Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH TERMODINAMIKA

Pengertian Termodinamika, Sistem, dan Lingkungan

Oleh :
1.
2.
3.

Diah Syafitri
Endang Herlina
Novita Kumala Sari

(06111010035)
(06111010044)
(06121016629)

Dosen Pembimbing:
DR. EFFENDI NAWAWI, M.SI.
NIP: 196010061988031001

Program Studi Pendidikan Kimia


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sriwijaya
2015
BAB I

Pendahuluan
1.1

Latar Belakang
Setiap kali kita mengendarai kendaraan bermotor, menghidupkan AC atau

pendingin ruangan ataupun menggunakan peralatan elektronik lainnya, sebenarnya


kita telah memanfaatkan penerapan termodinamika. Di dalam termodinamika,
nantinya kita akan menemukan 3 hukum. Hukum ke nol termodinamika, kita
mempelajari bagaimana karakteristik-karakteristik berbagai benda ketika kita
mengubah suhunya. Hukum pertama termodinamika merupakan kelanjutan dari
hukum kekekalan energi yang diperluas hingga meliputi pertukaran energi, baik
melalui perpindahan panas maupun kerja mekanik serta memperkenalkan konsep
energi dalam sebuah sistem. Hukum pertama termodinamika yang akan kita pelajari
ini memegang peranan yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan
manusia sehari-hari.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak peristiwa yang berlangsung secara alami
pada satu arah tetapi tidak dapat berlangsung pada arah yang sebaliknya. Misalnya,
panas selalu mengalir dari suhu tinngi ke suhu rendah, tak pernah sebaliknya.
Mengapa demikian? Kita dapat mengubah seluruh energi mekanik menjadi panas
dengan mudah, misalnya pada saat kita menginjak rem untuk menghentikan
kendaraan. Untuk arah sebaliknya, yaitu mengubah panas menjadi energi mekanik,
diperlukan peralatan yang cukup rumit. Misalnya, kita dapat melihat contohnya pada
mesin mobil. Bahkan, para ahli sekalipun belum berhasil menciptakan mesin yang
mampu mengubah seluruh panas menjadi energi mekanik. Mengapa?
Jawaban kedua pertanyaan diatas berkaitan dengan arah proses dan merupakan
salah satu pokok pembahasan hukum kedua termodinamika. Hukum ini menjelaskan
prinsip dasar efisiensi mesin. Hukum ini juga mampu menjelaskan batas energi
minimum yang diperlukan untuk menjalankan mesin pendingin. Jadi, hukum kedua
termodinamika selalu berkaitan dengan persoalan praktis dalam kehidupan seharihari.

1.2

Rumusan Masalah

1.2.1 Apa yang dimaksud dengan termodinamika?


1.2.2 Apa yang dimaksud dengan sistem dan lingkungan?
1.3

Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui pengertian termodinamika.
1.3.2 Untuk mengetahui pengertian sistem dan lingkungan.

BAB II
Pembahasan
2.1

Pengertian Termodinamika
Termodinamika (bahasa Yunani: thermos = 'panas' and dynamic = 'perubahan')

adalah fisika energi , panas, kerja, entropidan kespontanan proses. Termodinamika


berhubungan dekat dengan mekanika statistik di mana hubungan termodinamika
berasal. Energetika kimia atau termodinamika kimia adalah ilmu yang mempelajari
perubahan energi yang terjadi dalam proses atau reaksi. Studi ini mencakup dua
aspek penting yaitu penentuan atau perhitungan kalor reaksi dan studi tentang arah
proses dan sifat-sifat sistem dalam kesetimbangan. Bagian alam semesta yang dipilih
untuk penelititan termodinamika disebut sistem, dan bagian alam semesta yang

berinteraksi dengan sistem tersebut disebut dengan keadaan sekeliling lingkungan


dari sistem. Perpindahan energi dapat berupa kalor (q) atau dalam beberapa bentuk
lainnya secara keseluruhan disebut kerja. Perpindahan energi berupa kalor atau kerja
yang mempengaruhi jumlah keseluruhan energi dalam sistem, yang disebut energi
dalam (U).
Termodinamika merupakan suatu ilmu pengetahuan yang membahas hubungan
antara panas dan kerja yang menyebabkan perubahan suatu zat. Maksudnya apabila
suatu zat atau benda diberi panas (suhunya dinaikkan), maka akan timbul berbagaibagai akibat seperti:
- Gas, cairan dan zat padat memuai
- Termo-elemen membangkitkan GGL
- Kawat-kawat mengalami perubahan daya tahannya.
Dalam proses demikian, biasanya terdapat suatu pengaliran panas dan
bekerjanya suatu gaya yang mengalami perpindahan (panas) yang mengakibatkan
terjadinya Usaha atau Kerja. Tujuannya memecahkan persoalan termodinamika
dengan menguasai prinsip dasar (dalil, persamaan), sistematika pemecahan soal dan
defenisi dasar suatu hukum termodinamika
2.2

