Anda di halaman 1dari 10

STUDI KASUS

Pasien Ny. X dirawat di ruang melati dengan riwayat


perdarahan dan hipoalbumin, karena kondisi phlebitis
infuse pasien direhab dan dipindahkan ke tangan
kanan. Dilihat dari kondisi anatomis, pembuluh darah
pasien tidak mudah teraba/ kecil sehingga perawat
mengalami kesulitan dalam menginfus pasien
tersebut. Rehab dilakukan pada saat dinas malam
dan perawat berhasil menginfus dengan venflon no
22, pada pukul 23.00 dengan tujuan transfusi darah.
Observasi dilakukan pada pukul 02.00, tetesan infus
lancar. Observasi berikutnya dilakukan pada pukul
04.00 dan infus sudah tampak melambat. Pada saat
operan/ keliling didapatkan kondisi tangan pasien
sudah mengalami bengkak dan kebiruan.

PERTANYAAN:
Factor resiko apa yang dimiliki oleh pasien
tersebut sehingga mengalami ekstravasasi ?
Dari kasus tersebut, hal apa saja yang bisa
dilakukan oleh perawat dari awal untuk
melakukan tindakan pencegahan terjadinya
ekstravasasi ?
Bagaimana penanganan yang bisa dilakukan
oleh perawat pada saat terjadinya
ekstravasasi ?
Apa ciri-cirinya bahwa pasien mengalami
ekstravasasi ?

PEMBAHASAN
Ekstravasasi

Bocornya cairan intravena atau obat ke


dalam jaringan sekitar lokasi infus
Ekstravasasi dapat menimbulkan
kerusakan jaringan

Faktor -faktor resiko terjadinya ekstravasasi

kelemahan vena, mudah pecah dan diameter


kecil
integritas vasculer berkurang sehingga elastisitas
berkurang
edema
trauma penusukan canul
bekas area radiasi
jenis kanul
konsentrasi obat
jumlah obat terinfiltrasi
lama jaringan terkena infiltrasi obat

Pencegahan ekstravasasi
Oplos obat dengan jumlah pelarut yang sesuai
Gunakan vena yang tepat (lurus, lembut, tidak
pada daerah pergelangan)
Hindari penusukan kanul berulang pada tempat
yang sama
Gunakan penutup area penusukan kanul yang
mudah terlihat/ dressing transparan
Cek kepatenan vena dengan cairan fisiologis
sebelum pemberian obat
Observasi daerah yang diinfus selama pemberian
obat
Komunikasi selama pemberian terutama via bolus
Lakukan pembilasan setiap pemberian obat.

Gejala ekstravasasi
Gejala ekstravasasi segera
mengeluh rasa terbakar, perubahan pada kulit menjadi
merah muda atau merah menyala
Gejala ekstravasasi setelah beberapa minggu
Perubahan kulit makin nyata, terjadi pengerasan, rasa
panas makin meningkat
Gejala ekstravasasi setelah beberapa minggu
berikutnya
luka nekrotik kadang sampai perlu pembedahan, ulkus
yang melebar
Kemungkinan kerusakan permanen
Komplikasi jangka panjang akibat dari penebalan
jaringan nekrotik merusak struktur persyarafan dan
pembuluh darah.

Parameter pengkajian keperawatan ekstravasasi


Nyeri, pasien mengeluh nyeri sekali atau
rasa terbakar
Kemerahan, disekitar area penusukan,
tidak selalu ada pada awal
Luka, terjadi setelah beberapa minggu
Bengkak, terjadi segera
Blood return tidak ada
Perubahan kwalitas tetesan infus

Penanganan ekstravasasi

Stop infus, kanul jangan dicabut


Aspirasi darah dari kanul
Cabut canul
Hindari perabaan pada area ekstravasasi
Lakukan pemotretan untuk dokumentasi
Berikan kompres setiap 4 jam dalam waktu 15-20 menit
selama 24-48 jam
Istirahatkan ekstremitas dan tinggikan selama 48 jam
Observasi secara teratur terhadap rasa nyeri, bengkak,
kemerahan, keras atau nekrosis
Beri terapi anti nyeri
Lakukan dokumentasi : tgl, waktu, jenis vena, ukuran
kateter, berapa kali penusukan, urutan pemberian obat,
jumlah, keluhan pasien, tindakan yang dilakukan, keadaan
area ekstravasasi , lapor dokter, nama jelas

Kesimpulan
Walaupun pada kasus tersebut pasien
memiliki faktor resiko untuk terjadinya
ekstravasasi, faktor resiko tersebut bisa
diminimalisir dengan peran perawat untuk
menilai dan melakukan observasi secara
lebih ketat terhadap adanya kleuhan nyeri,
kelancaran tetesan infus dan
pembengkakan