Anda di halaman 1dari 11

TUGAS SOFTSKILL

DEMOKRASI PANCASILA

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI MANAGEMENT
2014/2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyanyang karena atas segala
karunia dan nikmat yang diberikan, penulis dapat menyusun tulisan ekonomi koperasi ini sampai
selesai.
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mempelajari dan menambah pengalaman tentang
ekonomi koperasi yang berkembang di masa saat ini dan sampai ada kaitannya dengan
perkembangan ekonomi indonesia sekarang ini.
Penulis menyadari sepenuhnya,bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan dan
masih jauh ari sempurna,segala hal yang penulis tuangkan ini adalah hasil terbaik dari pemikiran
penulis kepada pembaca.
Dalam menyelesaikan karya tulis ini,penulis tidak lupa menyampaikan terima kasih
kepada beberapa pihak berikut ini :
1. Allah S.W.T yang telah memberikan sehat,akal dan pikiran sehingga dapat menyelesaikan
karya tulis ini.
2. Bapak Nurhadi,selaku dosen pembimbing Ekonomi Koperasi.
3. Orang tua yang telah memberikan suport untuk segera menyelesaikan karya tulis ini.

BekasI 15, April 2015

Yusi Yusnia

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................................................ii
BAB I...............................................................................................................................................1
PENDAHULUAN...........................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................................................1
1.4 Metode Penulisan...................................................................................................................1
BAB II.............................................................................................................................................2
PEMBAHASAN..............................................................................................................................2
2.1 Pengertian Demokrasi............................................................................................................2
2.2 Prinsip-Prinsip Demokrasi.....................................................................................................2
2.3 Bentuk Bentuk Demokrasi Modern...................................................................................3
2.4 Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia.....................................................................................4
BAB III............................................................................................................................................6
PENUTUP.......................................................................................................................................6
3.1 KESIMPULAN......................................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................................7

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Demokrasi yang diterjemahkan sebagai bentuk pemerintah dari,oleh dan untuk rakyat
sering kali di anggap sebagai bentuk pemerintahan yang paling ideal .Oleh sebab itu,banyak
negara yang mengaku sebagai negara demokratis.Namun pada kenyataannya tidak sedikit negaranegara tersebut yang melaksanakan kekuasaan atatu pemerintahan yang menyimpang dari nilainilai demokrasi.
Semua negara mengakui bahwa demokrasi sebagai alat ukur dari keabsahan politik.
Kehendak rakyat adalah dasar utama kewenangan pemerintahan menjadi basis tegaknya sistem
politik demokrasi. Demokrasi meletakkan rakyat pada posisi penting, hal ini karena masih
memegang teguh rakyat selaku pemegang kedaulatan. Negara yang tidak memegang demokrasi
disebut negara otoriter. Negara otoriter pun masih mengaku dirinya sebagai negara demokrasi. Ini
menunjukkan bahwa demokrasi itu penting dalam kehidupan bernegara dan pemerintahan. Sejak
merdeka, perjalanan kehidupan demokrasi di Indonesia telah mengalami pasang surut. Dari
Demokrasi Parlementer/Liberal (19501959), Demokrasi Terpimpin (19591966) dan Demokrasi
Pancasila (19671998). Tiga model demokrasi ini telah memberi kekayaan pengalaman bangsa
Indonesia dalam menerapkan kehidupan demokrasi. Setelah reformasi demokrasi yang diterapkan
di Indonesia semakin diakui oleh dunia luar. Reformasi telah melahirkan empat orang presiden.
Mulai dari BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati hingga Susilo Bambang Yudhoyono.

1.2 Rumusan Masalah


1.
2.
3.
4.

Apa yang dimaksud dengan demokrasi?


Apa saja prinsip-prinsip demokrasi?
Apa saja bentuk-bentuk demokrasi?
Bagaiamana pelaksanaan demokrasi di Indonesia?

1.3 Tujuan Penulisan


1.
2.
3.
4.

Pembaca dapat memahami apa itu demokasi.


Pembaca dapat mengerti prinsip-prinsip demokrasi.
Pembaca dapat mengerti Bentuk demokrasi modern
Pembaca dapat mengerti seperti apa pelaksaan demokrasi di inodnesia.

