Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

Latar belakang
Pada kota2 besar bnagunan tingggi merupakan satu jawaban terhadap pertumbuhan
pemusatan penduduk yang sinambung. Lembaga2 pendidikan dan penelitian harus lebih
banyak mengambil inisiatif untuk menyelidiki bangunan2 tinggi dan konteksnya secara
sistematis untuk memperbaiki kehidupan.
Bangunan pencakar langit merupakan suatu simbol dari keberadaan masyarakat. Makin lama
problem yang muncul dari rancangan bangunan tingkat tinggi makin menarik minat arsitek
untuk membahas dan mempelajarinya.
Dengan kemajuan teknologi penggunaan system struktur menjadi semakin berkembang baik
dari segi bahan maupun metode yang digunakan.
Pada pelopor ini diambil obyek pada bangunan BURJ AL ARAB untuk dianalisa pada system
strukturnya, mengingat bangunan ini adalah bangunan dengan 27 lantai dengan bahan utama
struktur rangka baja yang dikombinasikan dengan struktur membrane. Bangunan ini
mengambil bentuk layar sebuah perahu.
Pengertian dan fungsi
Pengertian burj alarab
Burj Al Arab yang dalam bahasa indonesia artinya menara Arab merupakan satu hotel
bintang tujuh yang terletak di dubai, uni emirat arab, karena bintang tujuh dapat diibaratkan
bintang yang tak terhingga. Hotel 27 lantai yang merupakan hotel termahal dan termewah di
dunia ini merupakan hotel tertinggi didunia yang mempunyai ketinggian sekitar 321 M.
Fungsi Burj Al Arab
Fungsi bangunan burj ala arab adalah sebagai hotel mewah dengan fasilitas penunjang berupa
sky view restaurant dan helipad yang juga bisa difungsikan sebagai lapangan tenis. Tujuan
dibangunnya hotel ini adalah untuk menciptakan sebuah icon untuk dubai, bangunan yang
akan menjadi identik dengan tempat itu seperti sydney memiliki opera house dan menara
eiffel paris begitu pula dubai memiliki Burj al arab.

Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut :
-

Bagaimanakah penerapan system struktur pada bangunan burj alarab ??


Sistem struktur apakah yang digunakan pada bangunan burj al arab ??

Tujuan dan manfaat


Tujuan penulisan ini, antara lain:
-

Bagi mahasiswa penulisan tugas ini di harapkan dapat membantu mahasiswa agar
dapat lebih mengetahui struktur bangunan tinggi yang jarang ada di bali, sehingga
dapat menambah ilmu tentang struktur bangunan tinggi sekaligus mengerti dan

memahami struktur bangunan tersebut.


Agar nanti penulisan tugas ini dapat membantu mahasiswa pada saat praktek di

lapangan
Untuk mengikuti slah satu syarat tugas di dalam mengikuti mata kuliah struktur 3

Manfaat penulisan antara lain:


Mahasiswa dapat menambah pengetahuan dan memperluas wawasan tentang bangunan tinggi
baik itu dari sejarah, struktur, dan kontruksi serta masaah2 yang dapat timbul pada bangunan
tinggi atau bangunan pencakar langit.
Metode penulisan
Metode penulisan laporan ini adalah dengan metode pengolahan data yaitu dengan
membandingkan data yang di dapat dan menyesuaikan teori dengan praktek yang ad
Sistematika penulisa
Adapun sistematika penulisa laporan ini adalah sebagai berikut:
BAB I :

pendahuluan

Berisikan latar belakang, identifikasi rumusan masalah, maksud dan tujuan, metode
penulisan, dan sistematika penulisan
BAB II : landasan teori

beris landasan teoririsi tentang landasan teori struktur yang akan digunakan pada
pembahasan obek
BAB III : sistem struktur
Berisikan tentang landasan teori struktur yang akan di gunakan pada pembahasan
objek
BAB IV : pembahasan
Menguraikan hal2 yang ada pada objek, sesuai dengan teori yang ada, menganalisa,
serta menarik kesimpulan dari hasil analisa dan pembahasan.
BAB V : menyimpulkan hasil analisa dan pembahasan dari objek
BAB II LANDASAN TEORi
Pengertian struktur
Struktur adalah sarana untuk menyalurkan beban bangunan ke dalam tanah. Dan struktur
adalah kerangka bangunan atau pembentuk ruang yang berfungsi untuk melindungi dan
menerima beban yang ada, baik beban dari dalam ataupun beban dari luar. Struktur
merupakan elemen2 pokok yang membentuk pola ruang tertentu dan fungsi sebagai alat
penyalur beban bangunan atau berat bangunan kedalam tanah.
Jenis struktur
-

