Anda di halaman 1dari 5

LNG ( LIQUIFIED NATURAL

GASSES )
Gas alam yang dicairkan
dengan cara pendinginan
sampai minus -160 C dan
tekanan 1,25 kg/cm 2 absolut
Kegunanaannya : sebagai
bahan bakar industri
GAS ALAM

pentana ( C5H12 ) dan iso


pentana, C6H14+

sebagai impuritis seperti :


carbon dioxide ( CO2 ), Nitrogen
( N2 ), hidrogen sulfida ( H2S ),
Merkaptan ( RSH ) dan logamlogam ( Helium dan Mercuri ).

Gas yang diperoleh dari sumur


gas bersama-sama dengan
minyak mentah

Pembatasan komposisi LNG


adl. Persetujuan antara
konsumen dan produsen.

LNG sbg. produk pencairan


gas alam hrs. dilakukan
pengujian di laboratorium
untuk menentukan mutu
produk LNG

Non Assosiated Gas

Gas yang diperoleh dari


sumur gas bersama-sama dengan
kondensat, yaitu fraksi berat ( C 5
+ ) yang berbentuk cairan.

Pembatasan komposisi LNG


adl. Persetujuan antara
konsumen dan produsen.

LNG sbg. produk pencairan


gas alam hrs. dilakukan
pengujian di laboratorium
untuk menentukan mutu
produk LNG

Komposisi LNG terdiri atas :


Senyawa hidrokarbon
Methana ( CH4 ), ethana
( C2H6 ), propana ( C3H8 ),
butana ( C4H10 ) dan Iso butana,

Sifat-sifat produk LNG,


sesuai kegunaannya al. :

Kemurnian hidrokarbon
tinggi, untuk menjamin
kualitas maupun kuantitas
LNG

Kandungan CH4 tinggi


untuk menjamin niilai kalor
LNG

Tidak korosi pada peralatan


penyimpanan,
pengangkutan maupun
distribusi/ penyaluran

Mempunyai kalor tinggi,


tidak mencemari udara

Tdk membentuk hidrat pd


suhu rendah, baik pd saat
penyimpanan,
pengangkutan dan
distribusi

Dengan peralatan
kromatografi gas,
komponen-komponen LNG
dpt dipisahkan berdasarkan
ttk didihnya, dgn urutan
sbb :

Senyawa non hidrokarbon

Assosiated Gas

CH4, C2H6, C3H8, iC4H10, n-C4H10, i-C5H12,


n-C5H12 dan C6H14+

Komposisi, ASTM D 1945,


GPA 2261

Dengan peralatan
kromatografi gas,
komponen-komponen LNG
dpt dipisahkan berdasarkan
ttk didihnya, dgn urutan
sbb :

CH4, C2H6, C3H8, i-C4H10,


n-C4H10, i-C5H12, n-C5H12
dan C6H14+
Komponen CH4
Kandungan CH4 dlm LNG
merupakan komponen
hidrokarbon dgn konsentrasi
tertinggi
Bila konsentrasinya kurang
dari batasan min dlm
spesifikasi nilai kalor rendah
Komponen C2H6, C3H8, C4H10
dan C5H12
Kandungan komponen
C2H6, C3H8, C4H10 dan

C5H12 dlm LNG merupakan


komponen hidrokarbon yang
harus dibatasi keberadaannya

Nitrogen, ASTM D-1945

Nitrogen dlm LNG


berbentuk gas yang
melarut, meskipun nitrogen
bersifat inert tetapi akan
menurunkan mutu LNG baik
kualitas maupun
kuantitas( nilai kalori
rendah ).

Pengujian untuk
menentukan kandungan
Nitrogen dilakukan
bersama-sama dgn
komponen hidrokarbon

Bila konsentrasinya
melebihi batas nilai max dlm
spesifikasi LNG memp. Nilai
kalor rendah
Komponen C6H14+ ( hexane
and heavier )
Bila konsentrasi C6H14+
melebihi nilai batas max. dlm
spesifikasi LNG memp. nilai
kalor rendah atau mutu LNG
rendah dan akan
menyebabkan kemudahan
menguapnya rendah
penyimpanan, pengangkutan
dan distribusi akan
menyebabkan terjadinya
endapan
Besarnya kandungan
komponen hidrokarbon dlm
LNG menentukan mutu LNG
baik kualitas maupun
kuantitasnya krn dgn diketahui
komposisinya dapat dihitung
sifat-sifat spt : nilai kalori,
tekanan uap dan spesifik
gravity

Carbon dioksida, ASTM D-1945

Kandungan CO2 akan


berpengaruh terhadap
besarnya nilai kalori LNG.
Bila kandungan gas CO2
tinggi nilai kalori LNG
rendah

Kandungan CO2 untuk


mengetahui kecenderungan
sifat korosifitas produk LNG

Pengujiannya dpt. dilakukan


bersama-sama dgn
komponen hidrokarbon

Hidrogen Sulfida, ASTM D2385

Kandungan H2S akan


berpengaruh terhadap
besarnya nilai kalori LNG.
Bila kandungan gas H2S
tinggi nilai kalori LNG
rendah
Kandungan H2S untuk
mengetahui kecenderungan
sifat korosifitas produk LNG

