Anda di halaman 1dari 45

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

BAB I
SPESIFIKASI TEKNIS DAN SYARAT-SYARAT
PELAKSANAAN

1.

SPESIFIKASI UMUM

1.2. Ruang Lingkup Pekerjaan

a. Maksud dari kontrak ini adalah untuk melaksanakan pekerjaan


selengkapnya sebagaimana diidentifikasi pada gambar dan diuraikan
dalam Daftar Penawaran.
b. Jenis dan uraian pekeriaan, jenis dan mutu bahan, jenis dan jumlah
peralatan tertentu yang digunakan, jadwal waktu pelaksanaan,
persyaratan teknis khusus, gambar rencana dan berbagai ketentuan
teknis lainnya adalah sebagaimana tercanturn dalam lampiran, dan
merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan RKS ini.
c. Volume tiap jenis-jenis pekerjaan yang dibuat oleh Perencana atau
Pemilik Pekerjaan yang tercantum dalam RKS merupakan volume
patokan ancar-ancar (estimasi) bagi kontraktor yang bersangkutan dan
mengikat dalam pengajuan penawaran (Kontraktor tidak dapat
mengajukan volume Bill of Quantity yang lain dan volume yang
tercantum dalam RKS sesuai dengan perhitungan sendiri). Volume aktual
di lapangan akan dilakukan perhitungan bersama di lapangan melalui
Mutual Check (MC) No.I
d. Volume Quantity Control Uitzet tidak boleh ditulis dalam Bill of Quantity
pemborong, namun merupakan beban kontraktor yang telah masuk
dalam harga satuan masing-masing jenis pekerjaan dalam pengajuan
Surat Penawaran Harga (SPH) Kontraktor.
e. Bilamana hasil tidak memenuhi syarat spesifikasi serta harus diperbaiki
kembali, maka seluruh biaya atas perbaikan tersebut menjadi beban
Kontraktor. Hal ini termasuk pengetesan ulang oleh Quality Control.
f. Setiap item pekerjaan harus mendapatkan persetujuan melanjutkan atau
menjalankan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan oleh Kontraktor. Dan
kontraktor mengajukan analisis resouse yang terkaper dalam Diagram
Kerja.
1.3. Pembayaran Untuk Pekerjaan

a. Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan sebagaimana ditunjukkan


secara terinci pada Gambar Kontrak, dan mengikuti petunjuk dari
Direksi, dengan suatu sistem harga satuan yang beraneka ragam.
b. Pembayaran kepada kontraktor akan dilakukan secara unit price
menurut kuantitas / volume pekerjaan yang dilaksanakan berdasarkan
hasil opname/ pengukuran di lapangan. Pembayaran juga akan
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 1

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

dilakukan atas dasar lump-sum untuk mobilisasi, pengaturan dan


pengendalian lalu-lintas, serta pekerjaan yang disahkan atas suatu dasar
Pekerjaan Harian.
c. Pembayaran yang dilakukan / diberikan kepada Kontraktor meliputi
kompensasi penuh atas semua biaya yang diadakan untuk semua
buruh, bahan-bahan, instalasi konstruksi pengorganisasian kerja,
pengeluaran tak terduga, keuntungan, royalty, pajak, Pembayaran juga
akan meliputi semua pekerjaan tambahan yang tidak dibayar secara
terpisah, seperti halnya drainase sementara untuk pekerjaan selama
masa pembangunan, biaya pengangkutan, alat-alat, papan turap,
pemompaan (shoting), pelatar kerja (staging), pemusatan dan
penunjang, serta semua biaya yang diperlukan atau biasa digunakan
untuk penyelesaian dan pelaksanaan yang layak dari pekerjaan.
1.4. Direksi Keet/Bangsal Kerja

Kontraktor harus menyediakan Direksi Keet beserta fasilitas yang


diperdukan untuk pengelolaan dan pengawasan proyek yang dilengkapi
dengan gudang penyimpanan bahan bangunan, dan bengkel kerja.
Direksi Keet tersebut dilengkapi alat peralatan pendukung dan peralatan
administrasi serta dilengkapi pasilitas lainya yang dapat memperlanjar
pelaksanaan Pekerjaan.
1.5. Pemasangan Bouwplank, Survey, Pengukuran Dan Pematokan

a. Pemasangan Bouwplank

Ketepatan letak bangunan uitzeting di bawah pengawasan, Direksi


dengan patok kayu yang dipancang kuat dan menggunakan
papan yang terentang dengan tebal 2 cm dan lebar 20 cm yang
diserut rata sisi atasnya.

Pemasangan papan bouwplank harus kuat dan tidak mudah


berubah kedudukannya. Tanda untuk sumbu harus diteliti dan jelas,
dilengkapi dengan paku dan diperjelas dengan cat merah.

Untuk merubah ketepatan dan bentuk bangunan, harus profil yang


terbuat dari kayu yang lurus dan kering.

Untuk Kegiatan Pemancangan Sheet Pile mengunakan Baja (Been H


), untuk menjaga tegak lurusnya pasangan atau menjaga posisi
Vertikal dan horisontal Sheet Pile.

b. Survey, pengukuran dan pematokan


a)

Pada permulaan menunjukkan lokasi patok-patok (BM) yang ada di


dekat atau di dalam situasi yang bersangkutan.

b) Ketinggian Patok (BM) tersebut akan diberikan kepada kontraktor

secara tertulis. Titik-titik ikat yang lanjut harus


dipancangkan oleh Kontraktor dengan biaya sendiri.
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

ditempatkan/

Page 2

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

c) Kontraktor harus nemancangkan patok-patok tambahan sehingga

apabila akan merubah ukuran ketinggian dapat dilakukan tanpa


memindahkan patok (BM).
d) Kontraktor harus mengelilingi semua titik-titik pengikat dan harus

menyimpan catatan-catatan tertulis yang Iengkap tentang semua


perubahan, koreksi dan penggantian dan semua catatan siap untuk
diperiksa dan dicek oleh Direksi.
e) Pematokan yang dirinci harus dilakukan Kontraktor yang akan

mempekerjakan juru ukur yang berkemampuan baik untuk maksud


tersebut. Setiap profil yang ada pada gambar harus dibuatkan
bowplank, yang terbuat dari kayu yang tidak mudah berubah.
Kontraktor harus memelihara dan melindungi bowplank dan patokpatok dari kerusakan sepanjang waktu sampai selesainya pekerjaan.
f)

Segera setelah Kontraktor mendapat wewenang atas lapangan


proyek, dia harus mengambil alih pertanggungjawaban dan
membayar semua biaya yang berkenaan dengan perlindungan,
perawatan dan pemindahan semua patok yang berkaitan dengan
prayek, apakah yang ada di dalam ataupun di luar lokasi proyek.
Patok yang rusak atau terganggu selama me pekerjaan harus
dikembalikan dalam keadaan utuh kepada Direksi setelah selesai
pekerjaan tersebut.

g) Jika

suatu
proyek
menjadi
terganggu
atau
Kontraktor
memperkirakan terjadi gangguan patok tersebut, maka Kontraktor
harus menempatkan kembali patok (BM) tersebut atau membuat
gantinya sesuai dengan petunjuk Direksi.

h) Setelah membersihkan tempat tersebut, tetapi sebelum pekerjaan

penggalian atau suatu bagian dari padanya akan dimulai,


Kontraktor harus mensurvei, mengukur ketinggian tempat dan arealareal penggalian, batas tanah milik masyarakat (setting out),
dengan berpedoman pada hasil perencanaan.
i)

Denah dan potongan harus mendapatkan persetujuan Direksi,


gambar-gambar tersebut harus ditandatangani dan diberi tanggal
oleh Kontaktor dan Direksi, yang kemudian akan menjadi dasar bagi
pembayaran pekerjaan tersebut sebagaimana ditunjukkan dalam
pasal dalam persyaratan kontrak.

j)

Setelah penyelesaian penggalian tersebut, Kontraktor harus


membuat lagi penampang melintang kedua hasil galian pada lokasi
yang sama, sebagaimana penampang melintang yang pertama,
guna memeriksa mengecek apakah pekerjaan yang bersangkutan
telah dikelarkan sesuai dengan dimensi yang telah ditetapkan.

k)

Setelah penyelesaian pekerjaan tersebut, Kontraktor harus membuat


lagi penampang melintang ketiga, hasil pekerjaan, pada lokasi yang

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 3

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

sama, sebagaimana penampang melintang yang pertama dan


kedua, guna memeriksa/mengecek apakah pekerjaan yang
bersangkutan telah dikerjakan sesuai dengan dimensi yang telah
ditetapkan.
Ketepatan /ketelitian pekerjan survey sebagai berikut :
Patok untuk penampang kurang dari 20 mm ( 2 cm) secara vertikal
dari posisi yang ditentukan, dan 100 mm (10 cm) secara horizontal.
Survey ketinggian harus mengacu pada patok-patok Benchmark
yang permanen yang ditunjukkan oleh Direksi.
Patok yang menunjukkan ketinggian akhir dari pekerjaan tersebut
harus berada dalam atau di bawah 20 mm dari ketinggian yang
ditentukan.
Sudut dan lengkungnya harus kurang dari 100 mm dari posisinya
yang benar.
Kontraktor harus menyediakan dari permulaan sampai selesainya
pekerjaan, 2 tenaga termasuk peralatannya khusus yang akan
dipekerjakan oleh Direksi, pengecekan pematokan, survey topografi
dan untuk melaksanakan semua kegiatan lain yang mungkin
diperlukan oleh Direksi.

1.6. Kepentingan Umum Dan Pelayanan Lainnya

a. Semua kegiatan untuk melaksanakan pekerjaan termasuk, pekerjaan


sementara harus dilaksanakan sedemikian rupa, sehingga tidak
menimbulkan gangguan yang berarti bagi kepentingan umum, jalan
masuk yang menuju ke jalan batas daerah pekerjaan dan tanah yang
berdampingan.
b. Kontraktor harus mengusahakan untuk mencegah agar lalu lintas
kontraktor tidak merusak jalan atau jembatan yang menghubungkan
dengan lokasi pekerjaan yang mengganggu atau merugikan lalu-lintas
umum. Kontraktor harus memiliki jalan, serta membagi beban atau
muatan sedemikian rupa sehingga lalu-lintas yang timbul sebagai
akibat dari lalu lintas alat serta bahan-bahan dari atau ke lapangan
dapat dibatasi sejauh mungkin sehingga kerusakan-kerusakan atau
kerugian-kerugian yang disebabkan olehnya terhadap jalan-jalan dan
jembatan menjadi sekecil mungkin.
c. Pemborong harus menyediakan tanda-tanda untuk keperluan laluLintas yang melewati, dan tanda-tanda tersebut harus cukup jelas untuk
menjamin keselamatan lalu-lintas.

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 4

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

d. Bila pekerjaan harus memotong / menyeberangi jalan yanq sibuk, maka


pemborong harus melaksanakan secara bertahap dan apabila perlu
dikerjakan pada malam hari.
e. Kontraktor harus membebaskan Pemilik / Pemimpin Proyek/ Direksi /
Pengawas dalam rnemberikan ganti rugi sehubungan dengan biaya,
beban dan segala pengeluaran yang timbul sehubungan dengan Ayat
(c dan d) pasal ini dan hal lain yang masih dalam tanggung jawab
kontraktor.
1.7. Pemberitahuan Untuk Memulai Pekerjaan

a. Pemborong diharuskan untuk memberikan penjelasan tertulis


selengkapnya, apabila Direksi memerlukan tentang tempat asal mula
material yang didatangkan untuk suatu tahap pekerjaan yang akan
dimulai pelaksanaannya dalam keadaan apapun, tidak dibenarkan
yang sifatnya permanent tanpa tedebih dahulu mendapat persetujuan
dari Direksi.
b. Pemberitahuan yang lengkap dan harus terlebih dahulu disampaikan
kepada Direksi, dan
dalam
waktu yang
cukup apabila
dipertimbangkan perlu mengadakan penelitian dan pengujian terlebih
dahulu atas persiapan pekerjaan tersebut.
c. Pengujian Material dilakukan atas Persetujuan Pihak Direksi.
1.8. Rencana Kerja

a. Dalam waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari dari saat


penandatanganan Kontrak, kecuali ditentukan lain oleh Direksi,
Kontraktor harus mengajukan sebuah Rencana Kerja sehubungan
dengan pelaksanaan pekerjaannya.
b. Pengajuan Rencana Kerja tersebut serta persetujuan Direksi tidak akan
mengurangi atau membebaskan Kontraktor dari pertanggung
jawabannya terhadap pekerjaan yang termaksud dalam Kontrak.
c.

Pemborong harus menyiapkan suatu rencana dan harus disampaikan


kepada Direksi, rencana kerja tersebut harus mencakup :

Usulan tanggal untuk pengadaan, pembuatan dan suplai berbagai


pekerjaan.

Usulan tanggal untuk pengadaan, dan atau pengangkutan lain


bagian-bagian ini ke lapangan.

Usulan Rasio Pekerjaan termasuk Material, Tenaga dan Bahan.

Usulan Tanggal Selesai setiap item.

1.9. Gambar-gambar Kerja

a. Gambar-gambar rencana untuk proyek ini akan diberikan kepada


pemborong dan gambar tersebut merupakan bagian tak tepisahkan
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 5

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

dari dokumen kontrak. Gambar-gambar tersebut adalah gambargambar yang paling akhir setelah diadakan perubahan-perubahan
dan merupakan patokan pelaksanaan pekerjaan.
b. Pemborong wajib untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
gambar rencana dan spesifikasi-spesifikasi lain yang berhubungan
dengan pekerjaan tersebut.
c.

