Anda di halaman 1dari 34

RAPE

AND
TRAFFICKING
Oleh:
Hartini Sri Utami
011314653010

PROGRAM PASCA SARJANA


ILMU KESEHATAN REPRODUKSI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA

Komnas

Perempuan mencatat 105.103


kasus kekerasan terhadap perempuan yang
ditangani oleh 384 lembaga pengada
layanan sepanjang pada tahun 2010.
Jawa adalah wilayah dengan korban
kekerasan terhadap perempuan tertinggi,
disusul Sumatera dan Kalimantan.
Di Indonesia, setiap hari 20 perempuan
menjadi korban kekerasan seksual.
50 persen kasus kekekerasan seksual di
Indonesia adalah perkosaan.
Di Kanada, hanya 10% kasus kekerasan
seksual yang dilaporkan ke Polisi.

Setiap menit, 1,3 perempuan dewasa diperkosa di


Amerika Serikat
Saat terjadi konflik di Rwanda, tercatat antara 250.000
sampai 500.000 perempuan diperkosa. Dalam perang,
perkosaan digunakan sebagai salah satu senjata.
Setiap 17 detik, satu orang perempuan diperkosa di
Afrika Selatan. Jumlah ini tidak termasuk kasus
perkosaan terhadap anak.
Berdasarkan data Bank Dunia, Perempuan yang
berumur antara 15-44 tahun lebih berisiko jadi korban
perkosaan atau kekerasan dalam rumah tangga
daripada kanker, kecelakaan, perang atau malaria.
1 dari 3 perempuan di dunia dianiaya, dipaksa
berhubungan seks atau bentuk lainnya oleh
pasangannya selama masa hidupnya.
Sumber:sekitarkita.com

DEFINISI
Perkosaan

(rape) dari bahasa


latin rapere = mencuri, memaksa,
merampas, membawa pergi
Menurut Rifka Annisa Womens
Crisis Center segala bentuk
pemaksaan hubungan seksual.
Bentuknya tidak selalu
persetubuhan, tetapi segala bentuk
serangan atau pemaksaan yang
melibatkan alat kelamin.

Penyebab
Dilihat dari motif pelaku
Seductive rape
Sadistic rape
Anger rape
Domination rape
Exploitation rape
Lingkungan
Situasi dan kesempatan
Ekonomi
pergaulan

KlLASIFIKASI
Menurut sifat:
1. Sadistic rape
2. Anger rape
3. Domination rape
4. Seductive rape
5. Exploitation rape
Menurut pelaku:
6. Orang yang dikenal
Sumber: www.musc.edu
7. Perkosaan saat kencan
8. Perkosaan dg ancaman halus
9. Perkosaan dalam perkawinan

ASPEK MEDIKOLEGAL
Pengelompokan Kejahatan Hubungan
seksual:
Dipaksakan, intimidasi, penipuan,
penggunaan obat
Dengan anak perempuan < 16 th
Dengan orang cacat
Berhubungan sedarah
Penyerangan yg tidak wajar
Penyerangan/ perbuatan yang tidak
senonoh

Lanjutan...
UU

No. 27 th 1998 Pasal 285 KUHP tentang


kejahatan kesusilaan Barangsiapa dengan
kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa
seorang wanita bersetubuh dengan dia di
luar perkawinan, diancam karena
melakukan perkosaan dengan pidana penjara
paling lama dua belas tahun

Lanjutan...
UU

No. 27 th 1998 Pasal 285 KUHP


tentang kejahatan kesusilaan
Barangsiapa bersetubuh dengan
perempuan yang bukan isterinya,
padahal diketahuinya bahwa
perempuan itu dalam keadaan pingsan
atau tidak berdaya, dipidana dengan
pidana selama-lamanya sembilan
tahun

Wanita rentan menjadi korban


1.
2.

3.

Kekurangan pada
fisik dan mental
Imigran, tidak
mempunyai rumah,
anak jalanan atau
gelandangan, di
daerah peperangan.
Korban tindak
kekerasan suami
atau pacar.

