Anda di halaman 1dari 6

ANALISA KUALITATIF ADANYA SIANIDA DALAM KACANG ALMOND DENGAN

MENGGUNAKAN ASAM PIKRAT


Reza Falepi
Jurusan kimia fakultas Sains dan Teknologi, UIN syarif Hidayatullah Jakarta

ABSTRAK
Kacang almond merupaka bahan pangan yang sangat marak digunakan untuk bahan pelengkap
dalam berbagai jenis makanan. Namun demikian almond yang tidak diproses secara baik dapat
membahayakan bagi tubuh karena mengandung sianida yang berasal dari amigladin dan
purinin yang ada dalam biji almond. Dipenelitian ini digunakan kacang almond mentah,
kacang almond yang direbus dan kacang almond yang disangrai sebagai sampel uji sianida
dengan metode asam pikrat. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ketiga positif mengandung
sianida yang bereaksi dengan pikrat.
1. PENDAHULUAN
Buah Almon ( Badam )
Almon atau badam merupakan bagian dari subkelas prunoidae dari keluarga Rosaceae,
tumbuhan ini berada diklasidikasi dengan persik dalam subgenus Amygadalus di dalam Prunus.
Buah badam merupakan buah yang dihasilka oleh pohon Prunus dulcis. Jika biasanya buah
prunus dilapisi oleh daging buah yang manis seperti yang ada pada ceri, buah badam digantikan
oleh pelapis dengan tekstur seperti bahan kulit yang didalam cangkang kerasnya menganfung
biju yang dapat dimakan, biasany disebut sebagai kacang.
Sianida Dalam Kacang Almond (Biji Badam)
Almond dikenal secara luas sebagai kacang kacangan, tapi kenyataannya almond
merupakan biji dari buah yang disebut buah badam. Daging buahnya sendiri tidak dapat dimakan
namun biji buahnya dapat dimakan dan diolah menjadi berbagai olahan pangan. Biji buah inilah

( almond ) yang mengandung sianida, sehingga dibeberapa negara kacang almond ini ilegal jika
tidak diproses untuk menghilangkan kadar sianidanya.

Asam Sianida (HCN)


Asam Sianida dapat pula disebut dengan nama Hidrogen sianida. Hidrogen sianida
merupakan salah satu senyawa dari berbagai contoh senyawa sianida lainnya. Sianida dihasilkan
oleh beberapa bakteri, jamur dan ganggang. Contoh dari senyawa sianida lainnya adalah Sodium
sianida (NaCN) dan Potasium Sianida (KCN). Sianida juga dapat ditemukan di sejumlah
makanan dan secara alami terdapat di berbagai tumbuhan.
Di dalam tubuh, sianida dapat bergabung dengan seanyawa lain membentuk vitamin B12.
Hidrogen sianida merupakan gas yang tidak berwarna yang samar samar, dingin dan tak berbau.
Hidrogen sianida dapat digunakan dalam elektroplating, metalurgu, produksi zat kimia,
pengembangan fotografi, pembuatan plastik dan beberapa proses pertambangan. Oleh karena
dipakai proses pertambangan, gidogen sianida merupakan salah satu pencemar air.
Sianida merupakan racun yang bekerja cepat, berbentuk gas tak berbau serta tak
berwarna. Dalam kemiliteran sianida ini dikenal dengan nama AN (Hidrogen Sianida ) dan CK
( Sianogen klorida). Hidrogen sianida ini ini pula yang digunakan dalam kamar gas kamp
pembantaian Jerman pada perang dunia kedua. Sianida menurut Brachet (1957) adalah suatu
racun yang berbahaya bagi seluruh makhluk hidup karena disamping menghambat pernapasan
juga dapat mengakibatkan perkembangan sel tidak sempurna. Hidrogen sianida juga dapat
disebut dengan formonitrile, sedangkan dalam bentuk cairan disebut dengan nama asam prussit
dan asam hidrosianida. Hidrogen sianida adalah cairan tak berwarna atau juga dapat berwarna
biru pucat pada suhu kamar.
Hidrogen sianida bersifat volatile dan mudah terbakar. Hidrogen sianida dapat bedifusi
baik dengan udara dan bahan peledak. Hidrogen sianida sangat mudah bercampur dengan air,
sehingga sering digunakan. Sianida juga banyak digunakan dalam industri terutama dalam
pembuatan garam seperti Natrium, Kalium atau Kalsium sianida.

Sianida dengan konsentrasi tinggi sangatlah berbahaya. Sebenarnya bila sianida masuk
kedalam tubuh dalam konsentrasi yang kecil, maka sianida dapat diubah menjadi tiosianat dan
berikatan dengan vitamin B12,tetapi bila kadar sianida yang masuk meninggi,maka sianida akan
mengikat bagian aktif dari enzim sitokrom oksidase dan mengakibatkan terhentinya metabolisme
selsecara aerobik.
Sianida dapat menimbulkan banyak gejala pada tubuh, termasuk pada tekanan darah,
penglihatan, paru-paru, saraf pusat, jantung, sistem endokrin, sistem otonom dan sistem
metabolisme. Biasanya penderita akan mengeluh timbul rasa pedih di mata karena iritasi dan
kesulitan bernafas karena mengiritasi mukosa saluran pernapasan. Gas sianida sangat berbahaya
apalagi jika terpapar dalam konsentrasi yang tinggi. Hanya dalam jangka waktu 5-8 menit, akan
mengakibatkan aktifitas otot jantung terhambat dengan berakhir dengan kematian.

Tanda awal dari keracunan sianida adalah:


a. Hiperpnea sementara
b. Nyeri kepala
c. Dispnea
d. Kecemasan
e. Perubahan perilaku seperti agitasi dan gelisah.
f. Berkeringat banyak, warna kulit memerah, tubuh terasa lemah dan vertigo juga dapat muncul.