Tidak dibenarkan untuk menarik keuntungan dan kesalahan-kesalahan,


kekurangan-kekurangan pada gambar atau perbedaan ketentuan
antara gambar rencana dan isi spesifikasi teknis ini. Apabila temyata
terdapat kekurangan dan hal lain yang meragukan, pemborong
diharuskan mengajukan kepada Direksi secara tertulis, dan Direksi akan
mengoreksi dan menjelaskan gambar-gambar tersebut untuk
kelengkapan yang telah disebutkan dalam spesifikasi teknis.

d. Penyimpangan keadaan lapangan terhadap gambar rencana akan


ditentukan selanjutnya oleh Direksi, dan akan disampaikan kepada
pemborong secara tertulis.
e. Paling lambat 7 Hari sebelum pekerjaan dimulai, pemborong harus
menyerahkan gambar-gambar kerja (3 copy) kepada Direksi dan bila
diminta oleh Direksi, juga perhitungan yang berhubungan.
f.

Gambar kerja untuk semua pekerjaan harus senantiasa disimpan di


lapangan. Gambar-gambar tersebut harus ada dalam kondisi baik,
dapat dibaca dan sudah menjalani revisi terakhir.

g. Pemborong juga harus menyediakan gambar-gambar rencana dan


gambar-gambar ke semua biaya untuk menyiapkan dan mencetak
ditanggung oleh pemborong.
h. Ukuran-ukuran yang tertera dalam gambar adalah ukuran sebenarnya
dan gambarnya sendin adalah skala. Jika tidak ada kesamaaan
antara ukuran dan gambarnya, maka segera diminta pertimbangan
dari para ahli untuk menetapkan mana yang benar.
1.10. Peralatan

a.

Kontraktor diharuskan mengajukan daftar peralatan secara terperinci,


yang akan digunakan untuk melaksanakan pekerjaan. Daftar tersebut
harus disetujui oleh Direksi dalam hal pembuatannya nomor pengenal,
kondisi dan rencana waktu ditempat pekerjaan.

b.

Kontraktor dalam keadaan apapun tidak dibenarkan untuk


memindahkan alat-alat tersebut, sebagian atau seluruhnya tanpa
persetujuan Direksi. Pemborong diharuskan untuk mempersiapkan alatalat yang diperlukan untuk melaksana-kan tiap tahap dari pekerjaan
sebelum tahap dan pekerjaan tesebut dimulai. Penyediaannya di
tempat pekerjaan dan persiapannya harus terlebih dahulu mendapat
penelitian dan persetujuan dan Direksi.

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 6

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

c.

Kerusakan yang timbul pada sebagian atau keseluruhan alat-alat


tersebut yang akan mengganggu pelaksanaan pekerjaan harus
segera diperbaiki atau diganti sedemikian nupa, sehingga Direksi
menganggap pekerjaan dapat dimulai.

d.

Kontraktor harus mengajukan daftar terperinci tentang peralatanperalatan yang akan digunakan disertai data-data kemampuan alatalat tersebut.

e.

Kontraktor wajib mendatangkan alat-alat tersebut tepat pada saatnya


akan dipergunakan.

f.

Kerusakan alat peralatan tersebut harus segera diperbaiki/ diganti, dan


tidak dapat dipakai sebagai alasan kelambatan pekerjaan.

1.11. Foto Proyek

a.

Kontraktor diwajibkan membuat photo proyek sesuai dengan


kemajuan pekerjaan (pada saat 0 %, 25, 50%, 75% dan 100 %).

b.

Foto Proyek yang memperhatikan kemajuan pekerjaan, ciri-ciri tertentu


pekerjaan, peralatan atau hal-hal yang menarik perhatian lainnya
sehubungan dengan pekerjaan lingkungan harus dibuat sesuai tahap
angsuran pembayaran pekerjaan yang ditentukan dalam kontrak.

c.

Foto proyek tiap tahap tersebut di atas dibuat 3 (tiga) set dilampirkan
pada saat pengambilan angsuran sesuai dengan tahapan angsuran.

d.

Pengambilan titik pandang diusahakan harus tetap/ sama dan setiap


pemotretan sesuai dengan petunjuk pengawas/ Direksi pekerjaan.

e.

Foto setiap tahap ditempelkan pada album/map dengan keterangan


singkat, dan penempatan dalam album disyahkan oleh pemimpin
proyek dan teknis penempelan/ penempatan dalam album
ditentukan pengawas.

f.

Kontraktor Harus Mendokumentasikan /Memuat Photo setiap hari


sebagai dasar jika terjadi selisi Quantity atau Pekerjaan yang tidak
akan tampak secara kasat mata setelah Pekerjaan Selesai.

1.12. Rapat-rapat

a. Apabila dipandang perlu Pemberi Tugas dapat mengadakan rapatrapat yang mengundang Direksi dan pemborong maupun pihak-pihak
tertentu yang bersangkutan dengan pembahasan dan permasalahan
dalam rapat tertentu.
b. Disamping Direksi dan/atau pemborong dapat mengusulkan untuk
diadakan rapat membahas permasalah yang ada.
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 7

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

c. Semua hasil rapat merupaIan ketentuan yang bersifat mengikat.


1.13. Prestasi/Kemajuan Proyek

a. Prestasi pekerjaan ditentukan dengan jumlah prosentase pekerjaan


yang telah diselesaikan. Prosentase pekerjaan ini dihitung dan
nilai/harga kontrak yang mana jumlah dalam satuan volume pekerjaan
telah diselesaikan.
b. Pembayaran akan dilakukan sesuai dengan prestasi/ kemajuan tersebut
yaitu harga satuan yang tetah mencakup harga bahan tenaga kerja
dan angkutan serta pekerjaan-pekerjaan lainnya yang penlu dilakukan
agar tercapai hasil pekerjaan yang sebaik-baiknya.
1.14. Untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, yang mana harga satuan telah

diuraikan oleh pemborong, maka prestasi pekerjaan dan pembayarannya


dapat dihitung dan diterima walaupun seluruh prosentase pekerjaan
tertentu belum selesai.
1.15. Penyelesaian Pekerjaan

a. Pekerjaan harus mencakup semua elemen yang walaupun tidak


diuraikan secara khusus dalam spesifikasi dan gambar-gambar, tetap
diperlukan agar hasil pekerjaan dapat berfungsi dengan baik secara
keseluruhan sesual dengan kontrak.
b. Pemborong harus menguji hasil pekerjaan setiap tahap dan atau
secara keseluruhan sesuai dengan spesifikasi teknis yang bersangkutan.
c. Dalam hal ini sesuatu dari pekerjaan selama pengujian tidak memenuhi
syarat, pemborong dengan biaya sendiri harus mengadakan
perbaikan-perbaikan, sampai dalam pengujian ulang berhasil secara
memuaskan.
1.16. Laporan-Laporan

Selama periode pekerjaan di lapangan, Kontraktor harus membuat


laporan harian mingguan dan bulanan kemajuan kerja. Laporan kemajuan
kerja ini harus memuat sekurang-kurangnya informasi di bawah ini dengan
kejadian yang dijumpai selama periode pembuatan laporan kerja yang
bersangkutan.
a. Uraian mengenai kemajuan kerja yang sesungguhnya dicapai akhir
periode.
b. Jumlah personel / tenaga kerja yang bertugas selama periode tersebut.
c. Jenis dan jurniah peralatan yang dipakai.
d. Material dan bahan-bahan yang disupply dan dipergunakan.

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 8

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

e. Situasi dan kondisi cuaca permasalahan yang terjadi di lapangan serta


cara rnengatasi.

1.17. Standard Rujukan

a. Uraian
Bila bahan-bahan atau cara-cara pengerjaan yang disyaratkan oleh
spesifikasi ini melampaui kode-kode atau standard yang disebutkan
secara khusus, maka adalah tanggung jawab kontraktor untuk
menyediakan bahan-bahan pengerjaan dan cara pengerjaan tersebut.
Kode standar yang ditentukan menetapkan persyaratan mutu untuk
berbagai jenis pekejaan yang akan dilaksanakan, dan metode
pengujian untuk menentukan sehingga mutu yang dipersyaratkan
tercapai.
b. Jaminan Kualitas

Selama Pengadaan
Dalam pengadaan semua jenis barang yang digunakan dalam
pekerjaan, maka adalah tanggung jawab Kontraktor untuk
menibuktikan persyaratan terinci dari kode dan membuktikan
bahwa jenis barang yang diadakan untuk penggunaan dalam
pekerjaan memenuhi atau melampaui persyaratan yang
ditetapkan.

Selama Pelaksanaan
Direksi mempunyai hak untuk menolak jenis barang yang dimasukkan
ke dalam pekerjaan, yang gagal untuk memenuhi hak, dan tanpa
mengabaikan cara lainnya, untuk menerima jenis barang yang tidak
sesuai dengan cara penyesuaian dalam harga satuan atau jumlah
(kuantitas) untuk jenis barang tersebut.

Tanggung Jawab Kontraktor


Juga merupakan tanggung jawab Kontraktor, bila dipersyaratkan
demikian dalam dokumen kontrak atau permintaan tertulis dari
Direksi, untuk diserahkan kepada Direksi semua bukti yang diperlukan
mengenal bahan-bahan atau kecelakaan kerja atau keduakeduanya, yang memenuhi atau melampaui persyaratan dan kode
atau standar yang disebutkan secara khusus.

c. Standard
Standard yang terdaftar dalam spesifikasi ini termasuk standard yang
dapat dipakai sebagai acuan, tetapi hendaknya tidak terbatas pada
standard yang diumumkan dengan resmi oleh lembaga dan organisasi
berikut :
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 9

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

NI
AASHOTO

: Normalization Indonesia Standard


: American
Association
of
Stage
Transportation Officials

AC
AISC
ANSI
AWS
CRSI
NEC
BSI
PBI 1971
PKKI 1961
PPBBI
PUB1 1982
SII
AS
AWWA
ISO
JIS

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

2015

Highway

and

American Concrete Institute


American Institute of Steel Construction
American National Standard Institute
American Welding Society, Inc.
Concrete Reinforcing Steel Institute
National Electrical Code
British Standard Institute
Peraturan Beton Indonesia 1971
Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961
Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia
Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia 1982
Standard Industri Indonesia
Australian Standard
American Water Work Association
International Standard Organization
Japanese Industrial Standard

d. Jaminan Keselamatan Kerja (K3)


Seluru item Pekerjaan yang dilaksanakan harus memiliki analisis K3 dan di
sampaikan setiap pagi ( safety Tall) dan di pasang di dinding Informasi
1.18.

Beberapa Ketentuan Mengenai Bahan Material


a. Seluruh material harus sesuai dengan standard yang telah ditentukan
dalam spesifikasi ini atau standard lain yang dijamin bahwa standard
tersebut setara atau Iebih tinggi mutunya dari standard yang telah
ditentukan tersebut. Keputusan mengenai mutu tersebut ditentukan
oleh Direksi. Daftar Standard-standard spesifikasi terdaftar dalam poin
1.15.c.
b. Bill of Quantities yang terdapat dalam spesifikasi ini tidak mengikat,
pemasok diharuskan menghitung semua bahan yang dipasok
terrnasuk perlengkapannya. Jika terdapat perbedaan material atau
standard. Pemasok diharuskan membeli garansi kualitas bahan
tersebut. Susunan detail, bahan dan desa sebelum diperbaharui, harus
mendapat persetujuan dari Direksi.
c. Bahan yang didatangkan harus dapat mencukupi untuk kegiatan
pelaksanaan pekerjaan dan tidak boleh terlambat pengadaannya
sah dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan.
d. Bahan yang diterima Direksi harus diamankan agar tidak
mengganggu tertib lingkungan dan aman dari kerusakan. Sedangkan

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 10

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

bahan-bahan yang ditolak oleh Direksi harus segera diangkut dan


disingkirkan dari pekerjaan.
e. Direksi dapat memerintahkan agar diadakan pemeriksaaan pada
bahan-bahan atau pada campuran bahan-bahan yang dipakai,
untuk diuji apakah memenuhi syarat-syarat mutu.
1.19.

Penggudangan dan Penyimpanan Bahan


a. Bahan-bahan/komponen-komponen
yang
harus
ditangani
sedemikian rupa untuk menjaga agar kualitas dan kondisi sesuai
dengan yang disyaratkan dalam kontrak.
b. Kuantitas bahan dan komponen yang disimpan di lokasi harus
konsisten dengan persyaratan untuk yang efisien.
c. Khusus Bahan Sheet Pile Penyimpanan mengunakan metode yang di
persyaratkan agar tidak patah dan atau retak baik padasaat
mobilisasi ke titik.

1.20.

Penanganan dan Penggunaan Bahan


Bahan dan komponennya harus ditangan sedemikian rupa untuk
menghindari kerusakan atau kontaminasi agar sesuai dengan semua
rekomendasi yang diberikan oleh pabrik.
b. Jika tidak disebutkan dalam kontrak, penggunaan, pemasangan
penerapan dan penyetelan bahan maupun komponen harus menurut
rekomendasi yang diberikan oleh pabrik. Jika dianggap perlu,
Kontraktor harus memanfaatkan nasihat teknis dari pabrik.

a.

1.19. Quality Control


a. Untuk mencapi, mengontrol spesifikasi pengunaan material, kontraktor
di syaratkan untuk menyimpan sisa atau potongan material yang
terpasang.termasuk sampel bahan bangunan seperti Beton, bahan
materila lain nya.
1.21.