1.4 Metode Penulisan


Penulis melakukan analisa dengan beberapa artikel di media internet dan buku yang
kami pilih sebagai bahan utnuk makalah kami kemudian di tuangkan dalam tulisan ini.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Demokrasi
Demokrasi adalah berasal dari bahasa yunani yang terdiri atas dua kata yakni demos dan
kratos yang berarti pemerintahan rakyat.Jadi kekuasaan rakyat atau pemerintah dari
rakyat.Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat dan selalu
mengikutsertakan rakyat dalam pemerintahan negara.Oleh karena itu dilakukan secara
perwakilan,maka sistem demokrasi seperti itu sering disebut demokrasi tidak langsung atau
demokrasi perwakilan.
Demokrasi adalah memperbincangkan tentang kekuasaan, atau lebih tepatnya
pengelolaan kekuasaan secara beradab. Itu merupakan sistem manajemen kekuasaan yang
dilandasi oleh nilai-nilai dan etika serta peradaban yang menghargai martabat manusia. Pelaku
utama demokrasi adalah kita semua, setiap orang yang selama ini selalu diatas namakan namun
tak pernah ikut menentukan. Menjaga proses demokratisasi adalah memahami secara benar hakhak yang kita miliki, menjaga hak-hak itu agar siapapun menghormatinya, melawan siapapun
yang berusaha melanggar hak-hak itu.
Demokrasi pada dasarnya adalah aturan orang (people rule), dan di dalam sistem politik
yang demokratis warga mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur
pemerintahan di dunia publik. Di Indonesia, pergerakan nasional juga mencita-citakan
pembentukan negara demokrasi yang berwatak anti-feodalisme dan anti-imperialisme, dengan
tujuan membentuk masyarakat sosialis. Maka dari itu dalam makalah
ini penulis akan memaparkan tentang perkembangan dan penerapan demokrasi di Indonesia.

2.2 Prinsip-Prinsip Demokrasi

a. pemerintahan berdasarkan konstitusi


Pemerintahan berdasarkan konstitusi memiliki arti bahwa dalam melaksanakan
pemerintahannya,kekuasaan pemerintah harus dibatasi oleh konstitusi atau UUD
sehingga kekuasaaan peemrintah tidak tak terbatas.Pembatasan ini penting agar
pemerintah tidak menyalahgunakan kekuasaan dengan bertindak sewenang-wenang
terhadap rakyatnya.
b. Pemilihan umum yang bebas,jujur dan adil
Sebaik apapun suatu pemerintahan dirancang, ia tidak akan di anggap demokratis bila
pejabat pejabatnya tidak dipilih rakyat secara bebas,jujur dan adil dalam suatu
pemilihan umum.Dikatakan demikian karena hanya pejabat-pejabat hasil pemilihan
umum yang bebas dari tekanan , jujur dan adil yang akan menjamin sistem demokrasi
berjalan baik.
2

c. Hak asasi manusia di jamin


Dalam kehidupan bernegara hak asasi manusia merupakan wujud pemerintahan yang
demokratis.
d. Persamaan kedudukan di depan hukum
Kesamaan perlakuan merupakan suatu tindakan diskriminasi dan tidak adil.Siapapun
warga negara yang melanggar hukum harus mendapat sanksi hukum sesuai hukum yang
berlaku.
e. Peradilan yang bebas dan tidak memihak
peradilan seperti ini akan mewujudkan keadilan yang seadil-adilnya bagi seluruh
rakyat.Kondisi ini harus beanr benar diwujudkan karena setiap individu rakyat
menghendaki keadilan dapat dirasakan seluruh lapisan rakyat.
f. Kebebasan bererikat / berorganisasi dan mengeluarkan pendapat
Hak warga negara tersebut sebagai wujud dari pemerintahan yang demokratis
g. Kebebasan pers / media massa
Melalui kebebasan per,rakyat dapat menyuarakan suara hati dan pikirannya kepada
khalayak umum melalaui media massa.Mengekang kebebasan pers berarti mengekang
hak hak rakyat untuk menyuarakan aspirasinya.

2.3 Bentuk Bentuk Demokrasi Modern


A. Demokrasi dengan sistem referendum (pengawasan langsung oleh rakyat)Dalam sistem
referendum, tugas badan legeslatif (badar perwakilan rakyat ) selalu berada dalam
pengawasan rakyat. Sistem referendum di bagi dalam dua kelompok ,yaitu reperendum
obligatoire dan reperendum fakultatif.
1. Reperendum obligatoire (reperendum yang wajib) adalah reperendum yang
menentukan berlakunya suatu undang-undang atau suatu pelaturan .
2. Reperendum fakultatif (reperendum yang tida wajib)adalah reperendum yang
menentukan apakah suatu undang-undang yang sedang berlaku dapat terus di
pergunakan atau tidak
B. Demokrasi dengan sistem parlemen kekuasaan
Dalam sistem parlemen kekuasaan , hubungan antara badan eksekutif dengan badan
legislatif dapat di katakan tida ada .pemisahan yang tegas antara kekuasaan eksekutif
(pemerintah) dan legislatif (badan perwakilan rakyat) ini mengingatkan kita pada ajaran
dari Montesquieu , yang di kenal dengan ajaran Trias politika. Menurut ajaran Trias
politika,kekuasaan Negara di bagi menjadi tiga kekusan yang satu sama lain terpisah
dengan tegas . ketiga kekuasaan tersebut meliputi kekuasaan berikut ini:
1. Kekusaan legisatif, yaitu kekuasaan untuk membuat undang-undang
2. Kekuasaan eksekutif, yaitu kekuasaan untuk menjalankan undang-undang .
3. Kekuasaan yudikatif, yaitu kekuasaan untuk mengadili
3

C. Demokrasi dengan sistem parlementer


Menurut sistem parlementer ada hubungan yang erat antara badan eksekutif(pemerintah)
dengan badan legeslatif (badan perwakilan rakyat). Dimana tugas atau kekuasaan
eksekutif disedrahkan kepada suatu badan yang disebut cabinet atau dewan
mentri.Mentri-mentri baik secara perorangan maupun secara bersama-sama sebagai
cabinet (dewan mentri), mempertanggung jawabkan segala kebijakansanaan
pemerintahannya kepada parlemen (badan perwakilan rakyat).