Struktur rangka baja adalah struktur yang terdiri atas elemen2 linier, umumnya balok
dan kolom baja yang saling dihubungkan pada ujung2 oleh titik hubung yang dapat
mencegah rotasi relive di antara elemen struktur yang di hubungkan

Jenis struktur rangka pemikul momen:

Jenis struktur rangka bracing:

Struktur membrane
Struktur membrane dalah sebuah struktur yang mempunyai permukaan fleksibel tipis
yang memikul beban terutama melalui proses tegangan tarik.
Prinsip struktur membrane:
Selalu mengalami gaya tarik
Memerlukan struktur lain untuk mempertahankan bentuk permukaannya,
yaitu:
Rangka penumpu dalam yang kaku
Prategang pada permukaan yang memberikan gaya eksternal yang
menrik membrane.
Contoh penerapan struktur membrane pada stadion di busan stadium-korea selatan

Contoh rangka pada membrane:

Struktur pondasi adalah bagian dari kontruksi bangunan yang mempunyai bidang
yang berhubungan langsung dengan dasar tanh keras di bawahnya
Fungsi struktur pondasi adalah:
Agar dudukan bangunan tetap stabil
Membagi sama rata beban diatasnya

Penurunan bangunan pada tiap2 tempat sama besar

Jenis pondasi pada bangunan tinggi:

Pondasi tiang pancang


Pondasi bore pile

Perbedaan pondasi tiang pancang dan bore pile adalah pada tahap pelaksanaannya:
Tahap pelaksaan pondasi tiang pancang dengan menggunakan alat pengetak/pemukul yang
gunanya untuk menancapkan tiang pancang ke dalam tanah, atau dengan cara mengebor
tanah lalu memasukkan tiang pancang kedalamnya,

Sedangkan pondasi bore pile adalah dengan cara mengebor tanah lalu memasukkan tulangan
baja ke dalamnya dan pondasi langsung di cor didalam tanah.

BAB II SISTEM STRUKTUR PADA BANGUNAN BURJ AL ARAB


Sistem struktur burj al arab terdiri dari berbagai macam bagian saling berkolaborasi
membentuk

V-shape. Terdapat reinfore concrete spine dan exozkeleton rear leg yang

membentuk v-shape, triangular dan tune mass dumper yang memperkuat bangunan ini.
Fungsi dari tune mass dumper ini untuk mengatasi kemungkinan beban gempa pada
bangunan, karena lokasi site sangat rentan dengan gempa berskala besar. Untuk bagian
yangyang menyerupai layar menggunakan struktur membrane yang di gunakan secara
vertical.
Struktur pada bangunan
a. Tinggi tower burj al arab adalah 321 meter
b. Dibangun di atas pulau buatan berbentuk segitiga yang berjarak 290 meter dari
pantai jumerah dubai. Dengan panjang sisi 150m, lapangan terbuka din sekeliling
area bangunan 7,5m dari laut.
c. Antara dua sayap terdapat atrium segitiga yang besar menghadap pantai, yang di
tutupi oleh double skinned, dilapisi teflon tenun serat layar kaca, yang teknologi
ini pertama kali digunakan dalam bentuk vertikal. Dan menggunakan struktur

rangka beton baja. Dimana, struktur dalam bangunn juga difungsikan sebagai
ornament bangunan. Didirikan diatas 250 tumpukan tiang beton yang menembus
ke dasar laut sedalam lebih dari 40m.

Bada bagian ini diterapkan rangka baja bracing single diagonal

Untuk bagian yang menyerupai layar, digunakan struktur membrane, dimana struktur
membrane biasanya digunakan untuk stadion atau bangunan berbentang lebar lainnya.

Struktur membrane biasanya diterapkan dalam posisi horizontal namun pada bangunan burj
alarab struktur membrane diterapkan dalam posisi vertikal.
Penerapan struktur membrane dalam posisi vertical pada bangunan burj al arab :

Pada kedua gambar tersebut dapat dilihat rangka struktur membrane yang diterapkan
pada posisi vertical, dimana diatas rangka tersebut dipasang teflon tenun serat layar kaca.

Hasilnya adalah menyerupai layar perahu yang tertiup angin.

Sedangkan untuk helipad yang memiliki bobot sekitar 330 ton yang terdiri dari
baja dan plat dengan ketebalan 20 mm serta dua pipa baja dengan diameter 1 meter
yang membentuk huruf V terbalik dengan sudut 30 pada arah vertikal yang dikaitkan
ke pusat inti oleh rangka tulang sepanjang 40 meter dengan berat 120 ton untuk
mendukung struktur helipad secara keseluruhan.

Secara keseluruhan konstruksi bangunan ini telah menghabiskan 70.000 meter kubik
beton dan 9000 ton baja.

