Anda di halaman 1dari 11

Ozaena (Rhinitis Atrofi)

Galang Fajar Utomo

PENDAHULUAN
Ozaena

( rinitis atrofi ) adalah penyakit infeksi


hidung kronik, yang ditandai adanya atrofi progresif
pada mukosa dan tulang konka dan pembentukan
krusta.
Frekwensi penderita rinitis atrofi
wanita : laki-laki adalah 3 : 1.
Sering ditemukan pada masyarakat dengan
tingkat sosial ekonomi rendah dan di lingkungan yang
buruk dan di negara sedang berkembang.

ETIOLOGI
Infeksi setempat/ kronik spesifik.
Defisiensi Fe dan vitamin A.
Infeksi sekunder. Sinusitis kronis.
Kelainan hormon. Ketidakseimbangan hormon estrogen.
Penyakit kolagen. Penyakit kolagen yang termasuk penyakit
autoimun.
Ketidak seimbangan otonom.
Herediter.
Supurasi di hidung dan sinus paranasal.

GEJALA KLINIS

Hidung tersumbat.
Gangguan penciuman (anosmia).
Ingus kental berwarna hijau,
Sakit kepala.
Epistaksis .
Hidung terasa kering.
Napas berbau.
Pasien mengeluh kehilangan indra pengecap.
Tidak bisa tidur nyenyak.
Tidak tahan udara dingin.

Tanda Klinis
Pemeriksaan :

Rongga hidung lapang


Konka inferior dan media atrofi
Sekret purulen
Krusta warna hijau

Pemeriksaan Penunjang
Pmx histopatologis

biopsi konka media

Pmx mikrobiologi
Uji resistensi kuman
Tomografi komputer ( CT scan ) sinus

paranasalis

DIAGNOSIS BANDING
1.
2.
3.
4.

Rinitis kronik TBC


rinitis kronik lepra
rinitis kronik sifilis
rinitis sika.

Penatalaksanaan
Pengobatan konservatif

AB broadspektrum luas
u/ menghilangkan bau busuk obat cuci hidung.
Larutan yang digunakan adalah larutan garam
hipertonik
Vit A 3x50.000 unit
Fe selama 2 minggu

Penatalaksanaan
Pengobatan operatif

Penyempitan lubang hidung dgn implantasi


/jabir oesteoperiosteal dilakukan di nares
anterior / koana selama 2 tahun. Penutupan dgn
flap palatum.
BSEF ( Bedah Sinus Endoskopik Fungsional )

KOMPLIKASI
perforasi

septum

faringitis
sinusitis
miasis

hidung
hidung pelana

PROGNOSIS
Dengan operasi diharapkan perbaikan mukosa dan
keadaan penyakitnya.