2.4 Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia


Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia dibagi menjadi beberapa periodesasi Pelaksanaan
demokrasi pada masa revolusi ( 1945 1950 ).Tahun 1945 1950, Indonesia masih berjuang
menghadapi Belanda yang ingin kembali ke Indonesia. Pada saat itu pelaksanaan demokrasi
belum berjalan dengan baik. Hal itu disebabkan oleh masih adanya revolusi fisik.
Pada awal kemerdekaan masih terdapat sentralisasi kekuasaan hal itu terlihat Pasal 4 Aturan
Peralihan UUD 1945 yang berbnyi sebelum MPR, DPR dan DPA dibentuk menurut UUD ini
segala kekuasaan dijalankan oleh Presiden denan dibantu oleh KNIP. Untuk menghindari kesan
bahwa negara Indonesia adalah negara yang absolut pemerintah mengeluarkan :
1. Maklumat Wakil Presiden No. X tanggal 16 Oktober 1945, KNIP berubah menjadi
lembaga legislatif.
2. Maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang Pembentukan Partai Politik.
3. Maklumat Pemerintah tanggal 14 Nopember 1945 tentang perubahan sistem pemerintahn
presidensil menjadi parlementer
Pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Lama.Masa demokrasi Liberal 1950 1959 Masa
demokrasi liberal yang parlementer presiden sebagai lambang atau berkedudukan sebagai Kepala
Negara bukan sebagai kepala eksekutif. Masa demokrasi ini peranan parlemen, akuntabilitas
politik sangat tinggi dan berkembangnya partai-partai politik.Namun demikian praktik demokrasi
pada masa ini dinilai gagal disebabkan :
4

1. Dominannya partai politik


2. Landasan sosial ekonomi yang masih lemah
3. Tidak mampunya konstituante bersidang untuk mengganti UUDS 1950.

c)

Pelaksanaan demokrasi Orde Baru 1966 1998

Pelaksanaan demokrasi orde baru ditandai dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966, Orde
Baru bertekad akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen. Awal
Orde baru memberi harapan baru pada rakyat pembangunan disegala bidang melalui Pelita I, II,
III, IV, V dan pada masa orde baru berhasil menyelenggarakan Pemilihan Umum tahun 1971,
1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997.
Namun demikian perjalanan demokrasi pada masa orde baru ini dianggap gagal sebab:
1. Rotasi kekuasaan eksekutif hampir dikatakan tidak ada
2. Rekrutmen politik yang tertutup
3. Pemilu yang jauh dari semangat demokratis
4. Pengakuan HAM yang terbatas
5. Tumbuhnya KKN yang merajalela

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN

Demokrasi Pancasila adalah sebuah sistem demokrasi pemerintahan, yang keduanya bisa dipakai
di negara manapun, dengan cara masing masing di indonesia sendiri demokrasi pancasila sudah
mendarah daging disetiap warga nya, karena demokrasi itu mencerminkan kehidupan
bermasyarakat, sistem demokrasi / pemerintahan liberal tidak akan cocok untuk diterapkan di
indonesia karena adat dan budaya negara indonesia bertolak belakang dengan negara barat, NKRI
harga mati, demokrasi pancasila harus dibudayakan kepada anak cucu kita.Makna Demokrasi
Pancasila bisa bermakna keikutsertaan rakyat kehidupan bermasyarakat dan kehidupan bernegara
ditentukan peraturan perundang-undangan.Dalam demokrasi Pancasila Rakyat adalah Subjek
demokrasi, yaitu rakyat sebagai keseluruhan berhak ikut serta aktif menentukan keinginankeinginan dan juga sebagai pelaksana dari keinginan-keinginan itu. Keinginan rakyat tersebut
disalurkan melalui lembaga-lembaga perwakilan yang ada yang dibentuk melalui Pemilihan
Umum.Indonesia menggunakan system demokrasi pancasila yang dianggap merupakan
perwujudan nilai-nilai dan falsafah hidup bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan.
Implementasi demokrasi pancasila sendiri telah di buktikan dengan sebuah proses pemilihan
umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.sridianti.com/bentuk-bentuk-demokrasi-modern.html
2. Pendidikan Kewarganegaraan kelas II SMP