Material Bahan Bangunan


a. Semen

Kualitas semen PC yang digunakan sekualitas semen Tonasa,


dengan mutu yang baik dan digunakan untuk bahan konstruksi
beton maupun konstruksi lainnya.

Semen yang dipakai harus dari jenis yang disetujui dan yang
dalam segala hal memenuhi syarat yang ditetapkan dalam
Peraturan Semen Indonesia. Dalam pengangkutan semen harus
terlindung dari hujan dan diterimakan dalam zak (kantong) asli dari
pabriknya dalam keadaan tertutup rapat dan harus disimpan di

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 11

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

gudang yang cukup ventilasinya dan tidak kena air, ditempatkan


pada tempat yang ditinggikan paling sedikit 30 cm dari lantai.

Semen harus bersifat kekal bersih, tidak mengandung bahanbahan yang merusakkan kwalitasnya, dan mempengaruhi
kekuatan dan kelas kontruksi beton pada setiap umur, termasuk
daya tahannya terhadap karat dan baja tulangan. Agregat
dalam segala hal harus memenuhi syarat yang ditentukan dalam
PBI 1971.

Semen harus didatangkan dalam zak yang utuh / tidak pecah.


Apabila terdapat bagian-bagian yang telah mengeras dalam zak,
sama sekali tidak boleh dipakai / dipergunakan.

b. Agregat Kasar / Split / Koral

Agregat Kasar / Split / Koral harus keras dan bersih, tidakmengandung bahan bahan yang merusakkan kwalitasnya, dan
mempengaruhi kekuatan dan kelas kontruksi beton pada setiap
umur, termasuk daya tahannya terhadap karat dan baja
tulangan. Agregat datam segala hal harus memenuhi syarat yang
ditentukan dalam PBI 1971.

Sehubungan dengan ketentuan tersebut, maka Kontraktor


diwajibkan menyediakan saringan sehingga agregat campuran
dihasilkan oleh saringan sesuai dengan peraturan, petunjuk
selanjutnya akan diberikan pada pelaksanaan.

c. Air

Air untuk adukan dan merawat beton harus bersih dan bebas dan
bahan-bahan yang merusak, atau yang mempengaruhi daya
lekat semen. Air untuk pembuatan dan perawatan beton atau
baja tulangan, dalam hal ini sebaiknya dipakai air bersih yang
dapat di minum, bebas minyak, asam alkali, garam-garam dan
bahan organik.

Apabila terdapat keragu-raguan mengenai kualitas air, Kontraktor


diharuskan untuk mengirim contoh air itu ke laboratorium sampai
seberapa jauh air itu mengandung zat zat yang dapat merusak
atau baja tulangan. Dalam hal yang demikian pekerjaan beton
harus dihentikan sampai didapat keputusan yang pasti mengenai
air yang dapat dipakai untuk konstruksi beton, dan
bagaimanapun
juga
penghentian
pekerjaan
ini
tidak
membebaskan Kontraktor dari waktu pelaksanaan seluruh
pekerjaan yang telah ditetapkan.

Apabila pemeriksaan air tidak dapat dilakukan, maka dalam hal


keragu-raguan mengenai air harus diadakan percobaan
perbandingan antara kekuatan tekan mortar dengan memakai air
itu pada umur 14 dan 28 hari paling sedikit 90 % dan kekuatan

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 12

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

yang dipersyaratkan dalam PBI 1971 sesuai dengan mutu beton


yang bersangkutan.
d. Tulangan

Baja tulangan harus dan baja lunak polos atau diprofilkan dengan
tegangan lebih 2.400 kg/cm2, bahan-bahan tersebut dalam
segala hal nemenuhi ketentuan ketentuan PBI 1971 untuk baja
tulangan 1122, standar Jepang kelas S > R 22. Baja tulangan harus
disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak boleh
disimpan di udara terbuka untuk jangka lama. Cara
pembongkaran besi tulangan harus menurut PBI 1971 kecuali
ditunjukkan lain kepada gambar.

Khusus Baja Tulangan Tiang Pancang dan Sheet Pile Mengunakan


baja sesuai dengan standar yang direkomondasikan Perusahaan
Beton indonesia.

Anyaman besi harus kokoh sehingga tidak berubah tempat


selama pengecoran. Selimut beton harus cukup tebal, dan untuk
itu harus dibuat ganjal-ganjal (tahu beton) dari semen pasir
campunan 1:2 ( sesuai dengan spesifikasi Mutu Beton dan hasil Lab
dari material yang digunakan) dengan tulangan harus disatukan
satu sama lain dengan kawat kecuali jika Direksi menginstruksi-kan
penggunaan las.

Sebelum pengecoran beton dilaksanakan, baja tulangan harus


bebas dari minyak, kotoran, cat, karat bahan lain yang merusak.

Semua tulangan harus dipasang dengan posisi yang tepat hingga


tidak dapat berubah atau bergeser pada waktu pengecoran
ditumbuk-tumbuk atau dipadatkan. Baja tulangan dan penutup
beton tingginya harus sama dan teratur untuk maksud mana
pemakaian-pemakaian jarak beton yang telah disetujui dapat
dipakai.

Pemotongan dan Bending Tulangan tidak di persyaratkan untuk


dipanaskan.

e. Acuan/Cetakan Beton/Papan Bekisting

Semua beton yang dibangun harus teguh, alat-alat dan usahausaha yang sesuai dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan
tanpa merusak permukaan dari beton yang telah selesai harus
tersedia.

Semua cetakan harus betul-betul teliti dan aman pada


kedudukannya sehingga dicegah pengembangan atau lain-lain
gerakan selama penulangan beton.

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 13

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

Semua cetakan harus menggunakan kayu-kayu atau papan yang


berkwalitas baik. Untuk menghendaki ketebalan cetakan yang
sama dan rapih dianjurkan untuk memakai multi-plek dengan
rangka penguat kayu/perancah kelas Ill
yang disesuaikan
penggunaannya.

Cetakan harus dibuat dan disangga sedemikian rupa dapat


dicegah dari kerusakan-kerusakan dan dapat memper mudah
penumbukan pada waktu pemadatan adukan mortar beton
tanpa.

Cetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk, bidang-bidang


batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan
sebagaimana pada gambar atau seperti ditetapkan oleh Direksi.
Rencana cetakan harus mendapat persetujuan dari Direksi
sebelum pembuatan dimulai, tetpai persetujuan yang demikian
tidak akan mengurangi tanggung jawab kontraktor terhadap
keserasian bentuk maupun terhadap perlunya perbaikan, yang
mungkin dapat timbul pada waktu pemakaian.

Sewaktu-waktu Direksi dapat sesuatu dari bagian bentuk yang


tidak dapat diterima dan dalam segi Kontraktor harus dengan
segera membongkar bentuk yang ditolak dan untuk menggantinya
atas bebannya sendiri.

Untuk mempermudah pada waktu pembongkaran cetakan


hendaknya digunakan pelepas cetakan dari merk yang sudah
disetujui atau minyak pelumas beton. Bila diinginkan suatu
permukaan yang baik dan halus Kontraktor boleh membuat
lapisan rata dengan diberi lapisan plester semen, dengan baton
terbuka tanpa plesteran.

Dudukan Sheet Pile saat di lakukan pembongkaran harus


mengunakan balok penyangga atau tahu2 (kayu ganjal
penumpukan di site)

f. Adukan Beton / Mortar Beton / Luluh

Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang


mempunyal ketelitian cukup untuk menetapkan dan mengawasi
jumlah dari masing-masing bahan pembentukan beton.
Perlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu harus
mendapat persetujuan oleh Direksi.

Beton harus dibentuk dari semen Portland, pasir, kerikil / batu


pecah, air seperti yang ditentukan sebelumnya, semuanya
dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaikbaiknya sampai pada kekentalan yang baik / tepat.

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 14

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

Untuk beton mutu Bo campuran yang biasa untuk pekerjaan non


struktural dengan perbandingan semen Portland terhadap jumlah
pasir dan agregat kasar tidak boleh kurang dad 1 PC: 3 PS : 5KR.
Banyak semen untuk tiap 1 m3 beton harus paling kurang 225 kg.

Untuk beton mutu BI ,K.125,K 250 campuran nominal dari semen Portland,

sesuai
perbandingan hasil laboratorium ( Quality Control). Dan seterusnya
sesuai dengan mutu dan syarat pencapaian mutu beton.
pasir

dan

kerikil/batu

pecah

harus

digunakan

dengan

Perbandingan antara bahan-bahan pembentukan beton yang


dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus
ditetapkan dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan,
demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang
dihasilkan. Perbandingan campuran dan tata air semen yang
tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan
mempunyai kepadatan yang tepat, kekedapan dan kekuatan
yang dikehendaki. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung dari
yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0.60 (dari
beratnya).

Pengujian dari pada beton akan dilakukan oleh Direksi dan


perbandingan perbandingan campuran harus diubah jika perlu
untuk mencapal kepadatan, kekedapan, awet atau kekuatan
yang dikehendaki dan Kontraktor dak berhak atas penambahan
kompensasi disebabkan perubahan yang demikian.

Jika uji tekan maka perbaikan harus dilakukan dengan mengikuti


PBI 1971 untuk perbaikan. Dari masing-masing jenis adukan beton
yang dipakai pada pekerjaan ini harus diberi agregat kasar dan
agregat halus yang banyaknya rnenurut tabel yang tercantum di
bawah ini untuk tiap 50 kg Portland Cement.

Komposisi campuran adukan beton hams diawasi secara seksama,


baik volume maupun berat dan masing-masing bahan campuran.
Bahan-bahan dan ketentuan ketentuan yang tidak memenuhi
syarat-syarat teknis harus disingkirkan jauh dan tempat pekerjaan.
Proporsi semen yang ditentukan dalam pasal ni adalah ukuran
minimal, jadi tidak diijinkan untuk dikurangi.

g. Batu Kali

Batu kali yang digunakan harus batu kali dari hasil pecahanpecahan yang berukuran 10-15 cm. Jenis batu yang digunakan
keras berwama hitam keabu-abuan, sama sekali tidak boleh
menggunakan batu-batu bulat yang berkulit lepas.

Untuk pasangan batu kali harus terdiri dari batu-batu yang baik,
kuat dan mempunyai panjang sekitar 1,5 lebarnya dengan
permukaan yang kasar serta ada tiga bidang pecahan.

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 15

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

h. Batu Bata / Bata merah/ Paving Blok

i.

Batu bata yang dipakai harus batu bata berkualitas baik dengan
prosentase pecah maksimum 10%.

Batu bata harus melalui proses pembakaran yang baik sehingga


wamanya merah merata dan tidak boleng.

Sebelum dipasang, batu bata harus direndam atau disiram


dengan air bersih.

Paving Blok yang digunakan sesuai dengan mutu yang


dipersyaratkan dan pembuatan paving blok harus mendapat
pengakuan mutu dan telah mendapatkan persetujuan dari pihak
Direksi.

ii.

Agregat Halus (Pasir)


Agregat halus untuk beton dapat berupa pasir alam yang butirannya
kasar, dapat diambil dari dari sungai Angkona (Kabupaten Luwu
Timur, dan tidak dibenarkan mengunakan Pasir dari sungai malili) yang
merupakan hasil desintegrasi alami dari batuan-batuan atau berupa
pasir buatan yang dihasilkan oleh alat-alat pemecah batu. Sesuai
dengan syarat-syarat pengawasan mutu agregat untuk berbagai
mutu beton menurut pasal 4.7, maka agregat halus harus memenuhi
beberapa ayat sebagai berikut :

Agregat halus harus terdiri dari butir-butir yang tajam dan keras.
Butir-butir agregat halus harus bersifat kekal, artinya tidak pecah
atau hancur oleh pengaruh cuaca, seperti terik matahari dan
hujan.

Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur > 5 % (ditentukan


terhadap berat kering). Yang diartikan dengan lumpur adalah
bagian-bagian yang dapat melalui ayakan 0,063 mm. Apabila
kadar lumpur rnelampaui 5%, maka agregat halus harus dicuci.

Agregat halus tidak boleh mengandung bahan-bahan organik


terlalu banyak yang harus dibuk dibuktikan dengan percobaan
wama dari Abrams-Harder (dengan larutan NaOH). Agregat halus
yang tidak memenuhi percobaan wama ini dapat juga dipakai,
asal kekuatan tekan adukan agregat tersebut pada umur 7 dan 28
hari tidak kurang dari 95 % dari kekuatan adukan agrerat yang
sama tetapi dicuci dalam larutan 3 % NaOH yang kemudian dicuci
hingga bersih dengan air, pada umur yang sama.

Agregat halus harus terdiri dari butir-butir yang beraneka ragam


besarnya dan apabila diayak dengan susunan ayakan yang akan
ditentukan dalam standard ASTM yang memenuhi syarat-syarat
sebagai berikut :
Sisa di atas ayakan 4 mm, harus minimum 2% berat;

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 16

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

Sisa di atas ayakan 1 mm, harus minimum 10% berat;


Sisa di atas ayakan , harus berkisar antara 80% dan 95%
berat.
Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai agregat halus untuk
semua mutu beton, kecuali petunjuk-petunjuk dari lembaga
pemeriksaan bahan-bahan yang diakui.
j. Mortar Untuk Pasangan /Spesi

Adukan untuk semua pasangan batu kali kecuali ada ketentuan


lain dari spesifikasi ini atau atas petunjuk Direksi terdiri dari satu
bagian semen portland dan lima bagian pasir (yang lepas) dan air
secukupnya untuk membuat kekentalan yang cocok untuk
penggunaan yang dimaksud.

