Anda di halaman 1dari 2

Latihan Menyeimbangkan Otak Kanan dan

Kiri
Selasa, 30 Oktober 2012 13:16:31 WIB
Ragam

mindsport.mn
Ilustrasi
Agar terhindar dari julukan Mister/Mistress pikun, maka seringlah melatih otak dengan
aktivitas fun. Melatih otak dapat membuat memori semakin baik dan daya tangkap pun lebih
cepat.
Secara sederhana, Dr. Mark R. Shaya, Ahli Bedah Syaraf dari Miami, AS, otak bisa dibagi
menjadi tiga bagian, yaitu otak besar, otak kecil dan batang otak. Dalam otak besar ada dua
bagian, yaitu bagian otak kanan dan kiri.
Otak kanan adalah tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas,
perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan
orang lain, sosialisasi, pengembangan kepribadian.
Sementara otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik yang terdiri dari kemampunan
berbicara, kemampuan mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat (nama, waktu dan
peristiwa), logika, angka, analisis, dan lain-lain.
Para ahli banyak yang mengatakan otak kiri sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient),
sementara otak kanan memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Emotional
Ouotient) seseorang.
Sayangnya sistem pembelajaran di Indonesia masih mengacu pada perkembangan otak kiri
semata. Padahal di Eropa dan Amerika misalnya, pendidikan yang diterapkan berupa kegiatan
menari, menyanyi, melukis dan sebagainya pada awal-awal pendidikan.
Namun, bukan berarti belahan otak kanan lebih penting daripada belahan otak yang kiri,
ataupun sebaliknya. Kedua-duanya sangat penting, karena itu keduanya harus dikembangkan
secara seimbang agar fungsi masing-masing belahan berjalan seimbang dan saling
menguatkan.

Jika hanya terfokus pada salah satu belahan, maka belahan yang kurang berkembang akan
terhambat dalam menjalankan fungsinya. Anak menjadi miskin kreativitas bila ia lebih banyak
dirangsang untuk menggunakan belahan otak kirinya. Sebaliknya jika fungsi belahan otak
kanannya yang kerap digunakan, nantinya anak malah lambat dalam berpikir logis, linier dan
teratur yang juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebaiknya diperlukan latihan untuk mengasah kemampuan otak kanan dan kiri. Berikut
tipsnya:
Latihan untuk Otak Kanan
1. Mendengarkan musik
Musik apapun merupakan stimulan yang ampuh untuk membuat Anda tenang atau
memberikan dorongan semangat.
2. Menggambar atau membuat coretan warna warni
Walaupun simpel, kegiatan diatas merangsang fungsi otak kanan, yatu mengenal bentuk dan
warna. Misalnya, Anda bisa menstabilo bagian-bagian penting di buku dengan warna-warna
jreng.
3. Membaca buku fiksi
Di sela-sela rehat, manfaatkan dengan membaca buku fiksi. Anda bak diajak berpetualang
ke dunia lain. Otak pun bak dimanjakan karena bebas berfantasi dan berimajinasi seluas
mungkin tanpa mengenal batas.
Latihan untuk Otak Kiri
1. Tidak tergantung pada kalkulator
Jangan langsung pakai jalan pintas (pakai kalkulator) kalau dihadapkan ke problem
matematika sederhana. Seperti hitungan bayaran per kepala kalau habis makan bareng teman.
Kalau hitungan gampang saja pakai kalkulator, maka otak akan terbiasa santai dan menjadi
statis.
2. Pelajari hal yang biasanya tidak masuk perhatian Anda.
Bila kolom politik atau ekonomi di surat kabar biasanya selalu Anda lewati, kini cobalah
untuk membaca beritanya. Variasi dari berbagai macam topik di memori, yang menyebabkan
Anda dapat berpikir secara logis dan mampu menganalisa secara cepat.
3. Intip kamus bila mendengar kata baru
Jika Anda mendengar kata atau istilah asing, jangan lantas malas mencari tahu lewat kamus
atau internet. Sebab, membangun perbendaharaan kata adalah salah satu cara meningkatkan
kekuatan berpikir.
4. Mengisi teka teki silang
Selain membuat pengetahuan umum menjadi kaya, mengisi teka-teki silang baik untuk
mengkaryakan otak biar menganggur.
5. Bermain puzzle atau catur
Puzzle dapat melatih otak untuk berpikir kreatif. Sementara catur, mengasah otak lewat
permainannya yang menomorsatukan strategi dan analisa.