Tanda akhir adanya CNS adalah koma, dilatasi pupil, tremor, aritmia, kejang-kejang,
gagal nafas sampai henti jantung. Efek racun dari sianida adalah memblok pengambilan dan
penggunaan oksigen maka akan didapatkan rendahnya kadar oksigen dalam jaringan.

2. METODE PENELITIAN
a. Alat dan Bahan
alat alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain labu erlenmeyer, penangas air,
kertas saring, batang pengaduk, gelas ukur, mortar, alumunium foil dan kaca arloji.

Bahan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah almond, asam pikrat, asam
tartrat, dan Na2CO3
b. Cara Kerja
Ditimbang 10 gram kacang almond yang sudah di tumbuk dengan lumpang, kemudian
dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan ditambahkan 50 ml air dan ditambahkan 10 ml larutan
tartrat. Disiapkan kertas saring ukura 1 x 7 cm dicelupkan dalam larutan asam pikrat jenuh,
kemudian dikeringkan diudara. Setelah kering dibasahi dengan larutan Na2CO3 dan
digantungkan pada leher erlenmeyer diatas, dan tutup sedemikian rupasehingga kertas tak kontak
dengan cairan dalam erlenmeyer. Dipanaskan diatas penanggas selama 15 menit pada suhu 50
derajat. Apabila kertas saring berubah menjadi merah berarti sampel tersebut mengandung asam
sianida atau HCN. Percobaan kemudian diulangi dengan sampel almon yang telah direbus dan sampel yang
disangrai
3. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan asam sianida (HCN) dalam kacang
almond dan juga olahan kacang almond. Dalam uji kualitatif ini digunakan sampel kacang
almond yang dipreparasi dengan 3 cara yaitu, kacang almond mentah, kacang almond yang
sudah direbus dan kacang almond yang disangrai.
Percobaan diawali dengan memaserasikan 10 gram sampel yang telah dihaluskan ke
dalam air pada erlenmayer. Maserasi sampel ini bertujuan untuk melakukan penyarian zat aktif
yang terdapat pada sampel. Dimana cairan penyari (pelarut) yang digunakan adalah air. Cairan
penyari akan masuk ke dalam sel melewati dinding sel. Isi sel akan larut karena adanya
perbedaan konsentrasi antara larutan di dalam sel dengan di luar sel. Larutan yang
konsentrasinya tinggi akan terdesak keluar dan diganti oleh cairan penyari dengan konsentrasi
rendah (proses difusi). Peristiwa tersebut berulang sampai terjadi keseimbangan konsentrasi
antara larutan di luar sel dan di dalam sel dimana zat glucosida yang mengandung HCN ini akan
larut dalam cairan penyari. Sampel yang dihaluskan terlebih dahulu bertujuan mempercepat
proses penyarian zat aktif selama maserasi dilakukan. Reaksi yang terjadi yaitu :
CN- + H2O HCN + OH-

Pada saat proses maserasi, ditambahkan pula asam tartarat 1% ke dalam erlenmayer
tersebut. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan uap HCN. Uap HCN yangdihasilkan disebabkan
oleh hidrogen dari asam tartarat (H2.C4H4O6) beraksi dengan ion CN- yang terlarut dalama air
sehingga dihasilkanlah uap HCN. Reaksi yang berlangsungadalah :
2CN-+ 2H 2HCN
Selanjutnya, kertas saring yang telah berukuran 1 x 7 cm dicelupkan kedalamasam pikrat
jenuh yang kemudian setelah kering dibasahi dengan Na 2CO3Kertas saring yang tercelup asam
pikrat

menyebabkan

kertas

saring

menjadi

kuning.

Percobaan

dilanjutkan

dengan

menggantungkan kertas saring pada leher erlenmayer sehingga kertas tidak terjadi kontak dengan
cairan didalam erlenmayer.Kertas saring yang dicelupkan kedalam asam pikrat ini bertujuan
supaya uap HCN terperangkap didalam asam tersebut sehingga uap HCN yang dihasilkan dapat
mengubahkertas saring yang semula berwarna kuning menjadi merah.

Dari hasil pengamatan penelitian didapati ketiga olahan almond positif mengandung
sianida, yang ditandai mengubah warna kertas pikrat menjadi merah. Kacang almond
mengandung amigladin dan purinin yang merupakan zat yang bersifat cyanogenik ( zat zat kimia
yang mengandung CN2 ). Kacang almond juga mengandung emulsin ( beta-glukosida ) yang
bila berada dalam air merupakan katalis yang dapat mmelepaskan asam sianida dari amigladin.
Dalam tubuh manusia tepatnya dalam usus besar juga terdapat enzim yang dapat mengkonversi
amigladin menjadi sianida.

4.

KESIMPULAN
Ketiga sampel ( almond mentah, almond rebus dan almon yang disangrai ) positif

nengandung sianida. Sianida ini berasal dari hasil uraian amigladin yang jika berada dalam air
akan dikonversi menjadi sianida oleh beta-glkosida yang juga terda[at dalam kacang almon
tersebut.

5. DAFTAR PUSTAKA

Rahmah, Yuanita. 2010. Pembahasan Kadar HCN


Riyadhi, Adi. 2014. Standar Operating Prosedur Pratikum Kimia Organik II. Jakarta

:Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarifhidaytullah


Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro.Bagian II.Jakarta : PT.
Kalman Media Pusaka.

http://www.hindawi.com/journals/isrn/2013/610648/

http://www.scribd.com/doc/131384395/Pembahasan-Kadar-HCN-Yuanita-057