Cara dan alat-alat yang digunakan untuk mencampur adukan


harus sedemikian agar mudah ditentukan dan diawasi seteliti
mungkin mengenai jumlah campuran yang terpisah yang
tercampur pada adukan dan harus menurut persetujuan Direksi.
Jika mesin pengaduk (mixer) dipergunakan, maka waktu
pencampurannya sesudah semua campuran berada dalam alat
pencampur, kecuali untuk airya dalam jumlah penuh tidak boleh
kurang dari 2 menit Adukan harus dicampur hanya dalam jumlah
yang sesuai kebutuhan untuk segera digunakan sampal 30 menit
sesudah penambahan air. Penumpukan ulang atas adukan harus
dibersihkan dan dicuci tiap akhir hari kerja.

k. Pasir Urug
- Pasir urug digunakan sebagai landasan pemasangan paving block

atau untuk landasan Iantai kerja. Ketebalan dari lapisan ini minimal
10 cm atau disesuaikan dengan kondisi lapangan dan petunjuk
Direksi.
l. Tanah Urug

Tanah yang digunalan untuk pemekukan penimbunan Merupakan


Tanah Pilihan yang di datangkan, Quari dan Jenis Tanah harus
disetujui oleh Pihak Direksi.

Penimbunan/Urugan Harus Secara Bertahap maksimal 50 cm


kemudian dipadatkan mengunakan Mesin Pemadat dengan
daya tekan sesuai dengan spesifikasi, dan pemadatan diperiksa
serta disetujui oleh pihak Direksi sebelum melanjutkan Penimbunan
seterusnya.

1.20. Tenaga Kerja / Buruh Bangunan Dan Tenaga Ahli


a. Dalam pelaksanaan pekerjaan agar diupayakan tidak cenderung
menggunakan alat berat, sehingga lebih banyak menyerap tenaga
kerja/ buruh/kuli bangunan yang diutamakan diambil dari penduduk
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 17

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

/setempat yang menganggur atau terkena PHK. Untuk keperluan


tersebut pejabat setempat.
b. Tenaga Pelaksana dan Tenaga Ahli yang namanya tercantum dalam
lampiran Surat Penawaran harus bertanggung jawab di lapangan
selama proyek dilaksanakan.

II.

SPESIFIKASI KHUSUS

2.1 Tempat dan Uraian Pekerjaan


1. Lingkup Pekerjaan :
Lingkup Pekerjaan yang akan dilaksanakan pada Dinas Pekerjaan
Umum Kab. Luwu Timur yaitu Pembangunan Sarana dan Prasarana
Bidang sumber daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kab. Luwu Timur Prov.
Sulawesi Selatan.
2. Lokasi Pekerjaan :
Lokasi Pekerjaan untuk kegiatan ini terdapat di kecamatan malili dalam
wilayah Zona III Kab. Luwu Timur (Lanjutan Tanggul Sungai Malili)
3. Tenaga dan Sarana Bekerja :
Untuk memperlancar pelaksanaan paket Penyedia barang/jasa harus
menyediakan :
a. Tenaga kerja/ tenaga ahli yang cukup memadai disesuaikan dengan
jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan. Dan dokumen yang telah di
sampaikan dalam Tender dan atau sesuai dengan Kontrak.
b. Pengantian Tenaga harus mengajukan kepada Pihak Direksi, dan
mendapatkan persetujuan dengan ketentuan tenaga yang di ganti
dan mengganti harus sama spesifikasi, pengalama dan sertifikasinya,
dan menyampaoak surat Pernyataan kesediaan.
c. Alat-alat bantu seperti : beton mollen, compactor tangan, vibrator air,
Vibrattor hammer, Diesel Hammer, Mobile Crane, alat-alat
pengangkut dan peralatan lain yang dipergunakan untuk
melaksanakan pekerjaan.
d. Bahan-bahan bangunan dalam jumlah yang cukup setiap pekerjaan
yang akan dilaksanakan agar pelaksanaan pekerjaan dapat selesai
tepat pada waktunya.
4. Cara pelaksanaan.
Pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan penuh keahlian, sesuai
dengan ketentuan- ketentuan dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 18

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

(RKS), gambar rencana, Berita Acara Penjelasan serta mengikuti


petunjuk Konsultan Pengawas dan Pengelola Proyek.
5. Pada akhir kerja Penyedia Barang/Jasa diharuskan membersihkan area
proyek dan segala kotoran akibat kegiatan pembangunan, termasuk
sisa-sisa material bangunan serta gundukan tanah, bekas galian dan lain
sebagainya.

2.2 Jenis dan Mutu Bahan


Jenis dan mutu bahan yang dipakai diutamakan produksi dalam negeri
sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Perdagangan dan Koperasi,
Menteri Perindustrian dan Menpan: No.472/KpbXll/80, No.813/ ME /1980,
No.64/MENPAN/1980, Tanggal 23 Desember 1980.
2.3 Peraturan Teknis Pembangunan Yang Digunakan
1. Dalam melaksanakan pekerjaan, kecuali bila ditentukan lain dalam
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini, berlaku dan mengikat
ketentuan-ketentuan di bawah ini termasuk segala perubahan dan
tambahannya :
a. Undang undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa
Konstruksi.
b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 28 tahun 2000 tentang
Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi.
c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 29 tahun 2000 tentang
Penyelenggaraan Jasa Konstruksi dan Juknisnya.
d. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 30 tahun 2000 tentang
Pembinaan Jasa Konstruksi.
e. Peratura Pemerintah No 54 dan perubahan ke dua No 70 Thn 2012
f. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 18 tahun 2000 tentang
Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang / Jasa Instansi
Pemerintah, dan Juknisnya.
g. Peraturan Umum dari Dinas Tenaga Kerja tentang Keselamatan Kerja.
h. SNI 03-1734-1989 tentang Pedoman beton bertulang dan struktur
dinding bertulang untuk rumah dan gedung.
i.

Standart Industri Indonesia (SII) yang berlaku.

j.

Standart Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Gedung-SKSNI-T-15 1991-03.

k. Peraturan Tata Cara Penyelengaraan Bangunan Gedung Negara


oleh Departemen Pekerjaan Umum

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 19

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

l.

2015

Peraturan dari Instansi setempat, termasuk segala perubahannya


hingga kini

2. Untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yang tercantum pada


Bab III pasal I tersebut di atas berlaku dan mengikat pula :
a. Gambar bestek yang dibuat oleh Konsultan Perencana yang sudah
disahkan oleh Pemberi Tugas dan Unsur Teknis termasuk juga gambargambar detail pelaksanaan (shop drawing) yang telah diselesaikan
oleh Penyedia Barang / Jasa dan sudah disahkan / disetujui Konsultan
Pengawas.
b. Rencana Kerja dan syarat-syarat (RKS).
c. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.
d. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
e. Jadwal Pelaksanaan (Time Schedule) yang telah disetujui Pengawas
lapangan/ Pengelola Proyek dan Pimpinan Bagian Proyek.
f. Penjadwalan harus melampirkan Analisis Resouse dan dilengkapi
Diagram Kerja.
2.4. Penjelasan RKS dan Gambar
1. Penyedia Barang / Jasa wajib meneliti semua gambar dan Rencana
Kerja dan Syarat-syarat (RKS) termasuk tambahan dan perubahannya
yang dicantumkan dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan
(Aanwising).
2. Bila gambar tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS),
maka yang mengikat/berlaku adalah RKS.
Bila dalam gambar ada, sedang dalam RKS tidak disebut, maka gambar
tetap mengikat.
3. Perencana diminta untuk menjelaskan kebenarannya sesuai dengan
tujuan dan maksud perencanaan keseluruhan bila suatu gambar tidak
cocok dengan gambar lain.
4. Apabila terdapat perbedaan ukuran antara gambar skala besar
dengan skala kecil, maka gambar skala besar yang mengikat.
5. Bila gambar dan RKS sama-sama tak menyebutkan, sedangkan hal
yang dimaksud adalah perlu / vital, maka Penyedia Barang / jasa wajib
melaksanakan hal tersebut dan sebelumnya dikonsultasikan dengan
pihak-pihak yang berkompeten.
2.4 Bila perbedaan-perbedaan itu menimbulkan keragu-raguan sehingga
dalam pelaksanaan menimbulkan kesalahan Penyedia Barang / Jasa wajib
menanyakan kepada Konsultan Perencana atau Konsultan Pengawas dan
Penyedia Barang/ Jasa keputusannya mengikuti.
2.5 Pekerjaan Persiapan di Lapangan
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 20

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

1. Penyedia Barang / Jasa harus menyediakan Direksi Keet dengan


perlengkapan, yaitu 1 set meja-kursi tamu dan kerja, papan tempel
gambar beserta alat-alat tulis, buku Konsultan Pengawas antara lain :
buku Direksi, buku tamu, laporan harian, perintah kerja, konsultasi,
pengawasan berkala perencana, PPK dan Iainnya yang diperlukan.
Selain itu Penyedia Barang / Jasa harus menyediakan ruangan beserta
perlengkapannya untuk mengadakan rapat koordinasi lapangan antar
pihak yang terkait, rapat diadakan paling lambat 2 rninggu sekali.
2. Penyedia barang / Jasa harus membuat bangsal kerja dan
perlengkapannya untuk para pekerja dan gudang penyimpanan
barang-barang yang dapat dikunci, tempatnya akan ditentukan oleh
Konsultan Pengawas.
2.6 Jadwal Pelaksanaan
1. Sebelum mulal pekerjaan nyata di lapangan, Penyedia Barang / Jasa
wajib membuat Rencana Kerja pelaksanaan dan bagian-bagian
pekerjaan berupa Bar Chart dan S-Curve.
2. Rencana Kerja tersebut harus sudah mendapat persetujuan terlebih
dahulu dari konsultan Pengawas paling lambat dalam waktu 7 (tujuh)
hari kalender setelah Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterima Penyedia
Barang/Jasa.
Rencana kerja yang telah disetujul oleh Konsultan Pengawas, dan
Pengelola Proyek akan disahkan oieh Pemberi Tugas.
3. Penyedia Barang / Jasa wajib memberikan salinan Rencana Kerja
rangkap 4 (empat) kepada Konsultan Pengawas. Satu salinan Rencana
kerja harus ditempel pada dinding di bangsaI Penyedia Barang / Jasa di
lapangan yang selalu diikuti dengan grafik kemajuan pekerjaan (prestasi
kerja).
4. Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan Penyedia Barang /
Jasa berdasarkan Rencana Kerja tersebut.
2.7 Kuasa Penyedia Barang / Jasa di Lapangan
1. Untuk koordinasi kegiatan di lapangan, Penyedia Barang / Jasa wajib
menunjuk seorang kuasa Penyedia Barang / Jasa atau biasa disebut
Pelaksana Kepala / "Site Coordinator yang cukup berpengalaman
untuk Iingkup pekerjaan yang akan dikuasa penuh dari Penyedia
Barang / Jasa, berpendidikan minimum :
- Sarjana Teknik SipiI/ pengalaman praktek sebagai PM/SG/SE minimum
3 tahun. (SKA Ahli Sumber Daya Air)
- Sarjana Teknik Sipil Pengalaman pada Manajemen Konstruksi minimum
3 Tahun (SKA Ahli Manajemen Proyek SKA)
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 21

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

- Sarjana Muda Teknik SipiI/ SMK bangunan /STM bangunan


pengalaman praktek sebagai Surveyor minimum 3 tahun (SKT Teknisi
Survey Teknik Sipil)
- STM bangunan, pengalaman praktek PM/SG/SE/SP minimum 5 tahun
Sebagai Tukang Pasang Perancah (SKT)(TS 014).
- Sekurang-kurangnya Pelaksana dengan pendidikan sekurangkurangnya STM dan pengalaman minimum 3 tahun. AS. PM/SG/SE.
(Teknisi Penghitung Kuantitas Pekerjaan Sumber Daya Air)(SKT)
- Minimal Sarjana Muda Teknik Sipil pengalaman 3 tahun pada Quality
Control
2. Dengan adanya Kepala Pelaksana, tidak berarti bahwa Pemimpin
Pelaksana lepas tanggung jawab sebagian maupun keseluruhan
terhadap kewajibannya/ pelaksanaan pekerjaan.
3. Penyedia Barang / Jasa wajib memberitahu secara tertulis kepada Tim
Pengelola Teknis dan Konsultan Pengawas Nama, Jabatan, salinan
ljasah yang disahkan dan pengalaman kerja tenaga Pelaksana untuk
mendapatkan persetujuan.
4. Bila kemudian hari, menurut pendapat Tim Pengelola Teknis dan
Konsultan Pengawas, Pelaksana kurang mampu atau tidak cukup cakap
memimpin pekerjaan, maka akan diberitahukan kepada Penyedia
Barang/ Jasa secara tertulis untuk mengganti/ menambah Pelaksana.
5. Dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah dlkeluarkannya surat pemberitahuan,
Penyedia Barang / Jasa harus menunjuk Pelaksana baru atau Penyedia
Barang/Jasa sendiri (penanggung jawab / Direktur Perusahaan) yang
akan memimpin pelaksanaan.
6. Setiap hari kerja kecuali SE harus stamby di lokasi sesuai dengan Job
Masing masing.
2.8 Penjagaan Keamanan Lapangan Pekerjaan
1. Penyedia Barang/Jasa diwajibkan menjaga keamanan lapangan
terhadap barang-barang milik Proyek, Konsultan pengawas dan milik
Pihak Ketiga yang ada di lapangan.
2. Bila terjadi kehilangan bahan-bahan bangunan yang telah disetujui
Konsultan Pengawas baik yang telah dipasang maupun yang belum,
menjadi tanggung Jawab Penyedia Barang/Jasa dan tidak akan
diperhitungkan dalam biaya pekerjaan tambah.
3. Apabila terjadi kebakaran, Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab
atas akibatnya, baik yang berupa barang-barang maupun keselamatan
jiwa. Agar disediakan alat pemadam kebakaran yang siap pakai yang
ditempatkan di tempat-tempat yang akan ditetapkan kemudian oleh
Konsultan Pengawas.
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 22

