam ring sampel ke dalam
plastic lau tutp rapat
5. Saat Proses oven taruh di gelasi arloji dengan suhu 105O,
Hasil kedua sampel tanah tadi akan analisa sifat fisika lalu juga
digunakan dalam pratikum ilmu tanah selanjutnya.

V.
PEMBAHASAN
A. Dasar Teori
Contoh tanah adalah suatu volum massa tanah yang diambil dari suatu
bagian tubuh tanah (horizon/lapisan/solum) dengan cara-cara tertentu disesuaikan
dengan sifat-sifat yang akan diteliti secara lebih detail di laboratorium. Pengambilan
contoh tanah dapat dilakukan dengan 2 teknik dasar yaitu pengambilan contoh
tanah secara utuh/tak terusik dan pengambilan contoh tanah tak utuh atau terusik
(Agus et al ,2008).
Dispersi adalah penganalisisan sifat-sifat fisika tanah dengan cara
melepaskan butir-butir primer tanah satu sama lain. Hal ini biasa dilakukan dengan
cara mengocok tanah ke dalam larutan kalgon atau bahan pendispersi lain.
(Hardjowigeno, Sarwono. 1992)
Fraksinasi adalah penganalisisan sifat-sifat fisika tanah dengan cara
memisahkan butir-butir primer tanah tersebut. Untuk mencari dan atau mengetahui
sifat fisik tanah, kita dapat menggunakan pengambilan contoh tanah dengan tiga
cara, yaitu : tidak terusik,terusik,agregat tidak terusik(Hardjowigeno, Sarwono.
1992)
Untuk mencari dan atau mengetahui sifat fisik tanah, kita dapat
menggunakan pengambilan contoh tanah dengan tiga cara, yaitu :
Contoh tanah tidak terusik berarti tanah tersebut belum pernah digunakan
kegiatan budidaya tanaman atau kegiatan lainnya seperti pertambangan atau yang
lainnya. Tanah tanah yang berada disekitar jalan atau disekitar parit/selokan juga
tidak termasuk atau masih belum pernah disentuh atau digunakan manusia untuk
berbagai macam kegiatan. Contoh tanah tidak terusik diperlukan untuk

menganalisis penetapan berat isi atau berat volume, agihan ukuran pori, dan untuk
permeabilitas.
Contoh tanah terusik berarti tanah tersebut telah pernah digunakan untuk
kegiatan budidaya tanaman atau kegiatan lainnya. Tanah-tanah disekitar jalan atau
disekitar parit termasuk contoh tanah yang terusik. Contoh tanah terusik
diperlukan untuk penetapan kadar lengas, tekstur, tetapan atterberg, kenaikan
kapiler, sudut singgung, kadar lengas kritik, indeks patahan, konduktivitas hidroulik
tak jenuh, luas permukaan, erodibilitas tanah menggunakan hujan tiruan.
Pada praktikum pengambilan contoh tanah dilakukan dengan dua metode
yaitu pengambilan contoh tanah terusik dengan menggunakan sekop dan
pengambilan contoh tanah tidak terusik menggunakan tabung berbentuk silinder
(ring).
Pada percobaan tanah terusik pada kedalaman 0-20 warna tanah yang
biasanya akan diperoleh berwarna cokelat terang dengan kadar air sedikit sehingga
agak basah dan struktur tanahnya sollum. Dimana semakin kedalam , tanah akan
semakin berwarna gelap . warna tanah yang gelap menunjukkan bahwa tanah
tersebut subur karena kandungan bahan organiknya yang semakin banyak atau
karena dalam lapisan ini sudah banyak seresah yang terdekomposisi sempurna
(humus).
Sedangkan pada percobaan tanah tidak terusik dilakukan di sekitar
rerumputan. Sebelum mengambil contoh tanah, terlebih dahulu menghitung nisbah
ring. Nisbah yang didapat dari semua ring kurang dari 0,1, nisbah luas tabung atau
ring sebaiknya lebih kecil dari 0,1 untuk menghindari adanya tekanan dari samping
oleh tabung yang akan menyebabkan tanah terusik sehingga data yang dihasilkan
kurang valid. Faktor yang menyebabkan nisbah luas melebihi 0,1 atau tidak sesuai
mungkin disebabkan karena kurangnya ketelitian pada saat penghitungan maupun
pada saaat menimbang dan ketidakakuratan pengukuran diameter ring.
Dalam metode pengambilan tanah menggunakan sekop atau ring
mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Keuntungan mengambil
contoh tanah mengunakan sekop yaitu dapat mengetahui struktur, tekstur bahkan
warna tanah sampai pada kedalaman tertentu atau yang diinginkan, namun
kekurangan dari metode ini yaitu diperlukannya tenaga yang besar ketika
mengambil sampel tanah.

Sedangkan menggunakan tabung silinder atau ring keuntungan


penggunaan metode ini yaitu lebih efisien dan mudah karena mudah dilakukan oleh
siapapun tanpa memerlukan tenaga yang besar. Kekurangan metode ini yaitu tanah
yang diambil tidak sampai pada kedalaman yang lebih jauh, namun hanya sebatas
ring sampel saja atau permukaan, kekurang lain yaitu dibutuhkan ketelitian dalam
pengambilan tanah, menjaga agar tanah tidak tumpah atau tercampur substrat lain
saat pengambilan sampel.
VI. KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan hal-hali yakni
sebagai berikut:
Contoh tanah tidak terusik berarti tanah tersebut belum pernah digunakan
kegiatan budidaya tanaman atau kegiatan lainnya seperti pertambangan atau yang
lainnya. Contoh tanah terusik berarti tanah tersebut telah pernah digunakan untuk
kegiatan budidaya tanaman atau kegiatan lainnya.
Dalam metode pengambilan tanah terusik kita mengunakan sekop untuk
mengambil tanah kedalaman 20 cm dimana itu merupakan lapisan tanah
solum.Lalu dalam metode ring sampel untuk tanah tak terusik kita mengunakan
ring tabung dengan kenisbahan kurang 0,1
Manfaat dilakukannya melakukan pengambilan contoh tanah yaitu dapat
mengetahui serta membedakan tekstur dan struktur tanah yang baik atau tidak
dengan ketahanan tanah terhadap erosi dan tanah yang memiliki system drainase
dan aerasi yang baik atau buruk untuk pertumbuhan tanaman.

DAFTAR PUSTAKA
Hardjowigeno, H. Sarwono., 2002. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo,
Jakarta

Agus, Cahyono, Dewi Wulan Sari, Daryono Prehaten.2008.Petunjuk


Praktikum Ilmu Tanah.Laboratorium Tanah Hutan.Jurusan Budidaya
Hutan.Fakultas Kehutanan UGM.Yogyakarta.