Kandungan gas merkaptan


akan berpengaruh terhadap
besarnya nilai kalori LNG.
Bila kandungan gas
merkaptan tinggi nilai
kalori LNG rendah.
Umumnya konsentrasi
merkaptan di Indonesia
rendah
Juml. konsentrasi
merkaptan akan
menentukan jenis & dosis
bhn kimia yang digunakan
pd. purifikasi

Mercuri terdapat sbg gas


yang terlarut dalam LNG
dan berasosiasi dgn
kondensat, dinyatakan
dalam ppb atau g/100 cuft
atau g/100 Nm3

Kandungan Mercuri dlm


LNG menyebabkan sifat
korosif thd peralatan
khususnya aluminium,
bersifat racun thd
kesehatan manusia

Total Sulfur, ASTM D-2784

Merupakan pengujian sifat


kebersihan LNG

Merupakan penjumlahan
sulfur dari : merkaptan,
hidrogen sulfida, karbonil
sulfida dan carbon disulfida

Untuk identifikasi
kecenderungan terjadinya :

Merkaptan, ASTM D-2385

penurunan nilai kalori,


terjadinya korosi dan
pencemaran lingkungan

Density, ASTM D-1945

Pengujian density
digunakan untuk
perhitungan berat LNG
perhitungan dalam
pemasaran

Bila dlm pengujian density


lebih rendah dari spec.
mengandung komponen
ringan nilai kalor
persatuan berat tinggi

Bila dlm pengujian density


lebih tinggi dari spec.
mengandung komponen
berat nilai kalor
persatuan berat rendah

Kandungan Air Bebas,


Gravimetri

Air yang tak terlarut dalam


LNG, dinyatakan dalam %
wt, ppm atau mg/L
Besarnya kandungan air
berpengaruh terhadap nilai
kalor LNG dan merupakan
katalisator proses
pengkaratan logam

Mercuri, AAS

Nilai Kalori, GPA 2261

Nilai kalori ditentukan oleh


besarnya % mol komponen
hidrokarbon

Dehidrasi atau
penghilangan air dan
penghilangan metal

Proses precooling atau


pendinginan pendahuluan

Proses pencairan dan


fraksinasi

Dalam transaksi jual beli


gas nilai kalori sebagai
Gross Heating Value dalam
BTU/SCF
Gross Heating Value adl.
Panas yg dihasilkan dlm
pembakaran sempurna pd
tekanan tetap dari satu
standar cuft gas dan semua
air yg terbentuk sbg hasil
pembakaran terkondensasi
menghasilkan liquid

Dari Nilai kalori LNG mutu


dari LNG dapat diketahui

Nilai kalori LNG sangat erat


hubungannya dlm transaksi
penjualan gas

Treating / pemurnian gas


dari impurities

Dehidrasi / penghilangan air


dan penghilangan metal

Proses penghilangan uap


air dengan menggunakan
molecular sieve adsorbsion,
uap air akan membuntu
exchanger tube pada
proses pencairan gas alam.

Penghilangan metal
menggunakan mercury
removal bed yang berisi
sulfur impregnated carbon,
mercury merusak
exchanger tube dengan
membentuk amalgam.

Treating / pemurnian gas dari


impurities
Bertujuan untuk memisahkan
impurities, yang nantinya akan
mengganggu pada proses
pencairan gas. Impurities tersebut
adalah CO2 dan gas-gas asam
seperti : H2S, COS.

CO2 akan menyebabkan


buntunya tube pada main
exchanger, karena CO2
membeku pada suhu
pencairan ( - 82,45 C ).

H2S dan COS akan


menyebabkan korosi pada
peralatan.

CO2 , H2S dan COS


dipisahkan dengan
menggunakan MDEA
( Methyl Diethanol Amine )

Proses pencairan gas alam


menjadi LNG meliputi proses

sebagai solvent penyerap


dalam suatu menara
absorber.

Proses precooling
Proses pendinginan pendahuluan
menggunakan propana sampai
suhu 29 C atau - 30 C. Pada
suhu ini komponen berat akan
dicairkan dan dipisahkan dari
komponen ringannya ( CH4 ).
Proses pencairan

Pencairan gas yang


komponen utamanya
metana menjadi LNG
menggunakan Mixed
Component Refrigerant
( MCR ) dalam Main Heat
Exchanger dilakukan
dengan cara mendinginkan
sampai suhu
pengembunannya dan atau
dikombinasikan dengan
menaikkan tekanan gas
untuk mempermudah
pengembunan /

pencairannya. LNG
kemudian ke flash drum
untuk memisahkan N2 nya,
selanjutnya masuh ke
storage tank.

Karena suhunya sangat


rendah, tanki tersebut
diisolasi berlapis-lapis
untuk menghindari
kebocoran panas yang bisa
menaikkan suhu dan
mengubah cairan LNG
menjadi uap / gas.