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

2.9 Alat-alat Penunjang Pelaksanaan.


Semua alat yang akan digunakan untuk menunjang pelaksanaan
pekerjaan harus disediakan oleh Penyedia Barang / Jasa, sebelum
pekerjaan secara fisik dimulal dalam keadaan baik dan siap dipakai antara
lain :
a. Concrette mix 3,5 M3.
b. Dump Truck
c. Diesel Pile Hammer
d. Jack Hammer
e. Stamper
f.
Vibrator Concrette
g. Crane on Track (Mobile)35 Ton
h. Excavator
i.
Pile Driverr + Hammer
j.
Pompa Air Diesel 5 Kw
k. Alat Penyambung Tiang Pancang
l.
Perlengkapan penerangan untuk kegiatan malam.
m. Teodolit
2.10 Situasi dan Ukuran
1. Situasi.
b. Pekerjaan tersebut dalam Bab ini merupakan rencana yang akan
dilaksanakan.
c. Ukuran-ukuran tersebut dalam gambar dimaksudkan sebagai ukuran
yang mengikat dalam pelaksanaan dan sebagai pegangan Penyedia
Barang / Jasa.
d. Penyedia Barang / Jasa wajib meneliti situasi tapak, terutama keadaan
tanah, sifat dan luasnya pekerjaan dan hal-hal lain yang dapat
menpengaruhi penawarannya.
e. Kelalaian atau kekurangan ketelitian Penyedia
Barang/Jasa
dapat dijadikan alasan untuk mengajukan tuntutan.
f.

tidak

Pekerjaan yang bersifat memasang / menyambung / melanjutkan


ukuran hendaknya disesuaikan kondisi lapangan. Dan telah disetujui
oleh Pihak Direksi dan minimal Konsultan Penawas.

2. Ukuran.
a. Ukuran satuan yang digunakan disini semuanya dinyatakan dalam cm
dan m, kecuali ukuran-ukuran tertentu yang dinyatakan dalam inch
atau mm.
b. Permukaan atas lantai ditetapkan sesuai gambar rencana.
c. Menentukan satu titik duga sebagai pedoman duga untuk bangunan
yang baru dan mendapat persetujuan Konsultan Perencana /
Pengawas dan unsur teknis.
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 23

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

d. Memasang Papan Bangunan (Bouwplank).


i.

ii.

Ketetapan letak ban diukur sesuai gambar pedoman block plan


dan di bawah pengawasan Konsultan Pengawas dengan
piket/patok kayu kruing 5/7 cm yang dipancang kuat-kuat dan
papan terentang dengan ketebalan 3 cm diketam rata pada sisi
atasnya.
Penyedia Barang / Jasa harus menyediakan pembantu yang ahli
dalam cara-cara mengukur menurut situasi dan kondisi tanah
bangunan, yang selalu berada/dijumpai di lapangan.

2.11 Syarat-syarat Cara Bahan Bangunan


1. Semua bahan yang didatangkan harus tetap mengacu pada pasal 2
Bab ini.
2. Konsultan Pengawas berwenang menanyakan
Penyedia Barang/Jasa wajib memberitahukan.

asal

bahan

dan

3. Semua bahan bangunan yang akan digunakan harus diperiksakan


dahulu kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.
4. Bahan yang telah mendapatkan persetujuan harus ditandai dengan
paraf Konsultan Pengawas atau pihak yang ditunjuk lalu disimpan di rak
sample.
Bahan yang telah disetujui untuk dipakai tidak boleh dibawa keluar
proyek.
5. Bahan bangunan yang telah didatangkan oleh Penyedia Barang / Jasa
di lapangan, tetapi ditolak pemakaiannya oleh Konsultan Pengawas
harus segera dikeluarkan dari lapangan pekerjaan selambat lambatnya
dalam waktu 2x24 jam terhitung dari jam penolakan.
6. Pekerjaan atau bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh
Penyedia Barang/Jasa tetapi ternyata ditolak Konsultan Pengawas,
harus segera dihentikan dan selanjutnya dibongkar atas biaya Penyedia
barang/Jasa dalam waktu yang ditetapkan oleh Konsultan.
2.12. Pemeriksaan Pekerjaan
1. Sebelum mulai pekerjaan lanjutan, Penyedia Barang/Jasa diwajibkan
minta kepada Konsultan Pengawas melakukan pemeriksaan. Dan
apabila Konsultan Pengawas telah menyetujui bagian pekerjaan
tersebut. Penyedia Barang/Jasa dapat meneruskan pekerjaannya.
2. Bila permintaan pemeriksaan itu dalam waktu 2x24 jam (dihitung dari
jam diterimanya surat permohonan pemeriksaan) tidak dipenuhi oleh
Konsultan Pengawas (kecuali terhalang hari libur), Penyedia
Barang/Jasa dapat meneruskan pekerjaannya dan bagian yang
seharusnya diperiksa dianggap telah disetujui Konsultan Pengawas.

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 24

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

Hal ini dikecualikan bila Konsultan pengawas minta perpanjangan


waktu.
3. Bila Penyedia Barang/Jasa melanggar pasal 2.12. ini, Konsultan
Pengawas berhak menyuruh membongkar bagian pekerjaan sebagian
atau seluruhnya. Biaya pembongkaran dan pemasangan kembali
menjadi tanggungan Penyedia Barang/Jasa
2.13. Pekerjaan Tambah / Kurang dan Perbaikan
1. Tugas mengenai pekerjaan tambah/kurang diperintahkan dengan
tertulis oleh Pemberi Tugas. Sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Biaya pekerjaan tambah/kurang Daftar Harga Satuan Pekerjaan yang
dimasukkan oleh Penyedia Barang / Jasa yang pembayarannya
diperhitungkan bersama-sama Penyedia Barang/ Jasa dengan
angsuran terakhir.
3. Untuk pekerjaan tambah yang harga satuannya tidak tercantum, dalam
harga satuannya yang dimasukkan dalam penawaran, harga lebih
lanjut oleh Konsultan Pengawas bersama-sama Penyedia Barang / Jasa
Pemberi Tugas.
4. Adanya Pekerjaan tambah tidak dapat dijadikan alasan sebagai
penyebab kelambatan penyerahan pekerjaan, tetapi Konsultan
Pengawas/Tim
Pengelola
Teknis
dapat
mempetimbangkan
perpanjangan waktu karena adanya pekerjaan tambah tersebut.
2.14. Pekerjaan Persiapan
1. Pembersihan halaman.
Penyedia Barang / Jasa harus membersihkan lokasi dari segala sesuatu
yang mungkin akan mengganggu pelaksanaan sesuai dengan petunjuk
atau persetujuan Konsultan Pengawas
2. Papan Nama Proyek
Penyedia Barang / Jasa harus memasang papan nama proyek, dengan
ukuran 75 cm x 150 cm pada lokasi yang mudah untuk dilihat.

2.15. Pekerjaan Timbunan dan Pemadatan


1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan
ini
mencakup
pengambilan,
pengangkutan,
penghamparan dan pemadatan tanah atau lahan berbutir yang
disetujui untuk konstruksi timbunan umum yang diperlukan untuk
membuat dimensi timbunan, antara lain ketinggian yang sesuai
persyaratan atau penampang melintangnya

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 25

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

b. Segala perubahan dari spesifikasi ini harus dikonsultasikan secara


tertulis kepada Konsultan pengawas dan harus mendapat
persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan pengawas untuk memulal
pekerjaan.

2. Survey
a. Sebelum pekerjaan timbunan dimulal harus dilakukan survei
topografi. Level yang disepakati harus dicatat dan ditandatangani
oleh Konsultan Pengawas dan Penyedia Barang/Jasa.
b. Penyedia Barang/Jasa harus membuat hasil survey dalam bentuk
gambar tampak dan penampang dengan skala yang disetujui oleh
Konsultan Pengawas. Gambar penampang harus pada interval 10 m.
Konsultan Pengawas harus menverifikasikan gambar tampak dan
penampang.
3. Peralatan
a. Penyedia Barang / Jasa harus mengajukan metode kerja termasuk
output kerja harian, jumlah, tipe dan kapasitas peralatan yang akan
dioperasikan kepada konsultan Pengawas.
b. Pemilihan peralatan harus mempertimbangkan kondisi lapangan dan
lingkungan.
c. Pengujian laboratortum untuk perencanaan pekerjaan pemadatan
tanah sebaiknya dilakukan pada laboratorium yang memiliki
peralatan lengkap, yaitu pada laboratorium DPU Propinsi Sulawesi
Selatan di Makassar atau laboratorium dari perguruan tinggi yang
disetujui oleh Konsultan Pengawas.
4. Pengaturan
a. Penyedia Barang/ Jasa harus mengajukan hal-hal berikut kepada
Konsultan Pengawas sebelum persetujuan untuk memulai pekerjaan
diberikan oleh Konsultan Pengawas :
Gambar penampang melintang terinci yang menunjukkan
permukaan dipersiapkan bagi timbunan yang akan ditempatkan.
Hasil pengujian kepadatan yang memberikan hasil pemadatan
yang baik dari permukaan yang dipersiapkan dimana timbunan itu
akan ditempatkan.
b. Penyedia Barang/Jasa harus mengajukan hal-hal berikut kepada
Konsultan Pengawas sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari
sebelum tanggal yang diusulkan dari penggunaan bahan-bahan
yang diajukan untuk digunakan sebagai timbunan. Dua contoh
masing-masing seberat 50 kg dari bahan-bahan, salah satu akan
ditahan oleh Konsultan Pengawas untuk rujukan selama periode
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 26

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

kontrak. Pernyataan tentang asal dan komposisi dari bahan setiap


bahan-bahan yang akan diusulkan untuk digunakan sebagai
timbunan bersama dengan data pengujian laboratorium yang
membuktikan bahwa bahan-bahan tersebut memenuhi sifat yang
ditentukan.
c. Penyedia Barang/ Jasa harus mengajukan hal berikut secara tertulis
kepada Konsultan Pengawas segera setelah penyelesaian setiap
bagian pekerjaan dan sebelum setiap persetujuan diberikan untuk
penempatan bahan-bahan lain diatas timbunan.
5. Kondisi tempat Kerja
a. Penyedia Barang/ Jasa harus menjamin lahan pekerjaan selalu kering
sebelum dan selama pekerjaan pemadatan.
b. Timbunan harus mempunyai kemiringan
menunjang sistem drainase yang baik.

yang

cukup

untuk

c. Penyedia Barang/Jasa harus menjamin pada tempat ke suatu


persediaan air yang cukup untuk pengendalian kelembaban
timbunan selama operasi pemadatan.
6. Pembetulan Pekerjaan Yang Tidak Memenuhi Syarat
a. Timbunan akhir yang tidak sesuai dengan penampang melintang
yang ditentukan atau yang disetujui atau dengan toleransi
permukaan yang ditentukan, harus diperbaiki atau dengan toleransi
permukaan yang ditentukan, harus diperbaiki dengan menggaruk
permukaan tersebut dan membuang atau menambah bahan-bahan
sebagaimana diperlukan disusul dengan pembentukan/ pemadatan
kembali.
b. Timbunan yang terlalu basah untuk pemadatan dalam batas kadar
air yang ditetapkan atau sebagaimana diarahkan oleh Konsultan
Perencana, harus dikoreksi dengan menggaruk bahan-bahan disusul
dengan pengerjaan dengan mesin perata berulang-ulang atau
peralatan lainnya yang disetujui, dengan selang istirahat antara
pekerjaan, di bawah kondisi cuaca kering. Kalau pengeringan yang
cukup tidak tercapai dengan pengerjaan dan membiarkan bahan
terlepas, maka Konsultan Pengawas dapat tersebut dikeluarkan dari
pekerjaan dan diganti dengan bahan-bahan kering yang memadai.
c. Timbunan yang menjadi jenuh karena hujan atau banjir atau
sebaliknya setelah dipadatkan secara memuaskan sesuai dengan
spesifikasi ini, pada umumnya tak akan memerlukan pekerjaan
perbaikan asalkan sifat bahan-bahan dan keratan permukaan masih
memenuhi persyaratan dari spesifikasi ini.