Korban
Pemerkosaan
Definisi:

seorang wanita yang


dengan kekerasan atau
ancaman kekerasan dipaksa
bersetubuh dengan orang lain
di luar perkawiinan.
Simpulan: korban wanita
tanpa batas usia
Usia:
Anak-anak belum berusia 18
th
Remaja 12 21 th
Dewasa 21 th atau belum 21
th tetapi sudah atau pernah
kawin

Sumber: www.musc.edu

Modus Perkosaan
Memberi obat bius agar tidak sadarkan diri
Memberi ancaman pada korban agar tidak
berdaya
Melakukan penganiayaan
Menghipnotis korban
Memberi obat perangsang agar korban jadi
birahi / bernafsu
Dijadikan wanita penghibur / pelacur bayaran
Dicekoki menuman keras agar mabuk setengah
sadar
Diculik lalu digagahi di tempat yang
tersembunyi
Ditipu akan diberikan sesuatu atau dijanjikan
sesuatu, dll

Dampak Perkosaan

Menjadi stress hingga mengalami gangguan jiwa


Cidera ata luka-luka akibat penganiayaan
Kehilangan keperawanan / kesucian
Menjadi trauma pada laki-laki dan hubungan seksual
Menjadi seorang lesbian atau homo
Bisa membalas dendam pada oang lain
Hamil di luar nikah yang sangat tidak diinginkan
Anak hasil perkosaan bisa dibenci orang tua, kerabat, tetangga
Merusak mental seorang anak
Menjadi pasrah dan terus melakukan hubungan seks pranikah
Merasa kotor dan akhirnya terjun sebagai psk untuk mendapat
uang.
Terkena penyakit menular seksual yang berbahaya, dll

Cara Mencegah
Perkosaan
Mempu

menjaga diri, baik dalam berbusana


maupun bersikap
Waspada dan hati-hati terhadap orang yang
mencurigakan
Tidak mudah memberi kesempatan pada
orang yang baru dikenal
Berhati-hati dalam bergaul dengan teman
Memberi pembekalan pada anak
Membekali diri dengan kemampuan untuk
menjaga keamanan diri

Sikap terhadap korban


Menumbuhkan

kepercayaan diri bahwa


hal ini terjadi bukan kesalahannya
Menumbuhkan gairah hidup
Menghargai kemauannya untuk menjaga
privasi dan keamanannya
Mendampingi untuk periksa atau laporan
pada polisi

Penanganan Oleh Petugas


Kesehatan
Bersikap

dengan baik, penuh perhatian dan

empati
Memberikan asuhan untuk menangani
gangguan kesehatannya, misalnya mengobati
cidera, pemberian kontrasepsi darurat.
Mendokumentasikan hasil pemeriksaan dan
apa yang sebenarnya terjadi.
Memberikan asuhan pemenuhan kebutuhan
psikologis.
Memberikan konseling dalam membuat
keputusan.
Membantu memberitahukan pada keluarga.

TRAFFICKING
Perdagangan

manusia (Human Trafficking)


didefinisikan sebagai semua tindakan
yang
melibatkan
pemindahan,
penyelundupan atau menjual manusia
baik di dalam negeri ataupun antar negara
melalui mekanisme paksaaan, ancaman,
penculikan, penipuan dan memperdaya,
atau menempatkan seseorang dalam
situasi sebagai tenaga kerja paksa seperti
prostitusi paksa, perbudakan dalam kerja
domestik, belitan utang atau praktekpraktek perbudakan lainnya

Definisi

perdagangan wanita dan anak-anak


menurut PBB danODCCP(Office for Drug Control
and Crime Prevention) adalah Perekrutan,
pengiriman, pemindahan, penampungan, atau
penerimaan seseorang, dengan ancaman, atau
penggunaan kekerasan, atau bentuk-bentuk
pemaksaan
lain,
penculikan,
penipuan,
kecurangan, penyalahgunaan kekuasaan atau
posisi rentan, memberi atau menerima bayaran
atau manfaat untuk memperoleh ijin dari orang
yang mempunyai wewenang atas orang lain,
untuk tujuan eksploitasi.

Unsur2 Human Trafficking


Perbuatan:

merekrut, mengangkut,
memindahkan, menyembunyikan atau
menerima.
Sarana (cara) untuk mengendalikan korban:
ancaman, penggunaan paksaan, berbagai
bentuk kekerasan, penculikan, penipuan,
kecurangan, penyalahgunaan kekuasaan
Tujuan: eksploitasi, setidaknya untuk :
prostitusi atau bentuk ekspoitasi seksual
lainnya, kerja paksa, perbudakan,
penghambaan, pengambilan organ tubuh.