Sistem dan Lingkungan Termodinamika


Sistem adalah sejumlah zat, campuran zat, atau segala sesuatu yang ada dalam

pengamatan. Lingkungan adalah segala sesuatu di luar sistem. Alam semesta adalah
kumpulan dari beberapa sistem dan lingkungan. Sistem berdasarkan terjadinya
pertukaran energi dengan lingkungan dapat dibedakan menjadi berikut:
1. Sistem

Terbuka;

ada

pertukaran

massa

dan

energi

sistem

dengan

lingkungannya. Contoh: air di dalam gelas tanpa tutup, lautan, tumbuhtumbuhan.


2. Sistem Tertutup; ada pertukaran energi tetapi tidak terjadi pertukaran massa
sistem dengan lingkungannya. Contoh: air yang berada di dalam botol dan pada
Green house ada pertukaran kalor tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan
lingkungan.
3. Sistem Terisolasi; tidak ada pertukaran massa dan energi sistem dengan
lingkungan. Contoh: air di dalam termos dan tabung gas yang terisolasi.

Gambar.1 Macam-Macam Sistem

Suatu sistem dapat berupa seperangkat mesin, refrigerant pada mesin


pendingin, uap air dalam turbin, jaringan otot makhluk hidup dan sebagainya. Jika
pada sistem itu dapat terjadi pertukaran energi dengan lingkungannya, misalnya
melalui konduksi, maka sistem itu disebut sebagai sistem termodinamika. Sebagai
contoh, perhatikan sebuah panci tertutup yang penuh berisi air. Ketika panci
dipanaskan diatas kompor, energi diberikan ke dalam air melalui peristiwa konduksi.
Ketika air mendidih, air mampu mengangkat tutup panci. Peristiwa ini dapat kita
jumpai pada saat kita memanaskan air. Dalam peristiwa ini keadaan air berubah,
karena pada saat mendidih, volume, suhu dan tekanan berubah. Proses semacam ini
dikenal sebagai proses termodinamika. Dalam sistem termodinamika, kita perlu
mendefinisikan sistem dengan jelas. Misalnya, pada proses pemanasan air diatas,
yang dimaksud sistem adalah air, tetapi tidak termasuk panci, tutup dan kompor.
Dalam proses termodinamika, kita perlu mengetahui besarnya panas Q yang
ditambahkan ke sistem dan kerja W yang ditambahkan oleh sistem. Besaran Q dan W
ini dapat bernilai positif, negative atau nol. Nilai Q posistif melambangkan aliran
panas yang masuk ke dalam system, sedangkan Q negative melambangkan aliran
panas yang keluar dari sistem. Nilai W positif melambangkan kerja yang dihasilkan
oleh ekspansi gas, dan berkaitan dengan energi yang meningglkan sistem. Nilai W
negative, seperti yang terjadi ketika gas mengalami kompresi, dimana kerja diberikan
terhadap gas oleh lingkungannya, melambangkan kerja yang dilakukan terhadap
sistem. Kita akan menggunakan perjanjian tanda ini secara konsisten.
BAB III
Kesimpulan

1. Termodinamika merupakan suatu ilmu pengetahuan yang membahas hubungan


antara panas dan kerja yang menyebabkan perubahan suatu zat.
2. Sistem merupakan segala sesuatu yang menjadi pusat perhatian, sedangkan
lingkungan merupakan segala sesuatu yang berada di luar system dan dapat
mempengaruhinya.
3. Sistem berdasarkan terjadinya pertukaran energi dengan lingkungan dapat
dibedakan menjadi berikut: sistem terbuka yang terjadi pertukaran massa dan
energi sistem dengan lingkungannya; sistem tertutup yang terjadi pertukaran
energi tetapi tidak terjadi pertukaran massa sistem dengan lingkungannya; sistem
terisolasi; tidak ada pertukaran massa dan energi sistem dengan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA
Handout Dasar Termodinamika USU. Online: (https://www.google.com/url?
sa=t&rct=
j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=0CCMQFjAB&url
=http%3A%2F%2Focw.usu.ac.id%2Fcourse%2Fdownload
%2F4120000020termodinamikatekniki
%2Ftkm205handout_dasar_termodinamika.pdf&ei=DrLHVLuULMPr8AWt8o
L4BQ&usg=AFQjCNEoAvTYyeZtaCWehhDZaY1dhhmPxQ&bvm=bv.84607
526,d.dGc) Diakses 19012015
Yanto, Budhii. 2012. Pengertian Termodinamika. Online: (http://www.budhii.web.id/
2012/10/pengertian-termodinamika.html) diakses 19 01 2015