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 27

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

d. Perbaikan yang tidak memenuhi persyaratan sifat atau kepadatan


bahan-bahan dari spesifikasi ini, harus diperbaiki sebagaimana
diarahkan oleh Konsultan dan dapat meliputi pemadatan
tambahan. Penggarukan kemudiandisusul
dengan
pengaturan
kadar air dan pemadatan kembali atau pembuangan dan
penggantian bahan-bahan.
7. Pemulihan Pekerjaan Setelah pengujian
Semua lubang pada pekerjaan akhir yang dimuat oleh pengujian
kepadatan atau lainnya harus ditimbun kembali oleh Penyedia
Barang/Jasa tanpa penundaan dan dipadatkan sampai persyaratan
toleransi permukaan dan kepadatan dari spesifikasi ini.
8. Pembatasan Cuaca
Timbunan tidak boleh ditempatkan, dihampar atau dipadatkan sewaktu
hujan turun, dan tak ada pemadatan yang boleh dilakukan setelah
hujan atau sebaliknya bila bahan-bahan berada diluar batas yang
ditentukan.
9. Bahan-bahan
Sumber-sumber bahan-bahan timbunan harus dipilih dari sumber yang
disetujui.
10. Timbunan lempung / tanah liat
a. Timbunan yang digolongkan sebagai timbunan lempung terdiri dari
timbunan tanah lempung yang digali dan disetujui oleh Konsultan
sebagai bahan-bahan yang memenuhi syarat untuk pengunaan
dalam pekerjaan permanen. Material yang digunakan adalah
material silty clay yang memenuhi klasifikasi USCS sebagal material
CLML, atau SM.
b. Tanah yang mempunyai sifat mengembang (shrinkage) sangat tinggi
yang mempunyai suatu nilai aktivitas lebih besar dari pada 1,0 atau
suatu derajat pengembangan yang digolongkan oleh AASHTO T 258
sebagai sangat tinggi atau ekstra tinggi, tidak akan digunakan
sebagai bahan Iirnbunan. Nilai aktivitas harus hams diukur sebagai
lndeks Plastisitas, IP (AASHTO T 90) persentase ukuran tanah liat
(MSHTO T 88).
c. Indeks Plastisitas, IP (AASHTO T 90) dan material timbunan harus lebih
kecil dan 30%
d. Material yang telah dipadatkan menurut Modifier Protor harus
memiliki :
- Berat jenis kening maksimum () Iebih besar dan 1.70 ton m3
- Undrained Shear Strenght (Cu) lebih besar dari 60 kpa.
- Specific Gravity (Gs) lebih besar lebih besar dari 2,6
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 28

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

11. Urugan pasir


a. Semua timbunan yang digunakan harus
timbunan untuk urugan kembali pada struktur.
-

dipandang

sebagai

Material yang digunakan pada urugan pasir ini harus memenuhi


persyaratan .

13. Urugan sirtu


Semua timbunan sirtu yang digunakan harus dipandang sebagai
timbunan untuk urugan kembali pada struktur. Sirtu yang dimaksudkan
adalah koral alam/ sirtu yang stabil (mengandung butir halus yang
cukup).
14. Penempatan dan pemadatan timbunan
a. Persiapan tempat kerja
Sebelum menempatkan timbunan pada suatu daerah maka
semua operasi pembersihan dan pembongkaran, termasuk
penimbunan lobang yang tertinggal pada waktu pembongkaran
akar diselesaikan sebagaimana tebah dipeintahkan oleh Konsultan
Pengawas. Seluruh areal harus diratakan secukupnya sebelum
penimbunan dimulai.
Dimana ukuran tinggi timbunan adalah satu meter atau kurang,
maka daerah pondasi timbunan tersebut harus dipadatkan secara
penuh sampai lapisan atas 150 mm dan tanah memenuhi
persyaratan kepadatan yang ditentukan untuk timbunan yang
akan ditempatkan, maka lapisan tersebut harus sedapat mungkin
sama tebalnya.
b.Timbunan tanah
Timbunan tanah harus dipindahkan segera dari daerah galian ke
permukaan yang dipersiapkan dalam keadaan cuaca kering.
Penumpukan tanah timbunan tidak akan diizinkan selama musim
hujan, dan pada waktu lainnya hanya dengan izin tertulis Konsultan
Pengawas.
Sebelum timbunan ditempatkan, seluruh rumput dan tumbuhan
harus dibuang dari permukaan atas dimana timbunan tensebut
ditempatkan dan permukaan yang sudah dibersihkan dihancurkan
dengan pembajakan atau pengupasan sampai kedalaman
minimum 20-30 cm sampai dengan tanah bawah. Pemadatan
Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan maka
setiap lapisan harus dipadatkan secara menyeluruh dengan alat
pemadata yang cocok dan layak serta disetujui oleh Konsultan
sampai suatu kepadatan yang memenuhi persyratan yang
ditentukan.
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 29

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

Pemadatan timbunan akan dilakukan bila kadar air bahan-bahan


berada dalam Batas antara 3% kurang dari pada kadar air
optimum. Kadar air optimum tersebut ditentukan sebagai kadar air
dimana kepadatan kering maksimum diperoleh bila tanah tersebut
dipadatkan sesuai AASHTO T 99
Semua timbunan batuan harus ditutup dengan lapisan dengan
tebal 200mm dari bahan-bahan yang bergradasi baik yang berisi
batu-batu tidak lebih dari 50 mm dan mampu mengisi semua selasela bagian atas timbunan. Lapisan ini harus dibangun sesuai
dengan persyaratan untuk timbunan tanah.
Setiap lapisan timbunan yang ditempatkan harus dipadatkan
sebagaimana ditentukan, diuji untuk kepadatan dan diterima oleh
konsultan Pengawas sebelum lapisan berikutnya ditempatkan.
Timbunan hams dipadatkan dimulai dari tepi luar dengan suatu
cara yang sedemikian sehingga setiap bagian menerima jumlah
pemadatan yang sama.
Timbunan pada lokasi yang tidak dicapai oleh pemadatan biasa,
dipadatkan dengan menggunakan pemadat tangan mekanis
(mechanical stamper) yang disetujui.
Sebelum melakukan Penimbunan Semua unsur yang dapat
merusak seperti akar kayu dll harus dibuang keluar lokasi.
b. Perlindungan timbunan yang sudah dipadatkan
Penyedia Barang/Jasa harus menjaga dan melindungi timbunan
yang sudah dipadatkan dari segala pengaruh yang dapat
merusak mutu Timbunan.
Penyedia Barang/Jasa harus memelihara timbunan terhadap
terjadinya lonsor pada daerah talud. Apabila terjadi kelonsoran
lokal
pada talud, maka Penyedia Barang/Jasa harus
memperbaikinya dalam waktu 24 jam setelah ada instruksi dan
direksi/ konsultan Pengawas semua biaya perbaikan yang
diperlukan menjadi tanggung jawab Penyedia Barang/Jasa.
Apabila diperlukan pengujian tambahan dilakukan pada sebagian
atau keseluruhan timbunan yang sudah diuji dan diterima. ApabiIa
terbukti bahwa timbunan tersebut mengalami penurunan mutu
sehingga tidak memenuhi spesifikasi teknik ini, maka Penyedia
Barang/Jasa wajib atas biaya timbunan tersebut sampai
memenuhi spesifikasi teknik ini dan menanggulangi biaya
pengujian.
12. Jaminan Kualitas
a. Pengawas Kualitas bahan
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 30

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

Jumlah data penunjang untuk hasil pengujian yang diperlukan untuk


persetujuan awal kualilas bahan-bahan hal oleh Konsultan
Pengawas termasuk semua pengujian yang relevan yang telah
ditentukan, sekurang-kurangnya tiga contoh yang mewakili sumbersumber bahan-bahan yang diajukan yang terpilih untuk mewakili
serangkaian perubahan bahan-bahan tersebut atau sumbernya.
Suatu program rutin pengujian mutu bahan-bahan harus
dilaksanakan untuk mengendalikan keanekaragaman bahan yang
dibawa ke tempat prayek. Jangkauan pengujian tersebut hams
sebagaimana diarahkan oleh Konsultan tetapi untuk setiap 1.000 m3
timbunan yang diperoleh dari setiap sumber.
13. Pengukuran
a. Timbunan akan diukur sebagal jumlah meter kubik bahan-bahan yang
dipadatkan yang diterima lengkap ditempat. Volume yang diukur harus
didasarkan pada gambar penampang melintang yang disetujui dari
profil tanah atau profil galian sebelum suatu timbunan ditempatkan,
kelandaian dan keunggulan dari pekerjaan timbunan akhir yang
ditentukan dan disetujui. Metoda perhitungan volume bahan-bahan
harus bidang rata-rata, dengan menggunakan penampang melintang
dari pekerjaan yang berjarak lebih dari 25 m.
b. Pekerjaan timbunan kecil yang menggunakan timbunan biasa
dinyatakan sebagai bagian dari pos pekerjaan tanah tidak akan diukur
untuk pembayaran sebagai timbunan di bawah bab ini.
c. Timbunan yang digunakan untuk, timbunan atau untuk menubur
bahan-bahan yang tidak memenuhi syarat atau tidak tercapai, tidak
akan dimasukkan dalam pengukuran timbunan.
d. Bila bahan-bahan yang digunakan untuk timbunan, maka bahanbahan ini akan dibayar sebagai timbunan.
14. Rencana Kerja Yang Harus Disampaikan
a. Jadwal Rencana Kerja Terperinci
b. Dalam menyiapkan rencana kerja/ time schedule bar-chart, network
planning diagram dan Kurva S yang diperlukan berdasarkan ketentuanketentuan umum kontrak, tanggal-tanggal penyelesaian kerja paling
lambat untuk butir pekerjaan yang amanpun tidak boleh melewati
waktu penyelesaian yang ditetapkan oleh Penyedia Barang/Jasa
dalam time schedule.
c. Penyedia jasa wajib menyediakan dokumen mutu kontrak yang telah
disahkan pemilik pekerjaan sebagai dokumen acuan jaminan mutu
(Quality Assurance) pekerjaan di lokasi pekerjaan.
2.16. Pekerjaan Galian dari Urugan
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 31

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

1. Bahan :
a. Tanah setempat (di tempat areal pekerjaan) atau tanah dari lokasi
lain yang memenuhi syarat penggunaan.
b. Alat-alat pelaksanaan pekerjaan
Alat gali dan alat urug serta alat pemadat yang cukup memadai.
2. Macam pekerjaan.
a. Pekerjaan Pembersihan Lokasi.
1) Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pembersihan dan menyingkirkan
semua jenis tumbuhan.
2) Dalam hubungan ini juga harus dibongkar dan disingkirkan semua
akar-akar tumbuhan yang berada di bawah permukaan tanah,
sebelum Penyedia Barang/ Jasa mulai bekela di tanah lokasi.
b. Pekerjaan galian.
Pekerjaan ini meliputi pekerjaan menggali dengan ukuran luas dan
kedalaman tertentu, dengan persyaratan teknis tertentu pula sesuai
dengan kegunannya.
Misalnya galian untuk pondasi, peresapan septictank dlil sesuai
dengan gambar lencana.
c. Pekerjaan urugan.
1) Urugan tanah dan pasir pada lubang galian yang tidak ditempati
fondasi.
2) Urugan tanah mendatangkan untuk mencapai peil Iantai sesuai
gambar rencana
3) Urugan pasir di bawah pondasi.
4) Urugan pasir di dalam bangunan di bawah Iantai untuk dapat
mencapai peil lantai yang ditentukan.
5) Timbunan Tanah Pilihan
d. Pemadatan.
Setiap pekerjaan urugan harus disertai pekerjaan pemadatan, hal ini
dimaksudkan untuk mengubah sifat tanah urug yang lepas /loose
menjadi padat / dense.
e. Pembuangan sisa tanah.
Pekerjaan ini adalah membuang sisa tanah galian atau tanah yang
didatangkan dari luar ke lokasi di luar areal proyek atau bekas
bongkaran yang tidak terpakai, dengan ijin Konsultan Pengawas.
3. Syarat-syarat pelaksanaan.
a. Pekerjaan pembersihan

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 32

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

1) Tanah yang akan ditempati bangunan harus benar-benar


dibersihkan dari segala kotoran, semua akar-akar dan sisa barang
yang ada. Pembersihan ini untuk seluruh areal bangunan.
2) Lapisan tanah paling atas / top soil harus dibersihka dari luar
humus dll, setebal 10-20 cm .
3) Bila kondisi tanah jelek atau labil, tertentu dan diganti dengan
tanah perbaikan berupa sirtu (pasir dan batu gunung)
b. Pekerjaan galian.
1) Penyedia Barang / Jasa harus menentukan posisi/lokasi tempat
galian dengan tepat, kemudian sebelum digali harus
mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas, hal ini untuk
menghindari terjadinya salah gali, sehingga harus diurug yang
memerlukan persyaratan tersendiri.
2) Semua pekerjaan penggalian didasarkan pada panjang, lebar,
kedalaman dan kemiringan slopenya sesuai gambar rencana
dan pertimbangan kemudahan pengerjaannya.
3) Pekerjaan galian harus dilaksanakan sampai mencapai tanah
baik, sebagai pedoman harus mengikuti kedalaman yang tertera
dalam gambar rencana.
4) Jika sebelum mencapai kedalaman seperti yang tertera dalam
gambar rencana, temyata ditemui tanah keras atau batu kasar
ataupun halangan yang lain, maka Penyedia Barang/Jasa harus
minta petunjuk konsultan pengawas.
5) Jika galian telah mencapai kadalaman sesuai dengan gambar
rencana, temyata tanah dasar galian menunjukkan hal-hal yang
meragukan, maka Penyedia Barang/Jasa harus minta petunjuk
konsultan pengawas.
6) Penyedia Barang/Jasa harus selalu memonitor kedalaman Galian
bersama konsultan pengawas agar tidak terjadi kesalahan dalam
penentuan kedalaman galian.
7) Jika terjadi kesalahan penggalian melebihi kedalaman yang
ditentukan, maka Penyedia Barang/Jasa tidak diperkenankan
langsung mengurug selisih kedalaman tersebut dengan tanah,
tetapi untuk penyelesaiannya minta petunjuk konsultan
pengawas.
8) Tanah bekas galian harus ditempatkan agak jauh dan lokasi
galian.
9) Jika lubang galian tergenang air atau terdapat kotoran sebelum
fondasi dipasang, maka sebelum pemasangan fondasi lubang
galian terebut harus dlbersihkan dari sisa-sisa kotoran atau lapisan
lumpur yang melekat.
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 33