Human Trafficking
Data perdagangan orang di Amerika 600.000
800.000 laki2, perempuan, dan anak
diperdagangkan untuk kebutuhan seks dan buruh
Data UNICEF Jakarta 40.000 70.000 orang
Indonesia/ tahun dikirim menjadi PSK di Malaysia,
Singapura, Taiwan, dan Australia.
2006 6.705 orang Indonesia sebagai PSK di
Malaysia
Human trafficking pelanggaran HAM, sebagai
obyek transaksi ekonomi
UU no. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
menjadi UU payung (umbrella act)

PBB melalui Office of The High Commissioner of Human


Rights mengeluarkan Fact Sheet no. 14 Contemporary
Forms of Slavery. Human trafficking:
Perdagangan anak-anak
Prostitusi anak
Pornografi anak
Eksploitasi pekerja anak
Mutilasi seksual terhadap anak perempuan
Pelibatan anak dalam konflik bersenjata
Perhambaan
Perdagangan manusia
Perdagangan organ tubuh manusia
Eksploitasi untuk pelacuran, dan
Sejumlah kegiatan di bawah rezim apartheid dan
penjajahan

Korban
tiap tahun 700.000 4
juta perempuan dan anakmenjadi
korban
2011 100.000 perempuan dan
anak Indonesia diperdagangkan
tiap tahun untuk: eksploitasi
seksual, PRT, kawin paksa dan
pekerja anak
PBB

Pelaku
Orang

tua atau Kerabat


Makelar
WNA
Sindikat yang terorganisir
Perusahaan angkutan laut
Aparat kepolisian
Agen tenaga kerja
Penduduk Setempat
Bidan
Pemilik perumahan Real Estate
Pemilik tempat penampungan agen tenaga kerja
Keterlibatan tokoh masyarakat/instansi pemerintah

Faktor Penyebab
Menurut Sagala dan Rozana, 2007:
Faktor ekonomi
Kemiskinan
Ketidakadilan gender
Menurut Andari, 2011:
Dominasi ideologi patriarki
Tingkat pendidikan perempuan yang rendah
Menguatnya globalisasi dan neoliberalisasme
http://demografi.bps.go.id/

Faktor Korelatif Perdagangan


Manusia Di Indonesia
Faktor

geografis
Kemiskinan dan ekonomi
Tingkat pendidikan yang kurang
Lemahnya posisi perempuan dalam ideologi
patriarki
Banyaknya pengungsi di berbagai daerah dg
kondisi yang memprihatinkan
Lemahnya komitmen dan kebijakan Negara
untuk mencegah dan menanggulangi masalah
perdagangan perempuan dan prostitusi
Banyaknya praktik Kolusi

Modus Operandi
Dengan

janji-janji indah
Dengan paksaan
Tujuan Perdagangan:
Dalam dan luar negeri
Pekerja domestik dan seksual
Adopsi Ilegal, Pekerja Anak dan Penjualan
Organ Tubuh

Hukum Trafficking Di Indonesia


KUHP

pasal 297
KUHP pasal 301
KUHP pasal 325
KUHP pasal 326 s.d pasal 333
UU No. 23 th 2002 ttg perlindungan anak
UU No. 26 th 2000 ttg pengadilan hak asasi
manusia
UU No. 23 th 1992 tentang kesehatan
UU RI No. 21 th 2007 ttg pemberantasan tindak
pidana perdagangan orang

Dampak
Trauma
Fisik
Concurrent symptoms: merasa sakit, tidak nyaman.
Physical symptoms: kelelahan, BB turun drastis,
gejala neurologis, GE.
Mental: depresi, cemas, permusuhan
Multiple trauma dari 89% perempuan terancam, 36%
mengaku mengancam keluarga korban
Violence kasus eksploitasi seksual 70 persen wanita
telah melaporkan kekerasan fisik dan 90 persen
kekerasan seksual ketika sedang diperdagangkan
Abuse
PTSD

www.academia.edu/7047182/
dampak_psikologis_yang_ditimbulkan_akibat_perdagangan_manusia