Anda di halaman 1dari 3

ESAI IDENTITAS NASIONAL

Biologi A | 123244002
Nuril Trisnawati

Budaya Nasional dalam Arus Globalisasi


Saat ini, kita hidup di era globalisasi. Sebuah era dimana teknologi berkembang
dengan sangat pesat. Sebuah era dimana kita bisa melakukan apa saja dengan teknologi.
Sebuah era yang dipenuhi dengan kemudahan dalam melakukan apapun.
Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi berjalan dengan sangat cepat terutama
teknologi informasi. Saat ini, hanya dengan mengetik nama situs di komputer, kita bisa
menjelajahi dunia. Hanya dengan menekan nomor pada pesawat telepon, kita bisa berbicara
dengan siapa saja yang kita mau, tidak peduli dimana mereka berada.
Jika kita lihat contoh yang ada, maka kita bisa menyimpulkan bahwa perkembangan
zaman dan teknologi memiliki dampak positif yang jauh lebih besar dari dampak negatifnya.
Namun pada kenyataanya, dampak negatif yang ditimbulkan pun sangat berbahaya bagi
perkembangan budaya manusia. Salah satu contoh konkret dari fenomena ini adalah
berkembangnya kebudayaan barat di Indonesia.
Teknologi informasi yang begitu pesat membuat komunikasi internasional sangat
mudah dilakukan. Dengan demikian, masuknya kebudayaan negara lain ke Indonesia pun
terjadi secara signifikan, terutama yang paling mencolok adalah kebudayaan barat. Saat ini,
hampir semua aspek dalam kebudayaan barat telah masuk ke Indonesia. Mulai dari fashion,
makanan, bahasa, etika pergaulan, sampai tata krama. Masyarakat Indonesia pun menerima
masuknya kebudayaan barat ini dengan tangan terbuka karena dengan demikian, itu
menandakan bahwa masyarakat kita bisa dikatakan mengikuti perkembangan zaman. Namun
penerimaan masuknya budaya barat ke Indonesia ini memiliki dampak yang membahayakan.
Masuknya kebudayaan barat ke Indonesia membuat kebudayaan asli Indonesia sendiri
menjadi pudar dalam diri masyarakat Indonesia. Dengan memudarnya jati diri Indonesia
dalam jiwa masyarakat, maka akan diikuti dengan turunnya jiwa nasionalisme dalam jiwa
masyrakat tersebut. Hal ini sangat berbahaya karena kebudayaan asli Indonesia adalah jati
diri bangsa Indonesia, dan jati diri itulah konsep awal terbentuknya nasionalisme. Dengan
membiarkannya pudar, maka berarti juga membiarkan Negara Indonesia dijajah oleh bangsa
barat dalam arti tertentu, dan tidakmenutup kemungkinan lama-kelamaan Indoensia hanya
sebagai nama tanpa jiwa.

ESAI IDENTITAS NASIONAL


Biologi A | 123244002
Nuril Trisnawati

Kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia tidak semuanya cocok dengan


kebudayaan asli Indonesia. Bahkan bisa dibilang kebudayaan barat banyak bertentangan dan
berbeda dengan kebudayaan Indonesia. Salah satu contohnya adalah dalam hal tata krama
dan sopan santun. Dibandingkan dengan kebudayaan barat, tata krama bangsa Indonesia
secara umum bisa dibilang lebih halus daripada kebudayaan barat. Namun dengan masuknya
tata krama barat, tata krama Indonesia yang awalnya halus berubah menjadi kasar. Hal ini
jelas tidak bisa dikatakan sebagai hal yang baik,
Era globalisasi memang tidak bisa terlepas dari modernisme yang membawa sistem
sosial, ekonomi, politik, dan budaya antar masyarakat sehingga menjadi terhubung dan saling
mempengaruhi. Dari sini, akan tercipta suatu hegemoni seperti yang dikatakan Antonio
Gramsci. Sistem budaya yang kuat akan masuk dan melemahkan budaya lokal yang tidak
terpelihara. Pada konteks Indonesia, penggunaan bahasa Inggris dan berlaku kebarat-baratan
menjadi hal yang sangat dibanggakan, khususnya bagi masyarakat kota.
Era globalisasi telah membawa perubahan yang cepat pada berbagai aspek kehidupan.
Hal ini juga terjadi dalam aspek pertahanan yang antara lain berpengaruh terhadap pola dan
bentuk ancaman dari ancaman militer ke arah non-militer seperti terorisme, wabah penyakit,
difusi kebudayaan negatif yang menimbulkan perubahan perilaku manusia Indonesia. Intinya
adalah terjadi perubahan pola ancaman terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah dan
keselamatan bangsa yang semula bersifat konvensional berkembang menjadi multi
dimensional, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam negeri.
Kemajuan bidang teknologi informasi, komunikasi dan transportasi, serta makin
menonjolnya kepentingan ekonomi dan perdagangan yang telah mendorong terwujudnya
globalisasi, memberi peluang terjadinya infiltrasi budaya Barat sebagai ukuran tata nilai
dunia. Tidak jarang terjadi, demi kepentingan ekonomi, suatu negara terpaksa menerima
masuknya budaya Barat yang belum tentu sesuai dengan situasi dan kondisi negara itu sendiri
dan berakibat pada pola pikir dan pola tindak yang ditandai dengan pemikiran Negara
Federasi,

hal ini membuat menurun-nya rasa sosial dan semangat ke-bhineka-an yang

mengarah pada disintegrasi bangsa dan pelanggaran hukum. Selain itu, masyarakat indonesia
terjangkit pula pola hidup individualisme dan konsumerisme yang bertentangan dengan pola
hidup sederhana dan semua itu bertentangan dengan nilai-nilai budaya asli bangsa Indonesia
yang digali dari Pancasila.

ESAI IDENTITAS NASIONAL


Biologi A | 123244002
Nuril Trisnawati

Setelah ditelaah secara seksama, terbukti bahwa masuknya kebudayaan barat ke


Indonesia tidak selamanya membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia. Pembangunan
budaya Indonesia, mau tidak mau akan bersentuhan dengan modernisasi dan globalisasi.
Budaya Indonesia harus mampu berhadapan dan bersaing dengan budaya . Namun kedua
tantangan budaya tersebut jangan dilihat secara negative, justru masyarakat Indonesia harus
bisa mengambil kesempatan terhadap modernisasi dan globalisasi. Bagaimanapun banyak
juga nilai atau prinsip budaya aing yang bersifat positif seperti tepat waktu, memegang
prinsip, mengutamakan pendidikan dan rasionalitas, toleransi dan sebagainya.
Untuk membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang tangguh, budaya nasional
perlu dibina dan dikedepankan agar dapat berfungsi sebagai pemersatu anak bangsa, karena
tidak ada bangsa yang berhasil maju kecuali maju sebagai satu kesatuan yang utuh, tidak
terpecah-pecah dalam mempertahankan jati diri dan budayanya. Kebudayaan nasional perlu
dibina sebagai langkah persatuan dan kesatuan bangsa melalui perangkat nilai budaya yang
dimiliki. Nilai-nilai budaya tersebut harus disosialisasikan dan diinternalisasikan kepada
warga negara Indonesia untuk dijadikan pedoman bersama dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.

Anda mungkin juga menyukai