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

c. Pekerjaan Urugan.
1) Setiap tanah urugan harus dibersihkan dari tunas tumbuhtumbuhan dan segala macam sampah atau kotoran.
2) Tanah urugan harus dari jenis tanah berbutir (tanah ladang atau
berpasir dan tidak tenlalu basah)
3) Urugan tanah harus dipadatkan dengan mesin pemadat
(compactor) dan tidak dibenarkan hanya menggunakan timbris.
4) Kekurangan atau kelebihan tanah harus ditambah atau
disingkirkan da atau ke tempat-tempat yang akan ditentukan oleh
Konsultan Pengawas.
5) Urugan pasir.
Urugan pasir harus dilaksanakan di bawah lantai setebal
minimal 10 cm dan di bawah pondasi batu kali minimal setebal
10 cm.
Sebelum ubin dipasang, lapisan pasir harus dipadatkan
dengan disiram air dan diratakan.
Letak, tebal dan jenis pasir yang belum tercantum dalam RKS
ini disesuaikan dengan gambar rencana.
d. Pembentukan tanah.
Muka tanah di mana akan didihkan bangunan di atasnya harus
dibentuk dengan rata menurut garis-garis dan ketinggian yang telah
ditentukan di dalam gambar rencana.
4. Pekerjaan Pasangan Batu Kali
a. Segala material batu kali, air dan pasir yang dipergunakan dalam
pasangan batu harus telah memenuhi syarat yang telah ditentukan
dan disetujui Direksi.
b. Komposisi adukan untuk pasangan batu saluran harus terdiri dari 1
semen portland : 4 pasir pasang dan untuk plat pelintas 1:3 dengan
takaran yang sama dan dicampur dengan air secukupnya agar
mencapai kekentalan yang disetujui Direksi dan ditambahkan dengan
Zat Additive.
c. Adukan harus dilaksanakan dengan mesin pengaduk beton (Concrit
Mixer)
Lama pengadukan harus sampai menunjukkan homogenitas adukan
sesuai dengan petunjuk Direksi.
Dalam segala hal tidak boleh memakai adukan yang telah mulai
mengeras sebagian atau tercampur dengan bahan lain untuk
digunakan kembali.
d. Batu-batu tidak boleh dipasang selama hujan atau cukup lama untuk
menghanyutkan spesi, dimana adukan yang sudah terlanjur dihampar
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 34

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

harus dilindungi sedemikian rupa dari hujan. Bilamana terjadi pelelehan


akibat air hujan, spesi tersebut harus dibuang.
e. Semua batu yang digunakan dalam pasangan sebelumnya harus
basah dengan air sampai seluruh permukaan merata agar tidak terjadi
penyerapan air oleh spesi.
f. Bila ada lubang galian untuk pasangan pondasi/saluran terdapat
genangan air, maka sebelum pekerjaan pasangan dimulai terlebih
dahulu airnya dipompa/dikeringkan.
g. Pekerjaan pasangan untuk dinding saluran tembok penahan tanah
harus dilengkapi dengan lubang-lubang untuk pipa penggalian air
tanah (weep hole) sebagaimana tercantum dalam gambar Rencana.
h. Pemasangan batu sedemikian rupa satu sama lain terjadi ikatan yang
kokoh dan sempurna, di dalam pasangan sama sekali tidak boleh
terdapat rongga atau celah yang tidak terisi spesi.
i.

Pemasangan bouwplank atau profil saluran persection dibuat dari


kayu atau balok yang kuat sehingga terbentuk profil saluran baik
bagian yang nampak maupun bagian yang nantinya tidak nampak
(bagian/sisi dalam maupun sisi luarnya).

j.

Tebal pasangan batu disesuaikan dengan gambar desain dengan


menambahkan tebal plesteran 1 s/d 1,5 cm.)

k. Pajak tambang golongan C dengan berpedoman pada Keputusan


Bupati Luwu Timur atau peraturan daerah yang berlaku.
2.17. Pekerjaan Pasangan dan Plesteran
1. Pekerjaan Pasangan
a. Pasangan pondasi batu kali pada pondasi memanjang/staal
dipasang dengan spesi 1Pc : 4Ps
b. Pasangan batu bata 50 cm diatas Iantai untuk Saluran dipasang
dengan spesi lPc: 3Ps
c. Pasangan Plesteran Voeg Mengunakan Spesi 1 Pc : 4 Ps
d. Campuran Plesteran List Mengunakan Campuran 1 Pc : 2 Ps
2. Pekerjaan plesteran
a. Semua Pas. Batu dalam dan luar dipelester dengan spesi 1Pc : 4psr,
kecuali pelesteran List dengan spesi 1Pc : 2Ps.
b. Pekerjaan cor beton yang kelihatan dipelester dengan spesi 1Ps : 2Ps.
3. Bahan
a. Batu yang dipasang harus batu pecah/tidak gundul maksimal
diameter 20 cm harus bersih dari kotoran, tanah, asarn dan garam.
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 35

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

b. Bata merah harus berkualitas baik sesuai dengan SNI 15,2094,1991.


c. Prosentase pecah pada batu bata merah untuk konstruksi pasangan
maksimum 10%.
d. Paving Blok
e. Pasir yang digunakan adalah dari jenis pasir pasang, pasir spesi
untuk pasangan bata harus disaring dengan kasa 5 mm dipasang
bidang tanah.
f. Pasir untuk plesteran sebelum harus diayak (maksimal 3 mm x 3mm)
2.18. Pekerjaan Beton Konstruksi
1. Ketentuan Umum
a. Persyaratan-persyaratan Konstruksi beton, istilah teknik dan atau syaratsyarat pelaksanaan pekerjaan beton secara umum menjadi satu
kesatuan dalam persyaratan teknis ini. Di dalam segala hal yang
menyangkut pekerjaan beton dan struktur beton harus sesuai dengan
standard-standard yang berlaku, yaitu :
1) Tata cara perbitungan struktur beton untuk bangunan gedung (SK
SNI T-15-1991).
2) Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBI, 1982).
3) Standard Industri Indonesia (SII),
4) Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung, 1983.
5) Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Untuk Gedung (PPTGUG,
1983),
6) American Society of Testing Material (ASTM).
b. Pelaksana wajib melaksanakan pekerjaan ini dengan ketepatan dan
presisi tinggi, sebagaimana tercantum di dalam persyaratan teknis ini,
gambar-gambar rencana, dan atau instruksi-instruksi yang dikeluarkan
oleh Konsultan Pengawas.
c. Semua material yang digunakan di dalam pekerjaan ini harus
merupakan material yang kualitasnya teruji dan atau dapat dibuktikan
memenuhi ketentuan yang disyaratkan.
d. Penyedia Barang/ Jasa wajib melakukan pengujian beton yang akan
digunakan di dalam pekerjaan ini.
e. Seluruh material yang oleh Pengawas dinyatakan tidak memenuhi
syarat harus segera dikeluarkan dari lokasi prayek dan tidak
diperkenankan menggunakan kembali.
2. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan yang diatur di dalam persyaratan teknis ini meliputi
seluruh pekerjaan beton/struktur beton yang sesuai dengan gambar
rencana :

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 36

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

a. Pekerjaan beton/ struktur beton yang sesuai dengan gambar rencana,


termasuk di dalamnya pengadaan bahan, upah, pengujian yang
berhubungan dengan pekerjaan tersebut.
b. Pengadaan, detail, fabrikasi dari pemasangan semua penulangan
(reinforcement) dan bagian-bagian dari pekerjaan lain yang tertanam
di dalam beton.
c. Perancangan, pelaksanaan dan pembongkaran acuan beton,
penyelesaian dan perawatan belon, dan semua jenis pekerjaan lain
yang menunjang pekerjaan beton.
3. Bahan-bahan
a. Semen
Semen yang digunakan adalah Semen Portland Tipe I dan merupakan
hasil produksi dalam negen satu merk. Semen harus disimpan
sedemikian rupa hingga mencegah terjadinya kerusakan bahan atau
pengotoran oleh bahan lain. Penyimpanan semen harus dilakukan di
dalam gudang tertutup, sedemikian rupa sehingga semen terhindar dari
basah atau kemungkinan lembab, terjamin tidak tercampur dengan
bahan lain.
Urutan penggunaan semen harus sesuai dengan urutan kedatangan
semen tersebut di lokasi pekerjaan.
b. Agregat Kasar
Agregat untuk beton harus memenuhi seluruh ketentuan berikut ini :
1) Agregat beton harus memenuhi ketentuan dan persyaratan dari SII

0052-80 tentang Mutu dan Cara Uji Agregat Beton. Bila tidak
tercakup di dalam SII 0052-80, make agregat tersebut harus
memenuhi
Ketentuan
ASTM
Specification
for
Concrete
Aggregates.
2) Atas

persetujuan Pengawas, agregat yang tidak memenuhi


persyaratan butir a., dapat digunakan asal disertai bukti bahwa
berdasarkan pengujian khusus dan atau pemakaian nyata. agregat
tersebut dapat menghasilkan beton yang kekuatan, keawetan, dan
ketahanannya memenuhi syarat.

3) Di dalam segala hal, ukuran besar butir nominal maksimum agregat

kasar harus tidak melebihi syarat-syarat sebagai berikut :


Seperlima jarak terkecil antara b samping dari cetakan beton.
Sepertiga dari tebal pelat.
3/4 jarak bersih minimum antar batang tulangan, atau berkas
batang tulangan.
Penyimpangan dari batasan-batasan ini dijinkan jika menurut
penilaian Tenaga Ahil, kemudahan pekerjaan, dan metoda

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 37

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

konsolidasi beton adalah sedemikian hingga dijamin tidak akan


teijadi sarang kerikil atau rongga.
c. Air
Air yang digunakan untuk campuran beton harus memenuhi ketentuanketentuan berikut ini:
1) Jika mutunya meragukan harus dianalisis secara kimia dan dievaluasi
mutunya menurut tujuan pemakaiannya.
2) Harus bersih, tidak mengandung lumpur, minyak dan benda
terapung lainnya, yang dapat dilihat secara visual.
3) Tidak mengandung benda-benda tersuspensi lebih dari 2 gramlliter.
4) Tidak mengandung garam-garam yang dapat larut dan dapat
merusak beton (asam-asam, zat organik, dan sebagainya) lebih dari
15 gram/liter. Kandungan clorida (CI) tidak lebih dari 500 ppm dan
senyawa sulfat (sebagai SO3) tidak lebih dari 100 ppm.
5) Jika dibandingkan dengan kuat tekan adukan yang menggunakan
air suling maka penurunan kekuatan adukan beton dengan air yang
digunakan tidak lebih dari 5%.
d. Baja Tulangan
Baja tulangan yang digunakan harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut :
1) Tidak boleh mengandung serpih-serpih, lipatan-lipatan, reaksi-reaksi,
gelombang-gelombang, celah-celah yang dalam, atau berlapislapis.
2) Hanya diperkenankan berkarat ringan pada permukaan saja.
3) Kualitas dan diameter nominal dari baja tulangan yang digunakan
harus dibuktikan dengan sertifikat pengujian laboratorium yang
pada prinsipnya menyatakan nilai kuat-Ieleh dan berat per meter
panjang dari baja tulangan dimaksud.
4. Beton dan Adukan Beton Struktur
a. Sebelum memulai pekerjaan beton struktur, Penyedia Barang/Jasa
harus membuat trial mix design dengan tujuan untuk mendapatkan
proporsi campuran yang menghasilkan kuat tekan target beton
seperti yang disyaratkan.
b. Kuat tekan target beton yang disyaratkan di dalam pekerjaan ini (fc)
tidak boleh kurang dari 20 Mpa. Kuat tekan ini harus dibuktikan
dengan sertifikat pengujian dari Laboratohum Bahan Bangunan
yang telah disetujui Konsultan Pengawas.
c. Benda uji yang dimaksud adalah silinder beton dengan diameter 150
mm dan tinggi 300 mm yang untuk setiap 10 m3 produksi adukan
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 38

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

beton harus diwakili minimal dua buah benda uji. Tata cara
pembuatan benda uji tersebut harus mengikuti ketentuan yang
terdapat di dalam standar Metoda Pembuatan dan Perawatan
Benda Uji Beton di Laboratorium (SK SNI M-62-1990-03).
d. Jika hasil uji kuat tekan beton menunjukkan bahwa kuat tekan target
beton yang dihasilkan tidak memenuhi syarat, maka proporsi
campuran adukan beton tersebut tidak dapat digunakan, dan
Penyedia Batang/Jasa (dengan persetujuan Pengawas) harus
membuat proporsi campuran yang baru, sedemikian hingga kuat
tekan target beton yang disyaratkan dapat dicapai.
e. Setiap ada perubahan jenis bahan yang digunakan, Pelaksana wajib
melakukan trial mix design dengan bahan-bahan tersebut, dan
meIakukan pengujian laboratorium untuk memastikan bahwa kuat
tekan beton yang di hasilkan memenuhi kuat tekan yang
disyaratkan.
f. Untuk kekentalan adukan, setiap 5m3 adukan beton harus dibuat
pengujian slump dengan ketentuan sebagai berikut :
Bagian Konstruksi
a. Pelat /Poer
b. Angker struktur
c. Balok-balok
d. Pelat lantai

Nilai Slump (mm)


75 125
100 150
100 150
100 150

g. Apabila ada hal-hal yang belum tercakup di dalam persyaratan


teknis ini, Pelaksana harus mengacu pada seluruh ketentuan yang
tercakup di dalam Bab 5, Tata Cara Pembuatan Rencana
Campuran Beton Normal (SK SNI T-15-1990-03).
5. Pengadukan dan Alat-aduk
a. Pelaksana wajib menyediakan peralatan dan perlengkapan yang
memiliki ketelitian cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah
takaran
masing-masing
bahan
beton.
Seluruh
peralatan
perlengkapan dan tata cara pengadukan harus mendapatkan
persetujuan Pengawas.
b. Pengaturan pengangkutan dan cara penakaran yang dilakukan,
harus mendapatkan persetujuan Pengawas Seluruh operasi harus
dikontrol/ diawasi secara kontinyu oleh Pengawas
c. Pengadukan harus dilakukan dengan mesin aduk beton (batch
mixer atau portable continous mixer). Sebelum digunakan, mesin
aduk ini harus benar-benar kosong, dan harus dicuci tedebih dahulu
bila tidak digunakan lebih dari 30 menit.

