Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN

LAPORAN KASUS
KASUS
EFEK
EFEK SAMPING
SAMPING OAT
OAT
COW:
dr.
Yohanes
Siahaan
COW: dr. Yohanes Siahaan

Qarina Hasyala Putri (080100367)


Dian Primadia Putri (100100013)
Romulus P. Sianipar (100100180)
Achmad Rifqy Rupawan (100100225)

Pendahuluan
Diabetes melitus merupakan
kelainan metabolis pada endokrin
akibat defek dalam sekresi dan kerja
insulin atau keduanya sehingga, terjadi
defisiensi insulin relatif atau absolut
dimana tubuh mengeluarkan terlalu
sedikit insulin atau insulin yang
dikeluarkan resisten sehingga
mengakibatkan kelainan metabolisme
kronis berupa hiperglikemia kronik
disertai berbagai kelainan metabolik
akibat gangguan hormonal yang
menimbulkan komplikasi kronik pada
sistem tubuh

Tinjauan Pustaka

Ulkus diabetikum
adalah salah satu
komplikasi kronik DM
berupa luka terbuka
pada permukaan kulit
yang dapat disertai
adanya kematian
jaringan setempat

Tinjauan Pustaka

Tinjauan Pustaka

Tinjauan Pustaka

Tinjauan Pustaka

Tinjauan Pustaka

Tinjauan Pustaka
Efek Samping OAT

Tinjauan Pustaka
Efek Samping OAT

Tinjauan Pustaka
Efek Samping OAT

Tinjauan Pustaka
Efek Samping OAT

Tinjauan Pustaka
Efek Samping OAT

Tinjauan Pustaka

CASE REPORT

Autoanamnesis dan alloanamnesis

AN
H
U
L
KE
:
A
M
A
UT
NAN
U
R
PENU ARAN
SAD
E
K
Keluhan Utama : Sesak Nafas
Deskripsi
: Hal ini dialami o.s 1 minggu SMRS dan semakin
memberat dalam 2 hari SMRS. Sesak nafas berhubungan dengan
cuaca, setiap hujan dan dingin. Terbangun tengah malam karena
sesak dijumpai, menggunakan 2-3 bantal untuk mengurangi sesak
tidak dijumpai. Riwayat sesak nafas dengan nafas berbunyi
dijumpai. Batuk dijumpai 3 minggu SMRS dengan warna dahak
kuning. Riwayat keringat malam dijumpai. Riwayat penurunan
nafsu makan dijumpai. Riwayat makan OAT dijumpai 3 bulan.
Riwayat demam hilang timbul dijumpai. Nyeri ulu hati dijumpai 1
minggu ini, mual dan muntah dijumpai setiap kali os makan dengan
frekuensi lebih dari 3 kali sehari, dengan isi apa yang dimakan dan
diminum. BAK (+) kesan normal. BAB (+) kesan normal.
RPT : TB paru, asma bronkial
RPO : OAT

Umum :

Abdomen :

Sens: compos mentis

Simetris, nyeri epigastrium (+), mual dan muntah

TD : 100/70 mmHg

(+)

HR : 88 x/menit
RR : 28 x/menit
T

: 35,7C

Kulit:

Alat kelamin wanita:

Tidak ada keluhan


Kepala dan leher:

Tidak ada keluhan


Ginjal dan Saluran Kencing:

Tidak ada keluhan


Mata:

Tidak ada keluhan


Hematologi:

Conjunctiva palpebra inferior pucat (-/-), sklera

Tidak ada keluhan

ikterik (-/-)
Telinga:

Endokrin / Metabolik:

Tidak ada keluhan


Hidung:

Tidak ada keluhan


Muskuloskeletal:

Tidak ada keluhan


Mulut dan Tenggorokan:

Tidak ada keluhan


Sistem saraf:

Tidak ada keluhan


Pernapasan :

Sakit kepala
Emosi : terkontrol

Sesak nafas, sonor memendek di kedua


lapangan paru
Jantung:

Vaskular:

Tidak ada keluhan

Tidak ada keluhan

KULIT :
Anemis (-), Jaundice (-), Petechie (-),
Purpura (-), Hematom (-).
KEPALA DAN LEHER
Kepala dan leher simetris, TVJ R-2 cmH20,
Pembesaran KGB (-), trakea medial
TELINGA
Dalam batas normal

HIDUNG
Dalam batas normal
RONGGA MULUT DAN TENGGORAKAN
Dalam batas normal
MATA
Konjunctiva palpebra. inferior pucat (-/-),
ikterus (-/-)
Pupil isokor, ki=ka, 3 m

Batas Jantung Relatif: Atas : ICR III


sinistra
Kanan : linea
parasternalisdextra
Kiri
: 1 cm medial LMCS, ICR V
Jantung : HR : 88 x/menit, reguler, M1>M2
,A2>A1 ,P2>P1 ,A2>P2,
desah (-), gallop (-)

NEUROLOGI:
Refleks Fisiologis (+)
Refleks Patologis (-)

BICARA
Tidak dijumpai kelainan

KESIMPULAN
Sebagian besar pasien TB dapat menyelesaikan pengobatan tanpa
efek samping. Namun sebagian kecil dapat mengalami efek
samping, oleh karena itu pemantauan kemungkinan terjadinya efek
samping sangat penting dilakukan selama pengobatan, antara lain :
1. Efek Samping Isoniazid berupa hepatitis, neuritis perifer, dan
hipersensitivitas.
2. Efek Samping Rifampisin berupa reaksi kulit, gejala pada
gastrointestinal, hepatitis, trombositopenia, peningkatan enzim hati,
cairan tubuh berwarna oranye kemerahan.
3. Efek samping Pyrazinamide berupa toksisitas hati, artralgia, gejala
pada gastrointestinal dan hipersensitivitas.
4. Efek samping Etambutol berupa neuritis optik, ketajaman
penglihatan berkurang, nuta warna merah-hijau, penyempitan
lapang pandang, hipersensitivitas dan gejala pada gastrointestinal.
5. Efek samping Streptomisin berupa ototoksik dan nefrotoksik

THANK YOU