Anda di halaman 1dari 23

GEA

A. R. Prima Adi (08700069)

Pengertian
Diare adalah buang air besar
(defekasi) dengan tinja berbentuk
cair atau setengah cair setengah
padat, lebih dari tiga kali sehari

Diare akut adalah diare yang onset


gejalanya tiba-tiba, pasase tinja yang
cair/lembek dengan jumlah lebih
banyak dari normal, berlangsung
kurang dari 14 hari

Diare dapat disebabkan


infeksi
non infeksi

Diare infeksi dapat disebabkan


virus,
bakteri,
parasit

Tingginya kejadian diare bisa karena


foodborne infections
waterborne infections

Lebih dari 90% diare akut disebabkan


karena infeksi,
sedangkan sekitar 10% karena
sebab-sebab lain antara lain
obat-obatan,
bahan-bahan toksik,
iskemik
dsb

Diare akut karena infeksi dapat


ditimbulkan oleh:
Bakteri
Parasit
Virus

Bakteri
Escherichia coli, Salmonella typhi,
Salmonella paratyphi A/B/C, Salmonella
spp, Shigella dysentriae, Shigella flexneri,
Vibrio cholerae, Vibrio parachemolyticus,
Clostridium perfringens, Campylobacter
(Helicobacter) jejuni, Staphlyllococcus
spp, Streptococcus spp, Yersinia
intestinalis, Coccidosis.

Parasit
Protozoa: Entamoeba hystolitica,
Giardia lamblia, Trichomonas
hominis, Isospora sp.
Cacing: A. lumbricoides, A.
duodenale, N. americanus, T.
trichiura, O. vermicularis, T. saginata,
T. sollium.

Virus
Rotavirus, Adenovirus, Norwalk virus.

Patofisiologi
Faktor-faktor faali yang menyebabkan diare
sangat erat hubungannya satu sama lain,
misalnya saja, cairan intra luminal yang
meningkat menyebabkan terangsangnya
usus, sehingga motilitas usus meningkat.
Sebaliknya bila waktu henti makanan di usus
terlalu cepat akan menyebabkan gangguan
waktu penyentuhan makanan dengan
mukosa usus sehingga waktu penyerapan
elektrolit, air dan zat-zat lain terganggu.

Patogenesis
Dua hal umum yang patut
diperhatikan pada keadaan diare
akut karena infeksi adalah
faktor kausal (agent)
faktor penjamu (host).

Faktor penjamu adalah kemampuan tubuh


untuk mempertahankan diri terhadap
organisme yang dapat menimbulkan diare
akut, terdiri atas faktor-faktor seperti
keasaman lambung,
motilitas usus,
imunitas
lingkungan mikroflora usus,
sekresi mukosa,
enzim pencernaan.

Faktor kausal yang mempengaruhi


patogenesis antara lain adalah daya
lekat dan penetrasi yang dapat
merusak sel mukosa, kemampan
memproduksi toksin yang
mempengaruhi sekresi cairan di usus
halus. Kuman juga dapat membentuk
koloni-koloni yang juga dapat
menginduksi diare.

Patogenesis diare yang disebabkan


infeksi bakteri diklasifikasikan
menjadi:
Infeksi Non-Invasi
Infeksi Invasif

Infeksi Non-Invasi
Diare yang disebabkan oleh bakteri
non invasif disebut juga diare
sekretorik atau watery diarrhea. Pada
diare tipe ini disebabkan oleh bakteri
yang memproduksi enterotoksin
yang bersifat tidak merusak mukosa

Bakteri non invasif misalnya


V. cholera,
Enterotoksigenik E. coli (ETEC),
C. perfringens,
Stap. aureus,
Bacillus cereus,
Aeromonas spp

Infeksi Invasif
Diare yang disebabkan bakteri
enterovasif disebut sebagai diare
Inflammatory.
Diare terjadi disebabkan kerusakan
dinding usus berupa nekrosis dan
ulserasi
Cairan diare dapat bercampur dengan
lendir dan darah

Bakteri invasif misalnya:


Enteroinvasive E. coli (EIEC),
Salmonella spp.,
Shigella spp.,
C. jejuni,
V. parahaemolyticus,
Yersinia,
C. perfringens tipe C,
Entamoeba histolytica,
P. shigelloides,
C. difficile,
Campylobacter spp

Manifestasi Klinis