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 39

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

d. Selain ketentuan tersebut di dalam bulir 5.c. di atas, maka


pengadukan beton di lapangan harus mengikuti ketentuan berikut
ini :
Harus dilakukan di dalam suatu mesin-aduk dari tipe yang telah
disetujui Pengawas
Mesin-aduk harus berputar pada suatu kecepatan yang
direkomendasikan oleh pabrik pembuat mesin-aduk tersebut.
Pengadukan harus diteruskan sedikitnya 1,5 menit setelah semua
material dimasukkan ke dalam drum aduk, kecuali jika dapat
dibuktikan/ ditunjukkan bahwa dengan waktu pengadukan yang
menyimpang dari ketentuan ini masih dapat dihasilkan beton yang
memenuhi syarat.
6. Pengangkutan Adukan
a. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan ke tempat
penyimpanan akhir (sebelum di tuang), harus sedemikian hingga
tercegah terjadinya pemisahan (segregasi) atau kehilangan
material.
b. Alat angkut yang digunakan harus mampu menyediakan beton di
tempat penyimpanan akhir dengan lancar tanpa mengakibatkan
pemisahan bahan yang telah dicampur dan tanpa hambatan yang
dapat mengakibatkan
hilangnya plasfisitas beton
antara
pengangkutan yang berurutan.

7. Penempatan beton yang kan dituang


a. Beton yang akan dituang harus ditempatkan sedekat mungkin ke
cetakan akhir untuk mencegah terjadinya segregasi karena
penanganan kembali atau pengaliran adukan.
b. Pelaksanaan penuangan beton harus dilaksanakan dengan suatu
kecepatan penuangan sedemikian hingga beton selalu dalam
keadaan plastis dan dapat mengalir dengan mudah ke dalam
hingga di antara tulangan.
c. Beton yang telah mengeras sebagian dan/ atau telah dikotori oleh
material asing, tidak boleh dituang ke dalam cetakan.
d. Beton setengah mengeras yang ditambah air atau beton yang
diaduk kembali setelah mengalami pengerasan tidak boleh
dipergunakan kembali.
e. Beton yang dituang harus dipadatkan dengan alat yang tepat
secara sempurna dan harus diusahakan secara maksimal agar
dapat mengisi sepenuhnya daerah sekitar tulangan dan barang
yang tertanam dan ke daerah pojok acuan.
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 40

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

8. Perawatan Beton
a. Jika digunakan dengan kekuatan awal yang tinggi, maka beton
tersebut harus dipertahankan di dalam kondisi lembab paling sedikit
72 jam, kecuali jika uji perawatan yang dipercepat.
b. Jika tidak digunakan semen dengan kekuatan awal yang tinggi,
maka beton harus dipertahankan dalam kondisi lembab paling
sedikit 168 jam setelah penuangan, kecuali jika dilakukan perawatan
dipercepat sebagaimana disebutkan di
Pembuatan
Rencana
Campuran Beton Normal (SK SNI T-15-1990-03).
9. Cetakan Beton
a. Di dalam segala hal, cetakan beton (termasuk penyangganya)
harus direncanakan sedemikian rupa hingga dapat dibuktikan
bahwa penyangga dan cetakan tersebut
mampu
menerima
gaya-gaya yang diakibatkan oleh penu
beton.
b. Cetakan harus sesuai dengan bentuk, ukuran dan batas-batas
bidang dari hasil beton yang direncanakan, serta tidak bocor dan
harus cukup kaku untuk mencegah terjadinya perpindahan tempat
atau kelongsoran dan penyangga.
c. Perrnukaan cetakan harus cukup rata dan halus serta tidak boleh
ada lekukan, lubang-lubang atau terjadi lendutan. Sambungan
pada cetakan diusahakan lurus dan rata dalam arah horisontal
maupun vertikal; terutama untuk permukaan beton yang tidak
difinish (expossed concrete).
d. Kecuali beton Diatas Sheet Pile dan Beron dibawah Pas. Batu
Tanggul, cetakan dibuat dari multipleks dengan ketebalan minimal 9
mm.
e. Penyedia Barang harus melakukan upaya-upaya sedemikian hingga
penyerapan air adukan oleh cetakan dapat dicegah.
f. Tiang-tiang penyangga harus direncanakan sedemikian rupa agar
dapat memberikan penunjang seperti yang dibutuhkan tanpa
adanya overstress atau perpindahan tempat pada beberapa
bagian konstruksi yang dibebani. Struktur dan tiang penyangga harus
cukup kuat dan kaku untuk menunjang berat sendiri dan bebanbeban yang ada di atasnya selama pelaksanaan.
g. Sebelum penulangan, cetakan harus diteliti untuk memasti-kan
kebenaran letaknya, kekuatannya dan tidak akan terjadi penurunan
dan pengembangan pada saat beton dituang, permukaan cetakan
harus bersih terhadap segala kotoran, dan diberi form oil untuk
mencegah lekatnya beton pada cetakan, Untuk menghindari
lekatnya form oil pada baja tulangan, maka pemberian form oil
pada cetakan harus dilakukan sebelum tulangan terpasang.
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 41

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

h. Cetakan beton dapat dibongkar dengan persetujuan tertulis dari


Pengawas, atau jika umur beton telah melampaui waktu sebagai
berikut :
Bagian sisi balok 48 jam (setara dengan 35 % fc)
Balok tanpa beban konstruksi 7 ha (setara dengan 70% Fc)
Balok dgn beban konstruksi 21 hari (setara dengan 95 % Fc)
Pelat lantai 21 hari (setara dengan 95% Fc)
i.

Pada bagian konstruksi yang terletak di dalam tanah, cetakan harus


dicabut sebelum pengurugan dilakukan.

10. Pengangkutan dan Pengecoran


a. Kedekatan pengadukan dan Pencoran harus diatur sedemikian rupa
hingga memudahkan dalam pelaksanaan Pencoran.
b. Waktu antara pengadukan dan Pencoran tidak boleh Iebih dari 1
jam. Pencoran harus dilakukan sedemikian rupa untuk menghindari
terjadinya pemisahan material dan perubahan letak tulangan.
c. Adukan tidak boleh dijatuhkan secara bebas dari ketinggian Iebih
dari 1,5 m, cara penuangan dengan alat-alat bantu seperti talang,
pipa tremi, chute, dan sebagainya hams mendapat persetujun
Pengawas.
d. Pelaksana harus memberitahukan Pengawas selambat-Iambatnya 2
hari sebelum Pencoran beton dilaksanakan.

11. Pemadatan Beton


a. Pemadatan baton harus dilakukan dengan penggetar mechanical
vibrator dan tidak diperkenankan melakukan penggetaran dengan
maksud untuk mengalirkan beton.
b. Pemadatan ini harus dilakukan sedemikian rupa hingga beton yang
dihasilkan merupakan massa yang utuh, bebas dari lubang-lubang,
segregasi atau keropos.
c. Pada daerah penulangan yang rapat, penggetaran dilakukan
dengan alat penggetar yang mempunyai frekuensi tinggi untuk
menjamin pengisi beton dan pemadatan yang baik.
d. Alat penggetar tidak boleh disentuhkan pada tulangan terutama
yang telah masuk pada beton yang telah mulai mengeras.

2.19. Pemancangan
1. Turap Beton/ Sheet Pile
a. Mutu dan Bahan
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 42

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

2015

a. Mutu beton fc 64 Mpa (Cube 700 kg/cm2)


b. Mutu beton fc 42 Mpa (Cube 600 kg/cm2)
c. Mutu Beton digunakan adalah :
Type W 400 Width 996 mm Cross Section 1.598 cm weight 400
kg/m length 12 m

Dan Tiang Pancang digunakan Tipe D 400 Panjang 14 m dan


Tiang Pancang D 300 Panjang 6 Meter dengan Mutuh Beton fc 42
MPa (Cube 600 kg/cm2

Type D 300 Cross Section 900 cm2 section inersial 67.500 cm4
weght 225 kg/m dan D 400 Cross Section 1,225 cm2 section inersial
125,052 cm4 weght 306 kg/m

Penggunaan atau jarak dan Posisi ,disesuaikan dengan kebutuhan


gambar rencana / detail, atau menurut petunjuk direksi.
b. Macam Pekerjaan
(1) Mobilisasi dari Titik Stok File ke Lokasi Pamancangan Intal atau
melakukan pemancangan sesuai dengan Persyaratan dan metode
yang benar, sesuai gambar kecuali jika ada instruksi khusus dari
Konsultan Pengawas (Perubahan dalam Berita Acara Aanwijzing).

2.20. Pekerjaan Beton angker, Leveling Councrite, Balok atas Sheet Pile, Angker
dan Ringbal Penghubung sheet pile dengan Tiang Pancang, Outlet saluran
1. Beton
a. Kontraktor harus mengikuti syarat umum dan syarat Khusus sesuai
dengan kontrak dan gambar kerja.
2.21. Pekerjaan Pengecatan
1. Bahan.
a. Pengertian cat disini meliputi emulsi, enamel, vernis, sealer cement
emulsion filler dan pelapis-pelapis lain yang dipakai sebagai cat
dasar, cat perantara dan cat akhir.
b. Cat pigmen harus dimasukkan dalam kaleng, dimana tertera nama
perusahaan pembuat, petunjuk pemakaian, formula, wama, nomor
seri dan tanggal pembuatannya.
c. Semua cat yang akan dipakai harus rnendapat persetujuan
Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana, wama cat akan
ditentukan kemudian.
Jenis cat yang digunakan adalah sebagai berikut:
(1) Cat kayu
LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI
BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 43

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

Produk
Wama
Type
Dipakai

Wama

2015

:
:
:
:

dalam negeri, sekualitas


akan ditentukan kemudian
tidak mengikat
Kayu Aksesories Tanggul, Tong Sampah dan Kursi
Taman
: akan ditentukan kemudian ,

d. Cat meni kayu dan besi digunakan merk sekualitas .


e. Bahan pengencer digunakan dari produksi pabrik yang sama
dengan bahan yang diencekcan.
2. Syarat-syarat pelaksanaan.
a. Cat Kayu, Fiber dan Baja
(1)

Semua permukaan yang akan dicat/dimeni harus bersih dari


segala kotoran (debu rninyak semen karat, cat dsb.).

(2)

Semua Permukaan yang akan dicat/harus diratakan dan


dihaluskan kecuati baja konstruksi

(3)

Pekerjaan pengecatan harus dilakukan oleh tukang yang telah


ahli.

(4)

Cat/meni yang akan dipakai berada dalam kaleng dan disegel,


serta diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat oleh engawas.

(5)

Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab atas keaslian merk


dan warna cat/meni.

3. Pelaksanaan Pekerjaan.
a. Pengecetan Kayu dan Fiber
(1)

Permukaan yang akan dicat/dimeni harus bebas dari kotorankotoran dan karat harus diamplas, bila perlu disikat kawat tetapi
harus dijaga jangan sampai rusak lapisan penutup.

(2)

Untuk menghilangkan gemok,


digunakan bahan solvent.

(3)

Sebelum pengecatan Penyedia Barang/Jasa harus memeriksa


terlebih dahulu semua pemukaan yang rusak.

(4)

Kemudian diamplas seluruh permukaan dengan kertas amplas


halus.

(5)

Bensihkan permukaan dari debu dan kotoran dengan lap


kering.

(6)

Permukaan
cat/meni.

(7)

Alat yang dipergunakan adalah kwas.

harus

kering

betul

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

minyak

dan

sebelum

semacamnya

mengaplikasikan

Page 44

RENCANA KERJA dan SYARAT SYARAT

(8)

2015

Pengecatan apis kedua harus dilaksanakan setelah lapis


sebelumnya kering.

2.22. Penutup
a. Segala sesuatu yang belum tercantum dalam RKS ini dan pada
penjelasan ternyata diperlukan, akan dicantumkan dalam Berita Acara
Penjelasan Pekerjaan.
b. Apabila dalam syarat-syarat administrasi, umum dan teknis masih
terdapat kekurangan kelengkapan persyaratan yang diperlukan akan
digunakan ketentuan/ peraturan yang berlaku.

Malili, 20 Februari 2015


PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

MARIA CLARET NITA TAMPA, ST


Pangkat : Penata Tk.I / IIId
Nip. 19761024 200502 2 002

LANJUTAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI MALILI


BIDANG SUMBER DAYA AIR - DINAS PEKERJAAN UMUM

Page 45