KONSTRUKSI pada pulau buatan


Untuk membuat dasar bangunan (pulau) yang aman, maka ditancapkan sebanyak 230
pancang beton panjang 40 meter ke dalam tumpukan pasir, dengan prinsip mempergunakan
daya dukung kekuatan gesekan pasir dan lumpur. Permukaan pulau buatan ditutup dengan
tumpukan batu-batu besar yang dilapisi/diperkuat dengan baja beronjong (honey-comb) yang
tahan karat untuk mencegah erosi dari pondasi bangunan. Untuk pembuatanpulau buatan ini
menghabiskan waktu 3 tahun dari masa kontrak 5 tahun pelaksanaan proyek ini.
Berikut tahapan dan proses pengkonstruksian pembuatan pulau :
a) Tabung/tiang pancang sementara ditanamkan ke dasar laut.
b) Lembran (sementara) diinding/pancang (sheet/piles) dan tiang/tonggak penguat
ditanamkan ke dasar laut untuk menahan pembatas dari lingkaran batu bounds
rocks

c) Batas permanen, timbunan batu bounds rock dipasang pada sisi sisi lembaran
pancang (sheet piles) yang melingkari sebatas pulau buatan yang akan dibuat.
d) Kemudian dimasukkan lembaran /pancang pencegah/pembatas rembesan air
(hydraulic fill layers) dan dengan melindunginya dengan mengisi/menimbun
dengan tumpukan tanah/pasir sehingga membentuk tanggul selanjutnya juga
mengisi lapisan dasar untuk mencegah resapan air laut.

e) Unit beton berongga (bertulang baja khusus) yang permanen dipasang di


sekeliling pulau untuk melindungi dari hantaman gelombang
f) Pancang/pondasi berdiameter 2 m ditanamkan kedasar laut sedalam 43 m sebagai
dasar atau pondasi struktur bangunan berikutnya.

g) Selanjutnya dipasang mal/peti bendungan sementara


h) Kemudian slab beton tebal 2 m dipasang pada dasar pulau

i) Dilanjutkan dengan pembangunan dinding beton penahan retaining wal dan


lantai dasar basement

PEMBAHASAN
Hotel Burj Al Arab yang dirancang oleh arsitek asal inggris Tom Wright dari WS
Atkins ini dibangun selama 6 tahun, 3 tahun untuk reklamasi pantai dan 3 tahun untuk
rekonstruksi bangunan. Hotel ini berdiri di atas pulau artifisial yang hanya berjarak
280 meter dari pantai jumeirah dan agar bisa mencapai hotel tersebut disediakan
sebuah jembatan eksklusif.
Bentuk bangunan Burj Al Arab ini adalah mengambil bentuk layar perahu yang
dirancang oleh arsitek Tom Wright.

Burj al arab memiliki struktur berbentuk V-shape untuk menggambarkan layar perahu
dhow yang berkembang. Bentuk ini merupakan hasil metafora dari perahu dhow, yang
kemudian dipergunakan sebagai system struktur. V-shape ini terdiri dari reinforced
concrete spine pada bagian belakang, dan exoskeleton yang berdiri disamping
bangunan.
Struktur berbentuk V bekerja jauh lebih kuat dari pada struktur berbentuk lain, hal ini
mengambil pola kerja dari bentuk segitiga yang merupakan bentuk yang dapat
menahan beban lebih kuat dari bentuk lainnya. Menggunakan hukum newton dimana
ketika aksi maka akan ada reaksi, bentuk ini saling mempertemukan aksi dan reaksi
dari beban sehingga momen menjadi nol.
Dengan bentuk seperti ini akan menimbulkan kesan rekreatif, dimana mengingat
fungsi bangunan ini adalah sebagai hotel sehingga tamu yang menginap akan
menikmati keunikan dari bentuk bangunan ini.

KESIMPULAN

Kesimpulannya, bangunan burj al arab menggunakan system struktur baja berbentuk


V yang bekerja jauh lebih kuat daripada struktur berbentuk lain, hal ini mengambil
pola kerja dari bentuk segitiga yang merupakan bentuk yang dapat menahan beban
lebih kuat. Dengan menggunakan struktur rangka baja bangunan inti yang
dikombinasikan dengan struktur membrane untuk membuat bidang yang menyerupai
layar perahu. Sedangkan untuk helipad digunakan rangka tulang sepanjang 40 meter
yang terdiri dari 2 pipa berdiameter 1 meter. Dan untuk struktur luar yang juga
dijadikan ornament bangunan menggunakan struktur bracing single diagonal.
Bangunan ini dibangun diatas pulau buatan yang ditutup dengan tumpukan batu-batu
besar yang dilapisi/diperkuat dengan baja berbentuk sarang lebah yang tahan karat
untuk mencegah erosi dari pondasi bangunan.

Gambar potongan burj al arab

https://gwww.scribd.com/doc/75778780/Kajian-Struktur-Burj-Al-Arab